
Malam harinya, Davian membawa Navysah ke suatu tempat, dengan mata tertutup kain dia menuntun Navysah ke tempat istimewa. "Kita mau kemana mas?, kamu suruh aku pakai baju bagus dan berpenampilan cantik"ujar Navysah penasaran.Davian masih menuntun Navysah" Sudah kamu diem aja, ini kejutan untukmu! " balas Davian.
Setelah sampai di tempat yang dituju, Davian membuka kain penutup mata Navysah. Dia mengucek mata dan melihat sekelilingnya.Terlihat taman yang sudah dihiasi gemerlap lampu, meja yang dihiasi lilin, beberapa minuman dan beberapa bunga yang indah. Navysah terkejut melihat pemandangan di depan nya.
"Tempatnya indah banget. Kamu yang bikin taman seindah ini mas?" tanya Navysah.
"Kamil lah yang bikin, masa aku" balas Davian tersenyum, "Ini bunga untukmu, dulu waktu kamu ngambek, Aku mau kasih bunga tapi keburu kamu tidur jadi bunganya layu. Ini aku kasih lagi, pumpung aku lagi baik hati" ucap Davian grogi.
Navysah tersenyum melihat tingkah Davian yang tidak bisa berkata romantis.
__ADS_1
"Apa kamu suka?" tanya Davian menyelidik.
"Iya, aku suka. Terima kasih" Navysah mencium bunga pemberian suaminya.
Davian memegang kedua tangan Navysah, dan dengan grogi dia mulai berkata" Navysah, aku bukan pria romantis yang bisa merangkai kata - kata.Aku tidak tahu bagaimana cara untuk mengungkapkanya padamu. Walaupun Kamil sudah menuliskan beberapa kalimat romantis tapi aku sulit untuk menghafalnya.Intinya, Maukah kamu memulai hidup denganku. Kita saling mengobati luka dimasa lalu, lukamu dan lukaku.Aku bukan seorang Raihan yang sempurna untuk mu,jangan samakan aku dengannya. Aku Davian Ahmad yang banyak kekurangan dan terkadang berkata kasar. Tolong terima aku apa adanya, Apa kamu mau!? Davian mengucapkan dengan terbata - bata.
"Jujur aku tidak tahu bagaimana perasaanku padamu mas,dari dulu aku tidak ada niat untuk menikah lagi karena perasaanku sudah mati rasa. Perasaanku pada mas Raihan terlalu dalam, kalo tidak inget Raffa mungkin aku sudah bunuh diri.Kehilangan mas Raihan sangat mengguncang jiwaku, aku hampir depresi dan kehilangan arah tujuan hidup.Tiap hari aku hanya menangisinya,rasa trauma melihat dia diakhir hayatnya penuh berlumuran darah masih kuingat dengan jelas, hampir tiap malam aku mimpi buruk.Sakit sekali rasanya mengingat itu, aku berusaha melupakanya namun belum bisa. Bagiku, dia lelaki terbaik yang pernah aku temui.
Dan Aku sangat berterima kasih padamu karena kamu sayang dengan Raffa walaupun dia bukan anakmu.Maafkan aku jika aku harus jujur, Aku hanya tidak ingin kamu terluka, aku tidak ingin membohongimu.Inilah hatiku, bisakah kau bersabar dan bertahan hidup denganku!?, jika kamu tidak mau, kamu bisa melepaskan aku sekarang mas. Aku siap kamu menceraikanku kapanpun kamu mau! " Navysah berkata sembari menangis sesenggukan.
__ADS_1
Davian memeluk Navysah dengan erat," Sampai mati pun aku tidak akan menceraikanmu, jangan pernah ada kata cerai. Aku tidak mau!, Kita sama - sama belajar mencintai, aku tidak akan memaksa hak ku padamu. Kamu mau kan belajar mencintaiku?" tanya Davian.
Navysah menganggukan kepalanya tanda setuju.
"Alhamdulillah" Davian mencium kening Navysah, "Satu lagi, Raffa itu anakku. Aku sungguh menyayanginya dengan hatiku jadi jangan bilang dia bukan anakku, aku tidak suka! " tegas Davian.
Kamil yang merekam dan melihat adegan dramatis ini hanya bisa berkaca - kaca. "Aku yakin kalian pasti bahagia pada akhirnya" ujar Kamil dalam hati.
Mereka makan malam dengan romantis, sembari tersenyum dan berbincang-bincang tentang hal - hal konyol di masa lalu.Hingga tidak terasa waktu sudah larut malam.
__ADS_1