Cinta Navysah

Cinta Navysah
Wanita jadi jadian


__ADS_3

Keesokan harinya.


Navy bangun subuh setelah sholat dia menuju dapur.


"Ada yang bisa aku bantu budhe" tanya navy.


"Gak usah mbak, ini sudah kerjaan budhe" balas nya.


"Budhe mau masak apa?" tanya navy sembari melihat bahan - bahan makanan.


"Mau masak nasi goreng, nanti siang belum tahu mau masak apa. Budhe mau kepasar dulu belanja" ucap nya sambil mengulek cabe.


"Nanti kalo ke pasar navy ikut ya, navy pengen jalan-jalan pumpung disini" pinta nya.


"Nanti ijin dulu sama ibu ya mbak, soalnya kan mba navy mau nikah gak boleh kemana mana" ujarnya


"Hadeh.., ini ni tahun udah berganti masih aja ada acara pingit pingitan. Masa aku dirumah terus kan bete" gumam navy dalam hati.


Navy membantu memasak di dapur, dari kejauhan terlihat orang tua navy yang memperhatikan nya.


"Navy rajin ya pah, orang nya gak sombong, mama seneng deh dia jadi menantu mama. Terlepas dari status nya yang single mother dia orang yang baik dan mandiri, mama merasa bersalah dulu sempat merendahkan statusnya, dulu berharap davi dapat istri yang perawan dan berpendidikan tinggi" ujar bu fera menyesal.


"Yang udah ya udah, papah juga seneng kok sama navy. InsyaAllah dia bisa merubah davian yang keras kepala menjadi sedikit lembut" balas pak ibra.


Di meja makan sudah tertata rapi, saatnya keluarga sarapan pagi.Duduklah pak ibra, bu fera dan navy. Raffa masih tertidur lelap di kamar.


"Mah, nanti aku ikut budhe ke pasar ya" tanya navy.


"Jangan nduk, kamu dirumah saja, Jangan kemana-mana" ujar bu fera sambil menyendok makanan. Nanti mama mau ke kampus, ayah mau ke pabrik pulang sore. Kamu nanti siang luluran ya, nanti ada mbak mbak kesini" imbuh nya.


"Kalau kamu bosan di rumah kamu bisa kerumah samping, disamping itu rumah nya tante desi adiknya mamah"ucap bu fera


" iya mah"


"aduhhh, mati kutu ini. Kalo main ke rumah saudara davian yang ada bikin aku insecure, tahu sendiri keluarga nya kaya dan berpendidikan tinggi, aku malu dan minder sendiri.kalo aku kan cuma remukan kerupuk sisa sisaan di toples" gumam navy frustrasi.


***


Siang hari


"Budhe, makan yuk?" pintaku


"iya mba, ini budhe udah masak rendang" ucap nya

__ADS_1


"ayo makan bareng sama aku" pintaku


"jangan mba, nanti saja budhe makan di dapur belakang" ucap nya


"Udah sini gak papa, aku bosen makan sendirian. Budhe gak usah takut, aku gak akan cerita ke siapa siapa kok" pintaku sembari menyendok lauk di piring.


"baik mba" ujar budhe


"Budhe udah lama kerja disini?" tanya ku


"sudah 20tahun mbak" ucap nya


Kami mengobrol tentang davi sewaktu kecil, kesukaan nya, hal yang tidak dia suka, jatuh bangun usaha pak ibra,tentang keluarga besar nya.


Aku menghembuskan nafas kasar ku, benar saja. Keluarga besar nya terbilang kaya dan berpendidikan. "Apa aku salah tempat?, apa keluarga besar davi mau menerima aku yang seorang single mom? Pasti davi banyak tekanan dari keluarga besarnya, seorang pria yang di banggakan orang tua dan keluarga nya menikah hanya dengan seorang Navysah yang tidak punya karier. Pantas saja mba imelda merasa tidak suka dengan ku. Aku cukup tahu diri " gumam ku dalam hati.


" Ada apa mbak, kok mbak navy murung? " selidik budhe asih


" Tidak apa - apa" ucap ku datar.


Tok.. Tok.. Tok...


"Assalamualaikum"


Budhe membuka pintu dan melihat seseorang pria kemayu.


"Saya dari salon Ceria bu, bener ini rumah nya bu fera? Saya ditugaskan untuk meni pedi disini" ujar pria kemayu itu.


"oh iya betul, ini rumah nya bu fera. Duduk dulu mas" ujar budhe asih


"please ya, nama aku ini vania bukan mas mas !! " ucap nya judes


"oh maaf mbak vania" ujar budhe tersenyum


Dari dalam rumah navy keluar, "ada apa budhe?" tanya navy


"Ini mbak navy, ada mbak vania yang mau bantuin mbak navy perawatan " ucap budhe asih


Kulihat pria kemayu dari atas sampai bawah. Kulihat dia dengan make up yang cukup tebal, membuat aku risih namun ingin menggoda nya.


"Hari ini jadwalnya apa aja" tanyaku


"pedicure, menicure sama luluran seluruh badan mbak, oh ini ya calon pengantin nya manis juga" ucap nya dengan tangan yang gemulai.

__ADS_1


"Mau duit gak, tapi nggak kerja?" godaku


"Emang ada dapet duit tapi gak kerja, kalo gitu aku mau lah" ucap nya manja.


"kamu cuma boleh kerja di area tangan" sembari menunjuk tanganku, "masalah luluran nanti biar budhe aja yang ngerjain". "Aku tidak mau tubuhku disentuh wanita secantik kamu" godaku ke pria gemulai.


"Aduh, nanti aku dimarahin bos dong kalo aku gak kerja upah ku dipotong" balas nya manja.


"Eits.. Tunggu dulu, diem diem aja. Aku gak akan bilang kok. Upah kamu full hari ini tapi ada syarat nya?" pinta ku


"Apa syarat nya" tanya nya


"telepon calon suami ku, goda dia. Gimana bisa kan cantik?" bujuk ku.


"Okelah, apa si yang enggak bagi vania" ucap nya kepedean.


Budhe asih yang melihat kelakuan wanita gemulai hanya bisa menggeleng gelengkan kepala.


"sini deketan dong" pinta ku


"Tunggu...tunggu, deket kamu kok bau cuka ya" cium ku mengendus.


"hehehehe, tadi aku lari mba jadi keringatan" ujar nya tanpa dosa.


"Yaudah, siap ya. Kita telepon si pria ngeselin" ucap ku


Tut.. Tut.. Tut..


"Assalamualaikum" ucap davian


"Walaikumm salam" balas pria gemulai sambil mengedipkan matanya.


"Astagfirullah" kaget davian, eh loe siapa?, " kenapa hp navy dipakai loe? " tanya davian beruntun.


"Ih, abang eneng kan calon istri abang. Ya allah ganteng banget deh, pengen di iya iya deh sama abang" ucap pria gemulai manja.


"Idihhh, mau di iya iya masa terong terongan di kasih gratis juga gue ogah! Aku masih normal keles" ketus davian.


"Sini aku cium dulu biar nanti malam mimpi indah, cup cup cup" cium pria gemulai.


Tut.. Tut.. Tut... Telepon langsung dimatikan davian.


Hahahahaha... Navy tertawa puas mengerjai davian. Di sisi lain davian merasa frustrasi disaat siang hari jam istirahat makan malah ditelpon sesosok manusia jadi jadian hingga membuat selera makan nya ambyar.

__ADS_1


__ADS_2