
Di Apartemen davian
Davi terlihat sangat mempesona dengan setelan jas warna hitam dipandu dengan kemeja warna putih,sepatu hitam yang mengkilap dan tatanan rambut yang rapi dengan jambul ciri khas nya.Raffa menyesuaikan dengan setelan tuxedo mirip ayahnya.
"Wah Raffa ganteng banget hari ini" ujar davi mencium anak nya.
"Kan Raffa anak ayah jadi harus ganteng dong" ucap Raffa tersenyum.
Mereka duduk bersama di sofa menunggu navy berdandan.
"Mah cepetan dong!" teriak Raffa
"Iya iya tunggu sebentar " navy berjalan keluar kamarnya. Dia menggunakan gaun brukat akar warna putih dan make up natural. Ya dresscode kali ini bertema Black and White.
"Cantik" gumam davi dalam hati melihat istri di depan nya.
"Ayo kita jalan" ujar nya.
***
Di pesta ulang tahun kantor.
Semua tamu dan karyawan datang, mereka membentuk grup masing-masing. Sebenarnya kalo mau jujur navy enggan ke tempat ramai seperti ini. Baginya sedikit ada rasa malu berdampingan dengan seorang davian.
"Hai dav," seorang wanita melambaikan tangannya ke arah davi dan cipika cipiki.
"Hai Angel, kenalin ini istri gue" ujar davian sambil merengkuh pinggang navy.
Mereka saling berjabat tangan "Hai, aku Navysah ini anakku raffa" navy menyuruh Raffa mencium tangan wanita itu.
"Nice to meet you Mrs. Davian"
Navy hanya tersenyum kikuk, rasanya ingin cepat kelar acara ini selesai".
"Kalo mas mau gabung dan mengobrol dengan temen mas gak papa kok, aku tunggu disana" tunjuk navy di sebelah kanan pojok.
"Memang kamu gak papa sendirian sama Raffa" tanya nya.
"Iya gak papa kok" dengan senyum manis nya.
"Oke tunggu bentar ya" davian menuju kumpulan rekan kerja nya.
__ADS_1
"Mendingan aku di pojok sini sambil makan daripada aku harus kikuk, bahasa inggris ku sangat jelek" batin navy sambil mengunyah makanan.
"Hei, anakku Raffa" seorang pria memanggil dan mendekati Raffa yang sedang makan. Raffa menoleh" ayah feri! " ujar Raffa dengan mulut penuh makanan.
" Hei tampan lagi makan ya disuapin mama, boleh dong ayah minta makananya! " ujar feri mengelus rambut Raffa.
" Boleh! ," mah, ayah feri minta maem mah", ujar polos nya.
"Mmm" balas navy singkat sambil mengunyah makanan.
"eh, nav loe kok gak gak ikutan bareng davian disono" tunjuk feri dengan dagu nya.
"Aku lapar jadi makan dulu" bohong navy alasan.
"Waktu nikahan gue liat loe nyanyi lho, kapan-kapan karaokean yuk bareng temen-temen, kita duet bareng" ujarnya
"Emang mas feri bisa nyanyi juga" selisik navy penasaran.
"Eh gini gini suara aku paling keren tahu, penyanyi paling nge hits diantara lainnya" ucap feri bangga.
"Hahahaha, loe tuh mas pede nya kebangetan" ujar navy memukul lengan feri.
Disisi lain, davian melihat keakraban mereka merasa kesal. Davi melihat navy tertawa lepas seperti tanpa beban, tapi kalo bersama dirinya, dia tidak pernah seperti itu.
"Sudah ayah" ujar Raffa yang sedang di pangku feri.
Davi mengambil Raffa dari pangkuan feri" sini, pangku sama ayah davi saja".
"Kamu gak makan mas" tanya navy
"Bentar lagi, aku belum lapar" ujar nya tanpa menoleh.
"Aku pergi dulu ya, gue gak mau jadi obat nyamuk disini gangguin pengantin baru" goda feri
"Ayah feri hati hati ya, nanti jangan lupa main sama Raffa lagi." pinta Raffa.
"Iya jagoan kuh sayang" feri mencium Raffa sebelum pergi. " Mmm, anak ayah bau bayi".
Feri bergabung dengan kolega lainnya.
"Raffa, sekarang panggil nya jangan ayah feri ya. Sekarang panggil nya om feri aja" perintah davian.
__ADS_1
"Kenapa yah", polos Raffa.
"Kan sekarang Raffa sudah punya ayah. Cuma ayah davi yang boleh di panggil ayah. Mengerti?" pinta davi.
"" Iya ayah"
Davian dan navy kembali berbaur dengan lainnya, mengobrol sekenanya, saling mengenalkan diri satu sama lain hingga acara berakhir.
***
Setelah di apartemen
Tok.. Tok.. Tok..
"Ceklek"
"Bisa kita bicara" tanya davi pada navysah.
Navy mengikuti davian menuju sofa dan duduk disisi nya.
Davian membuka obrolan "Kemarin mama telepon aku, dia nanyain kapan kita ke bali" ujarnya datar
"Aku gak bisa kalo gak ada Raffa" potong ku cepat.
"Apa harus bawa mbak siti juga buat jagain Raffa,kalo cuma kita bertiga pasti ketahuan mama, kita kan gak mungkin di kamar terpisah disana. Ini kan acara bulan madu" ujarnya.
"Disana cuma tiga hari,terserah kamu mau ngapain, yang penting tiket ini dipake biar mama tau nya kita sudah honeymoon" imbuh nya.
"Nanti aku pikir - pikir dulu, nanti aku telepon mas kalo sudah ambil keputusan, toh minggu depan acara pertunangan Kamil"
"Oiya, kamu mau gak ada endorse dari kosmetik merk XXX, dia tadi telepon aku minta kamu jadi modelnya!?, kamu tinggal nge review dan posting di sosmed doang"
"Apa aku bisa menurut mu? lirih navy menundukkan kepala.
" Aku yakin kamu bisa" tegas davi tanpa menoleh. " Nanti kamu dapat fee dari brand itu kok, lumayan tahu" imbuh davi.
"Oh iya satu lagi, jangan sembarangan ngobrol dengan pria lainnya, kamu harus jaga imej bahwa kamu istri dari seorang Davian Ahmad" tegasnya
Davi menyodorkan sebuah kartu atm ke arah navy "Pakailah sesuai kebutuhan mu dan raffa.Jangan beli yang tidak penting dan tidak berguna!" tegasnya.
"Aku sudah punya uang banyak darimu, simpanlah saja kartu ini" navy mendorong kartu itu.
__ADS_1
"Bisa nggak sih nurut sama aku" ucap nya sambil berlalu masuk kamar.