
Navysah kembali pulang kerumah bersama anaknya, sebelum itu dirinya mampir ke minimarket untuk membeli susu hamil dan cemilan anaknya. Dia membeli susu dengan tiga rasa berbeda. Vanila, strawberry, dan cokelat. Dirinya sudah terbiasa minum susu dengan varian berbeda karena dirinya orang yang bosan dalam minum susu satu varian.
Setelah sampai dirumah Navysah menidurkan anaknya, dan dirinya membuka semua bungkus susu hingga terlihat plastik aluminium foil tanpa merk. Kali ini dirinya minum susu rasa coklat dan meminum ya, sampai habis.
Dirinya tertidur bersama anaknya hingga pagi.
Pagi hari Raffa sudah mulai rewel, dirinya ingin pulang bertemu Ayahnya dan ingin bermain bersama Kinan. Navysah menjanjikan sore pulang, Namun Raffa masih menangis kencang. Dirinya menelepon Mang Dirman untuk menjemputnya.
Mang Dirman menjemputnya siang hari, dan menyuruhnya memasukkan beberapa baju yang akan di jual di butik. Navysah mampir ke beberapa tempat rekan penjahit untuk mendiskusikan desain dan biaya produksi. Setelah sore hari, diperjalanan dirinya menelepon Davian menanyakan dimana dirinya.Navysah ingin memberikan surprise bahwa dirinya hamil.
"Assalamualaikum"
"Walaikumm salam"
"Mas dimana?"tanya Navysah
" Aku direstoran, kenapa sayang?" balas Davian."Kapan kamu pulang?"
"Besok, yaudah mas hati-hati ya" ucap Navysah.
"Iya"
"Assalamualaikum"
"Walaikumm salam"
Navysah tersenyum mendengar suara suaminya, "Aku kangen mas" gumamnya dalam hati.
***
Di restoran Davian.
Rayyan terburu-buru masuk ke ruangan Davian tanpa mengetuk pintu dirinya berlari hingga hampir terjatuh.
"Dav, Davi!," ucap Rayyan dengan terengah-engah.Davian melihat kearah Rayyan dengan penuh selidik" Kamu kenapa lari, kayak melihat hantu aja"ucapnya.
"Dia datang Dav! " ucap Rayyan. Davian mengenyitkan dahi "Siapa?"
"Natasha" ucap Rayyan.Kemarin ada orang reservasi di tempat kita untuk enam orang.Ternyata, yang reservasi itu temen Natasha dan sekarang dia datang rame-rame bareng dia"
Davian terdiam tanpa menjawab ucapan Rayyan. "Davian, hallo!" Rayyan melambai- lambaikan tangannya di wajah Davian.
__ADS_1
"Are you oke " tanya Rayyan.
Davian hanya tersenyum tidak menjawab ucapan Rayyan. "Terus loe mau gimana?, mereka nanyain loe!"
"Ayo kita temui mereka, Natasha hanya masa lalu. Cuma Navysah yang sekarang Aku cintai" ucap Davian. Mereka menemui Natasha dan sahabatnya di lantai bawah. Davian dan Rayyan menghampiri mereka, terlihat seorang wanita cantik yang selalu menatapnya tanpa berkedip ke arah Davian.
"Hai , pangeran tampan akhirnya kamu nyamperin kita juga?" ujar Nana.Davian hanya tersenyum dengan wajah datarnya. Mereka saling bersalaman, dan wanita cantik itu masih selalu menatap Davian dengan wajah datar. "Sudah lama tidak bertemu Dav?" sapa Natasha.
"Ya, sudah cukup lama hingga Aku lupa" balasnya kikuk. "Cie.. malu-malu meong ketemu mantan" ledek Veronica. Davian merasa tidak suka dengan candaan Vero. "Berisik loe!" ucapnya.
Nana dan suaminya tahu kalau Natasha dan Davian dulu pernah berpacaran. "Rayyan bagaimana kabarmu ?" tanya Natasha. "Aku baik-baik saja, bagaimana kabarmu Nanas?" tanya Rayyan.
