
"Terima kasih para hadirin sudah menyempatkan hadir di acara pembukaan restoran suamiku. Untuk kali ini aku persembahan lagu religi berjudul Ya Maulana dari Nissa Saby*n.
Di dada di didadam
Di dada di didadam, Dida
Dengan kasihmu Ya Robby, berkahi hidup ini.
Dengan cintamu Ya Robby, Damaikan mati ini.
Saat salahku melangkah, Gelap hati penuh dosa.
Beriku jalan berdarah, temuimu di surga.
Terima sembah sujudku, terimalah doaku.
Terima sembah sujudku, Izinkan ku bertobat.
Maulana Ya Maulana, Ya sami du'ana
Maulana Ya Maulana, Ya sami du'ana
Maulana Ya Maulana, Ya sami du'ana
Maulana Ya Maulana, Ya sami du'ana
Davian merasa lega istrinya menyanyi dengan baik,"Emang kamu itu selalu membuat diriku deg-degan dengan tingkah mu Navysah " ucap Davian dalam hati. Davian tersenyum melihat Navysah yang begitu cantik menurutnya.
"Prok.. Prok.. Prok.." hadirin bertepuk tangan.
"Terima kasih..Terima kasih" tanpa sadar Navysah melambaikan tangannya bak ajang kecantikan P*tri Indonesia.
Davian melotot kerah Navysah," Baru aja dipuji kecantikanya, kumat lagi sablengnya" lirih Davian.
Dirinya menarik istrinya untuk turun panggung.
"Biarin Dav, istrimu seneng nyanyi.Kalau gak dituruti ntar dia sawan" ledek Bima terkekeh.
Davian tidak menanggapi ucapan Bima, dirinya lebih memilih pergi menemui rekan kerjanya.
Navysah menghampiri Feri, sedari tadi Navysah melirik Feri dan Imelda secara bergantian. "Mas Feri, Bisa kita bicara" Navysah dan Feri berjalan dan mengobrol di lain di sisi gedung.
Navysah menghela nafas, "Masih gitu-gitu aja gak ada perkembangan? tanya Navysah. Feri mengerti apa yang dimaksud Navysah," Aku tidak tahu, aku kesal padanya disaat dia membentak Raffa dan juga saat dia menjambak diriku, insiden di pagi hari. Rasanya aku lelaki tidak punya harga diri!" ucap Feri.
"Cuma segitu nyalimu?, kalau mba Imelda sudah ada perasaan denganmu bagaimana?" tanya Navysah.
"Ah!, mana mungkin Mak Lampir ada rasa denganku?" Feri menggaruk kepalanya.
"Aku serius mas" ucap Navysah.
Feri awalnya tidak percaya dengan ucapan Navysah, namun Navysah meyakinkan bahwa Imelda ada perasaan dengannya " Dari tadi aku lihat Imelda selalu mencuri pandang denganmu, tatapannya sendu berbeda dengan biasanya. Mungkin dia kangen dijahilin kamu mas"ucap Navysah terkekeh.
Feri menjotos lengan Navysah dengan pelan" Kamu ada-ada saja, kalau dia beneran ada feeling denganku,Aku akan semangat ngerjain dia lagi" ujar Feri dengan senyuman licik.
"Makasih ya Nav, kamu selalu memberiku semangat mengejar dirinya, kali ini aku akan buat dia cemburu dan jatuh cinta padaku. Kamu memang calon adik ipar terbaikku" Feri mengusap kepala Navysah bagai seorang kakak.
"Aku akan memberikanmu semangat, berjanjilah kau harus menjaga mba Imelda dengan baik. Karena aku tahu bagaimana rasanya sendiri dan mati rasa dengan orang yang dicintai" ucap Navysah sendu.
"Aku akan berusaha menjaganya" Feri meyakinkan ucapanya.
Disisi lain, Davian merasa geram. Berani - beraninya Feri menyentuh kepala istrinya, dan mereka tertawa bersama.
Feri tidak sengaja melihat wajah Davian yang sedang kesal, menatap dirinya dengan amarah.
"Nav, suamimu menatapku dengan kesal?" ujar Feri.
" Biarin aja, tadi aku juga lihat dia cium pipi kanan kiri wanita dengan mudahnya.Dia pikir aku gak punya perasaan, Lihat suamiku tertawa dengan wanita lain ya pasti cemburulah" gerutu Navysah,
__ADS_1
"Cie, ehem.. ehem.. yang udah cinta" ledek Feri.
"Sudahlah mas. kita akhiri saja obrolan ini, lihat mata Imelda melirik kesini terus" ucap Navysah.
