Cinta Navysah

Cinta Navysah
Hadiah Spesial


__ADS_3

Sudah satu bulan lebih semenjak Navysah pulang dari rumah sakit, semua keluarganya kembali ke kampung, namun tidak dengan bu Fera. Dia masih betah berlama-lama dengan cucu lelakinya. Ini cucu pertama baginya, generasi penerus di keluarga Ibrahim, dirinya sangat antusias dan bahagia. Setiap hari tak ubahnya seperti ibu sendiri, dia selalu cerewet dengan Navysah. Menyuruhnya meminum jamu bersalin, memakai korset ,menjaga pola makan agar kesehatan menantunya cepat pulih.Terkadang Navysah merasa sedikit kesal, dia yang tidak menyukai jamu kini harus menuruti semua permintaan mertuanya.


Hari ini Davian mengadakan acara aqiqah. Aqiqah adalah penyembelihan hewan dalam syariat Islam sebagai bentuk rasa syukur umat islam terhadap Allah SWT mengenai bayi yang telah dilahirkan, hukumnya sunnah muakkad atau sunnah yang harus diutamakan. Untuk bayi laki-laki, orang tua dianjurkan menyembelih dua ekor kambing, sementara bayi perempuan dianjurkan satu ekor kambing.Anak Davian kembar dua laki-laki maka mereka menyembelih empat ekor kambing.


Waktu sudah menunjukkan sore hari, Navysah dan Davian pun sudah bersiap untuk acara aqiqah anaknya hari ini. Berhubung anak mereka lelaki tema kali ini penuh dengan warna biru. Sebagian ruangan dihiasi dengan balon warna warni sangat indah dan dihiasi bunga - bunga segar. Pak ustad memimpin pengajian yang sebagian terdiri dari anak yatim, Davian sengaja menghadirkan mereka karena ingin berbagi santunan sebagai rasa syukur karena Allah memberikan kesempatan kedua pada istrinya untuk hidup kembali.


Setelah semua acara selesai tinggalah keluarga inti dari Davian, mereka tidak lupa berfoto dan bersenda gurau hingga tidak terasa waktu berjalan dengan cepat.


Navysah dan Davian kembali ke kamarnya, mereka terlihat lelah ingin beristirahat namun terdengar ketukan pintu dari luar.


"Tok.. Tok.. Tok"


Davian membuka pintu dan terlihat ibunya berdiri membawa map. "Ada apa mah?" tanyanya, Namun bu Fera tidak menjawab pertanyaan anaknya.


Dia menghampiri Navysah yang sedang menyusui anaknya, sedangkan anak satunya terlihat sedang tidur pulas. Sejak kesehatan Navysah membaik, Navysah selalu mengurus anaknya sendiri di malam hari dengan bantuan suaminya, walaupun sekarang ada baby sitter mereka bertugas merawat si bayi di siang hari.


"Ada apa mah?" Navysah melihat mertuanya menggendong Khaffa yang sedang tidur.


"Kau tahu Navysah, saat pertama kali mama lihat cucu mama ini, mama selalu mengingat Davian saat bayi. Wajahnya benar - benar mirip dengannya dan mama bahagia kamu merawat Davian dan cucu - cucu mama dengan baik. Kamu tidak pernah menuntut suamimu untuk ini dan itu. Kebahagiaan seorang ibu, hanya ingin melihat anaknya bahagia. Maafkan mama tidak pernah memberimu apa-apa semenjak kamu menikah dengan Davian " Bu Fera meletakkan cucunya kembali di ranjangnya.


Navysah mengenggam tangan mertuanya" Mah, tidak perlu minta maaf. Navysah bahagia mengurus suami dan anak-anak kami. Akupun senang punya mertua seperti mama. Walaupun mama sebulan ini mulai bawel, tapi aku mengerti semua kecerewetan itu untuk kebaikanku, hehehe"


"Kau itu, kalau bicara selalu apa adanya Navysah " cebik bu Fera.

__ADS_1


"Ini hadiah dari mama dan ayah ibra, semoga kamu suka" dirinya menyodorkan map.


Navysah membaca map, Davian yang kepo menghampiri istrinya dan ikut membacanya.


"Apa ini!!, mama memberikan rumah atas nama Navysah, kenapa bukan namaku! Sebenarnya anak mama aku apa Navysah sih,kenapa lebih sayang padanya daripada aku" protesnya. "Dulu saat aku kuliah mama juga jarang kirim uang padaku, aku selalu bekerja keras untuk menambah uang jajanku di Amerika" Dirinya mulai kesal dan mengingat kembali saat tersulit di hidupnya, saat dirinya kuliah di luar negeri.


