Cinta Navysah

Cinta Navysah
Galau dan nyidam


__ADS_3

Seminggu ini Navysah tidak menampakkan keceriaannya, dirinya pun tidak ingin tidur bersama suaminya, entah kenapa mencium aroma tubuh suami membuatnya mual.Kini Navysah selalu tidur bersama Raffa dan kedua anak kembarnya. Walaupun selalu diawali dengan drama rebutan ibunya dan sudah pasti salah satu dari mereka ada yang menangis, dia selalu menikmati moment keributan anak - anaknya. Sebelum mereka tidur selalu dibacakan dongeng oleh Navysah.


Pagi hari di tempat kerja Davian selalu uring - uringan,dirinya tidak fokus bekerja.Feri yang sedang memeriksa berkas melihat kegalauan adik iparnya.


"Adik ipar, kenapa wajahmu kusut begitu? Terus ini kenapa salah, coba kamu cek kembali berkas ini"


Davian memeriksa berkasnya, dan benar saja dirinya yang salah menulis kontrak. "Sorry, nanti aku suruh Kamil yang ganti"


Davian menelepon Kamil untuk keruangannya. " Kamil, Aku ingin melihat laporan sudah berapa persen perumahan yang dibangun, progresnya nanti kamu laporkan padaku"


"Oke"


Davian duduk di sofa bersama Kamil dan Feri,dirinya merokok di depan mereka. Kamil mengenyitkan dahinya, dia tahu jika teman yang satu ini sudah merokok pasti dia mempunyai masalah. "Kamu kenapa? ada masalah dengan Navysah?"tanyanya.


Davian menghembuskan nafas kasarnya " Navysah hamil kembar lagi, ini masuk tujuh minggu tapi kehamilan kali ini dia tidak bersemangat. Dia sekarang tidak pernah tersenyum padaku, jika aku membuatkan susu pasti diminum tapi ya begitu melengos aja. Dia seperti sedikit stres karena si kembar baru dua tahun. Sudah seminggu aku tidak tidur dengannya, katanya aku bau. Dia muntah setiap aku dekati, gimana aku tidak pusing mikirin dia. Aku telepon Ifa katanya itu sudah biasa di awal trimester, padahal dulu Navysah saat hamil sangat menyukai wangi tubuhku" dirinya menghembuskan asap rokoknya.


"Hahaha.. gila gila!, emang beneran loe perkasa banget, bang jago!, sekali tekdung istrimu dapat kembar terus. Luar biasa kucing aja minder ama loe , prok.. Prok.. Prok..!" Feri terkejut mendengar penuturan adik iparnya dan bertepuk tangan. "Cie...nggak mau kalah sama kucing".


Davian menjitak kepala Feri dengan keras " Suweeeek loe!, bukannya ngasih solusi malah ngledekin. Kakak ipar semprul gini nih!"


"Kamu juga sih Dav!, kasihan Navysah juga dia pasti bingung anaknya masih kecil butuh perhatian, eh hamil lagi. Jasmine anak satu aja kadang ngeluh capek begadang terus "


"Iya bener, Imelda juga gitu. Dia mah nggak telaten sama anak, sudah ada baby sitter masih aja dia ngomel. Apalagi si Kendrew aktif banget kayak anak lho. Imelda selalu ngeluh capek si bocil gendong terus. Masih mending Navysah telaten ngurusin anak, dia nggak ngeluhan kayak kakak lho"


"Sebenarnya mungkin Navysah capek kali Dav, dia ingin si kembar gede dulu baru hamil lagi, kalau sekarang dia hamil mungkin ada beban mental tersendiri. Apalagi dia pernah koma,kamu harus sabar, jangan emosi sama dia" Kamil.