***
Acara telah selesai, tinggal kerabat yang masih berada di ruangan.
"Sayang, ayo kita pulang!" ucap Jasmine. Kamil menggelengkan kepala tanda tidak setuju.
"Kenapa?, kan acaranya sudah selesai?" ujar Jasmine. " Iya, tapi Davian dan lainnya belum pulang" ucap Kamil.
Jasmine merasa kesal, dirinya sudah ingin pulang dari tadi. Tapi Kamil kekeh tidak mau pulang, dengan alasan Davian belum pulang. Jasmine menarik tangan Kamil menjauh dari keramaian.
" Kamil, aku ingin pulang!!.
Aku tidak betah disini, please sekarang juga kita pulang" pinta Jasmine.
" Nanti kita pulang rame-rame.Davian temen sekaligus bos aku, gak enak kalau aku pulang duluan" bantah Kamil.
Jasmine bertambah kesal tunanganya tidak mau menuruti kemauan dirinya dan lebih memperhatikan Davian.
" Kamil, kamu pilih Aku atau Davian?! " tanya Jasmine, "Aku ingin pulang sekarang, titik" tegas Jasmine.
Kamil merasa bingung tumben-tumbenya Jasmine ingin segera pulang, Sedari awal acara pun dirinya tidak melihat Jasmine menyapa Navysah.Mau tak mau Kamil mengalah dan mengikuti keinginan Jasmine untuk pulang.
"Aku pamit Davian dulu" ucap Kamil. Setelah pamit Kamil pulang bersama Jasmine.
"Pret!, loe kagak pulang?, Anak loe udah pulang sama asisten loe?" tanya Bima.
"Bentar lagi, Davian lagi ngobrol sama Rayyan"ucap Navysah.
" Suara loe bagus juga nyanyi lagu religi? ujar Nesha.
"Baguslah!!, semerdu Nissa Saby*n. Wajahku secantik artis Citr* Kirana" ucap Navysah dengan pedenya.
"Tapi Citr* Kirana kagak mau disamain sama loe pret, muntah dia liat loe. Wajah Citr* Kirana kelakuan Ria R*cis!" balas Bima.
"Bukan Nissa Saby*n tapi Ni*sa Sableng" ucap Nessa.
Rico kesal karena Navysah terlalu kepedean, dirinya menggulung tisu seperti bola dan memasukkan ke mulut Navysah, " Nih, Cit* Kirana makan nih tisu gulung, biar mulutnya kagak kepedean" ketus Rico.
Navysah meronta, menghindari tisu gulung yang dimasukkan ke mulut nya dirinya bangkit dan memukul bok*ng Rico. "Plak!, Plak!, Dasar anak nakal!, berani sama Emak!, Mau jadi anak durhaka!" ujar Navysah dengan akting memukul bok*ng anaknya. "Dasar, M*ling Kandang!! " ucapnya lagi lagi.
"M*ling Kundang!!" ucap mereka serempak.
"Kenalin nih gue, Si begal dari Gue H*ntu" seloroh Bima.
" Si buta dari Gua H*ntu" ucap mereka serentak.
"Gue Mak Lemper" ucap Maya.
"Mak Lampir" ucap mereka serentak.
"Dasar loe Sandal bolong!" ucap Bima.
"Sundel Bolong" ucap mereka serentak dan tertawa keras.
"Bim, cewek PE'A kayak gini mending sikaaat aja" Rico melirik Navysah.
"Ayo!, Gue juga sebel!!, PE'A nya kebangetan. Bima langsung memegang kaki Navysah dan Rico memegang kepala Navysah.
Mereka membopong Navysah ke arah meja prasmanan." Woi!!, turunin Putri Ayu, loe melanggar pasal penculikan!! teriak Navysah.
Davian melihat istrinya dibopong ke arah meja prasmanan.Dirinya hanya menghela nafas dan memijit kepala.
" Dav, loe gak cemburu bini loe di bopong mereka berdua" tanya Rayyan.
__ADS_1
"Kalau mereka yang bopong biarin aja, mereka satu spesies sama Navysah, Otaknya geser separo.Tapi kalau lelaki lain jangan harap,tidak akan aku ampuni!" tegas Davian dengan menatap ke arah Feri dengan tajam.
"Kenapa dia menatap tajam ke arahku! Davian ternyata cemburu padaku" ucap Feri dalam hati.
Tubuh Navysah ditaruh secara terlentang diatas meja prasmanan dan ditutupi kain taplak meja layaknya mayat. "Udah Bim, kelar gak ada cewe Sableng lagi" canda Rico.
