
Pagi hari di apartemen davian
"Kamu mau makan apa mas" tanya navy sambil menyuapi Raffa.
"Gak usah, aku mau makan di kantor saja, tolong buat kan aku kopi tanpa gula" pinta nya
Davi sedang berolah raga ringan, itulah rutinitas dirinya sebelum bekerja.baginya olahraga sangat penting untuk kesehatan dirinya.
"Pantas saja tubuh nya sixpack,dia olahraga nya kenceng" gumamku dalam hati.
"Aku taruh di meja ya kopi nya" ujar navy
"Mmmm" balas davi, " Kamu mau pulang jam berapa"? Tanya davi sembari duduk di sofa menyeruput kopi nya.
"Abis dhuhur mungkin", balas navy singkat.
"Nanti aku kasih nomor handphone Kamil, telpon dia kalo kamu mau pulang biar dia mengantarkan mu, kalo kamu butuh sesuatu kamu bisa menghubungi nya. Aku sibuk" perintah davi.
"Mmmm" balas ku singkat.
Davi pergi ke kamar nya, membersihkan tubuh dan bersiap untuk bekerja. Dia keluar dengan penampilan rapi dan tampan, aroma parfum nya memenuhi area ruangan.
Navy yang masih menyuapi Raffa mencoba meledek davian. Navy mengendus aroma parfum davian.
"Kamu mau mangkal" ledek navy
"Kau pikir aku tukang ojek" gerutu davian.
Navy terkekeh mendengar ucapan davi.
"Tolong ambilkan tas aku di kamar" pinta davi.
"Memang ya aku boleh masuk kamar mu?" tanya navy bingung.
"Boleh, kan kamu mau bersihin apartemen ini sebelum pulang" perintah davi tanpa melihat Navysah.
__ADS_1
Navy menganga dan melotot ke arah davian tapi davian pura-pura tidak melihat.
"Kok aku yang beresin, memang kamu tidak punya asisten pembantu" selidik navy.
"Sekarang punya?" potong nya cepat
"Yaudah suruh kesini aja orang nya, buat bersihin apartemenmu" ujarku
"Orang nya sudah ada disini" balas davi sambil memakai sepatu.
Navy tidak mengerti siapa yang dimaksud, hingga akhirnya dia sadar bahwa dia yang dimaksud pembantu oleh davian.
"Maksudmu a.. aku" ucap navy terbata tidak percaya.
"Iyalah, emang siapa lagi yang ada disini" jawabnya dengan senyuman.
"Kamu kan sudah mendapatkan uang dimuka sebanyak tiga milyar" ketus davian.
Sakit rasanya pagi-pagi mendengar ocehan davian yang menganggap navysah pembantu.ingin rasanya menangis namun navy masih sanggup menahan nya.
"Iya aku memang pembantu bagimu" ketus navy sambil berjalan ke arah kamar davian dan mengambilkan tas.
"Iya sayang" balas davi
Davian menengok kanan kiri mencari keberadaan navysah. "Apa tadi kata - kata ku kelewatan ya" pikir davian melamun.
"Assalamualaikum" ucap davi
"Walaikumm salam" jawab raffa
***
Setelah membersihkan apartemen davian, navy duduk di sofa sambil melamun. Mengingat perkataan davian tadi pagi.
"Aku ini kenapa, kok hatiku sakit mendengar ucapan nya. Ah, sudahlah apa yang dia katakan memang benar. Aku hanya pembantu.Jangan berharap lebih, jangan sampai jatuh cinta padanya karena dia hanya ingin status saja di pernikahan ini.
__ADS_1
Navy dan Raffa belanja kebutuhan davian, mengisi kulkas nya dengan beberapa makanan, buah dan sayur. Memasak makanan untuk davian dan menyajikan nya di meja makan.
Setelah selesai semua navy pulang dengan taxi, dia tidak menghubungi Kamil.
***
Davian baru pulang dari kantor nya merasa senang, dilihat nya makanan di meja makan yang tertata rapi dan beberapa stok bahan di kulkas.
Davi menghubungi navysah.
Drttt.. Drttt
Assalamualaikum
Walaikumm salam
"Kok kamu pulang sendiri, tidak telepon Kamil" tanya davi diujung telepon.
" Aku bisa pulang sendiri tanpa Kamil "balas navy cepat.
" Raffa lagi ngapain? " basa basi davian.
" Lagi ngaji di mushola "ucap ku malas
" Makasih ya sudah masakin aku makanan dan juga sudah stok kulkas ku" ujar davi
"Sudah tugas ku sebagai pembantu menyediakan semua kebutuhan di apartemen mu" ucap navy santai.
Deg, hati davian merasa tidak nyaman dengan perkataan navy.
"Kok kamu ngomong nya gitu Nav, ujar davian".
"Lho, kamu itu lucu banget sih mas. Bukan nya kamu yang mengatakan nya tadi pagi, status ku cuma pembantu dan aku tahu diri kok" ucap navy santai.
Tut.. Tut.. Tut...
__ADS_1
Davian menutup handphone nya dengan kesal.
"Aku ini kenapa sih, seharusnya aku senang tapi kenapa begini! ". ucapnya frustrasi sambil menjambak rambut nya.