
Davian sibuk seperti biasanya, Navysah pun juga sama sibuknya.Beberapa produk endorse ingin memakai jasanya namun banyak yang ditolak. Navysah orang yang selektif dalam memilih produk yang akan diiklankan.
Raffa dan Kinan belajar bersama. Sejak tahu Raffa mendaftar sekolah Kinan selalu menangis, dirinya ingin sekolah bersama Raffa.Alhasil, Shafiq menuruti keinginan anaknya.
Seperti rumah kedua bagi Kinan, dirinya selalu betah tinggal di rumah Navysah. Ibu Erni tidak terlalu khawatir jika menitipkan Kinan di rumah Navysah. Apalagi dirumah Navysah ada asisten yang menemani Raffa dan Kinan bermain.
Sesibuk apapun, Navysah yang selalu menyempatkan pulang sore hari. Baginya waktu dengan anak sangat penting dalam tumbuh kembang. Salah satunya, menemani Raffa belajar dan bermain.
"Mah, maem mah Raffa laper?" ucap Raffa. Kinan melihat Navysah dan memeluknya, sekarang Raffa tidak pernah protes jika Kinan memeluk ibunya.
"Kamu kenapa sayang? " tanya Navysah sembari mencium kening Kinan.
"Tante, bolehkah Kinan memanggil tante Mama?" tanya Kinan padanya.
Raffa melotot pada Kinan,dirinya tidak masalah Kinan memeluk ibunya. Namun, sekarang Kinan ingin memanggil ibunya dengan nama Mama seperti dirinya.
"Tidak boleh!" ketus Raffa.
"Ini Mamaku, bukan Mamamu! tegas Raffa. Kinan menangis mendengar ucapan Raffa. Navysah memeluk Kinan." Udah diam jangan nangis lagi, Kinan boleh kok panggil tante Mama"ujar Navysah. Dan Raffa tidak terima, dirinya menangis dan masuk kedalam kamarnya.
Navysah menyuruh Kinan menunggu dimeja makan. Dirinya masuk ke kamar Raffa. "Kenapa sayang?, sini Mama peluk?!" Navysah membujuk anaknya.
"Mama jahat!, Kenapa semua diambil Kinan cengeng dan Raffa selalu mengalah. Raffa kesal mah!" ucap Raffa.
"Mama peluk Kinan, suapi Kinan terus sekarang Kinan panggilnya Mama. Raffa gak mau!" protes Raffa.
Navysah mengerti anaknya merasa iri, kenapa Navysah selalu baik pada Kinan. Navysah tidak terlalu pusing jika Raffa ngambek.Anaknya seseorang yang harus diperlakukan lembut, baru dia akan mengerti dan menerima.
"Raffa dengarkan Mama Nak!, Kinan gak punya mama cuma punya Ayah. Sedangkan Raffa punya keduanya. Anggap Kinan adik Raffa,kalian bisa bermain dan belajar bersama. Seperti Mami Imel dan Mami Naysila yang sayang sama Raffa, Kinan pun ingin disayang semua orang.Dan pastinya, Mama akan lebih sayang Raffa karena Raffa anak Mama.Kamu mengerti kan sayang?" tegas Navysah mengelus dan mencium anaknya.
Raffa mulai mengerti apa yang dimaksud ibunya,memang banyak yang sayang padanya seperti Mami Imel dan Mami Naysila." Tapi beneran ya mah, Mama selalu sayang Raffa daripada Kinan! " tanya Raffa.
" Iya sayang "balas Navysah.
Mereka akhirnya berdamai dan bermain bersama lagi. Hari ini Kinan menginap di Navysah, terkadang Mang Dirman yang mengantarkan Kinan pulang ke rumah atau Shafiq yang menjemput anaknya.
__ADS_1
Davian pulang kerja hampir tengah malam setiap harinya. "Mas, kau baru pulang" Navysah terbangun melihat suaminya datang. "Apa kau mau kubuatkan susu?"
"Aku tidak terbiasa minum susu malam hari" ucap Davian.
"Susu bagus untuk kesehatan, dan jika diminum malam hari akan membuat seseorang tidur lebih nyenyak karena susu mengandung triptofan yang merupakan asam amino. Bahkan, susu mengandung senyawa lain yang disebut melatonin, hormon tersebut membuat pola tidur dan bangun tidur yang lebih baik.
"Oke!, tolong buatkan untukku sayang" ucap Davian sembari menutup pintu bathroom nya.
Navysah membawa segelas susu untuk suaminya. Davian keluar dengan melilitkan handuknya.Rambut yang sedikit basah membuat dirinya semakin sexy.Dadanya yang bidang dan kekar membuat setiap wanita terpesona padanya.
