
Navysah dan Amel menuju lorong rumah sakit. Mereka akan pulang ke rumah. Namun, dilorong terlihat dari jauh seseorang yang mereka kenal. Shafiq terlihat berjalan seperti orang gila dengan tatapan yang kosong, mata berkelana kemana - mana entah apa yang dicari. Dirinya menarik rambut seperti orang frustrasi dengan ucapan yang tidak jelas "Gempa...!!, Gempa...!! Gempa..!!" teriak dirinya.Banyak orang yang melihat dan ingin menolongnya, ada pula yang cuek dan hanya memvideonya. Dia terlihat ketakutan, panik dan berlari kesana kemari seperti mencari perlindungan.
"Shafiq!" teriak Navysah dari jauh. Shafiq bergegas berlari melihat seseorang yang dia kenal. Dirinya terhuyung jatuh dan bangkit lagi berlari ke arah Navysah, dirinya memeluk Navysah dengan erat. "Navysah!, ada gempa Navysah!. Aku melihatnya!, Aku takut sekali Navysah, Aku takut!.
Ayah dan kakakku meninggal Navysah!" ucapnya dengan suara meracau.
Navysah mengelus punggung Shafiq. "Tenang, tenang Shafiq! . Ada aku disini. Coba kamu tarik nafas dalam- dalam, hembuskan perlahan" ucap Navysah mencoba menenangkan Shafiq.
"Aku melihatnya Navysah, Ada gempa!. Disana!, suara televisi itu sangat keras membuat kepalaku pusing dan sakit. Aku takut Ada gempa Navysah, Aku takut!" ucapnya frustrasi dengan tubuh yang bergetar.
Navysah masih mengelus punggung Shafiq yang masih ketakutan. "Shafiq Adikku, tenanglah. Coba hembuskan nafasmu dalam - dalam. Ayo..! Ikuti perintahku" pinta Navysah. Shafiq mulai menuruti perkataan Navysah untuk menghembuskan nafasnya dalam-dalam, dirinya merasa sedikit membaik.
Navysah melepaskan pelukan"Lihat Aku!,jangan takut ada Aku disini" Navysah menggenggam tangan Shafiq yang masih bergetar.
"Aku takut Navysah!" ucapnya sembari menangis.
" Tenanglah, tidak ada gempa disini" ucap Navysah.
Amel hanya benggong melihat dokter Shafiq yang berlari seperti orang gila. Dirinya bingung kenapa dokter terlihat sangat ketakutan dan panik berlebihan.
Dokter Ifa berlari menghampiri. "Navysah, ada apa ini?" tanyanya. "Aku mendengar Shafiq berteriak seperti orang gila" ucapnya.
"Dia trauma dengan gempa di masa lalu. Bisakah kita membawa dia ke tempat yang aman?" pinta Navysah.
" Aku ikut aku!" ucap Ifa.
__ADS_1
"Shafiq sedikit lebih tenang, namun dirinya masih bergelayut di lengan Navysah" Ifa, tolong bawa Aku ke dokter Hendra psikiatri. Dia yang mengerti aku" pinta Shafiq.
"Baiklah"
Mereka menuju ruangan dokter Hendra. Shafiq masih memegang erat lengan Navysah, dirinya masih sedikit ketakutan. Navysah menceritakan apa yang terjadi di lorong, Shafiq meminum teh hangat untuk meredakan rasa cemasnya.
Dokter Hendra menceritakan keadaan Shafiq yang sebenarnya, dia yang dulu menangani Shafiq untuk Trauma Healing.Namun baru tiga bulan Shafiq terapi, dirinya mengundurkan diri,dirinya tidak mau dibilang dokter gila karena sering keluar masuk ruangan psikiatri.Trauma Healing, metode yang bisa menenangkan penderita PTSD seperti proses penyembuhan pasca trauma yang dilakukan agar seseorang dapat melanjutkan hidupnya tanpa bayang-bayang kejadian itu.
Dokter Hendra mengatakan Shafiq mengalami PTSD(Post Traumatic Stress Disorder) atau gangguan stres pasca trauma yaitu gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami /menyaksikan peristiwa tidak menyenangkan.
Amel dan dokter Ifa tidak menyangka seorang dokter tampan yang terlihat sempurna ternyata mengalami trauma yang mendalam tentang gempa. Ifa menelisik setiap wajah Shafiq, dirinya merasa terenyuh melihat sisi Shafiq yang berbeda. Wajah yang penuh ketakutan,panik, tatapan yang kosong, penampilan yang berantakan. "Shafiq, tenanglah ada kita semua yang akan membantumu disini, Aku mau kau melanjutkan trauma healing agar kau cepat sembuh" ucap Ifa.
"Benar apa yang dikatakan Ifa, kamu harus bangkit dan melawan ketakutan itu. Walaupun susah, aku yakin kamu bisa adikku. Dan satu lagi" Navysah melepaskan tangan Shafiq yang bergelayut di lengannya. " Kamu kalau takut peluknya Ifa, jangan Aku nanti ada salah paham" Navysah menggenggamkan tangan Shafiq dan tangan Ifa bersama.
