Cinta Navysah

Cinta Navysah
Si bocah genit


__ADS_3

Malam hari mereka bercengkrama di ruang tengah.Imelda sudah membereskan semua barangnya, besok dirinya akan berangkat ke Jakarta.


"Imel, kamu mau bawa makanan apa untuk oleh - oleh?" tanya bu Fera. Imelda bergelayut manja di lengan mamanya. "Gak usah mah, repot bawanya. Ribet! " ucapnya.


"Kamu pulang sendirian atau berdua dengannya?" Davian menatap tajam kakaknya. Imelda melotot padanya, kesal adiknya ikut campur dalam hidupnya.


Bu Fera tidak mengerti apa yang dibicarakan kedua anaknya. "Siapa mas?" tanyanya. "Feri mah" jawab Davian.


"Ya nggak papa sama Feri. jadi kakakmu ada temen ngobrol,gak sendirian" ucap bu Fera.


Davian ingin bertanya langsung ke Imelda apa hubungannya dengan Feri. " Mbak, kamu itu suk.." belum sempat dirinya melanjutkan ucapannya langsung dibekap Imelda.


Davian melepaskan tangan Imelda "Apaan sih lu!, bekap mulut gue bau terasi tangan loe!" ketus Davian. Imelda mencium jari tangannya "Bener juga, tadi Aku makan sambel" ucapnya tanpa dosa.


Navysah merasa lapar, dirinya ingin makan baso. "Ran, beli baso sana delapan bungkus" pinta Navysah. "Ini uangnya".


"Kok Aku! " protes Rani dengan cemberut. " Mas, sana beliin baso mbak Navysah, Aku lagi mager. Diluar gerimis"


"Tapi Aku maunya kamu yang beli" pinta Navysah.


"Ah, mba Navysah gak asyik.Nyuruh aku mulu!" ketus Rani.


"Rani!!" seru bu Fera dengan suara sedikit meninggi.


Rani bergegas membeli baso dengan wajah yang ditekuk dan menggerutu.


"Yang ikhlas kalau disuruh kakak ipar!, Mau loe subsidi transferan di stop sama dia" ucap Davian.


Rani langsung merengek, "Jangan!, ntar tabunganku berkurang, Aku gak bisa jalan lagi sama temen" ucapnya memelas.


"Yaudah sono cepetan belinya" ucapnya, "Siap bos!, Demi uang jajan aku rela hujan-hujanan" Dirinya mengstater motornya.


***

__ADS_1


Tok.. Tok.. Tok


Assalamualaikum


Walaikumm salam


Seorang wanita cantik langsung memeluk Davian. "Mas Davi!, Aku datang" ucap Arum. Navysah memutar bola matanya malas, "Bocah centil ini datang". ucapnya dalam hati.


Dirinya bergelayut manja di lengan Davian. "Arum lepasin tanganmu" ucapnya. Arum mencium tangan kedua orang tua Davian, " Gimana kabar tante?" tanyanya.


"Alhamdulillah, tante sudah baikan. Operasi lancar dan kanker sudah bersih" ucap bu Fera.Arum melihat Navysah tapi dirinya hanya tersenyum kecut tanpa menyapanya.


"Kamu gimana rum, betah kerja di Jogja" tanya bu Fera.


Arum bergelayut di lengan mama Fera "Alhamdulillah tan, Arum betah. Ini Arum cuti karena ingin melihat keadaan tante dan Arum kangen mas Davian, sudah lama tidak bertemu" Dirinya melirik Navysah dengan sinis.


"Sabar, sabar jangan buang energi. Dia hanya bocah ingusan.Kalau dia berani macam-macam baru kujambak dirinya! " Navysah menatap balik Arum dengan tatapan tajam.


Rani pulang membawa baso. Bu Fera menyuruh Arum membantu Rani mengambil beberapa mangkok. Mereka makan bersama di ruang tengah, dan seperti biasanya Arum duduk disisi Davian.


"Mas, kok makannya belepotan" Arum membersihkan sudut bibir Davian dengan tisu. " Pedes ya mas, keringatnya banyak banget" dirinya mengelap kembali keringat Davian.


Davian merasa risih dengan Arum "Udah rum, mas bisa sendiri " dirinya mengambil tisu di tangan Arum.


" Gak papa mas, Arum seneng kok bantuin mas Davi! "


Davian melirik istrinya, dirinya takut Navysah akan marah padanya, namun istrinya terlihat tidak peduli. Imelda merasa jengah melihat kelakuan Arum, dirinya pun tahu sejak dulu adik temannya itu suka dengan Davian.


