Cinta Navysah

Cinta Navysah
Cobaan sebelum menikah


__ADS_3

H-1


Siang hari,


Semua keluarga davian bersenda gurau di ruang tengah.mereka membantu membungkus seserahan yang akan dibawa.


"tante, kapan mas davi pulang? Kok belum nyampe? " tanya arum menyelidik.


"paling sore nyampe sini bareng kerabat navy juga" balas bu fera.


Arum teman rani dulu sewaktu di SMA.karena jarak rumah mereka dekat dia suka datang ke rumah bu fera. Bu fera pun menganggap arum seperti anaknya, namun tidak bagi arum yang sedari dulu menyukai seseorang davian.


"Nduk, nanti ke salon diantar mang joko aja ya biar gak nyasar?" ujar bu fera


"iya mah" jawab navy.


Arum menghampiri navy yang sedang duduk mengajari Raffa menggambar.


"Mba, pasti seneng ya mau nikah sama mas davi, mas davi kan pria 99% sempurna? " Tanya nya.


Navy cuma tersenyum tanpa menjawab pertanyaan nya.


Di sisi lain seorang paruh baya mendengar pembicaraan kami, "Iyalah pasti seneng jadi bagian keluarga dari mas ibra, siapa coba yang gak mau jadi menantu mas ibra.padahal nih ya tante berfikir, kok davi mau sih dapat perempuan single mom, punya anak satu. Tante kira dia bakalan dapat perempuan yang sangat cantik, pinter, belum menikah dan pastinya punya karier!" lirih tante dian namun masih bisa di dengar navy.


Sakit rasanya mendengar perkataan tante nya, navy terdiam tanpa menanggapi walaupun rasanya ingin menangis.


" iya ya tan, seharusnya sih begitu kan mas davi lulusan S2 luar negeri apalagi dia banyak wanita yang cantik disekelilingnya dan juga banyak penggemar, memang nya mba gak takut mas davi selingkuh" sindir arum menyeringai.


Budhe asih yang sembari tadi mendengar hanya bisa menggelengkan kepala. "Namanya juga jodoh bu, gak ada yang tahu kan,jodohnya mas davi ya mbak navy ini" balas budhe asih membela.


"Ih, kamu gak usah ikut ikutan sih.sana ke dapur saja!" ketus tante dian melotot.


Navy yang sedari tadi diam mulai terpancing emosi nya. "ini anak mulutnya melebihi si Bima ya pedes kayak cabe perlu diulek tuh mulut nya" batin navy.

__ADS_1


"Memang nya kenapa kalo aku single mother, apa ada yang salah? Tanyaku dengan santai.


Kalo aku gak punya karir dan hanya wanita miskin, apa itu salah juga? Imbuhku.


" Aku berfikir hanya orang bodoh yang menganggap status janda itu rendah",


" Dan yang salah itu sudah tahu milik orang tapi masih saja berusaha merebut yang bukan miliknya! " sindir navy kearah arum.


Oh iya, Mas davi pun begitu mencintai ku,menjaga kami seperti berlian.Aku yakin dan percaya dia tidak akan menukar berlian dengan batu kerikil" balas ku sambil tersenyum.


Raut muka tante dan arum berubah seketika, merasa kesal dengan apa yang diucapkan navy barusan.mereka melangkah pergi menjauh dari navy.


"Ah, suasana hatiku jadi badmood,mending ke salon ajalah".ucap navy


"Jangan diambil hati ya mbak, tante dian klo ngomong memang begitu" ujar budhe asih


"Iya budhe, santai aja" balas ku cepat.


" Raffa, raffa disini saja ya. Mama mau ke salon pasti lama.raffa dsini maen sama budhe dan teman teman aja ya? " perintah navy sambil mengelus rambut anak nya.


Navy berpamitan dengan calon mertua nya, bu fera menyuruh mang joko mengantarkan navy ke salon namun navy menolak dengan alasan ingin pakai ojek online. Padahal di hatinya ingin menyendiri untuk meredakan rasa sakit di hati nya.


***


Di sore hari,


Semua keluarga dan kerabat navy sudah datang di kota S mereka berada di hotel tempat berlangsung nya acara pernikahan besok pagi.


Sedangkan davian, rani dan imelda pulang ke rumah dulu menjenguk orang tua nya.


"Assalamualaikum"


"Walaikumm salam" balas keluarga serentak.

__ADS_1


"Eh, calon pengantin sudah datang" ucap budhe asih.


Arum langsung menghampiri davian dan bergelandut di lenganya dengan manja "mas davi udah pulang, aku kangen tahu?" ujar arum menggoda.


"hmmm" balas davi


" Navy sama Raffa mana mah?" tanya davi sambil menoleh kanan kiri mencari keberadaan navy dan raffa.


"Aduh anak mama belum juga nikah udah lupa sama mama nya, malah nyari nya calon istri nya, dia lagi ke salon dav" ujar bu fera manyun.


Davi menggaruk kepala nya yang tidak gatal, merasa malu dengan tingkah nya sendiri. " Iya ya kenapa aku nyari nya si navy" gumam davian dalam hati.


Setelah mengobrol davian masuk kedalam kamarnya bersama raffa, mereka tidur bersama layaknya ayah dan anak.


Sudah jam 7 malam navy belum juga pulang, davi sedari menunggu di kamar mulai resah dan cemas takut kalo navy nyasar karena baru pertama kali calon istrinya berada di kota S.


"Apa aku telpon saja ya?, lirih nya


Ah, nggak nanti dia kepedean lagi.Dia kan wanita gila, kalaupun ada yang macam - macam pasti sudah disikat habis oleh nya, dia kan bar-bar " gumam davi.


Mending aku persiapan barang yang akan ku bawa ke hotel.


30 menit kemudian,


"Ceklek" navy membuka pintu kamar nya.


"Kalo masuk kamar orang itu ketuk pintu dulu" ketus davi, "darimana saja kamu pulang malam" selidik nya


"Maaf aku lupa Ketuk pintu, aku dari salon abis itu jalan - jalan cari angin" balas navy tanpa melihat wajah davian.


"kalo bicara sama orang tatap matanya" tegas davi


"Dia itu kenapa pulang pulang kok murung" gumam davian dalam hati

__ADS_1


"Ya sudah cepetan beresin baju kamu kita ke hotel sekarang besok acaranya dan tolong jangan bikin ulah, besok banyak tamu penting. Kamu harus banyak senyum dan terlihat bahagia" perintah davian sambil berlalu dari kamar nya.


__ADS_2