
Apartemen Imelda,
Malam semakin larut, Raffa dan Imelda tidur di kamar utama. Sedangkan, Feri tidur di ruang tamu.
Raffa terbangun dari tidurnya, dia ingin buang air kecil. "Mih, Raffa pengin pipis mih" ujar Raffa menggoyang-goyangkan tubuh Imelda.
Imelda merasa ngantuk,dia tidak terbiasa bangun malam."Raffa, bisa sendiri kan? Mami ngantuk" ucap Imelda dengan mata yang masih terpejam.
Raffa menyingkirkan selimut dan berjalan menuju toilet. Di luar ruangan, Feri yang masih betah bermain dengan ponsel nya melihat Raffa berjalan sendiri."Raffa, mau kemana?" tanya Feri.
"Raffa mau pipis pih?" sembari berlari menahan kencing nya.
"Raffa pinter banget sih bisa pipis sendiri" Feri berjalan mengikuti Raffa ke toilet.
Setelah selesai, Feri menggandeng Raffa menuju kamar utama lagi dan menyelimuti Raffa. "Bobo ya sayang, Cup, cup!" Feri mencium kening dan pipi Raffa.
"Papih gak tidur disini saja pih?" tanya Raffa dengan polosnya.
Feri menggaruk kepala yang tidak gatal, " Enggak Raff, Papih diluar saja. Papih tidak boleh tidur disini" ujar Feri kembali.
"Kenapa pih?, takut diomelin Mami ya?, Mami baik kok pih" seru Raffa.
Kalo dirumah terkadang mama Navy sama ayah Davi bobo bareng sama Raffa".ujar Raffa lagi
Feri bingung menjawab pertanyaan Raffa, tidak mungkin dia menjelaskan pada anak usia lima tahun yang belum mengerti apa-apa.
"Pokoknya tidak boleh, yaudah Raffa bobo ya sudah malem" ucap Feri dan Raffa mengganguk mengerti apa yang diucapkan Feri.
Feri melirik Imelda yang tertidur lelap"Dasar pemalas! " ucap Feri," Gila kerja tapi kalo disuruh jagain anak tidak bisa! " Feri berjalan ke sisi ranjang Imelda dan tersenyum ada rasa ingin mengerjai dirinya." Pumpung dia tidur, boleh keles cium dikit, Cup.. Cup" Feri mengecup kening dan bibir Imelda.
Imelda merasa sedikit terganggu "Mmmh" dia menggeliat merubah posisi tidurnya, Feri yang melihat Imelda menggeliat langsung buru - buru kabur dan menutup pintu. "Alhamdulillah, Mak Lampir nggak kebangun kalo tidak, habis aku diomelin" ucap Feri mengelus dadanya.
***
Keesokan harinya,
__ADS_1
Siang hari mereka pergi ke Plaza Indonesia. Mereka mengajak Raffa jalan-jalan.Dari pagi Raffa rewel dan menangis nggak karuan, dia kangen dengan Navysah dan selalu bertanya kapan ibunya pulang.
"Mih, mama Navy pulangnya kapan?" tanya Raffa sembari mengunyah makanan.
"Dua hari lagi" balas Imelda.
"Dua hari lagi, hari apa mih?" tanya Raffa kembali.
"Hari Senin" balas Imelda lagi.
"Jam berapa Mih," Bali jauh gak mih?, Kita kesana yuk mih? " Raffa bertanya beruntun.
Feri terkekeh melihat Raffa banyak bertanya dan melihat wajah Imelda yang sudah mulai berubah cemberut.
Imelda merasa kesal dengan ponakanya yang selalu cerewet dan banyak tanya." Kumat lagi dia cerewet nya! " ketus Imelda mengelus dadanya.
" Raffa, mamih enggak tahu mama Navy pulang jam berapa. Lebih baik kita telepon aja ya?"ujar Imelda.
Imelda memvideo call Navysah dan memberikanya pada Raffa. Setelah tiga puluh menit mereka mengobrol Imelda mematikan panggilan.
" Sudah, seneng kan telepon mama? " Imelda bertanya pada Raffa.
Mereka berjalan bergandengan tangan.Raffa ditengah,sedangkan Imelda dan Feri disisi kanan kiri layaknya orang tua menjaga anaknya.
"Duh, tampan banget anaknya bu, Umurnya berapa tahun bu?" tanya seorang ibu - ibu yang membawa seorang anaknya bermain di tempat yang sama.
