
Pagi harinya di ruang makan, Davian meminta izin dengan Navysah.
"Besok, Aku akan ke Solo bertemu dengan Ayah membahas proyek perumahan.Aku disana dua hari Nav?" ucapnya sembari mengunyah roti. Navysah menyodorkan kopi pada suaminya. "Kamu sama siapa mas kesana?" tanyanya.
Davian berhenti mengunyah rotinya, " A.. aku sendirian" balasnya. Navysah tersenyum kecut, merasa ada yang disembunyikan dari suaminya. " Aku percaya padamu mas" ucap Navysah.
Davian merasa bersalah membohongi istrinya. "Maafkan Aku Nav, Aku janji setelah aku mengantarkan Natasha bertemu Ayah dan Om Zaki, Aku akan bicara jujur padamu. Aku berharap kamu memaafkanku.Aku belum bisa mengatakanya sekarang karena kamu pasti akan marah padaku, Aku hanya ingin membalas kebaikan Natasha. Karena diriku diancam dibunuh, dia rela menikah dengan lelaki itu. Ini terakhir Aku membantunya " ucap Davian dalam hati dengan menatap wajah cantik istrinya. Navysah merasa risau, hatinya tidak tenang. Kenapa tiba tiba Davian ingin pergi ke kota Solo.
" Sayang, Aku berangkat dulu" Davian mencium kening dan bibir istrinya. Navysah mencium tangan suaminya. Davian mengenyitkan dahi, kenapa istrinya diam saja. "Kamu kenapa akhir - akhir ini diam, tidak cerewet seperti biasanya?" tanya Davian.
"Memangnya Aku kenapa!?, Aku diam salah,kalau Aku cerewet nanti kamu kesal padaku!" ketus Navysah.
"Nah, itu baru istriku. Aku suka jika kamu ketus dan cerewet padaku" Davian tersenyum pada istrinya dan memeluknya. "Sayang, apapun yang terjadi kuharap kau selalu percaya padaku" ucap Davian. Navysah mengenyitkan dahinya, "Memang apa yang terjadi mas?" ucapnya pura-pura bodoh.
"Tidak ada. Aku hanya ingin kamu selalu percaya padaku, bahwa Aku selalu mencintaimu" Davian melepaskan pelukannya dan pamit pergi.
Navysah menahan segala sesak didada, airmatanya mengalir begitu saja. "Bahkan saat ini Aku masih percaya padamu mas,Aku yakin kamu pun mencintaiku. Aku masih disisimu saat ini,tapi kenapa kamu bilang masih mencintai Natasha saat di kantor. Kenapa kamu selalu berbohong padaku" ucapnya dalam hati.
Budhe Rosi melihat majikannya sendu dan menangis," Ibu kenapa bu? "tanyanya.
Navysah langsung mengusap airmatanya" Gak papa budhe" Navysah bergegas pergi ke kamarnya. Dirinya merasa tidak enak badan "Hoek.. Hoek" dirinya selalu muntah setiap hari dan merasa lemas. Navysah terduduk di lantai bathroom.
"Kamu kenapa Nak, selalu bikin mama mual. Bantu mama biar kuat ya, jangan rewel. Dulu kakak Raffa gak rewel lho saat Mama hamil dia. Mama selalu makan banyak, tapi sekarang mama hamil kalian agak kesulitan makan" ucapnya sembari mengelus perutnya.
__ADS_1
Navysah berbaring di ranjangnya, dirinya menelepon budhe Rosi untuk membuatkan jahe hangat. Raffa pun masuk ke dalam kamar. "Mama..!! katanya hari ini mau jalan sama Kinan?"tanyanya.
Navysah lupa kemarin dirinya berjanji pada anaknya." Mama telepon tante Ifa dulu ya" Navysah meneleponya dan terdengar dari ujung telepon mengiyakan. Navysah pun menelepon Shafiq meminta Kinan bermain dengan anaknya di mall dan Shafiq menyetujui nanti sore dia akan kesana.
"Nanti sore Raffa dijemput tante Ifa, Kinan dan Om Shafiq. Oke" ucap Navysah.
"Asyikkk... !!," Raffa kegirangan. "Mama gak ikut!?" tanyanya. "Gak, mama mau istirahat dulu. Mama gak enak badan, Raffa main dulu ya sama mbak Siti ya mama mau istirahat " ucapnya.
"Iya mah!" dirinya bergegas pergi.
* **
Sore hari Raffa dijemput Ifa dan Shafiq untuk pergi ke Mall. " Raffa, mama mana? tanya dokter Ifa.
" Mama sakit tante, gak enak badan"ucapnya polos. Ifa merasa kasihan dengan Navysah kenapa akhir - akhir ini dirinya sakit. " Raffa, apa tante boleh jenguk mama?" tanya Ifa.