Bu Fera menghembuskan nafas kasarnya "Davian, dulu semua uang penghasilan mama serahkan untuk bisnis ayah. saat itu mama yakin kamu bisa hidup disana dengan bekerja part time dan lihat kamu bisa mandiri dan membuka bisnismu dengan baik" ucapnya. "Kenapa mama membeli rumah atas nama istrimu, karena mama yakin Navysah tidak akan mungkin meninggalkanmu, kamu selalu menyakitinya tapi dia masih bertahan denganmu dan juga ini hadiah karena dia memberikan mama dua cucu yang sangat menggemaskan. Oiya Navysah, ini rumah tiga lantai, ada lift di dalamnya. Semuanya sudah direnovasi lagi. Makanya mama lama tinggal disini karena mama sering menengok renovasi rumah. Semuanya perabotan sudah ada, kalian tinggal bawa baju. Semoga rumah itu nyaman untuk cucu- cucu mama ".


Navysah berkaca-kaca merasa terharu dengan penuturan mertuanya, dirinya tidak menyangka akan mendapatkan hadiah spesial ini." Mama baik banget sama aku, terima kasih mah. Hadiah ini sangat mewah untukku" Navysah memeluk mertuanya.


"Sudah, sudah jangan menangis nanti dedeknya ikut sedih. Makasih kamu sudah sabar sama anak mama yang menyebalkan ini" dirinya melirik Davian.


"Aku merasa seperti anak tiri yang selalu disalahkan" cebik Davian. "Mah, nanti kalau aku punya anak lagi beliin aku mobil Alph*rd ya, aku mau mobil itu untukku" pintanya.


"Pletak!" bu Fera menyentil kening anaknya. "Dasar kau, mau memeras mamamu ini!, kau selalu menyebalkan. Urus anakmu dengan baik. Jangan produksi terus yang ada dipikiranmu" ketus bu Fera.


"Terserah kamu saja yang penting tunggu si kembar besar dulu" bu Fera.


"Aku tidak mau, sudah cukup tiga anak.satu lagi Kinan. Anakku sudah banyak" ketus Navysah "Kamu saja yang hamil, biar tahu rasanya melahirkan sakitnya kayak apa! "


"Sudah, sudah jangan bertengkar malu sama dedeknya. Oiya, besok mama pulang ke Solo. Mama mau persiapan untuk pernikahan Imelda secara KUA, resepsinya di hotel. Kamu nggak usah ikut Nav, Davian saja yang kesana. Kasihan anak-anak masih bayi"


Navysah ingin sekali mengikuti acara pernikahan kakak iparnya, namun melihat situasi si kembar yang masih kecil belum berani dia membawanya kemana-mana. "Ya mah, aku nurut saja sama mama"

__ADS_1


" Yaudah kamu istirahat saja, nanti malam pasti dedeknya bangun lagi minta nen*n. Mama keluar dulu ya"


"Iya mah"


Davian melihat wajah istrinya yang sedang bahagia mendapatkan hadiah dari ibunya. " Wajahmu happy banget dapat hadiah,sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu, apapun yang terjadi kau harus disisiku" ucapnya.


"Kenapa? kalau aku tidak bersamamu tidak apa-apa. Aku sudah dapat rumah mewah dari mama mertua,hehehe" dirinya sengaja meledek Davian dengan mengipas - ngipaskan map di depannya.


"Kalau aku tidak bersamamu, aku bisa depresi lagi dan miskin " Davian membuka lemarinya dan mengambil map dan memberikanya pada istrinya. Navysah membaca tulisan yang tertera di dalam map tersebut. "Ya allah ini beneran mas, rumah yang kau beli dari mbak Imelda ini sudah atas namaku sejak kau membelinya" Navysah terkejut kembali.Dirinya tidak percaya selama ini Davian yang ketus dan menyebalkan ternyata sangat mencintainya hingga membuat surat tanah atas nama Navysah.


"Makanya, kamu jangan meninggalkanku. Aku bisa miskin karenamu. Sedangkan kau punya dua rumah mewah" cebiknya.


Navysah memeluk suaminya dan menghujani banyak ciuman. "Makasih sayang, I love you" ucapnya.


Davian pura-pura cemberut "Aku tidak perlu ucapan I love you karena aku tahu kau mencintaiku, aku hanya perlu ganti oli" bisiknya di telinga istrinya.


"Masih puasa!" Navysah melepaskan pelukannya. "Kamu itu dari seminggu yang lalu selalu itu saja yang dipikirkan,apa tidak ada yang lain"


"Aku lelaki normal,butuh penghangat. Ini sudah lama yang. Ini sudah empat puluh hari, aku pusing menahannya terlalu lama" protesnya sembari menciumi istrinya.


" Kalau kau butuh penghangat ada magic com dan kompor di dapur, aku ngantuk mau tidur bersama anakku" Navysah membelakangi suaminya dan tersenyum geli. "Emang enak aku kerjai! tunggu aku KB dulu baru kau menerjangku " gumamnya dalam hati.


Sedangkan sang suami bersungut - sunggut dan masuk ke dalam kamar mandi, entah apa yang dilakukannya disana.

__ADS_1


* **


Jangan lupa like, Vote and comment ya gaes. Love you 😘😘😘, bersambung dulu ntar malam Author up satu lagi😊


__ADS_2