Cinta Navysah

Cinta Navysah
Janin Kembar


__ADS_3

Sudah jam sebelas Davian belum juga pulang, Navysah menunggu dirinya namun belum juga terlihat batang hidungnya,hingga dirinya tertidur lelap di sofa kamar. Tengah malam Davian baru sampai rumah, dirinya membopong istrinya ke ranjang.


"Maafkan Aku sayang, kamu pasti menungguku pulang" lirih Davian mengecup kening istrinya. Dirinya pun terlelap tidur disisinya. Pagi hari Navysah bangun dan melihat suaminya di samping. Dirinya membangunkanya agar shalat subuh berjama'ah. Setelah selesai Davian berolahraga sebentar di taman. "Sayang, besok Aku ke Bogor bersama Kamil dan Feri. Aku akan disana dua hari. Aku mau lihat proyek perumahan yang akan dibangun" ucap Davian.Navysah bergelayut manja di lengan suaminya" Iya, kamu hati-hati disana. Aku menunggu kamu pulang mas. Oiya, Aku sudah menyewa showroom di Mall, hari ini Rico akan mendekornya. Nanti grand opening kamu harus datang.Pokoknya, aku gak mau tahu!" Navysah cemberut pada suaminya dan duduk di pangkuannya. Davian merasa gemas,dengan tingkah istrinya hari ini. " Kamu kenapa manja hari ini,Aku pasti akan datang di acaramu" Davian mencium bibir istrinya.


"Beberapa minggu ini Aku sibuk dengan pekerjaanku, karena proyek sudah berjalan. Dan Feri pun akan off dari pekerjaannya. Alhamdulillah dia sekarang ada perubahan, lebih serius dalam bekerja dan kulihat dia tidak menggandeng perempuan manapun" Davian tersenyum mengingat Feri yang digoda perempuan di Cafenya.


"Kamu jaga kesehatan, Aku pasti kangen kamu, Cup" Navysah mencium bibir suaminya.


"Iya Sayang. Oiya, nanti buatan Aku salad strawberry dan pisang dikasih buah Naga, entah mengapa diriku ingin itu" ucap Davian menelan salivanya. Navysah tersenyum geli, suaminya ngidam salad. " Siap mas! " ucapnya.


Navysah membuat salad untuk suaminya, setelah selesai Davian memakan habis saladnya dan pergi ke kantor. Navysah bersiap ke Apartemen Davian untuk kirim barang ke rumah sakit bersama Amel.


* **


Di Apartemen Davian,


"Semuanya sudah dihitung mel? " tanya Navysah. "Udah mbak, semuanya ada lima ratus biji" ucap Amel.


"Yaudah kamu bereskan barang ini dulu, biar sekalian habis dari rumah sakit kita langsung ke Mall, Rico sudah disana" Navysah memberikan kertas catatan apa saja yang akan dibawa. Dirinya masuk ke kamar Davian untuk rebahan, kepalanya sakit dan perutnya mual. Dirinya memijat keningnya dengan minyak kayu putih, dan menghirupnya dalam-dalam agar sedikit lebih baik.


Navysah memejamkan matanya sebentar ke arah langit-langit. Setelah dua puluh menit dirinya merasa lebih baik, Navysah beranjak dari ranjangnya dan entah kenapa dirinya sangat penasaran dengan lemari suaminya yang tidak pernah dia sentuh. Dirinya membuka lemari. Melihat beberapa baju yang digantung dan menghirupnya seolah suaminya ada di dekatnya. "Wangi parfum suamiku, Aku jadi rindu padanya" Navysah mengelus perutnya. Dirinya melihat ke arah bawah, terlihat album lama dan box sepatu. Dirinya membuka setiap album, foto semasa Davian sekolah menengah atas, dibukanya setiap lembar hingga dirinya melihat foto keakraban mereka selama kuliah. Terlihat Davian, Kamil, Feri, Rayyan dan Natasha. Navysah melihat setiap foto hingga akhirnya hanya ada satu foto suaminya bersama Natasha berdua. "Dulu kalian terlihat sangat cocok dan serasi" lirih Navysah.


