
Navysah masih sibuk di ruang kerjanya, ada beberapa pesanan yang harus dikirim besok."Ah,rasanya pegel banget badanku"Navysah memijit tengkuk lehernya.Rasanya ingin pijit,tapi kalo ke salon aku tidak punya waktu. Aku pengen tukang pijit rumahan yang bisa kerumah,nanti aku tanyakan ke bibi deh!" ucap Navysah.
"Permisi bu,diluar ada bu Erni" ucap bibi. "Oke, suruh masuk bi" perintah Navysah bangkit dari duduknya dan keluar kamar.
"Tante..!" teriak Kinan berlari ke arah Navysah dan memeluknya. "Hai Kinan, cantik banget hari ini" Navysah mengelus pipi Kinan. "Kinan kangen tante" ucapnya dengan polos. "Iya, tante juga kangen kamu sayang" Navysah mencium pipi Kinan.
Raffa merasa cemburu, melihat Kinan dekat dengan ibunya, apalagi Navysah mencium Kinan seperti mencium dirinya." Ini mama aku!!" teriak Raffa sembari melepaskan tangan Kinan dari ibunya. Kinan menangis, tangannya ditepis Raffa.
" Raffa sayang, jangan begitu. Bareng - bareng ya, Kinan kan sayang mama juga, seperti Raffa sayang sama mama"ucap Navysah.
" Ayo Nak, minta maaf sama Kinan!? " pinta Navysah.
" Raffa gak mau mah" ketus Raffa cemberut.
Navysah mengelus rambut anaknya, mencoba meredakan amarah anaknya. "Raffa.kan umur Raffa lebih tua tiga bulan dari Kinan, anggap Kinan adik Raffa ya. Kalian bisa bermain bersama, Ayo minta maaf Nak?!" Navysah membujuk anaknya dengan halus.
Raffa luluh dengan perkataan ibunya,sebenarnya dia kesal karena tidak ingin kasih sayang ibunya terbagi dengan Kinan."Kinan cengeng, maafin Raffa ya?" sembari menggulurkan tangan.
Navysah menggelengkan kepalanya merasa pusing, bisa - bisanya Raffa disuruh meminta maaf, malah dirinya masih saja meledek Kinan. "Maafkan anak saya ya bu" ucap Navysah merasa tidak enak.
"Gak papa Nak Navy, Kinan memang cengeng" bu Erni terkekeh.
Kinan pun menerima maaf dari Raffa dan mereka bermain bersama.
"Harus ada drama korea dulu dari mereka bu, baru akur" Navysah terkekeh, "Iya ya Nak Navy, namanya juga anak anak". Ucap bu Erni.
Bu Erni mulai bercerita kenapa dia mampir ke rumah Navysah, dirinya baru saja main ke rumah temannya yang tidak jauh dari rumah Navysah.
Bu Erni melihat wajah Navysah sedikit kelelahan. "Nak Navy kok pucat, apa sedang sakit?atau Nak Navy hamil" tanya bu Erni. Navysah tertawa dengan kata-kata hamil "Nyelup juga nggak, mana bisa hamil" ucap Navysah dalam hati. "Nggak hamil bu, saya cuma kelelahan badan saya pegal semua" Navysah memijit lengan dan kakinya yang sakit.
__ADS_1
"Owalah! pegel - pegel ya Nak, sini ibu pijitin" bu Erni memijit bahu Navysah. "Jangan bu, saya nggak enak masa ibu pijitin saya" Navysah merasa sungkan.
"Gak papa Nak,Ibu sudah anggap Nak Navy anak ibu. Kinan bisa punya temen main ibu sudah seneng, dia biasanya pemalu. Nak Navy punya minyak gosok gak?" ucap bu Erni.
Navysah menyuruh mbak Siti membawa minyak gosok. Kaki Navysah dibalur dan dipijit bu Erni,tangan-tanganya pun tidak luput di pijit juga."Enak bu pijitanya, gak terlalu sakit" ucap Navysah tanpa malu.
Bu Erni tersenyum mendengar pengakuan Navysah. "Nak Navy kalau pengen pijit, ibu punya pijit langganan namanya Mak Isah,kalau mau nanti ibu kasih nomernya." Boleh bu"ucap Navysah.
"Dia biasa pijit, langgananya juga banyak. Pijit peranakan juga bisa, sapa tahu Raffa pengin punya adik lagi" ledek bu Erni. Navysah hanya tersenyum kikuk, dirinya enggan menanggapi perkataan terakhir bu Erni.