" Gak usah caper sama Davian, dia sudah punya istri. Ingat!, kamu masih kecil jangan ada bibit pelakor! Mending habis ini cuci tangan,minum susu, terus tidur" ketus Imelda menatap tajam pada Arum.


Navysah ingin tertawa guling - guling mendengar ucapan Imelda,walaupun Imelda ketus, namun dirinya mau membela adik iparnya."Busyeeettt!, mbak Imelda beneran deh kalau ngomong ngalahin pedesnya cabe rawit" ucapnya dalam hati.


Arum hanya bisa cemberut mendengar omelan dari Imelda, dirinya selalu mati kutu kalau sudah berurusan dengan Imelda. Rani hanya terkekeh mendengar temannya diomelin Imelda. " Udah rum, mending loe pulang aja daripada disembur perawan tua!" bisik Rani pada temannya.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Arum berpamitan dengan orang tua Davian. Dirinya pulang kerumah dengan perasaan kesal. "Awas aja!, besok Aku akan kesana lagi bertemu mas Davi"


* * *


Di kamar,


Davian memeluk istrinya "Sayang,kamu tidak marah kan kalau Arum dekat-dekat denganku"


"Kalau dia masih wajar aku masih membiarkan, tapi kalau dia kelewatan jangan salahkan aku membuat perhitungan dengannya "ucap Navysah.


" Dia masih kecil, seumuran Rani. Kasihan dia, jangan diapa-apain dengan tenaga supermu itu"


"Oh jadi kamu membela Arum daripada istrimu sendiri!" protes Navysah.


"Bukan begitu, Dia cuti untuk menjenguk mama masa disini mau kau hajar" ucap Davian.


"Kamu tenang aja mas, Kalau dia merayumu, Akan kukunci dirimu dikamar. Jadi Arum gak bisa dekat denganmu" ucapnya. "Aku senang tadi dibela mbak Imelda, walaupun mulutnya sepedas cabe rawit tapi dirinya benar"


Davian tertawa mengingat ucapan Imelda "Dia memang seperti itu, mulutnya pedes banget tapi dia akan melindungi keluarganya dengan caranya sendiri" ucapnya. "Sayang, kamu masih punya utang penjelasan padaku, Coba ceritakan apa yang sebenarnya terjadi antara Imelda dan Feri. Kemarin aku melihat mereka rukun dan Imelda tersipu malu. Aku tidak pernah melihatnya seperti itu sejak pernikahanya batal. Tolong jelaskan padaku? " pinta Davian.


Navysah mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, dari Awal hingga Akhir. Davian awalnya tidak percaya, masa seorang Feri yang selalu bertengkar dengan kakaknya bisa jatuh cinta. Dan dirinya pun tidak percaya, seorang Imelda yang perfeksionis bisa jatuh cinta pada temannya yang notabene cassanova dan pria cengengesan. "Aku sungguh tidak percaya, bagaimana ini bisa terjadi. Aku kira awalnya dia suka denganmu, ternyata dia meminta saran tentang Imelda. Jadi kamu yang jadi Mak Comblangnya?" tanya Davian.


"Aku bukan Mak Comblang, Aku hanya ingin memastikan bahwa mbak Imelda sebenarnya sudah punya cinta pada Feri, hanya dia gengsi untuk mengungkapkanya" ucap Navysah, "Dan sekarang Aku tidak mau berurusan dengan percintaan mereka, karena kemarin hari terakhirku untuk membantu Feri, semuanya terserah mereka yang menjalani. " Memang kalau Feri jadi kakak iparmu, kamu boleh mas? "tanya Navysah.


Davian berpikir" Sebenarnya aku kurang suka jika Feri jadi kakak iparku, dia temanku masa mau jadi kakak ipar. Tapi kalau Imelda bahagia, mau bagaimana lagi. Yang penting Feri insyaf tidak berganti perempuan. Dan Aku pasti bahagia karena Imelda tidak akan mengomeliku lagi, karena ada Feri sebagai gantinya, hahaha"


Davian mencium istrinya "Nav, aku ingin" dirinya menuntun tangan istrinya kearah bawah. Matanya tersirat hasrat yang selama ini dia tahan. Navysah menganggukan tanda setuju.


"Yesss!!" serunya. Dan mereka melakukan pergumulan panas, entah sudah berapa lama mereka melakukannya.Mereka tertidur dini hari.


* **


Jangan lupa like, Vote and comment gaes. Matursuwun yang udah mampir

__ADS_1


__ADS_2