
Keesokan harinya
"Sudah siap semua"? ujar davian
"siap bos" balas kamil
"Ayolah keburu siang ini, abis ini kita ke area air terjun"ucap davi
" eh, navy senyum donk,gaya nya jangan kaku gitu? " pintar fotografer
" gini, atau gini" ujar navy sambil bergaya
"bukan, loe pegang bahu davian tatap matanya, senyum biar keliatan romantis!" ucap fotografer
"aapan si kok pake acara pegang- pegangan!" gerutu navy lirih namun masih di dengar davian
"udah nurut aja si, biar cepet kelar keburu panas" ucap davian
"banyak cewe senang jika aku pegang-pegang tapi ini cewe susah nya minta ampun, apa kurangnya aku coba" gumam davian dalam hati
"eh, mas fotografer bisa gak si kalo fotonya gak ada acara pegangan tangan atau peluk-pelukan. Kalo saling tatap enggak masalah, biar natural gitu?" rayu navy
Sambil mikir fotografer mengiyakan permintaan navy "oke deh"
Setelah di area perkebunan selesai, kami melaju ke arah air terjun,jalan yang sempit mengharuskan kami untuk berjalan kaki.Rasa lelah yang ada, terbayar sudah dengan pemandangan air terjun yang indah, air yang jernih, suasana yang sejuk.
"Aku suka tempat ini" ujar navy sembari tersenyum.
Davian melirik dengan ekor matanya, melihat senyum navy yang indah. Tanpa terasa dirinya merasa senang, karena baru kali ini dia melihat navy tersenyum disisi nya.
"aku ini kenapa" gumam davi dalam hati
"Raffa disini dulu ya sama om kamil lagi, mama foto dulu cuma sebentar kok" pinta navy sambil mengelus rambut Raffa. "iya mah" balas raffa
"Mas kamil aku nitip Raffa dulu, jagain jangan pacaran mulu"ucapku
" siap ndoro"ledek kamil
"Nav, loe tau gak kok dari tadi aku liat jasmine diemin aku terus dari sarapan sampe perkebunan aku ajak ngobrol dia cuma balas seperlu nya, kenapa ya?" tanya nya penasaran
__ADS_1
"Mana ku tahu" balas ku sambil menggerakkan bahu
Kami memulai pemotretan, dengan penampilan rambut davi yang sedikit basah dan kemeja putih yang dibuka beberapa kancing atas nya membuat dada sixpack nya terlihat.
"Ya allah, kenapa dirinya terlihat sexy. astagfirullah, Sadar sadar nav" gumam navy sembari mengelus dada nya.
Disisi lain,
Kamil yang mulai uring-uringan melihat jasmine yang diam tanpa kata, dia mencoba merayu namun masih tetap diabaikan jasmine.
" kamu ini kenapa? " tanya kamil
"gak papa" balas jasmine sambil berlalu pergi ingin mencari tempat yang sedikit jauh dari keramaian orang.
Tanpa disadari kamil mulai mengikuti jasmine memisahkan diri dengan kru nya. Dan Raffa mencoba mengikuti kamil yang berjalan agak jauh darinya.
Raffa berjalan sendiri, hilang dari pantauan.
Setelah pemotretan selesai, navy mencari kamil, jasmine dan Raffa. Navy mengira Raffa diajak jalan jalan kamil dan pacar nya. Tanpa diduga kamil dan jasmine pulang bergandengan tangan tanpa Raffa.
"Mana Raffa?" tanya ku pada kamil
"Kamu itu gimana si kamil, aku kan nitip Raffa sama kamu" bentak navy
"A..aku..aakuu minta maaf lalai jagain raffa" ucap kamil terbata - bata.
"Awas aja ya kalo raffa kenapa napa, aku bunuh kamu! " ancam navy dengan mata memerah
"Ada apa ini?" ujar davian
"Davi.. davi, raffa gak ada. Aku titip di kamil tapi dia lalai.aku sudah mencari nya tapi belum ketemu" isak ku pada davi sembari menangis.
"Ayo kita cari lagi, kamu gak usah nangis.pasti raffa ketemu" bujuk dia
"teman-teman kita berpencar ya cari Raffa, tolong bantuannya" pinta davy ke kru nya
"oke siap" ucap nya serentak
Jasmine dan kamil yang merasa bersalah pun pergi mencari Raffa. Mereka berpencar ke setiap tempat untuk pempermudah pencarian.
__ADS_1
Davi dan navysah mencari raffa, navy yang begitu panik kehilangan anaknya hanya bisa menangis.davi yang terbiasa melihat navy ketus kali ini melihat navy yang begitu rapuh.
"sudahlah, kamu jangan cengeng. Pasti Raffa ketemu kok" bujuk davi
Navy menangis tambah kencang, dirinya merasa tidak becus menjaga Raffa.
"Aku takut Raffa kenapa-napa cuma dia satu-satunya harta aku. Aku bisa kehilangan semuanya tapi aku tidak bisa kehilangan Raffa" ungkap navy sembari sesenggukkan
Tanpa sadar davi memeluk navy, mengelus punggung nya.mencoba meredakkan beban di dadanya. Navy pun tanpa sadar menerima pelukan davi yang membuat nya sedikit tenang.
"Tenanglah, kita cari anak kita. Akupun tidak mau kehilangan raffa" ucap davi
Setelah 30 menit berjalan mencari Raffa,navy menemukan topi yang biasa Raffa pakai. Mereka berjalan kearah jalan itu, dan tanpa disangka raffa terduduk di bawah pohon besar sambil memeluk kakinya menundukkan kepala nya.
"Raffa"!! Teriak navy
Raffa menoleh kearah suara sambil terisak" Mamaaaaa...!! "
" Raffa anakku, kamu kemana saja nak. Mama mencarimu sayang " ucap navy menciumi wajah anak nya yang menangis
" Raffa tadi mengikuti om kamil dari jauh, tapi om kamil nya gak tau kemana. Raffa takut mah" ujar nya ketakutan
Davian mengendong raffa" sudah, Raffa jangan takut lagi ya. Ada ayah sama mama disini, yuk kita pulang " ucap davi mengelus kepala Raffa.
Di villa,
Kamil masih merasa bersalah, dia menundukkan kepala nya.
" Raffa, maafin om ya. Om gak tau Raffa ngikutin om tadi". Ucap kamil.
Raffa mengganggukkan kepala.
Navysah masih kesal dengan kamil.
"Pokoknya aku gak mau satu mobil sama kamil, aku masih syok kehilangan raffa!" pinta navy
"Nanti aku pulang dengan jasmine sama kru fotografer aja, aku gak papa kok" ucap kamil merasa tidak enak.
"sementara kamu pulang sama mereka dulu ya, aku pulang duluan bersama navy" ucap davi.
__ADS_1