Cinta Navysah

Cinta Navysah
Aku tidur dimana...


__ADS_3

Di apartemen davian,


Navy membawa beberapa paper bag,dan beberapa bungkus makanan. Dia berjalan ke apartemen Davian. Hari ini navy, Raffa dan mbak siti menginap karena besok acara pertunangan Kamil.


"Assalamualaikum"


"Walaikumm salam"


" Ceklek"


Kamil membuka pintu.


"Eh, ada mas Kamil. Baru keliatan hidungnya" ledek navy sembari masuk apartemen. Kamil hanya tersenyum.


"Mama!!" teriak Raffa memeluk navysah.


"Duh, anak mama baru aja ditinggal sebentar manja nya minta ampun" ujar navy menciumi anaknya.


"Raffa sudah makan nak,?" tanya navy pada anaknya.


"Sudah mah," balas Raffa yang masih memeluk ibunya.


Davian duduk di sofa, tanpa memperhatikan Navysah datang. Dia sibuk dengan laptop dan berkas di tangan nya.


"Kamu sudah makan mas?!" tanya navy sembari duduk di depanya. Davian tidak menjawab pertanyaan navy, dirinya masih kesal dengan navysah karena menutup telponya dan mengabaikan perkataan nya.


"Mas, Kamu mau minum kopi gak?!" tanya navysah lagi, namun davian masih tidak bergeming. Nafisah menghembus nafas kasar nya.


"Wah, ada perang dunia ini?" batin Kamil, aku tau davian lagi marah dari tadi uring-uringan mulu.


"Mas kamil, kamu sudah makan?!" tanya navy. Kamil duduk di samping davian, " belum Nav" balas kamil.

__ADS_1


Yaudah kita makan sama-sama, yang gak mau makan biarkan saja" sindir navy beranjak dari duduknya. Davian yang merasa tersindir segera menatap tajam ke arah navy.


"Mba siti, tolong bantuin saya menyiapkan makanan" pinta ku


"baik bu" ujar mbak siti.


Mereka makan bersama, kecuali davian. Dia masih enggan untuk makan dan masih sibuk dengan pekerjaan nya. Namun navy masih menyimpan satu bungkus makanan untuk davian,navy tahu davian sedang marah kepada nya.


Selesai makan, navy mencuci piring dan kembali duduk di depan kamil.navy menyerahkan beberapa paperbag ke arah Kamil. "Ini untuk mas kamil", ujar navy.


Kamil membuka paperbag itu dan melihat beberapa kemeja batik lengan panjang dengan corak berbeda.


"Jadi beneran jasmine minta endorse sama kamu Nav?!" tanya kamil tidak percaya.


"Iya, dia minta aku bikinin gaun untuk tunangan.waktu itu dia datang ke rumahku" ucap navy sambil mengunyah somay yang dibeli nya, "terus dia bilang A kamil ukuran baju nya L, dia minta satu warna biar terlihat couplean jadi aku bikin beberapa kemeja untuk orang tua dan keluarga mas kamil" ujar navy.


"Punya jasmine sudah aku kirim ke bandung" imbuh navy.


Navy menepuk bahu kamil "Santai saja,kan loe udah gue anggap sodara mas " ujar navy tersenyum manis.


"Ehem.. Ehemm..!! " Davian sengaja berdehem keras dan menatap tajam ke arah Kamil. Kamil yang tau davian cemburu langsung bangkit dan duduk di samping davian lagi.


"Ini navy gimana sih !! , dia bisa bikinin baju buat Kamil dan keluarga nya tapi dia gak pernah bikinin aku baju satu pun" sungut davi dalam hati.


Navy dan kamil mengobrol tentang jadwal acara besok pagi,sedangkan davi masih diam membisu.


Navy menguap dan mengantuk "Aku tidur dulu ya mas kamil, aku ngantuk besok kan harus bangun pagi persiapan ke bandung" ujar nya.


"Iya, besok aku tunggu di rumah ya" balas kamil.


Navy berjalan ke arah kamar Raffa, namun dia lupa "Kan ada mbak siti tidur dengan Raffa" terus aku tidur dimana?! Lirih navy bingung. "Apartemen davian kan cuma ada dua kamar" gumam navy.

__ADS_1


Navy kembali ke arah davian yang masih ngobrol dengan kamil.


"Mas davi, sini deh?!" navy melambaikan tangannya kearah davi.Namun Davian menatap bola matanya malas, "Kalo kamu butuh, kamu yang kemari" ujar nya datar.


Navy terpaksa mendekat ke arah davi lagi "Ayo ikut aku sebentar" pinta navy.


"Gak mau" balas davi ketus


Navy berdecak sebal dengan kelakuan davian. Navy menarik tangan davian agar mau mengikutinya.


Setelah agak jauh dari kamil navy mulai bertanya"Aku tidur di mana? "bisik navy.


" Terserah kamu"balas davi malas.


"Kan di kamar samping ada Raffa dan mbak siti, kalo aku tidur dengan mereka pasti mba siti curiga!?" ujarku.


"Ya sudah tidur di kamarku, tapi aku tidak mau berbagi tempat tidur dengan mu?!" ucap davi datar. "Memang nya kamu siapa mau tidur denganku" ketus davian.


"Sakit hati ini ya allah, mulut nya terkadang lebih pedas dari si Bima" ujar navy dalam hati menahan agar airmata nya tidak tumpah.


"Terus aku tidur dimana, kan dikamar mu tidak ada sofa?!" bisik navy


"Terserah" jawab davian meninggalkan navy yang masih diam berfikir".


Navy yakin di kamar davian tidak ada sofa, dulu dia pernah membersihkan kamarnya.


"Aku harus bagaimana" lirih navy, "diapun tidak mau berbagi tempat tidur denganku" navy menghela nafas kasarnya dan bersedih.


"Ya sudahlah tidur di lantai saja, untung ada karpet bulu di bawah sisi ranjang davian. Ini masih bisa untuk tidur satu orang" gumam navy.


Besok aku mau beli sofabed buat jaga - jaga aku nginep disini" ujar navy bersemangat dan merebahkan tidur nya.

__ADS_1


__ADS_2