Imelda tersenyum kikuk, "Anakku berumur lima tahun" jawabnya.
" Tampan, imut banget anaknya, ibunya cantik dan ayah nya juga ganteng" ucap ibu itu menowel pipi Raffa sembari melihat Imelda dan Feri bergantian.
Feri tersenyum"Makasih bu, anak kami memang tampan mirip ayahnya ini" ucap nya tanpa dosa.
Imelda melotot mendengar ucapan Feri tapi yang dilirik sengaja tidak menoleh kearahnya.
"Ayo kita bermain itu!" Feri menggandeng tangan Imelda kearah permainan injak kaki dan menari.
__ADS_1
"Apaan sih!, Aku gak bisa bermain kayak gini" ketus Imelda sembari melepaskan tanganya dari Feri.
"Tenang saja, nanti aku ajarin. Ini permainan asyik banget. Kamu tinggal liat layar monitor dan injak lantainya" Feri menarik tangan Imelda dan masuk ke area lantai permainan.
"Kita sudah tua, malu dilihat orang!" ketus Imelda.
"Gak usah pikirin orang lain, bodo amat!! yang penting kita happy, satu lagi Kamu yang tua bukan aku!, Ayo kita main" Feri tertawa dan mulai melangkahkan kakinya.
Imelda berdecak , berani-beraninya Feri menyebut dirinya tua."Dasar bocah teng*k!" ucapnya dengan rasa kesal.
Imelda ragu namun dia mulai memainkan kakinya, melangkah sesuai langkah di monitor. Dirinya tertawa lepas bersama Feri. Baru pertama kali dirinya merasa sesenang ini.Biasanya Imelda hanya melakukan aktivitas yang monoton dan bekerja saja.
Setelah puas bermain, mereka duduk di kursi pengunjung yang telah disediakan pihak Mall. "Raffa mau kemana lagi?" tanya Feri.
Raffa termenung sejenak "Raffa capek pih, pulang kerumah ayah Davi aja yuk pih. Raffa kangen sama rumah mbak Siti" pinta Raffa.
Imelda melirik Raffa dengan tatapan tajam, " No!!, lebih baik kita pergi ke rumah mamih aja" ucap Imelda.
Feri mengerti apa yang dimaksud Imelda. Dia masih mendengarkan Imelda dan ponakan nya beradu mulut.
"Tapi Raffa pengin ke rumah mih, bobo dikamar mama Navy!seru Raffa gak mau kalah.
" Kalo mamih bilang tidak ya tidak!! "ketus Imelda.
" Ayo mih, ayo!" Raffa merengek menggoyang-goyangkan tubuh Imelda.
Imelda merasa sangat jengkel, dia bisa memberikan apa saja untuk Raffa namun untuk pergi kerumah Davian dia tidak akan mau.
" Raffa, ngerti nggak sih!! mami sudah bilang, Mami gak mau ke rumah ayah Davi, please jangan bikin mamih marah!!!" Imelda membentak Raffa dengan sangat keras.
Mata Raffa berkaca-kaca, baru kali ini dia dimarahi maminya, dia menundukkan kepala dan menangis.
Feri tidak terima anak sekecil Raffa dibentak oleh Imelda. Matanya menatap tajam dan melotot penuh amarah.
" Kamu gila Imelda!!, Apa kamu hilang akal!! " Feri merasa geram.
__ADS_1
"Raffa hanya anak kecil yang tidak tahu masalah orang dewasa. Kalo kamu tidak mau gak usah bentak dia.Aku tidak pernah melihat Navysah membentak anaknya,walaupun dia terlihat judes sepertimu tapi dia sangat baik dan lembut.Aku yang akan mengantar Raffa! !, Satu lagi kamu wanita terbodoh yang pernah aku kenal. Hiduplah dengan masa lalumu sampai mati,Hiduplah dengan kenangan burukmu itu dan jangan pernah menyalahkan orang lain lagi. Aku sangat kecewa padamu!! " Feri membentak Imelda dengan sangat keras hingga beberapa orang melihat kearah mereka.
Feri menggendong Raffa dan pergi meninggalkan Imelda disana.Imelda merasa sangat kacau, pikiranya entah kemana." Apa aku sangat keterlaluan pada Raffa?, Dan selama aku kenal dengan Feri baru kali ini dia begitu marah padaku. Dia berani membentakku kali ini" ucap Imelda sembari menangis menutup matanya.