
Keesokan paginya,
Setelah memandikan anak - anak dan memberinya sarapan, Navysah mengantarkan Kinan ke rumahnya.Hari ini dirinya sibuk, banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
Kamil datang kerumah,memberikan buket bunga yang cukup besar. "Ini untukmu" Kamil menyodorkan bunga kearah Navysah. Navysah bingung kenapa Kamil memberi buket bunga besar dan banyak sekali hadiah. "Apa ini!, kenapa banyak sekali bunga dan hadiah" Navysah melongo, matanya menatap semua kado yang tertata di ruang tengah.
"Buket bunga yang besar ini dari Davian,dan semua kado ini dari semua fans kamu dan Davian. Mereka mengirim ke apartemenku kemarin,Kamu kan punya handphone kenapa tidak melihat semua DM yang masuk!" seru Kamil.
Navysah baru ingat selama beberapa hari dirinya tidak memposting ataupun bermain sosmed." Aku terlalu sibuk Kamil"ucap Navysah. Dirinya merasa terharu, karena banyak orang yang sayang padanya. Tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja, tanpa sadar Navysah memeluk Kamil." Terima kasih" ucap Navysah.
Kamil merasa gelisah dan melepaskan pelukan Navysah. "Navy, jangan gini. Yang ada entar gue digoreng Davian. Dia orang yang cemburuan! " ucap Kamil.
"Maaf mil, Aku tidak sadar" ucap Navysah malu.
"Jangan lupa diposting di medsos, ucapin terima kasih pada penggemarmu" ucap Kamil.
"Sini aku foto sekalian, kamu orangnya lupaan" Kamil memotret Navysah dengan beberapa gaya dan mempostingnya di medsos.
"Kamil, mana hadiah dari Davian?" Navysah menadahkan tangannya.
"Mana kutahu, dia tidak memberi aku perintah tentang hadiah, dia cuma bilang bawain buket bunga untukmu, bukannya kamu tidak minta hadiah padanya!" Kamil menjelaskan.
Navysah cemberut mendengar penuturan Kamil, "Dasar Davian enggak peka!!, walaupun aku bilang tidak minta hadiah seharusnya dia tahu, akupun mau kali dikasih hadiah darinya, Dasar Pelit! " lirih Navysah.
Kamil mendengar ucapan Navysah walaupun lirih dia masih bisa mendengarkan. "Kira - kira aku apakan ya hadiah sebanyak ini!?" Navysah berfikir. " Ahaaa!! , aku jual saja di online. Lumayan dapet duit buat jajan Raffa" gumam Navysah dengan semangat.
Kamil menggelengkan kepala, bisa - bisanya Navysah berfikir menjual hadiah dari fansnya. "Kamu itu Otaknya emak-emak, ada peluang dikit langsung disamber buat jajan anak" sindir Kamil.
Navysah tertawa mendengar ucapan Kamil. "Nih, Kamil dengerin aku. Nanti kalau kamu menikah dan punya anak pasti kamu akan memprioritaskan anak, coba aja nanti. Kamu akan bekerja keras, berusaha membahagiakan anakmu" Navysah bernasehat padanya.
"Iya mak, aye tahu mak" ledek Kamil.
***
Di apartemen Imelda,
Tok.. Tok.. Tok..
__ADS_1
Assalamualaikum
Walaikumm salam
Rani terkejut melihat Navysah dan Raffa datang ke apartemen. "Mbak Navy jadi kesini, aku kira mba gak datang?" Rani berbinar, merasa senang dengan kedatangan kakak iparnya.
"Jadilah!, makanya kamu kalau ngomong yang jelas. Mba bukan dukun yang mengerti isi hatimu" ketus Navysah.
" Ini, buket bunga dan kado untukmu" Navysah menyodorkan kado pada Rani. " Selamat menempuh dunia baru, dunia pekerjaan yang penuh dengan tikung menikung.Kamu harus siap menghadapi tantangan pekerjaan, harus semangat kerjanya" pesan Navysah pada iparnya.
"Kok tikung menikung, kayak pacaran aja!" balas Rani.
"Kamu tidak tahu, dunia kerja itu kejam. Kamu harus kuat dan lakukan pekerjaan dengan baik" ucap Navysah.
"Mana kado buat mba, kamu kan tahu mba dan mas Davian ulang tahun" Navysah menadahkan tangannya.
"Aku kan belum bekerja, tega amat minta hadiah padaku" Rani cemberut.
"Idihhh, beliin hadiah yang murah aja buat kakaknya gak bisa,tapi keluar masuk club malam bisa" sindir Navysah.
"Eitsss, beda dong. Masa aku disamakan sama Mak Lampir!" ucap Navysah. Mereka semua tertawa mengingat judesnya seorang Imelda.
Rani masuk ke kamarnya dan membawa dua toples permen gummy kesukaanya. "Ini, hadiah dariku" Rani menyodorkan toplesnya." Aku tidak bisa memberikan hadiah yang bagus, tapi permen ini kesukaanku. Aku tidak berbagi dengan orang lain, Imelda pun tidak pernah aku bagi. Tapi kali ini aku berikan buat mbak dan Mas Davian" ucapnya.
