Cinta Navysah

Cinta Navysah
Grand opening butik


__ADS_3

Hari H,


Di Mall Navysah beserta keluarganya melauncing butik sekaligus produk fashion anak terbaru.Ada beberapa karyawan Navysah yang datang serta teman Davian datang ke butiknya. Terlihat keluarga Maya dan Bima menghampiri Navysah. "Pret!, Selamat ya atas pembukaan butik loe, gue ikut bahagia" ucap Bima.Mereka bersalaman dan saling bercanda.


"Makasih udah datang" ucap Navysah. Nesha membisikan sesuatu di telinga Navysah. "Gue, dapet diskon nggak kalau beli baju disini. Mana modelnya bagus-bagus lagi, Nav bikin gue laper mata aja" ucap Nesha.


"Bisa diatur, ntar gue kasih diskon spesial tapi syaratnya Bima suruh joget goyang ngebor" Navysah terkekeh.


"Ah!, sama aja bo'ong liat perutnya aja begitu gimana mau goyang ngebor. Sampe klenger tetep aja kagak bisa" gerutu Nesha.


Navysah tertawa bersama lainnya, mereka yang selalu bercanda tawa dan membuat suasana hati Navysah tambah hidup. Shafiq, Kinan dan Ifa. Kamil dan Jasmine, Feri dan Imelda datang ke showroom. Mereka datang bersamaan. " Woww, pasangan fenomenal datang ke butikku,Makasih udah datang" ucap Navysah pada kedua pasangan Feri dan Imelda. Mereka saling bersalaman dan cium pipi kanan kiri.


"Kita baru dateng, gak usah bikin kisruh dalam rumah tangga! " ketus Imelda.


Mereka terkekeh dengan ucapan Imelda.


"Calon bini loe masih judes aja Fer!" Kamil melirik Imelda. " Iya, gak tahu tuh padahal Aku sudah kasih dia oli pendingin mesin di mulutnya tapi tetep aja panas mulu mulutnya" Feri tertawa dengan ucapannya.Imelda mencubit lengan Feri karena dirinya kesal.

__ADS_1


Kemudian datang Rayyan dan Natasha, dirinya tidak membawa istrinya karena sedang hamil. Imelda menatap tajam pada seseorang yang selama ini membuat adiknya patah hati. Dirinya merasa kesal kenapa Rayyan membawa wanita itu. Namun Imelda masih bisa menahan diri, dia tidak mau acara adik iparnya kacau karenanya. Navysah menjabat tangan Natasha, dirinya pun kikuk apa yang harus dilakukan. "Makasih ya sudah datang" ucap Navysah. " Iya Nav, aku diajak Rayyan kesini" ucapnya. Rayyan yang mendengar tidak terima. "Enak aja!, loe yang maksa minta kesini. Kenapa ngomong gue yang ngajak loe"


Natasha tertunduk malu dengan pernyataan Rayyan.


" Gak papa kok, kamu sudah datang kesini aku ikut senang" ucap Navysah.


Mereka memulai acara dengan berdoa dipimpin seorang ustad dan pemotongan tumpeng. Navysah menyuapi suaminya dan Raffa.Davian pun menyuapi istrinya. Dirinya sengaja memperlihatkan kemesraan pada mantan pacarnya, agar dia tahu bahwa sekarang dirinya bahagia. Natasha tersenyum kikuk melihat mantan pacarnya bahagia, ada rasa iri dihatinya. Namun baginya, Sekarang hanya ada satu tujuan dihatinya.Dirinya akan melakukan apa saja agar tujuannya tercapai.


Setelah grand opening selesai banyak yang membeli produk pakaian,karena hari ini pun promo tujuh puluh persen jadi banyak produk yang terjual. Imelda masih dengan tatapan tajamnya melihat Natasha, dirinya menarik tangan mantan pacar adiknya dengan kasar dan menghilang dari kerumunan orang.


Imelda masuk ke dalam toilet perempuan, "Apa yang kau inginkan,kenapa kau muncul dihadapan adikku, katakan padaku!!" bentak Imelda dengan keras. Natasha menangis mendengar bentakan dari Imelda.


"Aku hanya ingin berteman dengannya dan ingin meminta bantuan Davian" ucapnya dengan memelas. Imelda merasa geram dengan perempuan didepannya. "Kamu masih punya muka untuk datang kesini!. Memalukan!, setelah apa yang kau perbuat pada adikku, kau bilang ingin berteman. Omong kosong macam apa ini!, tidak ada persahabatan antar mantan. Bilang saja kamu ingin merebut Davian, karena sekarang kamu akan bercerai. Aku peringatkan padamu, jika kau berani mengganggu hubungan adikku dan Navysah, akan kubuat perhitungan denganmu. Aku akan melindungi mereka dengan nyawaku.Mereka sangat bahagia, seharusnya kamu tahu itu dan sadar diri. Pergilah kamu dari sini, Aku muak melihatmu!! ucapnya.