"Iya aku tahu itu, dan akhir - akhir ini morning sickness dia parah, kadang dia tidak mau makan. Cuma minum susu, aku takut dia sakit, tubuhnya juga kurus. Sangat berbeda saat hamil si bocil, tanpa disuruh dia selalu makan ini itu dengan lahapnya"


"Kehamilan tiap orang berbeda-beda, mungkin kali ini dia harus ekstra sabar. Coba banyakin makan buah, setidaknya ada nutrisi yang masuk. Dulu jasmine juga gitu hamil tapi males makan katanya enek"


"Kamu coba ganti parfum murahan itu, cari yang Navysah suka baunya" Feri


"Ini si ****** satu kalau ngomong pasti nggak pake filter, parfum gue mahal tau! " Davian meremas bibir Feri.


"Hahaha..., ah paling beli parfum yang gocap an aja bangga". dirinya selalu meledek adik iparnya, kalau nggak adu mulut sama Davian selalu ada yang kurang baginya.


"Males gue curhat ama loe kampret!" dirinya menelepon seseorang untuk mengantarkan beberapa sample parfum ke kantor.


* **


"Drt.. Drt.. Drt.."


"Ya budhe, ada apa?"

__ADS_1


Davian mendengar suara di ujung telepon. "Apa...!, oke aku pulang sekarang"


Davian bergegas membereskan tas dan laptopnya. " Mil, gue pulang duluan Navysah pingsan di rumah"


"Oke"


Davian melajukan mobilnya ke rumah, dia melihat istrinya terbaring dengan infusan yang sudah terpasang.


"Tadi, dokter Ifa kesini pak. Katanya ibu dehidrasi dan kurang asupan makanan, ini vitamin dan obatnya" budhe Salma menyerahkan obatnya.


Davian menelepon Ifa, menanyakan secara detail tentang kesehatan istrinya.


"Mas..." Navysah mengerjabkan matanya melihat suaminya di sisi ranjang.


"Iya sayang, kamu istirahat aja ya"


"Kamu mandi dulu, jangan disini aku mual baumu"


"Oke" tanpa babibu Davian langsung mengiyakan permintaan istrinya untuk segera mandi.


Setelah selesai Davian mengganti bajunya "aku sudah nggak bau kan? Coba cium aku " dan Navysah mengikuti perintah suaminya.


"Tok.. Tok.. Tok.."


"Mah, mah, mah" ucap mereka yang langsung menghampiri ibunya.


"Mereka nangis minta ketemu ibu bu"


"Yaudah biarkan saja mereka disini, mbak boleh keluar. Nanti aku telepon jika mereka ingin ke bawah.


" Siap bu"


Kedua anaknya berebut tempat disisi ibunya. "Sini Fafa sama ayah saja" dia melihat anaknya menarik - narik selang infusnya. Mereka berlima tiduran bersama satu ranjang. " Ranjangku luas tetapi kini terasa sempit, udah kaya ikan pindang aja ini nyempil tidak nyaman" gumamnya dalam hati.


"Kita ke rumah sakit saja ya? Kalau kamu dirumah nanti mereka mengganggumu, kamu nggak bisa istirahat " pinta Davian.


"Justru kalau aku dirumah sakit, aku kepikiran mereka. Aku sudah biasa melihat wajah anak - anak, aku tidak bisa jauh dari mereka.Aku bisa istirahat kok mas, selama hamil aku jarang gendong mereka. Maaf seminggu ini membuatmu khawatir, entah kenapa kehamilan kali ini aku sulit makan dan sensitif"


"Sekarang kamu mau makan apa, biar aku belikan"


Navysah berpikir sejenak "Aku mau nya makan yang hangat, banyak kuah nya jadi tidak enek. Itu sayur rawon saja mas"


"Oke, biar cepat kita beli aja. Besok mau makan apa biar budhe siapin jadi nggak perlu beli di luar. Masakan rumah lebih sehat " Davian memesan lewat online beberapa makanan keinginan istrinya. Dirinya meletakkan handphone nya dan menciumi wajah istrinya.

