
Seminggu yang lalu Feri ditelepon orangtuanya, mereka memaksa Feri untuk pulang sebentar karena orangtua dari Farah kecewa atas sikap Feri yang ingin membatalkan pertunangan dengannya. Feri bilang bahwa dirinya tidak bisa melanjutkan hubungan dengan Farah karena sudah memilih Imelda untuk menjadi calon istrinya.
Orangtua Feri kecewa, kenapa Feri lebih memilih Imelda yang notabene lebih tua empat tahun darinya. Orangtua Feri menginginkan anak tunggalnya mendapatkan istri yang lebih muda darinya. Dan pastinya bisa memberikan keturunan. Feri berjanji akan mengenalkan Imelda pada keluarga.
Pagi ini Imelda dan Feri menuju kota Solo, tepat siang hari mereka sudah sampai disana. Imelda bertemu langsung dengan orangtua Feri dirumah.
"Assalamualaikum Ibu, Bapak perkenalkan saya Imelda" dirinya mencium tangan kedua orangtua Feri.
Sebenarnya Feri sedikit takut mengenalkan Imelda pada orangtuanya, dia takut Imelda akan berkata ketus seperti biasanya dan takut orangtuanya tidak merestui mengingat Farah lebih disukai ibunya.
"Silakan duduk Nak Imelda" ucap bu Marni, ibu dari Feri.
Imelda duduk tepat di depan orangtua Feri.
"Siapa nama orang tuamu Imelda, dan apa pekerjaanmu sekarang" tanya pak Jaya,ayah dari Feri.
"Ayah saya pak Ibrahim. Saya sekarang pengangguran pak, kemarin saya resign dari perusahaan,saya sementara membantu adik saya menjalankan bisnisnya bersama Feri.
Mereka berbincang-bincang tentang banyak hal sembari makan siang." Begini Nak Imelda, terus terang kami ingin menjodohkan Feri dengan Farah. Namun Feri lebih memilihmu. Saya tahu keluarga Ibrahim cukup terkenal di kota ini tapi kami belum yakin denganmu, apa kelebihan dan kekuranganmu. Feri anak kami satu-satunya, kami ingin dia segera menikah dan mempunyai anak apa kamu bisa mewujudkan keinginan kami? " Ucap pak Jaya.
" Papah..!! " seru Feri," Jangan begitu dengan pacarku! " Feri cemberut dengan Ayahnya.
" Apa yang dikatakan papah benar Nak, mamah juga ingin segera menimang cucu, harus ada generasi penerus di keluarga kita. Umur Imelda tiga puluh sembilan tahun, apa bisa memberikan kami cucu" ucap bu Marni.
Imelda tersenyum" Setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan pak termasuk saya. Mungkin orang yang belum mengerti saya akan merasa tersinggung karena mulut saya yang berbicara pedas, tapi saya bicara sesuai fakta. Saya pun tidak bisa memasak, yang saya tahu hanya pekerjaan dan bisnis. Untuk urusan anak, tolong beri saya waktu dua hari. Saya akan memberikan kepastian tentang anak, apa saya mampu atau tidaknya "ucap Imelda secara tegas.
__ADS_1
Feri mengenyitkan dahinya," Apa maksudmu? kenapa kau bicara seperti itu sayang. Apa kau mau bikin baby denganku? Jadi kau tahu,bisa atau tidaknya hamil "ucapnya.
" Feri!!! " teriak bu Marni.
Imelda menatap tajam ke arah Feri," Kenapa aku punya pacar sebodoh dia"ucapnya dalam hati
"Baiklah, aku kasih kamu waktu dua hari. Aku ingin tahu apa jawabanmu!" ucap pak Jaya.
"Aku suka dengan kepercayaan dirimu dan ketegasanmu, mungkin selama ini Feri berubah karena dirimu Imelda, dia sudah tidak bergonta ganti wanita"
"Terima kasih atas pujian bapak, kalau begitu saya permisi pulang dulu" Imelda mencium tangan kedua orangtua Feri.
"Saya mau antar pacarku dulu mah, pah" ucapnya berlalu.
"Sudahlah mah, jangan memaksakan kehendak mama. Lihat anakmu itu, melihat matanya saja papah sudah tahu dia cinta banget sama Imelda. Mama harus menerima kenyataan.Papah suka, dia wanita dewasa yang bisa merubah anak kita. Lihat lusa saja, apa yang akan dia lakukan dengan permintaan kita tentang anak"ucap pak Jaya.
Feri melajukan mobilnya kearah rumah orangtua Imelda. " Belok kiri ke Cafe Cozy" pinta Imelda.