Navysah tersenyum melihat ketulusan Rani, dirinya mau memberikan permen kesukaanya."Terima kasih" Navysah akan menerima toples dari Rani, namun tangannya kalah cepat dengan Raffa. "Ini punyaku" Raffa merebut toples dari Rani. "Bilang apa sama tante Rani" tanya Navysah.
" Makasih tante"ucap Raffa.
"Sama-sama" ucap Rani,
"Raffa mengunyah beberapa permen di mulutnya,"Mah, Raffa mau bobo?" ujar Raffa.
"Yaudah bobo dikamar tante Rani aja" perintah Rani.
" Gak mau, Raffa mau bobo dikamar mami Imel" pinta Raffa.
"Jangan nanti kamar mami berantakan, nanti dia ngomel" ucap Navysah.
__ADS_1
Raffa cemberut permintaanya tidak dituruti, "Dikamar mami Imel mah!" seru Raffa lagi.
" Yaudah, sana Raffa bobo dikamar mami Imel, boleh kok" ucap Rani.
"Beneran boleh?" Navysah tidak yakin.
"Bolehlah, soalnya mbak Imel udah sayang sama Raffa, mbak" ujar Rani.
Raffa pergi ke kamar maminya, dirinya meloncat - loncat di ranjang sembari menumpahkan isi permen di toplesnya.
Navysah mengobrol dengan Rani, bertanya apa yang akan dilakukannya setelah lulus kuliah. Rani membuka hadiah dari Navysah dan terlihat sebuah tas di dalamnya."Asyik!!, makasih banyak mba aku suka model dan warna tas ini" Rani kegirangan melihat hadiah tas mewah dari kakak iparnya.
"Mmmm" ucap Navysah.Rani pura-pura membuka isi tasnya. "Cuma ini?" tanya Rani.
"Lah, kamu minta apalagi. Itu aja juga mahal!" seru Navysah. Rani tersenyum " Kirain ada lagi" ujarnya cengengesan.
Rani bersandar di bahu Navysah dan bergelayut di lengannya."Selamat ulang tahun kakakku semoga selalu diberi kesehatan, dan cepat diberi momongan. Semoga kembar empat" ucapnya dengan terkekeh.
Navysah mendengar perkataan Rani dan mengenyitkan dahinya, dirinya menjitak kepala adik iparnya. "Kamu kira kakakmu ini kucing, beranak langsung empat!" ketus Navysah
"Siapa tahu diijabah Allah,Anak adalah rejeki. Semakin banyak anak, semakin banyak rejeki"ujar Rani. Navysah menggetok dahi dan meja secara bergantian." Amit, amit, amit, amit!, emangnya gak sakit ngeluarin kepala bayi!, kamu belum tau rasanya, sakitnya minta ampun Rani! " seru Navysah.
Navysah ingin pulang.Dirinya dan Rani masuk ke kamar Imelda untuk melihat Raffa. "Astagfirullahaladzim" ucap Navysah kaget. Rani melongo melihat ranjang kakaknya berantakan penuh dengan permen. Sedangkan Raffa, dirinya menghiasi bantal Imelda dengan air ilernya. Raffa tidur dengan permen di mulutnya.
"Ya allah, pasti aku diomelin Imelda ini!" ucap Navysah.
"Mba tenang aja, toh mbak Imel tidak akan marah kalau Raffa yang berantakin. Kalau aku yang berantakin, baru dia ngomel dan menjambak diriku" seru Rani. "Jangan diberesin, biarkan saja seperti itu" perintah Rani.
"Beneran gak papa" tanya Navysah
"Tenang aja, serahkan semua padaku" Rani tersenyum dengan licik.
Setelah Navysah pulang dengan Raffa bukanya membereskan kamar Imelda, dirinya malah membuat kamar kakak nya lebih berantakan. Kain sprei dan sarung bantal sengaja dia buat acak-acakan. Bantal dimana-mana. Dia sengaja makan di tempat tidur Imelda dan mengunyah permen gummy miliknya, membuang bungkus plastik permen yang sengaja dia sebar. Dirinya merasa kesal, Imelda tidak mau menemani dirinya untuk wisuda online. Imelda lebih memilih pergi kerja, dirinya selalu beralasan sibuk. Makanya tadi malam dirinya menelepon Navysah untuk datang. " Ah, akhirnya aku puas. Selama ini aku kesulitan mencari alasan untuk mengerjai mba Imelda. Kapan kapan jika aku kesal pada mbak Imel, akan kubawa Raffa kesini. Hehehe" ujarnya dengan senyuman licik.
Malam hari, Imelda pulang dari kantor terkejut melihat kamarnya berantakan."Apa-apaan ini!!" geramnya
"Rani!!!" teriak Imelda, namun yang dicari sudah pergi menginap dirumah temannya...
__ADS_1