"Bener, adem hidup gue! " balas Bima.
Navysah yang berpura-pura drama adegan meninggal kini bangkit lagi layaknya pocong.Dirinya mengikat ujung jilbabnya keatas kepala dan mengikat simpul layaknya pocong.
Navysah melompat - lompat dan bersedekap menghampiri Bima. "Aye, mumun bang!" ucap Navysah dengan mata melotot layaknya pocong. Semua teman Navysah tertawa terpingkal - pingkal. Imelda dan Rani yang tidak biasa tertawa merasa geli dengan tingkah laku iparnya dan ikut tertawa lepas.
"Aye mumun bang!, pocong minta duit bang. Bagi ngapa bang!" ucap Navysah.
Rico membuka dompetnya, "Nih, dua ribu sono beli es" ucap Rico sembari menempelkan uang kertas di dahi Navysah.
"Idih,manusia pelit!. Pocong cantik gini dikasih dua ribu. Mintanya ceppe bang, duit warna merah!" pinta Navysah.
"Dasar pocong matre! , tahu duit aja loe!" ucap Rico terkekeh. "Eh, pocong mendingan loe nyanyi koplo sono. Bosen gue, udah mulai ngantuk disini.
" Oke bang, duit dulu bang. Yang ceppe warna merah!, entar gue langsung pocong koplo an bang " ujar Navysah.
Rico membuka kembali dompet nya menukar uang dua ribuan dengan uang seratus ribu. "Nih, gue ganti warnanya. Udah sikaaat, tarik sis semongko!!" seru Rico.
Navysah langsung merapikan jilbabnya lagi dan memasukkan uang ke dalam saku gaunnya "Lumayan ceppe" ujarnya sembari menyetel sound sistem dan berdangdut ria.
"Para hadirin minta lagu apa? " ucap Navysah dengan microphone nya.
"Suka - suka loe, yang penting gue joget" seru Rico.
"Let's go gaes, tarik sis semongko! "ucap Navysah. Dan akhirnya mereka berjoget tanpa rasa malu.
"Ini nih kenapa gue gak suka nyawer Navysah" ucap Rico sambil joget.
"Emang kenapa? " ujar Bima.
"Coba lihat, lagunya koplo goyangnya model bang jali kagak ada nyambung - nyambungnya" seloroh Rico melirik Navysah.
Imelda dan Rani melongo melihat kesablengan ipar mereka, ini pertama kalinya mereka melihat Navysah di sisi lain.
"Itu, beneran mba Navysah?" Rani merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Ternyata urat malunya udah putus dia" ucap Imelda.
Dari awal drama hingga akhir Rani dan Imelda selalu tertawa keras, mereka tidak menyangka seorang Navysah yang ketus dan tegas ternyata mempunyai sikap yang absurd.
Dari tadi, Feri selalu melihat Imelda tertawa.Dirinya merasa senang Imelda sekarang banyak tertawa walaupun dengan hal-hal receh yang Navysah lakukan. Dirinya menghampiri ke meja Imelda.
Imelda melihat Feri berjalan ke arah mejanya"Mau apa dia, kok kesini?!. Kok aku deg - degan" ujarnya dalam hati.
" Maukah kamu berjoget ria denganku Rani?" Feri mengulurkan tangan ke arah Rani.
Rani kaget tumben banget seorang Feri memintanya berjoget bersama.
"Oke, Let's go" ucap Rani sembari menerima uluran tangan Feri. Rani berisik di telinga Feri.
" Kok, Mas Feri ajakin aku joget" tanyanya.
"Karena aku tahu, kamu cewek dugem!" bisik Feri. Rani tertawa keras dan memukul lengan Feri.
Imelda merasa tidak nyaman melihat kemesraan adiknya dan Feri. "Kenapa mereka begitu dekat?, Aku ini kenapa, kok aku kesal! " ucapnya dalam hati.
Davian hanya memijit kepalanya, merasa pusing dengan kekonyolan Navysah dan teman - temannya.
Rayyan dan Vina selalu tertawa melihat istri Davian, sesekali mereka menggetok meja dan perut secara bergantian, "Amit.. Amit.. semoga anakku nggak mirip kelakuanya kayak Navysah kalau cantiknya mirip gak papa" ucap Vina.
"Amit.. Amit.. jangan tiru Bima" Rayyan menggetok meja dan mengelus perut istrinya secara bergantian.
__ADS_1
* * *
Jangan lupa like, Vote and comment ya gaes. Matursuwun yang udah mampir...