Dirinya membuka box sepatu namun bukan sepatu, semuanya berisi surat lama dari Natasha untuk Davian dan sebuah box kecil jam tangan. Navysah membaca setiap surat, hingga akhirnya dirinya meneteskan air mata. "Kenapa Aku cemburu membaca semua surat ini. Mereka sangat harmonis dan bahagia" Navysah berdecak kesal.


"Mood ku udah mulai jelek hanya karena aku cemburu pada mantan pacar suamiku" Dirinya membuka box jam tangan, terlihat jam tangan yang sudah kuno tidak menyala dan sebuah surat. Navysah membaca setiap kata yang tertulis di dalamnya "Happy Birthday kesayanganku, semoga kamu selalu ada di sisiku dan selalu menyayangiku, kita tidak bisa memutar waktu tapi setidaknya waktu kita, kita gunakan untuk saling mencintai hingga akhir nanti. Aku selalu mencintaimu sampai kapanpun"


Hati Navysah terasa nyeri, entah mengapa tulisan ini begitu dalam baginya. Dirinya menangis sesenggukan, "Kenapa Aku begitu cengeng dan sensitif, padahal ini hanya tulisan lama. Dan Aku percaya Davian sekarang mencintaiku tapi kenapa dia tidak membuang semua surat dan hadiah ini, Apa Davian masih belum bisa melupakanya" ucap Navysah dengan pikiran yang tidak menentu. Dirinya menutup semua box dan menutup lemarinya lagi. "Apa karena ini, dia tidak mengizinkan seorang pun masuk untuk mengacak - acak kamarnya" gumam Navysah dalam hati.

__ADS_1


Dirinya menghapus airmata dan menaburkan bedak dan sedikit polesan lipstik agar tidak terlihat orang lain bahwa dirinya bersedih.


Navysah dan Amel pergi ke rumah sakit.


Mereka bertemu pak Rizal dan mengobrol keadaan anaknya, "Alhamdulillah Aulia sudah membaik bu Navysah, semuanya alhamdulillah lancar walaupun dia harus tetap kontrol ke dokter" ucap Pak Rizal.


"Alhamdulillah kalau begitu, kapan-kapan apa aku boleh bertemu Aulia pak?


" Tentu boleh, Saya sangat senang, terimakasih bu Navysah atas segala dukunganya, Aulia senang selalu dapat susu kotak tiap bulan dari Ibu"


Saya juga senang bisa mengenal Aulia, darinya saya belajar untuk selalu bersyukur diberi kesehatan dan selalu berusaha merawat Raffa agar selalu sehat"ucap Navysah.


"Untuk pembayaran, biar sama Amel saja pak. Dia akan belajar mulai sekarang, saya permisi dulu ada pekerjaan sebentar dibawah" Navysah pamit.


"Amel kamu tunggu disini saja, Mba sebentar ke bawah mau menemui teman"


Navysah bergegas menuju ruangan dokter Ifa, dirinya mendaftar dan menelepon Ifa. Di lorong rumah sakit dirinya bertemu Shafiq. "Nav, Navysah. Kamu mau kemana?" Shafiq bergegas menghampirinya dan terengah-engah mengatur nafasnya.


"Makanya kamu olahraga, baru lari sebentar sudah engap!" ucap Navysah, "Aku mau ke Ifa sebentar"


"Kamu kemarin ngajakin mamaku ke mall kan bareng Ifa. Ngapain sih?!" ketus Shafiq.


"Yaelah ada yang cemberut, Emang kenapa kalau aku ajakin mereka. Siapa tahu bisa jadi calon menantu gitu, berjodoh denganmu. Emang kamu tidak ingin nikah, mau lajang terus. Keburu kadaluarsa tau!"


"Aku malu tahu, kamu jodoh-jodohin Aku sama Ifa. Mau ditaruh dimana mukaku. Kayak gak laku aja" gerutunya.


