Cinta Navysah

Cinta Navysah
Menolong Gadis lebam


__ADS_3

Hotel di Bali,


Sejak pagi Davian sudah bersiap untuk beberapa acara. Kamil pun sudah menjadwalkan acara dari pagi sampai sore untuk Davian. Navysah tidak sesibuk Davian, dirinya hanya ada beberapa endorse yang akan di posting di feed ins**gramnya.


"Nav, hari ini kamu mau kemana?" tanya Davian sembari memakai sepatu.


"Aku mau ke pantai saja, dekat dari sini. Habis itu belanja" balasnya.


"Yaudah hati-hati disana, jaga matamu jangan liat bule lainnya.Cuma aku yang boleh kamu lihat" perintah Davian.


"Aku punya mata, suka-suka akulah, apalagi bulenya ganteng-ganteng " ledek Navysah tersenyum.


Davian merasa gemas dengan istrinya,dia memeluk dengan erat. "Kalo kamu berani selingkuh dibelakangku, Awas!! Kuterjang dirimu tiap hari nanti" bisiknya di telinga Navysah dan tersenyum.


Navysah melotot kearah Davian,dia mengerti apa yang dimaksud suaminya.


"Aku pergi dulu, Cup" Davian mencium kening Navysah.


"Iya hati - hati mas" ujar nya mencium tangan Davian.


Davian dan Kamil meninggalkan hotel menuju tempat acara.Kamil pun mulai menggoda teman sekaligus bos nya. "Ehem! yang lagi happy, udah pecah telor belum ini?" ledek Kamil cengengesan.


Davian berdecak, "Apaan sih loe!!, kagak ada pecah telor. Navysah gak bisa dipake, mana si wajah selangk*ngan ngirimin aku video b*kep lagi " ucap Davian kesal dengan Feri yang selalu mengirimi video panas tiap hari.


"Kok gitu?!, Kenapa?" tanya nya penasaran. "Apa dia tidak tergoda denganmu" ucap Kamil lagi.


"Dia lagi menstruasi" balas Davian kesal.


Kamil tertawa kencang mendengar ucapan Davian,"Ya allah, temenku dapet zonk lagi padahal kemarin sudah maksimal usahanya!" Kamil terkekeh kembali.


"Dav, loe kalah sama si Feri. Dia belum menikah tapi sudah keluar masuk bebas visa wanita" seloroh Kamil cekikikan.


"Kayak kamu pernah keluar masuk punya Jasmine aja" sindir Davian.


Kamil berhenti tertawa dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Iya juga sih aku juga belum,Aku mau nikah dulu sama Jasmine, hubungan yang halal baru bebas celup" ujar Kamil terkekeh.


Davian hanya menggelengkan kepala nya melihat Kamil.Dia orang yang berprinsip, walaupun Jasmine selalu menggoda nya, dia masih kekeh dengan pendirianya. Beda dengan Feri, playboy yang selalu berakhir di ranjang dengan wanitanya.


Di tempat lain,


Navysah berjemur di pantai layaknya seorang bule,merebahkan tubuhnya di kursi panjang dengan kacamata hitamnya bertengger di hidungnya dan dia tetap memakai masker. Payung yang cukup besar untuk melindungi dirinya dari sinar matahari.

__ADS_1


"Melihat pantai membuatku nyaman" lirih nya dalam hati.


Drt... Drt...


Navysah melirik handphonenya dan melihat siapa yang memanggilnya. "Beruang Cabe" ujar nya.


"Assalamualaikum, Putri Cantik" ucap Bima lembut dari ujung telepon.


"Walaikumm salam, Ape loe bim?! " ketus Navysah.


"Idihhh,masih judes aja loe Nav.! Masih kurang dikasih Davian,Hahahaha" Bima tergelak meledek Navysah.


"Loe tuh yee,! kalo manggil gue Putri Ayu pasti ada mau nya? jadi gak usah basa basi" sindir Navysah.


Bima terkekeh mendengar ucapan Navysah, "Kok tahu?" potong nya cepat.


"Gini bos, gue kan udah dapet pembayaran dari kantor Bu Afni besok gue transfer. Dan Masalah nya gue mau beli mobil tapi uangnya kurang dua puluh juta lagi. Pinjemin kaum dhuafa ini uang Nav?" pinta Bima memohon.


"Cih!, kaum dhuafa bisa beli mobil!" seloroh Navysah.


Bima terkekeh mendengar ucapan Navysah.


"Yaudah besok aku transfer" ucap Navysah.


"Bodo amat!, Assalamualaikum" ucap Navysah.


"Walaikumm salam" balas Bima.


Setelah mematikan handphone nya Navysah kembali rebahan memakai masker dan kacamata hitamnya dan kembali berjemur.


Terlihat dari jauh seorang wanita berlari kencang menghindari pria yang mengejar nya.


Dia melewati kursi Navysah dan terlihat wanita itu penuh ketakutan dan ingin meminta perlindungan dari beberapa orang namun mereka cuek tidak mau ikut campur.


Si pria menarik rambut wanita, dan menarik tangan nya dengan keras.Wanita itu menggigit tangan pria itu dan berlari ke arah Navysah.


"Tolong aku mbak?!" ucap nya memelas meminta perlindungan.


Navysah pura-pura tertidur dan pria itu menghampiri wanita itu lagi. "Lepaskan tangan mu darinya" ucap Navysah yang masih rebahan dan santai.