Shafiq merasa penasaran dengan keadaan Navysah, "Apa aku boleh ikut?" tanyanya. Ifa menggelengkan kepala "Tidak"
Raffa membuka kamar ibunya, terlihat Navysah yang sedang bermain laptop. "Nav, bagaimana keadaanmu?" tanya Ifa.
Navysah meminta anaknya keluar dan menutup pintunya. "Alhamdulillah aku sedikit lebih baik setelah istirahat, hanya beberapa hari ini mualku sangat parah. Aku hanya bisa makan sedikit"ucapnya." Maaf ya fa, aku memintamu mengajak Raffa ke Mall, dirinya selalu minta gendong. Aku tidak kuat mengendongnya disaat seperti ini"
"Gak papa Nav, aku suka bermain dengan Raffa dan Kinan. Sekarang Shafiq dibawah. Aku Akan memeriksamu sebentar" Ifa menggunakan stetoskop dan mengeceknya. Dirinya juga menggunakan alat tensi untuk mengukur tekanan darah Navysah. "Semuanya baik-baik saja, hanya tensimu rendah. Jangan lupa minum susu dan vitamin, jangan banyak pikiran. Apa kamu sudah memberitahukan Davian tentang kehamilanmu? "
__ADS_1
Navysah diam dan tertunduk, dirinya tidak berani menatap Ifa. "Aku akan memberi tahunya nanti" ucap Navysah.
Dokter Ifa menghembuskan nafas kasarnya "Apa kalian punya masalah hingga akhir - akhir ini tubuhmu ngedrop, Navysah kamu sedang hamil. Jangan sampai kamu banyak pikiran, Apa kamu tidak kasihan dengan calon anakmu?"
Navysah menutup matanya sebentar, menahan sesak didadanya. Sekuat apapun dia menahannya, airmatanya jatuh tanpa diduga." Aku tidak apa-apa " Navysah mengusap airmatanya dengan cepat.
" Jika kamu ingin bercerita denganku, aku siap mendengarkan. Tapi jika tidak, aku tidak memaksa. Aku tidak mau melebihi batasanku. Aku seorang dokter, hanya ingin kamu dan calon anakmu sehat. Ingat!, kemarin kamu hampir keguguran karena kelelahan. Jangan sampai terulang kembali, jadi selesaikan semua masalahmu dengannya "ucap Ifa. Dan Navysah menganggukan kepalanya.
" Yaudah kamu istirahat aja, Aku akan pergi dengan Raffa. Kamu jaga diri baik-baik. Kalau ada apa-apa kamu telepon aku"
"Iya, makasih banyak fa" ucap Navysah.
Ifa bergegas turun ke lantai satu, dirinya mengajak Kinan dan Raffa bermain di Mall. Ifa kesal, kenapa sampai sekarang Navysah belum juga memberitahukan kehamilanya pada suaminya, apa yang sebenarnya terjadi.sedangkan Navysah enggan bercerita. Dan dirinya pun bingung kenapa Davian tidak peka pada istrinya,selalu sibuk bekerja. Shafiq hanya mendengarkan omelan dari Ifa, dirinya malah tersenyum melihat sisi lain dari Ifa yang ternyata cerewet dan peduli dengan temannya.Karena selama dia bekerja di rumah sakit, yang Shafiq tahu Ifa selalu diam dan serius.Dia tidak akan bicara terlebih dahulu jika orang lain tidak memulai pembicaraan.
"Shafiq, apa kau mendengarkan diriku bicara. Sejak tadi kamu hanya fokus menyetir dan tersenyum padaku" gerutu Ifa dengan memanyunkan bibirnya. Shafiq merasa gemas dengan tingkah temannya. " Apa?!" tanya Ifa.
"Apa.. ?" Shafiq balik bertanya.
"Loh, kamu itu bagaimana!. Aku itu tanya, Kenapa Davian tidak peka kau istrinya hamil, memangnya dia tidak merasakan ada bagian tubuh dari istrinya yang tampak membesar!" ketus Ifa. "Lihat saja pipi dan d*da Navysah tampak bulet, pinggulnya mulai membesar juga. Apa dia tidak pernah tahu kapan istrinya menstruasi atau tidak. Kenapa dia tidak peka sebagai seorang suami!, yang dia tahu cuma kerja, kerja, kerja, sibuk!" Ifa mengomel bak emak-emak kena sawan.
Shafiq tertawa keras, dirinya tidak tahan melihat kelakuan Ifa." Kenapa kau tertawa, Apa ada yang lucu? "tanya Ifa.
" Iya kamu lucu kayak badut, hingga membuat aku mual melihatmu! " ledek Shafiq.
__ADS_1
" Apa kau bilang Aku seperti badut!, Enak aja!, Aku ini dokter cantik. Bahkan dokter paling cantik di bagian kandungan "ucapnya kepedean.
"Ya, ya, ya!" Shafiq malas berdebat dengan Ifa.