"Aku hanya ketakutan Navysah, aku bingung " ucapnya dengan tatapan kosong. " Aku takut di bilang dokter gila jika Aku keluar masuk kesini lagi, mereka selalu membicarakan aku dibelakang,mereka menyebutku gila Navysah. Aku tidak pernah kambuh selama ini, tadi Aku melintas disana dan melihat gempa di televisi, suara itu sangat keras membuatku mengingat gempa itu, aku pusing dan takut! "ucapnya.
" Benar, Aku ada disisimu. Aku akan menemanimu terapi"ucap Ifa. Shafiq melihat Ifa dengan intens " Terima kasih banyak Ifa"
Setelah Shafiq mulai tenang, Navysah dan Amel pamit pulang.
Di dalam mobil Navysah tertidur, sedangkan Amel masih mengecek barang yang akan dikirim. Suara handphone Navysah selalu berbunyi, ada pesan masuk di handphonenya.Dirinya merasa terganggu, Navysah membuka handphonenya terlihat banyak DM yang masuk, dirinya terkejut melihat Davian dan Natasha bersama. Mereka di sebuah hotel. "Br*ngsek Davian!!! kamu membohongiku lagi!! Navysah membanting handphonenya.
Amel yang sedang menulis terkejut melihat Navysah nangis dan murka, mencaci maki suaminya. Dirinya mengambil handphone Navysah yang berada di kakinya, dia melihat foto suami Navysah bersama seorang wanita di parkiran hotel. Mang Dirman pun terkejut, baru kali ini melihat Navysah berteriak histeris dan menangis. "Ada apa ini?" gumamnya dalam hati.
Navysah masih meracau " Aku benci kamu Davian!!", selama ini Aku diam, aku kira kamu akan merasa bersalah padaku dan meminta maaf, tapi Apa!!!, kamu br*ngsek mas !!" Navysah menangis kencang, mengeluarkan semua sesak di dadanya selama ini.
__ADS_1
" Mbak mungkin pak Davian hanya mengantar wanita ini, coba lihat dia hanya di parkiran hotel. Mba tenang dulu" Amel mencoba menenangkan Navysah, dirinya mengusap punggungnya.
"Kamu pikir aku bodoh!!, wanita ini mantan suamiku. Dia wanita yang dicintai Davian!!, Apa yang mereka lakukan dihotel itu !! " teriak Navysah frustrasi. Sepanjang perjalanan Navysah hanya menangis, hancur sudah hatinya yang selalu dibohongi. "Lihat saja Davian!! jika benar kamu selingkuh di belakangku Aku akan menceraikanmu, Aku benci kamu Davian!!" teriak Navysah.
Navysah masuk ke rumah dalam keadaan kacau, Raffa melihat ibunya berlari ke kamar. Mbak Siti menarik tangan Raffa untuk tidak mengejar ibunya dan diapun menurut.
Amel merasa bingung, ingin rasanya dia memberi kabar pada Davian tentang keadaan Navysah, namun dirinya tidak mempunyai nomer handphonenya.
Navysah menangis keras di dalam kamar, menutup wajahnya dengan bantal. Dirinya benar - benar sangat frustrasi dengan semua ini.Navysah tertidur setelah seharian menangis, dirinya merasa lelah.
***
Di Solo
Sore hari Davian merapikan kopernya, dia pamit pada orangtuanya untuk kembali ke Jakarta, dirinya kangen dengan istri dan anaknya. "Aku ingin cepat pulang, baru kemarin Aku tidak bertemu dengan mereka, Aku sangat rindu" ucapnya. Dirinya bergegas ke bandara.
Malam hari dirinya sudah landing di Jakarta, Davian mengaktifkan handphonenya. "Apa ini!" ucapnya. "Kenapa Shafiq berlari dan memeluk istriku dengan erat!" Davian merasa geram melihat video yang dikirimkan seseorang padanya.
"Navysah!!, Apa yang kau lakukan selama aku pergi!" Davian bergegas naik taxi dan menuju rumahnya.
To be continue...
* * *
Jangan lupa boom like, Vote and comment ya gaes. Curcol dikit boleh ya, Karakter Shafiq di novel ini real lho. Ada temen Author yang mengalami gempa jogja di masa lalu dan saat di wilayah Author terkena getaran gempa walaupun hanya satu menit, dirinya seperti karakter Shafiq yang digambarkan seperti diatas. Serangan panik berlebihan, ketakutan, seperti orang gila, Author syok saat itu melihatnya. Menulis bab ini membuat Author sedih mengingat kejadian ituππ. Semoga kita semua selalu dilindungi Allah agar tidak terjadi bencana lagi ya gaes. Untuk reader yang tidak suka dengan adanya mantan Davian, mohon maafπ Saya hanya penulis amatiran,cuma remahan rengginang diantara Author lainnya, tidak bisa semudah itu mengubah alur yang sudah dibuat.Jika diubah Author harus merubah lagi beberapa bagian dan pastinya akan membuatku pusing. Terima kasih atas saran dan kritiknya, Matursuwun yang udah mampir. Love u All...
__ADS_1
Jangan lupa bom like, Vote and comment πππ