Cinta Navysah

Cinta Navysah
Kebenaran yang terungkap


__ADS_3

Davian pamit dengan Navysah dengan alasan pergi ke restoran.Namun istrinya tahu kemana suaminya akan pergi. Navysah tersenyum manis dengan suaminya,menahan segala sesak di dada. "Kenapa kamu bohong padaku mas!" ucap Navysah dalam hati. Setelah Davian pergi dengan mobilnya Navysah bergegas pergi menyusulnya. Dirinya memesan ojek online untuk membuntuti suaminya. Dirinya ingin tahu kebenarannya dan apa yang sebenarnya terjadi. Dirinya tidak berani memakai mobil pribadi karena takut ketahuan Davian.


Setelah sampai di depan kantor suaminya dirinya bimbang. Terlihat mobil suaminya terparkir di depan kantor, Navysah terdiam sesaat menata hatinya. "Apapun yang terjadi ini yang terbaik, Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.Kenapa mereka bertemu di belakangku" Dirinya berjalan mengendap-endap. Pintu utama kantor pun tidak dikunci, Navysah mencari dimana letak ruangan suaminya, karena dirinya belum pernah masuk ke kantor ini. Dirinya melihat satu ruangan di lantai dua dengan lampu yang menyala. Navysah memantapkan hatinya untuk kuat mendengarkan apa yang terjadi. Dirinya berasa di balik dinding yang cukup dekat untuk mendengarkan semuanya.


"Apa yang kau inginkan padaku Natasha,Aku tidak punya waktu cepat katakan! " ketus Davian. Natasha menangis "Davian, Please bantu Aku bercerai dengannya dan aku ingin hak asuh anakku jatuh padaku" ucapnya.


"Kenapa!!, kenapa harus aku yang membantumu Natasha!" bentak Davian dengan keras.


"Karena ini semua karenamu Davian!!!" teriak Natasha meluapkan semua rasa sesak di dadanya. Davian tidak mengerti apa yang diucapkan Natasha, kenapa semua karena dirinya.


"Aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan padaku Natasha, coba jelaskan padaku!"


"Kamu tahu saat kita pacaran, kita selalu backstreet. Ayahku selalu menentang hubungan kita, dia tidak menyukaimu karena kamu miskin saat itu.Dia mengirimku ke Amerika agar aku tidak berhubungan denganmu,agar kita putus. Dia menjodohkan aku dengan anak temannya, anak seorang bupati.Ayah bilang kamu tidak punya masa depan, dan dia ingin aku menikah dengan Reksa untuk menyelamatkan perusahaanya.Aku berusaha keras untuk menolak semua itu hingga mau tidak mau aku pergi ke Amerika. Aku kira semua berjalan lancar dengan kepergianku. Aku berusaha membunuh perasaanku, mencoba melupakanmu. Tapi apa! kamu mengejarku sampai ke Amerika. Saat itu, aku merasa bahagia bisa bertemu denganmu. Aku tidak bisa membohongi perasaanku. Ingin rasanya Aku kawin lari denganmu, hingga akhirnya Ayahku tahu kamu disana,dia mengancam akan membunuhmu jika aku menolak menikah dengan Reksa. Aku terpaksa menikah dengannya hingga aku hamil Kanaya.Reksa baik kepadaku, tapi disisi lain jika dia kalah dalam tender perusahaan, Aku selalu disiksanya.Aku selalu jadi pelampiasan amarahnya. Aku tidak kuat Davian, aku ingin bercerai dengannya. Tapi dia mengancam, hak asuh Kanaya akan jatuh ke tangannya dan dia mengancam menarik sahamnya dari perusahaan Ayah ,Sedangkan aku tidak diijinkan menemui anakku. Aku bisa gila Davian, bagiku Kanaya segalanya. Dia anakku satu - satunya, Aku tidak ingin kehilangan dirinya"Natasha menangis keras dihadapkan Davian.


Navysah mendengar setiap perkataan Natasha, entah kenapa airmatanya mengalir deras. Dirinya tahu bagaimanapun seorang ibu tidak ingin kehilangan anaknya. "Tetapi kenapa harus suamiku yang membantunya, kenapa tidak teman lainnya " gumam Navysah dalam hati.


Davian tidak tega melihat wanita yang pernah dicintainya begitu menderita, selama ini dia mengira Natasha menghianatinya karena ingin menikah dengan orang yang lebih kaya darinya, walaupun Davian tahu itu desakan dari orang tua Natasha. Dia tidak mengira Natasha mau melakukan pernikahan karena Ayahnya mengancam akan membunuh dirinya. Davian memeluk Natasha, mencoba menenangkannya.