"Mukamu ya ditaruh di depanlah, sama di taruh di ******." ucap Navysah terkekeh. "Emang kamu gak laku makanya aku jodohin, dia wanita yang baik dan dia juga suka dengan dirimu. Sama Kinan aja sayang. Kurang apa lagi coba

__ADS_1


" Emang dia sayang sama Kinan? "tanya Shafiq penasaran.


" Ya Sayang lah. Tapi jelas, Kinan lebih sayang Aku daripada dirinya " Navysah tertawa lagi. " Kalau kamu tidak percaya tanya saja sama mamamu, toh bu Erni sudah merestui kalian"


Shafiq menutup mulutnya tidak percaya, "Benarkah". Dan mereka sampai di depan ruangan Ifa dan Navysah segera dipanggil masuk. Shafiq bingung dan ikut masuk ke ruangan Ifa. " Navysah, Apa kau hamil?" tanya Shafiq.


Navysah mendengus kesal, kenapa ada dokter sebodoh Shafiq. "Aku kesini karena Aku hamil. Coba periksa matamu, bukanya di depan sudah ada tulisan spesialis kandungan"


Shafiq ikut senang mendengar Navysah hamil. "Alhamdulillah, Aku akan menjadi seorang paman" ucapnya. Ya, Shafiq sudah berbesar hati menganggap Navysah kakaknya, dirinya tidak ingin jatuh cinta pada istri orang.


"Daripada kamu menjadi seorang paman lebih baik kamu menjadi seorang Ayah, cepat nikahi dokter Ifa dan kejar target produksi Kinan junior. Gak usah sok-sok an jual mahal keburu diambil orang baru tahu rasa!" ucap Navysah. Dokter Ifa tersipu malu,wajahnya merona. Dirinya ingin sekali pergi dari ruangan itu.Perawat asisten dokter Ifa pun tertawa mendengar ocehan Navysah. Sedangkan Shafiq ingin rasanya dia mencekik bumil sableng ini. Kalau mulutnya sudah bicara, tanpa filter langsung to the point.


Navysah terlentang dan suster mengusapkan gel di bagian perutnya. Ifa menggerakkan alatnya dan melihat kearah monitor. Shafiq pun penasaran dengan kandungan Navysah. "Lihat Nav, ini janinmu masih kecil. Sudah enam minggu. Ini ada titik dua, kemungkinan bayimu kembar" ucap Ifa.


Navysah menangis mendengar penuturan dari Ifa, dirinya tidak menyangka bahwa janin yang dikandungnya kembar. "Tapi, di keluargaku tidak ada yang gen kembar, Apa di keluarga mas Davi ya?" ucap Navysah.


"Ya mungkin dari gen Davian ada yang kembar di keluarganya. Selamat ya!, jangan lupa minum vitamin. Aku akan memberikan resepnya, dan kamu jangan terlalu capek.Kalau ada apa-apa kamu hubungi Aku saja" ucap dokter Ifa sembari memberikan print USG.


Navysah menerima dengan senang dirinya masih berkaca-kaca tidak percaya hamil kembar. "Coba lihat ini USG calon anakku, memangnya kamu tidak ingin melihat seperti ini dari calon anakmu sendiri, makanya segeralah menikah dengan dokter di depanmu!" Navysah memperlihatkan print USG kearah Shafiq.


Shafiq tersenyum melihat hasil USG calon ponakanya." Selamat ya Nav, Insyaallah do'akan saja jika kita berjodoh takkan kemana. Oke kakakku yang bawel dan tua! "ledek Shafiq.


" Enak aja!, umurku hampir tiga tiga aku belum tua! " protes Navysah.


" Terserah " Dan mereka pamit dari ruangan Ifa. Navysah berjalan ke lift lantai atas sedangkan Shafiq menuju ruang kerjanya.


Navysah dan Amel bergegas menuju Mall bertemu Rico.

__ADS_1


__ADS_2