__ADS_1


"Plak..!" dirinya menerima pukulan dari Fafa. Si bocil cemberut ibunya dicium ayahnya.


"Hahaha, ini bocil tahu aja ayahnya curi start" dirinya merasa gemas sekarang ada yang marah jika dia mencium Navysah. Davian menina bobokan semua anaknya, akhirnya mereka tertidur.


Entah kenapa Davian ingin sekali makan masakan maya. Dirinya menelan saliva membayangkan cake tiramisu yang selalu maya bikin untuk istrinya "Sayang, telepon maya besok suruh bikin cake tiramisu sama soto betawi. Aku mau itu" perintahnya.


"Kamu nyidam mas?"


"Nggak tahu, pokoknya aku mau banget makan masakan maya. Kamu telepon dia ya"


"Oke"


"Aku juga nyidam nih"


"Apa? kau mau apa katakan padaku. Aku tidak mau anakku kali ini ileran. Lihat si kembar terkadang ngences kaya gitu bajunya basah" dirinya terkadang melihat kedua anaknya ngences hingga bajunya basah.


"Kamu sih!, dulu aku mau minta mancing kamu nggak mau. Aku minta martabak pandan belinya martabak biasa. Kadang aku minta apa, kamu sibuk terus!" cebik Navysah dengan cemberut.


"Oke, kali ini aku penuhi semua keinginanmu biar anak kita nggak ngences lagi. Udah tampannya paripurna malah encesan lagi"


"Ntar kalau aku sudah sembuh, aku mau kita karaokean, nyanyi bareng sama joget dangdut bareng" pinta


"What...!!, Oh my God..!, yang lain aja tidak untuk itu"


"Tuh, kan katanya mau nurutin semua keinginan istrinya biar dedek nggak ngences. Ini dedek bayi lho yang minta". Satu perkataan yang cukup ampuh agar tidak ditolak.


"Besok maya kesini kan, kamu nyanyi, joget saja sama maya. Kalian satu frekuensi jadi klop, nyambung. Aku tidak bisa"


Navysah masih merengek layaknya anak kecil. "Dulu saat si bocil hamil aku tidak minta nyanyi sama kamu, tapi kehamilan sekarang dedek lho yang mau. Di ingin dengar suara ayahnya nyanyi dan joget"


Davian mencoba merayu istrinya dengan barang - barang mewah, dirinya benar-benar tidak bisa menyanyi. Namun hasilnya nihil, Navysah kekeh minta suaminya nyanyi walaupun suaranya ambyar.


"Masalahnya, aku hanya tahu lagu jazz, blouse, RnB, dulu mama Fera selalu menyetel lagu tembang kenangan dan keroncong, lagu jawa aku tahu sedikit. Aku tidak tahu lagu dangdut sama sekali, joget pun tidak bisa. Kau mau menjatuhkan harga diriku!"


Navysah langsung cemberut, keinginan anaknya sama sekali tidak dipenuhi suaminya. "Sudahlah, kalau kau tidak mau nggak papa" dirinya berbalik badan dan mulai menangis, entah kenapa kehamilan kali ini selalu membuatnya melow.


Davian melirik istrinya dan menghembuskan nafas kasarnya. Dirinya menenggelamkan wajahnya ke dalam bantal dan menggigitnya dengan kuat karena kesal. "Oke aku nyanyi tapi jangan diketawain kalau jelek. Cuma kita berdua yang nyanyi, lainnya tidak boleh ikut" dirinya merasa malu ada orang yang tahu kalau suaranya ambyar.


"Sungguh..!" Navysah berbalik dan melihat wajah suaminya." Iya cuma kita berdua,makasih ya sayang, cup, cup" dirinya merasa sangat bahagia keinginanya dituruti.


***


Suaranya kayak apa ya si Davian ini.Hahaha...,

__ADS_1


Jangan lupa like, Vote and comment. Love you all reader 😘😘😘


__ADS_2