Cinta Navysah

Cinta Navysah
Jangan buat aku cemburu


__ADS_3

Siang hari di hotel,


Navysah kembali ke pantai Kuta, dirinya berjalan menyusuri pantai. "Pulang ke hotel pun percuma, Davian belum pulang lebih baik disini sampai sore "ujar nya dalam hati. Dirinya duduk di bibir pantai dengan sandal sebagai alas duduknya. Melihat lurus ke arah pantai dengan pandangan yang kosong, ombak yang bergelung mengenai kakinya tidak merubah posisi duduk nya disana, dirinya tetap melamun.Tanpa terasa airmata Navysah terjatuh dengan sendirinya. "Mas Raihan, Aku rindu" lirih Navysah.


Entah mengapa dirinya menggingat almarhum. "Maafkan aku mas, mungkin ini yang terakhir aku menangisimu. Aku tahu, aku tidak akan bisa melupakanmu. Tapi, aku harus melanjutkan hidupku. Terimakasih sudah menjadi suami terbaik untukku. Dan saat ini, aku berusaha untuk mencintai orang lain.Dia Davian, lelaki yang baik sebagai penggantimu.Maafkan aku mas" gumam Navysah dalam hati sembari menangis.


Disaat Navysah termenung dan menatap laut, dirinya dihampiri seorang pria bule. "Bolehkah, aku duduk disini?" tanya bule itu yang sudah duduk disamping Navysah.


Navysah menoleh sebentar dan menatap laut kembali. "Pergilah, jangan mengangguku!" ucap nya tanpa menoleh.


"Kenalkan, aku Steven . Aku dari Inggris" ujar nya menyodorkan tangan.


Navysah masih terdiam tidak merespon dirinya. "Pergilah" jawab Navysah.


Steven melihat dengan intens wajah Navysah,terlihat sisa- sisa airmata di sudut mata Navysah.Dan baru kali ini dirinya diabaikan. "Maaf jika aku mengganggu, aku hanya ingin duduk disini saja" ujar nya.


Mereka duduk terdiam, tidak ada kata yang keluar dari mulutnya.Hanya Steven yang sesekali mencuri pandang pada Navysah, tapi Navysah tetap melamun tanpa mempedulikanya.


Setelah pekerjaanya selesai Davian menuju pantai menjemput istrinya kesana, karena dia yakin Navysah berada di Kuta.Dia melihat Navysah duduk bersama seorang bule. Hatinya terasa cukup panas, walaupun jika dilihat dari jauh istrinya hanya menatap laut tidak ada obrolan dengan pria bule itu.

__ADS_1


"Sayangkuh Navysah" Davian sengaja berteriak dan memanggil nama istrinya. Navysah menengok dan berdiri kaget " kenapa Davian sudah pulang, bukanya tadi dia bilang pulang sore"ucap Navysah dalam hati.


Davian tersenyum dan memeluk Navysah dengan sangat erat.Navysah sedikit sesak nafas mendapat pelukan dari Davian."Lepas mas, aku sesak nafas" ucap Navysah.


Davian melepaskan pelukanya dan bertanya pada bule itu" Kamu siapa?, kenapa duduk bersama istriku? " tanyanya.


" Oh, aku Steven. Aku cuma duduk dengannya dan melihat laut, itu saja. Aku pikir dia belum menikah"ucap Steven menggaruk kepala nya yang tidak gatal. "Kalau begitu aku pamit dulu" ucap nya lagi dan berlalu pergi.


"Ayo kita pulang, Davian menggandeng tangan istrinya dengan erat." Tunggu mas, tanganku lagi sakit " ucap Navysah. Davian melihat tangan Navysah, terlihat di bagian tangannya merah." Kok merah, ini kenapa? " selidik Davian.


" Ayo kita pulang dulu, akan aku ceritakan di hotel" Navysah menggandeng tangan Davian.


* * *


"Mas" ucap Navysah mengelus punggung suaminya meredakan sedikit amarahnya.


"Aku masih kesal kamu duduk dengan pria asing itu, jangan buat aku cemburu Navysah!"ketus Davian.


Dia hanya duduk disampingku, dan aku tidak mengobrol sama sekali denganya, Percaya padaku!" Navysah mencoba menjelaskan apa yang terjadi tadi.

__ADS_1


"Mmm" balas Davian yang masih memeluk istrinya.


Davian melepaskan pelukannya dan menggandeng istrinya di sisi ranjang. "Kenapa ini merah begini?" Davian melihat tangan Navysah yang merah.


Navysah menceritakan apa yang terjadi tadi siang, sewaktu dia bertemu dengan Amel dan menyuruhnya untuk pulang ke Solo.


"Kamu itu memang istriku yang paling baik, aku sayang kamu Navysah. Jangan buat aku cemas, kalau kamu merasa terancam kamu bisa hubungi polisi. Aku gak mau kamu kenapa - napa" ucap Davian sembari mencium bibir istrinya.Davian membuka hijab istrinya, "Kenapa kamu buka hijabku" tanya Navysah yang bingung.


"Aku lelah, aku ingin tidur denganmu" balas Davian mendorong Navysah agar berbaring di ranjang.


Davian memeluk dirinya, menciumi wajah istrinya dan curuk lehernya."Geli mas" ujar Navysah.


"Biarin!.Davian masih menghirup aroma tubuh istrinya. Nav, telor ceplokmu dipeluk gak ada rasanya? ledek Davian terkekeh. Navysah mendengar ucapan suaminya merasa kesal."Memangnya kenapa kalau telor ceplok, kalo kamu mau telor burung unta sana pergi cari yang lain!" ketus Navysah dengan membalikkan badannya.


Davian tertawa melihat Navysah cemberut,dirinya mencoba membalikkan tubuh istrinya ke arahnya lagi. "Biarpun telor ceplok aku tetap suka, Nanti aku bisa bikin telor ceplok ini jadi telor burung unta" lirih Davian. Davian menurunkan kepalanya arah dada Navysah. Dirinya merasa nyaman berada diantara gunung kembar istrinya.


"Gimana caranya coba?" tanya Navysah pura-pura bego.


"Gampanglah, aku hamili kamu dulu nanti juga ini berubah jadi telor burung unta" Davian tertawa keras dengan Ucapnya sendiri. Navysah menepuk punggung suaminya dengan keras.

__ADS_1


"Dasar Ngeselin!, sejak kapan otakmu kotor seperti itu" ucap Navysah.


"Feri guruku, aku belajar darinya" Davian terkekeh lagi dan memejamkan matanya mencoba mencari ketenangan disana.


__ADS_2