"Alhamdulillah baik" ujarnya dengan datar. Mereka bercanda tawa namun tidak dengan Davian dan Natasha, keduanya hanya terdiam tanpa banyak bercerita. Hingga akhirnya Davian mulai bertanya keluarganya "Bagaimana keadaan anak dan suamimu? "
Natasha berubah menjadi sendu, " Kami akan bercerai, dan anakku sehat" ucap Natasha. "Bagaimana dengan keluargamu? "
Davian tersenyum mengingat wajah istri dan anaknya" Alhamdulillah kami bahagia dan anak lelaki kami sangat tampan" ucapnya.
"Aku senang melihat kau bahagia "ucap Natasha sendu.
Nana mendengar percakapan mereka," Dav, sorry bukanya gue kepo. Bukannya dia bukan anak kandungmu, dia kan anak bawaan dari istrimu? " ucap Nana.
Veronica dan suaminya melotot ke arah Nana, mengkode bahwa Davian sangat sensitif jika menyinggung tentang keluarganya.
" Sorry "ucap Nana merasa tidak enak.
Rayyan menginjak kaki Davian mencoba untuk menenangkan, dirinya tidak ingin Davian emosi mengingat tempat ini restoran miliknya.
Dari jauh terlihat seorang anak kecil dan wajah seorang wanita yang dikenalnya.
" Ayah...!!" teriak Raffa. Davian menengok ke sumber suara, dirinya tersenyum gembira melihat anak dan istrinya datang. Dirinya bangkit dan bergegas memeluk anaknya. "Ayah, Raffa kangen!" ucap Raffa memeluk Ayahnya.
"Ayah juga kangen kamu sayang" Davian mencium pipi gembul anaknya. Navysah menghampiri suaminya "Mas" sapa Navysah sembari mencium tangannya.
Davian memeluk istrinya dengan erat dan menghadiahi banyak ciuman di wajah istrinya. "Mas udah jangan cium terus, malu banyak yang liatin" ucap Navysah, dirinya merasa malu banyak orang yang melihat ke arah mereka.
"Biarkan saja!, mereka hanya iri pada kita" ucap Davian. "Katanya besok baru pulang"
"Nggak jadi, Aku cuma ngerjain mas aja" Navysah tersenyum manis pada suaminya. Terlihat sepasang mata yang melihat kemesraan mereka dengan wajah sendu, matanya berkaca-kaca melihatnya. Natasha membuang mukanya kearah lain.Namun Rayyan tahu, bahwa wanita disampingnya merasa sedikit teriris hatinya melihat mantan pacarnya bahagia.
"Natasha, Are you oke?" tanya Rayyan. "I'm oke, Rayyan" balasnya. Davian memperkenalkan Navysah kesemua temannya, matanya tertuju dengan seorang wanita dengan nama Natasha.
__ADS_1
Navysah mengenyitkan dahi, mengingat sesuatu "Apa ini mantannya mas Davi" gumamnya dalam hati. Navysah duduk disamping Davian dan anaknya. Navysah merasa kurang nyaman dengan teman-teman Davian, dirinya merasa bingung apa yang harus ditanyakan, takut tidak nyambung. Navysah juga sadar diri, dirinya suka bercanda dan hahahihi dengan teman yang satu frekuensi. Sedangkan teman Davian, rata-rata orang yang serius dan pintar.Dalam obrolan pun yang mereka ceritakan hanya masa lalu tentang kuliah, sedangkan Navysah tidak pernah merasakan bangku kuliah.
Raffa membisikan sesuatu di telinga ayahnya, Davian beranjak dengan anaknya"Sayang, Aku anterin Raffa ke toilet dulu"ucapnya.
"Oke" balas Navysah.
Navysah mencoba berbicara pada Natasha "Hai Natasha, sekarang tinggal dimana?" tanyanya basa-basi. "Aku akan stay di Indonesia, Aku akan tinggal bersama anakku" wajahnya mulai sendu kembali.
