
Saat Davian sedang menelepon, Navysah sedang bersiap untuk pergi ke rumah sakit, Dirinya melihat wajah suaminya yang berubah marah. Navysah masih tidak mengerti siapa yang menelepon suaminya.Navysah menghampiri Davian yang telah menutup sambungan teleponya.
"Mas, siapa yang telepon? Kenapa wajahmu kesal?" tanya Navysah
"Feri" tunggu sebentar ya. Aku mau menelepon Kamil dan Rayyan . Navysah mendengar suaminya menyuruh Kamil mencari kyai untuk pernikahan siri Imelda.
"Cepat kamu bawa kyai untuk pernikahan Imelda sekarang, urusan surat ataupun lainnya besok bisa menyusulkankan, yang penting syarat dan rukun nikah sudah terpenuhi. Tolong kamu cepetan ya mil"
"Oke, aku tunggu di apartemen Imelda". Davian menutup teleponya.
"Sayang, hari ini kita tidak jadi periksa dedek dulu ya. Imelda ada masalah". Dan Davian menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Kamu dirumah saja ya, kamu sudah susah jalannya. Aku kasihan sama kamu yang"
"Aku ingin ikut, aku ingin melihat mba Imelda untuk yang terakhir kalinya,aku kangen dengannya. Aku masih bisa jalan kok mas"
Davian masih berfikir, di satu sisi dia kasihan dengan istrinya. Di satu sisi, Navysah kangen dengan kakaknya. "Baiklah, ayo kita kesana. Tolong bawakan aku peci yang" pintanya.
Davian melajukan mobilnya ke arah apartemen. Dirinya datang lebih dahulu bersamaan dengan Rayyan.
"Eh, ada duo kucing sama pinguin" Feri mengejek dua temanya dan Navysah.
Navysah mengenyitkan dahinya "Siapa yang pinguin?!"
"Kamu lah, emang siapa lagi!, Lihat cara berjalanmu ngangkang gitu kayak abis di iya-iyain Davian" ucapnya cengengesan. "Kalau mereka duo kucing, mereka kan bisnis restoran seafood lihat wajahnya mirip cumi - cumi dan ikan patin!" ledeknya.
"Pletak!" Davian memukul kepala Feri dengan pecinya. "Jangan kurang ajar sama istriku, mau aku batalin pernikahan ini. Biar si otong nggak jadi makan malam hari ini"
"Jangan dong, enak aja!!. Otong sudah kegirangan mau buka puasa, halal lagi. Lihat aku pake kolor kayak gini, si otong udah kejang-kejang dari tadi" ucapnya. "Aku juga pusing lihat Imelda kayak gitu. Mana dari tadi dia teriak mulu, tetangga apartemen tadi kesini dia protes merasa terganggu" gerutunya.
__ADS_1
Navysah masuk ke kamar Imelda "Astagfirullah!" dirinya melihat Imelda hanya memakai pakaian dalam, dia sedang memeluk guling dan diikat tali serta tangannya ditambah pula lakban yang menutup mulutnya. Navysah menutupi Imelda dengan selimut dan membuka mulutnya. Imelda masih sadar, dia melihat Navysah di depannya. "Navysah, tolong aku! panas Navysah. Jangan ditutupi seperti ini.Aku kepanasan" ucapnya dengan suara serak, suaranya hampir habis karena sejak tadi dirinya selalu berteriak.
"Sabar mba, sebentar lagi ya. Kami sedang mengurusnya sebentar nungguin pak kyai" Navysah memberikan Imelda air putih, dirinya meneguk hingga habis air putih itu. "Aku keluar dulu, mba tunggu sebentar lagi ya. Semuanya akan selesai, mba tidak akan kepanasan"
Navysah keluar kamar dan menguncinya. "Mas Feri, kok mba Imelda diikat gitu sih! Mana mulutnya di lakban di kasih guling, kasihan tau! "
Davian melotot ke arah Feri" Kakak gue loe siksa! " dirinya tidak terima.
" Bukan begitu, dari tadi dia teriak terus, berisik. Apalagi dia mau memperk*sa diriku, kalau aku tidak mengikatnya aku bisa khilaf. Makanya aku kasih guling biar dia nyaman sama benda itu. Bodo amatlah!, kalian jangan protes, aku lakukan itu demi kebaikannya!"
Kamil datang bersama seorang kyai. Mereka duduk dan mempersiapkan berkas untuk acara nikah siri. Feri langsung berganti celana panjang kembali." Tolong pinjem ktp calon mempelai "pinta sang kyai.
" Feri mengambil ktp di dompetnya dan mengambil ktp Imelda di tas nya". Sang kyai menuliskan entah apa di selembar kertas. " Mana calon perempuannya?" tanyanya.