Imelda berhenti di pintu toilet, satu lagi yang perlu kamu tahu. "Navysah seribu kali lebih baik dari dirimu dan Davian sangat mencintainya jadi, jangan berharap merusak hubungan mereka" Imelda berlalu pergi meninggalkanya. Natasha tidak kuasa menahan semuanya, dirinya terduduk lesu di lantai toilet dan menangis kencang.


"Berikan aku satu kesempatan untuk menjelaskan semua ini!" lirihnya.

__ADS_1


* **


Navysah pulang kerumah sore hari, dirinya merasa lelah seharian menyambut banyak tamu undangan. Davian masuk ke dalam kamar menaruh handphonenya di nakas dan menchargernya. Dirinya menciumi wajah istrinya. "Apa kamu lelah Nav?"


"Iya mas sedikit, Aku ingin beristirahat dulu" ucap Navysah sembari memejamkan matanya.


"Yaudah, Aku ngegym di bawah dulu sebentar" Davian keluar dari kamarnya.


Navysah memejamkan matanya namun handphone Davian menerima banyak pesan masuk. Navysah penasaran, dirinya selama ini tidak pernah sekalipun melihat isi handphone suaminya. Navysah masih ingat dulu, Davian pernah berkata pin handphone tanggal pernikahanya yang dibalik. Navysah mencobanya dan benar saja kuncinya otomatis terbuka. Navysah melihat chat dengan Natasha tadi siang " jam sembilan malam ini di kantor properti" Navysah tidak percaya Davian bertukar nomor handphone dengan mantannya. Dan mereka bertemu di belakangku. Navysah membuka galeri foto handphone suaminya, dirinya melihat semua foto dan benar saja masih banyak foto kenangan sejak menjadi mahasiswa, apalagi ada foto Natasha. Entah mengapa dirinya menangis melihat kebenaran semua ini, dirinya tidak mampu menahan air mata dan sesak di dadanya. Navysah buru - buru meletakkan handphonenya dan pura-pura tidur. "Rasanya sakit banget dibohongi kamu mas, ternyata kamu masih mengingat dan mempunyai fotonya. Padahal aku sudah menghapus semua foto mas Raihan, dan sudah menyingkirkan semua foto di dinding rumah. Tapi, apa balasanmu, nanti malam akan diselidiki kebenarannya" gumam Navysah dalam hati. Davian datang ke kamar dan membuka handphonenya, dirinya merasa bimbang apa yang harus dilakukan. Dirinya bingung harus datang atau tidak. Davian masuk ke dalam ruangan kerjanya. Disana dirinya melamun tanpa disadari Navysah melihat suaminya termenung sejak tadi. "Apa kau masih mencintainya" gumamnya dalam hati.


Navysah membuatkan kopi untuk suaminya dan masuk kedalam ruang kerjanya. Terlihat Davian yang masih melamun duduk di kursinya. "Mas!, ini kopi untukmu" Navysah menyodorkan secangkir kopi. "Makasih sayang" Davian menarik tangan Navysah untuk duduk di pangkuannya. Kepalanya disandarkan di d*da istrinya, "Kamu kenapa?, Apa ada yang ingin kau ceritakan padaku" ucap Navysah pura-pura tidak tahu, dirinya ingin suaminya jujur pada dirinya.


"Tidak ada apa-apa, Aku hanya ingin bersandar sebentar" Davian menutup matanya dan mencari ketenangan di d*da istrinya. "Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Navysah.


"Tidak ada. Nav, jika Natasha ingin berteman dengan kita apa kau menyetujuinya" tanya Davian menatap mata istrinya.


"Jika hanya berteman tidak masalah, tetapi Akupun wanita, pasti ada rasa cemburu melihat suamiku terlalu dekat dengan perempuan lain apalagi mantannya, Aku berharap kau tidak bermain di belakangku." Mas, Apa kau mencintaiku? "tanya Navysah.

__ADS_1


Davian mengenyitkan dahi, kamu itu ada-ada saja pertanyaanya." Ya sudah pasti aku mencintaimu " ucapnya. Navysah sedikit lega, mendengar ucapan suaminya." Aku mempercayaimu mas "ucap Navysah sembari mencium pucuk rambut suaminya.


__ADS_2