"Siapa kamu, beraninya menghalangiku untuk membawanya" ucap pria itu.

__ADS_1


"Aku..! aku bukan siapa - siapa, cuma aku tidak suka kamu kasar denganya" Navysah bangun dari rebahanya.Wanita itu langsung berlari di belakang tubuh Navysah.


Pria itu berusaha memukul Navysah,namun segera ditangkis oleh nya.Navysah bersiap kuda - kuda untuk melawan pria yang cukup kekar tubuhnya."Sudah lama aku tidak olahraga taekwondo" ujar Navy menendang area wajah pria itu. Pria itu sempat terhuyung kebelakang dan berusaha memukul balik Navysah. Namun dengan sigap Navy memukul perut, wajah dan menendangnya dengan jurus tendangan tornado.Pria itu terjatuh dan mendapat luka lebam di wajahnya. "Ampun, Aku akan pergi" pria itu berlalu dari tempat Navysah.


Nafas Navysah masih tersenggal - sengal, sudah lama dirinya tidak olahraga. Tangannya pun merah dan terasa sakit.


"Terima kasih mbak" ucap wanita itu.


"Mmm" Navysah bergegas pergi meninggalkan wanita itu, dia ingat pesan Davian harus menjaga sikap karena dia seorang istri Davian Ahmad. "Untung aku pake masker dan kacamata" gumam Navy dalam hati dan berjalan meninggalkan wanita itu, Namun wanita itu mengekori Navysah terus,


Navysah berjalan di sepanjang pantai, dia mencoba mau sampai mana wanita itu mengikutinya. Navysah menghela nafas panjangnya dan membalikkan badannya."Kenapa kamu mengikutiku?" ketus Navysah.


"Aku tidak tahu mau kemana" ujar nya sendu dan menangis.


Navysah tidak tega melihat wanita yang ada di depannya, penampilan yang acak- acakan, baju yang kekurangan bahan dan penuh luka di wajahnya.


"Ikutlah" ucap Navysah, Dia berjalan ke toko baju pinggiran dan membeli beberapa baju dan mengambil uang di ATM yang tak jauh dari tempat itu."Pakai baju itu, aku tidak memaksamu untuk memakai hijab tapi setidaknya tutupi tubuhmu dengan baju yang panjang dan layak pakai" ujar Navysah menyodorkan baju padanya.


Wanita itu masuk ke toilet umum dan mengganti pakaiannya.


Mereka menuju rumah makan terdekat, untuk makan siang bersama.


Setelah pesanan makanan tertata di meja, wanita itu makan dengan lahap."Maaf mba, aku sangat lapar" ucap nya dengan malu dan menundukkan kepala.


"Makanlah sepuasnya" ucap Navysah.


Navysah membuka masker dan kacamata nya.Dia mulai makan dengan santai. "Siapa namamu?, Berapa umurmu?" tanya Navysah sembari mengunyah makanannya.


Namaku "Amelia, umurku dua puluh tiga tahun" jawabnya menatap wajah Navysah yang baru terlihat setelah membuka maskernya. "Aku seperti mengenal mu mbak, tapi dimana ya? " Amel memijat keningnya seolah berfikir.


"Kenapa dia mengejarmu?, kalau kamu mau bercerita aku akan dengarkan, kalo kamu tidak mau bercerita aku tidak akan memaksamu" ucap Navysah dengan datar dan mengunyah makanannya.


Amel mulai bercerita bahwa dia pergi dari Solo dan menyusul pacar nya ke Bali namun baru beberapa hari pacarnya ingin berhubungan suami istri,Amel menolak dengan tegas. Namun pacarnya mengancam akan menjual dirinya ke tempat hiburan jika dia menolak,Amel dipukul di beberapa bagian wajah nya lebam, dirinya kabur dari mobil yang akan membawa nya ke tempat hiburan."Aku sangat bersyukur bertemu denganmu mbak, kalau kau tidak menolongku pasti aku sudah dibawa ke tempat itu" Amel menangis sesenggukan.


Navysah mengelus rambut Amel,dia merasa iba. "Sudahlah, sekarang kamu aman. Jangan pernah meninggalkan orang tuamu untuk lelaki br*engsek itu, pulanglah ke Solo"ujar Navysah.


Navysah membuka dompet nya dan menyodorkan uang pada Amel" Ambilah uang ini, pulanglah ke rumah. Orang tua mu pasti sangat khawatir "ucap Navysah.


Amel menangis dengan sangat kencang, dirinya terharu masih ada orang baik yang menolong nya." Terima kasih mbak,Aku tidak tahu harus berkata apa lagi" ucap nya memeluk Navysah. "Aku akan mengembalikan uangmu, aku akan mentransfer setelah aku pulang ke Solo" ujar nya.


"Tidak perlu dikembalikan, Mba hanya minta satu darimu. Kamu harus bener-bener pulang ke Solo dan lanjutkan hidupmu dengan baik. Minta maaf pada orang tua mu, dia pasti sangat mengkhawatirkanmu" ucap Navysah.

__ADS_1


"Baik mba, aku akan pulang hari ini. Terima kasih" ujar nya lagi.


"Ya sudah, aku pulang dulu. Kuharap kau menepati janjimu" tutur Navysah dengan penuh penekanan.


__ADS_2