Cinta Navysah

Cinta Navysah
Dan Akhirnya


__ADS_3

Davian merasa menyesal sudah menurunkan istrinya di tengah jalan.Dirinya tidak mengira Navysah membelikan jam tangan untuknya sebagai hadiah ulang tahun, walaupun dirinya tahu, uang yang dipakai berasal dari kartu kreditnya.


Dirinya mondar mandir di ruang tamu, jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam namun Navysah belum juga pulang. "Dia kemana sih?, ditelepon gak aktif terus!" seru Davian.


Terdengar suara orang membuka kunci rumah, Davian sudah bersiap duduk dan pura-pura ketus pada istrinya. Dan benar saja Navysah datang dengan mengendap - endap. Lampu yang tadinya gelap kini dinyalakan Davian.


" Darimana saja kamu?! "ucap Davian dengan suara beratnya.Navysah kaget, karena dirinya terciduk pulang malam.


" Aku..., aku dari..?! Terserah aku lah dari mana saja, toh kamu jahat menurunkan aku dijalan! "balas Navysah ketus sembari berjalan ke lantai dua dan disusul Davian.


"Kamu dari mana saja Navysah?, Kenapa handphonenya tidak aktif" tanya Davian.


Dan Kenapa kamu pulang kerumah ini lagi !" ledek Davian tersenyum.


"Oh jadi kamu beneran ngusir Aku dari rumah ini!, Oke!, Aku akan pergi membawa Raffa besok pagi!", Aku tidak akan kerumah ini lagi"balas Navysah dengan kesal.


Davian hanya tersenyum melihat Navysah kesal denganya.


Navysah masuk ke kamar Raffa, melihat keadaan anaknya dan menciumi seperti biasanya,Navysah berusaha menahan airmata agar tidak tumpah,perkataan Davian sangat menyakitkan baginya.Dirinya tidur dan memeluk anaknya.


"Kenapa dia begitu jahat padaku?, ingin rasanya ku cekik dirinya! " ucap Navysah dalam hati.


Davian masuk ke kamar Raffa, dirinya tahu omonganya sungguh keterlaluan. Davian masuk kedalam selimut dan memeluk istrinya dari belakang. "Maafkan aku, Aku cuma bercanda tadi" Davian mengecup puncak rambut istrinya namun Navysah tetap diam pura - pura tidur.


Davian tahu Navysah tidak tidur. Dirinya bangkit dan membopong Navysah ke dalam kamarnya sendiri. "Turunkan aku!, kamu apa - apaan sih mas!" Navysah meronta ingin dilepaskan.

__ADS_1


"Tidurlah di kamar kita" ucap Davian.


"Tapi Aku tidak mau!" Navysah meronta


Davian tidak menjawab pertanyaan Navysah, dirinya menidurkan Navysah di ranjangnya, melepaskan jilbab istrinya dan memeluknya.Davian menatap intens istrinya, sedangkan Navysah membuang muka malas melihat muka Davian.


Davian menolehkan wajah Navysah ke arahnya" Maafkan Aku, tadi hanya bercanda,kamu jangan marah "ucapnya lagi.


" Kamu kenapa sih mas selalu bikin aku kesal!, Perkataanmu bikin aku sakit hati, Apa benar aku tidak boleh pulang ke rumah ini lagi, katakan padaku!? " Navysah menangis, airmata sedari tadi dia tahan langsung mengucur ke pipinya.


" Aku hanya bercanda, Aku tidak ingin kamu pergi. Maaf, Aku meninggalkan kamu di tengah jalan.


Please!, jangan pernah meninggalkan aku Navysah " Davian mengecup kening Navysah.


Davian mengenyitkan dahinya," Kok kamu wangi dan segar, kamu darimana saja?" tanyanya.


Belum sempat Navysah menjelaskan lagi bibirnya dicium Davian dengan lembut.


Navysah mulai menikmati setiap ciuman Davian hingga dirinya mulai kehabisan nafas.


Davian ingin meminta lebih dari istrinya, dengan melihat mata Davian penuh dengan kabut gairah. Hembusan nafas yang begitu berat. Navysah tahu pada akhirnya hal seperti ini akan terjadi, dan suaminya berhak untuk itu.Davian sudah cukup lama menahan hasrat untuk tidak menyentuhnya.


"Nav, aku ingin?" pinta Davian. Dan Navysah menganggukan kepala tanda setuju. Davian tersenyum mendapat tanda hijau dari istrinya. Dirinya mulai melancarkan aksinya kembali. Membuka resleting gaun istrinya dan tampaklah tubuh polos Navysah.


Davian menatap setiap inci tubuh istrinya, dirinya tidak menyangka istrinya semulus ini.Tubuh yang selama ini tertutupi kemeja dan celana panjang ternyata seindah ini."Kamu jangan menatapku seperti itu,Aku malu!, Kalau tidak mau yaudah!" Navysah akan beranjak dari tidurnya namun langsung ditahan Davian.

__ADS_1


"Aku mau!!" seru Davian,


Davian mulai mencium, namun Navysah berulah lagi, "Tunggu dulu!" ucapnya.


"Apa lagi Navysah!, jangan bilang kamu berubah pikiran. Awas aja!, Akan ku terj*ang dirimu tanpa ijin" ancam Davian.


"Kamu tenang saja!, Aku hanya ingin mematikan lampu" ucap Navysah.


" Iya sayangku, Aku kira kau berubah pikiran" ucap Davian.


Davian mulai dengan aktifitasnya dari awal, memberikan sentuhan lembut agar istrinya merasa nyaman. Dan mereka melakukan pelepasanya bersama.


"Makasih sayang" Davian mencium kening Navysah dan berbaring memeluk istrinya.


"Mas, maafkan Aku karena kamu bukan yang pertama.Apa kau menyesal menikah denganku?, Aku bukan perawan, aku janda beranak satu!" ucap Navysah.


Davian mengecup bibir Navysah "Aku tidak menyesal menikah denganmu,bagiku perawan ataupun janda itu hanya status. Kamu punya kepribadian yang baik Navysah, dan aku mengagumimu dan menyayangimu setulus hati. I love you Navysah. Aku akan bekerja keras setiap hari, kejar target agar kamu cepat hamil " Davian mengelus perut Navysah.


Navysah memukul pelan lengan suaminya, "Apa kau sering melakukannya dengan wanita lain?" tanya Navysah. " Sepertinya kamu sudah ahli mas,!" seru Navysah.


"Ini pertama bagiku, walaupun aku kuliah di Amerika. Aku selalu memegang teguh prinsipku dan tidak melakukan hal itu. Aku belajar dari Feri, dan akan ku ajarkan semuanya padamu " Davian tersenyum licik.


"Dasar suamiku otak mesum, apalagi gurunya sudah hafal berbagai macam " Navysah terkekeh.


Dan Davian mulai kembali dengan aksinya. Dirinya masih begitu bersemangat dengan pengalaman yang baru dinikmatinya.Dirinya mengkungkung istrinya dan memulainya.

__ADS_1


Navysah hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya, mereka melalui malam panjangnya.


__ADS_2