__ADS_1


"Davian, sungguh Apa yang aku ucapkan padamu ini benar. Aku tidak mengada-ada, kumohon bantulah Aku. Cuma kamu yang bisa membantuku,aku tidak punya banyak kawan disini. Aku hanya korban keegoisan Ayahku. Dia rela menukarkan diriku dengan perusahaan. Kumohon, bantu aku mengambil Kanaya. Cuma kamu yang bisa kupercaya Davian"


Navysah melihat suaminya berpelukan dengan mantan pacarnya, dirinya mencoba menguatkan diri" Tidak apa-apa, itu hanya pelukan biasa. Jangan cemburu Navysah, suamimu pasti lebih mencintaimu "ucap Navysah dalam hati.


Natasha melepaskan pelukanya" Kamu mau kan membantuku"tanyanya.


"Aku akan berusaha, tapi aku tidak janji bisa merebut Anakmu darinya" ucap Davian. Natasha tersenyum getir.


"Davian, apa kau masih mencintaiku?!" tanya Natasha. Davian tidak bergeming. Dia hanya menatap wajah mantan pacarnya.


"Natasha. Ya, aku sangat mencintaimu" ucap Davian. Navysah terkejut tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Semua pertahanannya runtuh seketika, hatinya sangat terluka mendengar ucapan yang keluar dari mulut suaminya. Dirinya tidak tahan lagi, mendengar semuanya. Navysah berjalan gontai meninggalkan kantor Davian.


"Aku mengerti Davian, Aku tahu itu. Walaupun awalnya aku iri padamu karena kau sangat bahagia dengannya. Yang terpenting bagiku sekarang, Kanaya jatuh ke tanganku.Itu sudah cukup bagiku, aku tidak akan mengganggu kebahagiaanmu. Kita berteman saja aku sangat bersyukur" ucap Natasha.


"Sudahlah, sebaiknya kamu pulang. Aku pun akan pulang, maaf Aku tidak bisa mengantarmu pulang "ucap Davian. " Aku akan mencoba berkomunikasi dengan Om ku, dia pengacara terbaik"


"Terima kasih Davian, kamu memang sangat baik" Natasha pulang ke rumahnya dengan perasaan sedikit tenang karena Davian mau membantunya.

__ADS_1


Sedangkan Davian pulang menuju rumahnya.


Saat ini perasaan Navysah terasa hancur, dirinya tidak pulang kerumah. Dia tidak mau Davian melihat wajahnya yang bengkak karena menangis.Navysah pergi ke Apartemen Davian. Dirinya mengirimkan pesan pada Davian untuk tidak mencarinya, karena ada beberapa pekerjaan mendadak yang harus diselesaikanya.


"Tumben banget Navysah lembur sampai tidak pulang ke rumah,padahal tadi pagi baru Grand Opening. Apa karena butiknya sangat ramai dan banyak orderan" ucap Davian setelah membaca pesan dari istrinya.


Navysah berjalan gontai dan masuk ke dalam Apartemen. Amel dan Yuni merasa terkejut melihat penampilan bos nya yang kacau balau dan berantakan sembari menangis. " Mbak Navy, kenapa?" tanya Amel. Navysah memeluk Amel tanpa menjawab pertanyaanya, dirinya masih terus menangis kencang dan terkulai lemas di lantai. "Aku akan menghubungi pak Davian" ucap Yuni.


"Jangan!!!" teriak Navysah, "Jangan ada yang berani menghubungi siapa pun" ancam Navysah.


Navysah duduk di sofa, merebahkan tubuhnya. Kali ini hatinya benar-benar sangat lelah. " Amel, tolong buatkan Aku teh manis hangat" pinta Navysah.


"Baik mba"


Navysah menyesap sedikit demi sedikit teh nya, Amel dan Yuni masih menatap bos nya. Apa yang sebenarnya terjadi, padahal sejak pembukaan butik dirinya sangat bahagia.


Navysah memijit keningnya yang sedikit pusing. Pikiranya entah kemana-mana. "Aku harus mengambil keputusan" batin Navysah.

__ADS_1


Navysah bicara pada Yuni dan Amel tentang pekerjaan, mereka akan dibantu beberapa orang dari kota B untuk menghandle butik. Ada Rico yang akan membantunya. Amel sedikit bingung "Mbak, apa mbak sementara akan off dulu. Pembahasan kita dari tadi seolah - olah mbak akan cuti lama, endorse pun mba gak ambil, Maaf jika aku kepo"


"Betul, aku akan cuti lama tapi tidak tahu kapan, aku ingin istirahat dan hanya mengecek butik sebentar. Semuanya aku serahkan pada kalian, Lita akan memegang bagian kebaya, jika kalian bingung tanyakan padanya, Aku ingin beristirahat. Kalian istirahatlah" Navysah masuk ke kamarnya dan tertidur dengan segala masalah yang ada di pikirannya"


__ADS_2