
Keesokan harinya,
Kamil, Davian dan Navysah berjalan-jalan melihat Pura dan Garuda Wisnu Kencana. Mereka juga mencari oleh-oleh untuk keluarga dan kerabatnya.Ini hari terakhir sebelum mereka pulang ke Jakarta.
"Nav, kamu mau beli apa? " tanya Davian. Navysah berfikir "Kayak nya aku beli baju barong untuk anak - anak, kue pie disini juga enak,dan beberapa kaos aku mau beli itu saja" Navysah memilih semua barang yang diinginkanya. Dia membuka dompet untuk membayar belanjaanya." Pake uangku saja" Davian menutup dompet Navysah dan mengambil dompet dari saku belakangnya.
"Dav, punya ku gak sekalian dibayarin?" pinta Kamil memelas.
"Boleh, tapi kupotong gajimu dua kali lipat bulan ini!" ucap Davian menyeringai.
"Mending aku bayar sendiri" potong Kamil dengan cepat.
"Jangan lupa bawain belanjaan Navysah" ucap Davian sembari menggandeng tangan Navysah dan pergi meninggalkan Kamil sendiri.
"Beginilah nasib asisten seorang Davian, sesuka hatinya memerintahku dan diriku terlihat seperti nyamuk diantara mereka" ujar Kamil memelas.
Davian dan Navysah berjalan bergandengan tangan, terkadang Davian merengkuh pinggang Navysah dan bercanda tawa.
"Hai, Davian" ucap seorang wanita dari belakang.
Davian menengok "Veronica" ucapnya.
"Bagaimana kabarmu Davi?" Veronica mencium pipi kanan dan kiri Davian.
Navysah melirik suaminya dengan wajah yang datar.
__ADS_1
"Aku baik Ver" balas Davian, " Oh iya, kenalkan ini istriku Navysah" Davi memperkenalkan istrinya.
"Hai, aku Navysah." sembari mengulurkan tangan.
"Hai, Aku Veronica.Teman Davian sewaktu di Amerika. Senang bertemu denganmu" ujarnya.
Navysah tersenyum. "Kami akan makan siang, apa kau mau ikut?" tanya Davian.
"Iya, aku mau.Aku masih kangen denganmu, ingin mengobrol banyak hal" balas nya.
Mereka masuk ke restoran western dan memesan makanan. Terlihat Kamil yang datang membawa belanjaan mereka.
Mereka berempat mengobrol canda dan tawa. " Suamimu sekarang kerja di Bali,Ver? tanya Davian.
" Iya dia manager di salah satu hotel, so far kita stay disini" ujar Veronica.
Davian melirik istrinya, namun Navysah tetap berwajah datar tidak terusik dengan pernyataan Veronica. Dia masih memotong steak dan mengunyah dengan santai nya.
"Aku tidak tahu kabarnya dan aku tidak ingin tahu tentangnya" seru Davian.
"Aku kira kamu masih komunikasi denganya, yang aku tahu dia akan bercerai dengan suaminya yang galak itu. Kasihan dia, Natasha wanita yang baik tapi dia punya suami yang kasar" ucap Veronica dengan sendu.
Kamil merasa kesal dengan ucapan Veronica, dia tidak ingin Navysah sakit hati mendengar kelanjutan cerita dari Vero. Kamil melirik dan menginjak kaki Davian, menyuruh Davian menyudahi pembicaraan yang tidak penting ini.
"Kami sudah selesai makan,sudah saatnya kami pulang ke Jakarta lagi" ucap Davian.
__ADS_1
"It's oke, kapan-kapan kalau kita ke Jakarta. Kita bisa reunian lagi bareng Natasha juga" ucap nya.
Mereka saling berjabat tangan dan pergi meninggalkan restoran itu.
Navysah terlihat diam sedari tadi,Davian mencoba untuk mengobrol dan bercanda namun dijawab dengan singkat oleh Navysah.
"Apa kau marah padaku?, tanya Davian hati - hati.
" Tidak, buat apa aku marah padamu"ujar Navysah.
Davian menghela nafas panjangnya, "Kalau kamu cemburu, aku lebih senang" ucap nya merangkul bahu Navysah.
"Aku percaya padamu Mas. oiya, satu lagi aku hanya tidak suka dia mencium pipi kanan kiri mu itu" ketus Navysah.
"Tapi hal ini sudah udah biasa Nav, kalau kita bertemu dengan teman atau klien ya seperti ini" Davian menjelaskan.
Navysah menghembuskan nafas kasarnya, " Memangnya kalau aku yang dicium kayak gitu kamu bolehin!?" tanya Navysah dengan ketus.
Davian menggelengkan kepala, "Gak ada yang boleh menciummu selain aku!" ketus nya.
"Makanya, kamu juga harus jaga sikap. Jangan disosor mau mau aja! " ketus Navysah berjalan meninggalkan suaminya.
Mereka kembali ke hotel dan cek out, Mereka menuju bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Jakarta.
* * *
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, Vote and comment. Matursuwun, Love u all.