"Loh, bukannya baru makan tadi sama orangtuaku. Kenapa kamu ke Cafe yang?" tanya Feri. Imelda menghembuskan nafas kasarnya "Aku mau bertemu Natasha" ucapnya.
Feri terkejut dengan jawaban Imelda, karena dia tahu Imelda tidak menyukai Natasha. "Yang, jangan bilang kamu akan memberi pelajaran pada Natasha"
"Sudahlah kamu diam saja!, Ini urusanku. Aku heran kenapa punya pacar sebodoh kamu, bisa- bisanya bilang pada orangtuamu kita akan membuat baby" ketus Imelda.
Feri terkekeh "Habis aku bingung, kamu bilang akan membuktikan pada orangtuaku bisa hamil atau tidak. Biasanya kan tidak jauh dari ***-***" ucapnya cengengesan.
__ADS_1
Imelda memijit kepalanya yang sedikit sakit "Feri diamlah, aku pusing mendengar ocehanmu!"
Dan setelah tiga puluh menit, mereka telah sampai di Cafe Cozy. Natasha sudah menunggu Imelda dengan harap - harap cemas. Dirinya tahu Imelda tidak menyukainya.
Imelda menyuruh Feri menunggu di dalam mobil tapi dirinya tidak mau.Dia mengikuti Imelda menemui Natasha.
"Apa kabar mbak, sudah lama tidak bertemu" ucap Natasha basa-basi.
Imelda menatap tajam kearahnya "Plak..!!, Plak..!! Imelda menampar pipi Natasha cukup keras. Feri tercengang melihat pacarnya menampar Natasha. Feri sengaja duduk terpisah karena Imelda sebelumnya meminta dirinya untuk menjauh karena ada pembicaraan serius dengan Natasha. Sedangkan beberapa orang melihat ke arah Natasha yang ditampar.
" Itu salam pertemuan kita, karena kamu berani menganggu rumah tangga adikku" Imelda duduk tepat di depan Natasha. "Sudah kuperingatkan jangan pernah menganggu Davian tapi kamu melanggarnya"
Natasha masih menahan rasa panas dipipinya akibat tamparan Imelda. Dirinya duduk sembari menundukkan wajahnya. "Angkat wajahmu, rubah betina !" ketus Imelda. Natasha langsung menatap wajah Imelda.
"Kau tahu, gara-gara dirimu Navysah pergi dari rumah. Keadaan adikku berantakan, bisnisnya kacau, dirinya hampir digugat cerai istrinya karena kesalah pahaman.Navysah hamil namun Davian tidak tahu. Semuanya karena dirimu"ucap Imelda.
Natasha menitihkah airmata"Aku tidak tahu kalau kejadiannya akan seperti ini mba, aku hanya meminta bantuan Davian dan kami hanya berteman" ucapnya. "Sungguh aku tidak ada perasaan lagi dengan Davian, maafkan aku mba"
"Aku kesini tidak butuh permintaan maafmu" Imelda menyodorkan map coklat pada Natasha. "Aku tahu, kamu masih mengurus perceraianmu dan hak asuh anak. Ini bisa membantumu menghabisinya. Jika kamu memang berkenan untuk memperbaiki semua kesalahanmu, kamu bisa menelepon kartu nama itu. Perlu kamu tahu, dalang dibalik semua kesalahan pahaman ini adalah Reksa, suamimu" ucapnya sembari berdiri. "Kesempatan tidak akan datang dua kali, jadilah wanita cerdas! Satu lagi, jangan pernah melibatkan Davian dalam hal apapun. Jangan mengambil kesempatan karena kebaikan hatinya. Ingat!, kamu menikah dengan suamimu karena Ayahmu menjualmu. Bukan karena Davian diancam dibunuh. Jangan menjadikan adikku merasa terbebani dengan ucapanmu. Dasar rubah betina!! " Imelda meninggalkan Cafe itu dan menggandeng tangan Feri.
Natasha menangis sesenggukan, dirinya merasa bersalah. Memang benar tanpa ancaman dari Ayahnya pun mau tidak mau dirinya harus menikah dengan Reksa, karena saat itu perusahaan Ayahnya butuh suntikan dana. "Maafkan Aku". Natasha membuka map coklat yang diberikan Imelda, dirinya melihat beberapa foto dan berkas. Dirinya tidak percaya dengan apa yang dilihat. " Dasar br*ngsek!!, Akan kuhabisi kau Reksa!"
***
Jangan lupa like, Vote and comment. Matursuwun All reader 😘
__ADS_1