"Di kamar pak, dia lagi sakaw" ucapnya.
"Sakaw!" pak kyai bingung dengan ucapan Feri. "Maksudnya dia sedang memakai narkoba" tanyanya.
"Baiklah, yang penting calon pengantin dalam keadaan sadar ya dalam pernikahan ini, tidak ada paksaan. Apa kalian bisa menjamin itu" ucapnya.
"Dia dalam keadaan sadar pak,Saya bisa menjamin itu, besok aku akan mengurus semuanya. Minggu depan jika dia mau resmi KUA saya siap. Yang penting sekarang nikah siri dulu, biar menghindari zina" ucap Feri dengan yakin.
"Idihhh..., tumben si PE'A ucapannya bener. Hindari zina, et dah kayak orang bener aja loe. Biasanya juga suka celap celup anak orang" celetuk Rayyan
"Gue udah insyaf, udah nggak jadi Cu Pat Kai lagi Rayyan tua Bangka!" kesalnya.
"Baiklah, kita mulai saja. Berapa mahar yang akan diberikan untuk mempelai wanitanya?"tanya pak kyai.
Feri mengeluarkan dompetnya" Oh iya yah, kenapa aku lupa maharnya. Pak, uangku di dompet cuma lima ratus ribu. Apa boleh ? "tanyanya.
__ADS_1
" Idihhh..!, mau nikah mahar buat kakak gue cuma gope. Loe yang bener aja! "ketus Davian
" Nggak papa mas, yang penting ikhlas. Walaupun cuma lima ribu pun yang penting tidak memberatkan calon pengantin pria nya dan si calon wanita juga ikhlas menerimanya. Yang penting sah nya pernikahan, syarat dan rukun nikah semuanya terpenuhi" pak kyai.
"Noh, dengerin pak kyai ngomong. Ini di dompet gue memang adanya segini. Gue bisa saja pergi ke atm tapi gue nggak mau ninggalin Imelda. Kalau dia mau apartemen sepuluh bakal gue kasih, yang penting saat ini sah dulu dan si otong gue bisa buka puasa nggak teriak mulu"ucapnya cengengesan. "Pak kyai, aku bayar penghulunya utang dulu ya. Besok pasti aku bayar" ucapnya lagi.
Pak kyai tidak menjawab,dirinya menggelengkan kepalanya dan memijit keningnya yang sedikit pusing.
"Udah cuma gope, penghulunya utang lagi. Kagak modal amat!" sindir Kamil.
"Woi, asisten tengik!. Ini darurat, utang dulu. Warung aja bisa ngutang besok bayar, masa nikah nggak" ucapnya.
"boleh ya pak kyai, besok aku tambahin deh dua kali lipat" sambungnya lagi.
"Baiklah, kita mulai saja ijab qobulnya" ucapnya. Pak kyai menyuruh Davian sebagai wali nikah untuk kakaknya, dirinya menjabat tangan Feri dengan kuat.
"Tunggu dulu cumi, gue deg-degan! Ya allah begini ya rasanya mau ijab qobul, Gue ke kamar mandi dulu mau pipis" Feri bergegas ngacir ke kamar mandi.
"Kampret loe!, acara sakral begini masih bercanda aja. Pake sabun!, gue gak mau nikahin loe tapi tangan loe bau pesing si otong!" teriak Davian.
"Astagfirullah!, ini pernikahan paling heboh selama saya jadi penghulu" pak kyai mengelus dadanya", lebih tepatnya ini pernikahan paling rusuh selama aku menjadi penghulu"gumamnya dalam hati.
Feri mengulangi berjabat tangan dengan Davian dan mengucapkan ijab qobul dengan sekali tarikan nafas.
" Sah, sah! " seru mereka bersamaan. Pak kyai berkomat kamit membacakan doa. Dan dirinya menulis serta menandatangi lembaran kertas beserta saksi Kamil dan Rayyan.
Navysah gagal fokus, dirinya hanya melihat suaminya yang memakai peci. Entah mengapa dia terpesona dengan suaminya sendiri. "Aku biasa lihat mas Davi pakai peci saat sholat berjamaah di rumah tapi kenapa kali ini lebih terlihat tampan". Dirinya sejak tadi memfoto jalannya acara ijab qobul dan dia tidak lupa memfoto wajah suaminya.
"Alhamdulillah, semua berjalan lancar" ucap pak kyai. "Kalau begitu saya permisi dulu". Pak kyai menyalami semua orang dan Davian menyuruh Kamil mengantarnya pulang.
__ADS_1
* **
Jangan lupa like, Vote and comment. Matursuwun All reader 😘