"Kenapa Aku baru tahu kalau suamiku begitu mempesona" Navysah menatap ke arah suaminya dan menelan salivanya. "Ah, lebih baik aku tidur daripada pikiranku kemana-mana" ujar Navysah kembali.
Davian meneguk segelas susu buatan istrinya, setelah itu dirinya masuk kedalam selimut. "Sayang" ucapnya dengan suara menggoda di telinga Navysah. Davian tahu istrinya belum tidur, dirinya mengigit curuk leher Navysah dengan keras.
"Argh!!, Sakit.. !, kenapa mas gigit leherku" Navysah membalikkan badannya kearah Davian dengan kesal.
"Aku gemes denganmu" jawab nya enteng.
"Dasar Drakula!! " gerutu Navysah.
***
Pagi hari di meja makan,
Davian menikmati roti bakar strawberry kesukaanya dengan secangkir kopi.
"Pulangnya jangan terlalu malem mas, jaga kesehatan" ujar Navysah mengunyah roti miliknya.
"Kamu kangen sama ini!" Davian menuntun tangan istrinya ke area bawah miliknya. " Mau lima ronde akan aku layani" bisiknya dengan terkekeh.
Navysah melotot dan menarik tangannya, "Kamu itu sama saja seperti Feri, otaknya sel*ngkangan mulu" ujarnya.
"Abis mau ngapain lagi, Kan bikin ketagihan.Kamu juga suka,Navysah kamu luar biasa" bisiknya.
"Stop mas!, ada anak - anak mereka datang kesini"
__ADS_1
"Mama...!!" teriak mereka.
"Uhuk.. Uhuk.." Davian tersedak, dirinya bingung karena Kinan memanggil Navysah dengan sebutan mama.
"Kok Kinan panggilnya Mama juga? tanya Davian.
" Biarin aja sih mas, kasihan dia" ucap Navysah.
"Tapi nanti orang yang tidak tahu, kamu itu Mamanya Kinan beneran Navysah. Nanti orang juga mengira kamu istrinya dokter jelek itu" ucap Davian dengan kesal.
"Mas!, Siapa yang tidak tahu Davian Ahmad. Orang yang paling tampan, dan terkenal.Mereka pasti tahu aku istri mu. Percaya padaku, aku juga tidak ada feeling dengan Shafiq. Aku tidak akan selingkuh mas. Kamu suamiku yang terbaik" Navysah meyakinkan suaminya, mengelus punggung Davian agar tenang.Setidaknya dengan cara memuji Davian ,dirinya akan luluh.
Davian merasa senang dipuji Navysah, ini pertama kalinya Navysah memuji dirinya. "Baiklah, sayangku! Aku tidak apa-apa Kinan memanggilmu mama. Yang penting kamu jangan sampai selingkuh dengan dokter jelek itu" ucap Davian lagi.
Navysah menganggukkan kepala, Dan Davian pergi menuju kantornya.
Hari ini bu Erni menjemput Kinan dan membawa beberapa tanaman untuk Navysah.
"Nak, ini ada beberapa tanaman. Kata Shafiq kamu suka dengan tanaman" Bu Erni menyodorkan beberapa pot tanaman.
"Aduh!, ibu repot - repot. Makasih ya bu,Aku memang suka bertanam" ucap Navysah. "Biarkan taruh disini saja bu, nanti Mang Ujang yang akan membawanya" ucapnya lagi.
"Gak papa Nav, Ibu juga senang. Makasih Nav, udah sayang sama Kinan"
"Mama Navy!!" teriak Kinan memeluk dirinya.
Bu Erni kaget, kenapa cucunya memanggil Navysah dengan sebutan Mama. " Panggilnya tante, bukan Mama" perintah bu Erni.
"Gak mau!, Kinan panggilnya mama Navy aja.Kinan mau jadi anak mama Navy,sama kayak Raffa" seru Kinan.
"Gak papa bu, biarkan saja. Namanya juga anak - anak" ujar Navysah.
Bu Erni berkaca-kaca dirinya tidak mengira Kinan akan sedekat ini dengan Navysah. "Terima kasih Nak Navy" ucapnya. "Ibu dari dulu ingin sekali Shafiq menikah, namun dirinya belum mau untuk menikah. Dirinya selalu mengutamakan kebahagiaan Ibu dan Kinan. Ibu bersyukur, dia punya sahabat sebaik kamu dan Nak Davian" tanpa terasa airmata bu Erni menetes.
"Sudahlah bu, Akupun menganggap ibu sebagai ibuku. Aku tidak punya siapa - siapa disini, semua keluargaku di kampung. Aku merasa senang disini ada Kinan yang selalu menemani Raffa bermain" ujar Navysah memeluk bu Erni.
__ADS_1
"Terima kasih Nak Navy" ucapnya lagi.