"Kinan pulang yuk? " ajak bu Erni. Kinan enggan pulang,dirinya masih betah bermain bersama Raffa. "Ini sudah mau sore Nak" ucap bu Erni. Kinan menangis memeluk Navysah,dirinya ingin tetap disini bersama Raffa. "Yaudah bu, biarkan Kinan disini. Nanti kalau dia sudah bosan nanti saya atau mang Dirman yang antarkan" ucap Navysah.
Bu Erni merasa tidak enak, cucunya tidak mau diajak pulang. "Ibu tenang aja, disini Kinan aman" ucap Navysah.
Dan akhirnya bu Erni pulang sendiri meninggalkan Kinan dirumah Navysah.
"Ayo makan dulu, mama suapin abis itu mandi.Nanti sore Raffa ngaji, Kinan ikut ya belajar ngaji" ucap Navysah pada Kinan. Dan Kinan mengganggukan kepala tanda setuju.
Drt.. Drt...
Navysah langsung menyambar handphonenya, berharap Davian menghubungi dirinya,Navysah melihat layar handphone, namun bukan Davian yang meneleponya.
Assalamualaikum
Walaikumm salam
"Mba, besok aku wisuda online. Mbak bisa dateng gak ke apartemen? " tanya Rani.
Navysah berfikir "Kan cuma online, kamu gak ke kampus, terus ngapain mba kesana! " ujar Navysah.
__ADS_1
Rani tidak menjawab pertanyaan Navysah. Rani bersedih, walaupun wisuda online dirinya berharap ada seseorang yang mengucapkan selamat padanya dan menemaninya disaat lulus wisuda.
"Yaudah kalau gak bisa!" Rani langsung menutup panggilanya.
Navysah mengenyitkan dahi,dirinya merasa bingung karena Rani sepertinya marah padanya.Dirinya masih berfikir apa yang membuat Rani begitu saja mematikan handphonenya. Dilihat jam menunjukkan pukul tujuh malam." Masih ada waktu" ucap nya.
Navysah turun ke lantai satu dan menyuruh mba Siti untuk pergi ke sebuah Mall,membeli sebuah hadiah untuk Rani. "Ini kartu kredit nya,ini uang buat jajan mbak.Nanti video call ibu kalau sudah sampai. Nanti Ibu yang pilih,Ibu gak ada waktu untuk jalan. jangan lupa mbak Siti, minta nomor handphone pemilik toko." Siap bu" balas Siti.
Navysah kembali ke kamar Anaknya,
Entah mengapa dirinya merindukan Davian.Memorinya mengulang kembali akan sosok suaminya yang jahil dan suka membuatnya kesal."Aku kangen kamu mas" lirih Navysah. Navysah mengutak-atik handphone miliknya,dirinya melihat foto saat mereka berada di kebun binatang.
"Ganteng sekali suamiku" Navysah tersenyum melihat setiap foto Davian.
"Kira-kira di handphonenya ada fotoku atau Raffa nggak ya? tanyanya pada diri sendiri.
Navysah tertidur karena memang dia sangat lelah, jam satu dini hari dirinya menerima video call dari suaminya." Happy Birthday Navysah, semoga selalu menjadi istri yang terbaik untukku dan bisa memberiku banyak anak. Aamiin" ucap Davian dengan terkekeh. "Apaan sih mas,doa terakhir nya kok gitu jangan bikin kesel deh" Navysah cemberut mendengar do'a suaminya.
"Barakallah fii umrik suamiku, semoga selalu sehat, jadi suami terbaik untukku dan ayah terbaik buat Raffa,dilancarkan rejekinya. Aamiin" ucap Navysah penuh harap.
"Apaan!!, baru dua hari berantem, kamu sudah habisin uang aku.Kamu sudah pakai kartu kredit aku dua kali kan?
" Navysah tertawa keras, dirinya memang sengaja membeli hadiah untuk Davian dan Rani dengan kartu kredit suaminya. "Yang ikhlas ngasih istri!, Aku doain kamu, biar rejekinya banyak mas" ucap Navysah.
"Aamiin", "Kamu mau kado apa Nav?" tanya Davian diujung telepon.
"Aku gak minta apa-apa, yang penting kamu setia dan pulang tepat waktu", ujarnya
"Ciee..., kangen ya sama Aku" goda Davian. "Kagak" ketus Navysah.
__ADS_1
"Yaudah yang, aku tutup dulu teleponnya,hari ini aku ngantuk dan capek.Lusa aku pulang kok " Davian menguap merasa mengantuk.
"Oke" balasannya Navysah singkat.