"Apa kau akan tinggal di Solo" tanya Navysah kembali. Natasha bingung bagaimana Navysah tahu dirinya dulu tinggal di Solo. " Bagaimana kamu tahu aku pernah tinggal di Solo"
Navysah tersenyum "Mas Davian pernah bercerita sedikit tentangmu" ucapnya. Nana langsung memotong pembicaraan mereka, "Berarti kamu tahu, Natasha mantannya Davian" ucap Nana.
"Tentu Aku tahu" ucap Navysah tersenyum. "Bagaimana dengan keluargamu Natasha? " tanya Navysah.
Natasha selalu sendu jikalau ditanya masalah keluarganya" Aku akan bercerai dengan suamiku, Anakku sehat sekarang dia berumur sepuluh tahun"ucapnya.
"Pasti anakmu secantik dirimu" ucap Navysah. "Terimakasih" balasnya. Navysah tidak ingin mencari tahu kenapa Natasha ingin bercerai dengan suaminya, dirinya tidak ingin melewati batasnya.
"Apa kau selalu tahu segalanya tentang Davian dan cita-citanya Nav?" tanya Natasha. Navysah bingung kenapa Natasha menanyakan hal itu.Navysah hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Yang Aku tahu mas Davian ingin membuka bisnis lainnya, dia ingin mandiri dan selalu berusaha membahagiakan kami" ucap Navysah.
Natasha menggelengkan kepala "Kamu salah, cita-cita dirinya ingin menjadi politikus. Dulu dia berkeinginan menjabat sebagai kepala daerah dan mempunyai kekuasaan"ucap Natasha.
Navysah tersenyum kikuk, dirinya merasa malu, jiwa bar-bar nya kembali muncul, dirinya menarik nafas panjangnya. " Itu dulu sewaktu dirinya bersamamu , mas Davian pun pernah bercerita padaku. Karena ingin bersamamu dia berkeinginan seperti itu. Tapi, waktu terus berjalan dan Sekarang dia bahagia menjalani hidupnya sebagai influencer, model dan pebisnis. Dan kami sangat bahagia, walaupun dia tidak menjadi politikus dan tidak mempunyai kekuasaan" tegas Navysah. Rayyan merasa kagum dengan jawaban Navysah, seorang wanita sableng yang suka hahahihi dengan teman semprulnya mampu mematahkan pernyataan Natasha.
Natasha merasa malu, dia mengira Navysah tidak tahu keinginan Davian yang dulu selalu mengejarnya. "Apa kamu cemburu jika Aku berteman dengan suamimu? " tanya Natasha.
Navysah tersenyum manis" Jika Aku cemburu sudah sewajarnya, karena kamu mantan suamiku. Aku sangat mencintai suamiku begitupun dirinya. Dan Aku percaya mas Davian tidak akan berkhianat padaku. Aku sangat mempercayainya"ucap Navysah.
Rayyan merasa terkesan "Gila Navysah!! dirinya sangat percaya diri menanggapi pertanyaan Natasha, salut gue sama dia selalu menjawab pertanyaan dengan tenang padahal biasanya pecicilan, otaknya gak jelas. Aku bersyukur Davian menikah dengannya " ucap Rayyan.
Davian dan Raffa menghampirinya" Mama, Ayo kita pulang. Raffa ngantuk "ucapnya. Navysah beranjak untuk pulang. Davian pun berpamitan ingin mengantarkan istrinya pulang.
" Kok pulang sih Dav!, Ah gak asyik loe"ucap Nana. "Loe disini aja, kita masih kangen pengen ngobrol sama loe"
Davian tersenyum "Gue kangen sama bini gue, udah lama gak ketemu. Kapan- kapan kita sambung lagi.Bye.."
Assalamualaikum
Walaikumm salam
Davian menggandeng istrinya dan mengendong anaknya. Mereka bercanda tawa menuju area parkir dan melanjukan mobilnya pulang ke rumah.
__ADS_1