
Seminggu kemudian,
Di rumah sakit "Raya Medicals"
"Hari ini aku kirim dua puluh blouse baju dan dua puluh kemeja pria nya ya pak" ujar navy menghitung baju kirimanya, tiap baju sudah ada nama dan logo nya pak" imbuh nya.
"Baik bu navy, brrti masih kurang tiga puluh baju blouse dan tiga puluh kemeja pria untuk yang model ini ya" ujar pak rizal menunjuk bajunya.
"Iya betul, berarti yang model satu nya yang belum ya pak. Aku nanti lembur sampai tidur di mesin jahit ini buat ngerjain baju" ucap navy bercanda.
"Bu navy ada ada saja" pak rizal tertawa " oiya, selamat ya bu, katanya bulan lalu ibu menikah dengan Davian Ahmad yang tampan itu ya, aku ngefans banget sama dia lho bu. Kapan kapan bisa kali dikenalin ?" pinta pak rizal.
"Makasih pak, kapan kapan ya aku kenalin" ujar navy.
"Gimana aku mau kenalin, dia aja nggak peduli sama aku, dia sibuk dengan dunia nya sendiri" batin navy mengerutu.
"Gimana pak keadaan aulia?" tanya navy
"Alhamdulillah bu navy, aulia sudah baikan kemarin baru transfusi darah lagi" ujar pak rizal sembari menghitung baju blouse.
"Boleh saya mengunjungi aulia pak"? Tanya navy.
"Boleh banget bu, saya senang sekali. Terimakasih" ujar nya sembari tersenyum.
***
Di ruang rawat inap
"Assalamualaikum"
"Walaikumm salam"
"Hai aulia,gimana kabar kamu nak" sapa navy.
"Tante siapa?" tanya aulia memeluk boneka kesayangan nya.
"saya tante navy, temenya aulia. Mau gak aulia jadi temen tante"? pinta navy
Aulia mengganggukan kepala tanda setuju.
Ibu aulia menyapa" oh ini ya bu navy yang waktu itu mendonorkan darahnya untuk aulia,ayahnya aulia sudah cerita pada saya bu, saya ucapkan terima kasih banyak" ujar ibunya aulia.
"Iya bu sama-sama, kalo aulia butuh darah lagi ibu bisa hubungi saya" Navysah mengeluarkan kartu namanya.
Kalo nggak salah tiap tiga bulan sekali bisa donor kok" imbuh navy.
"Iya bu" ucapnya
Disaat mengobrol, datanglah dokter shafiq untuk memeriksa aulia.
" Selamat siang aulia" sapa nya
"Siang pak dokter" balas aulia
"Oh tumben ini ada bu navy" sapa dokter.
"Iya dok, pengen mampir sebentar" ujar ku
Dokter mulai memeriksa dengan stetoskop nya,setelah itu suster mengecek suhu badan nya.
__ADS_1
"Alhamdulillah semuanya sehat bu" ucapnya
"Keadaan aulia stabil" imbuhnya
"Jangan lupa maem yang banyak ya, terus minum obat biar cepet sembuh" ujar pak dokter tersenyum.
"Iya dokter"
"Baik bu, saya permisi dulu" ucap dokter meninggalkan kamar pasien.
Setelah lima belas menit mengobrol,navy berpamitan pada ibunya aulia
Di lorong rumah sakit,
"Bu navy" panggil seorang pria.
Navy membalikkan badanya dan melihat seorang pria,ternyata itu dokter shafiq.
"Bisa kita bicara? " tanya nya.
"Panggil saya navy, ada apa ya pak dokter" selidik navy.
"Mari Nav, kita bicara di Cafe" pinta dokter shafiq.
"Aku pesan makanan dulu, aku lapar" ujar navy.
Navy memesan menu kesukaanya sedangkan dokter shafiq hanya pesan jus jeruk.
Dokter shafiq memicingkan matanya, dia merasa takjub dengan selera makan navy yang banyak.ada dua menu yang navy pesan,bakso dan iga sapi bakar.
"Navy, kamu kelaparan?! " Sudah berapa hari tidak makan?! " ledek dokter shafiq .
Navy makan dengan lahap tanpa rasa malu di depan dokter shafiq.
"Kamu makan banyak tapi badan mu kecil terus, kemana lemaknya " ledek dokter shafiq.
"Sudah dari sana nya kayak gini, ibuku juga gitu badanya kecil. Keluarga kami memang punya gen kurus"seloroh navy.
Dokter shafiq terbahak bahak, baginya melihat navy yang tidak pernah jaim dan apa adanya itu membuat dia merasa senang dan nyaman.
" Kamu itu lucu ya", ujar dokter shafiq menyeruput jus nya.
"Emangnya saya badut, lucu!" ketus navy sambil menghabiskan makanannya.
"Bu, minta air mineral botol satu ya?" pinta navy ke bu kantin.
Dokter shafiq menggelengkan kepala melihat navy. baru saja es dalam gelas nya dihabiskan, eh ini minta minum lagi.
"Itu diperut nya bocor ya, sampe minta air lagi" ledek dokter shafiq
"Bukan bocor dok, tapi usus nya memang melar" canda ku
Kami terbahak-bahak bersama hingga beberapa pengunjung Cafe memperlihatkan kami.
"Dok, apa yang mau dibicarakan denganku? Tanya navy.
Dokter shafiq menyeruput jus nya dan mulai obrolan serius.
" Jadi gini Nav, kamu kan kemarin aku liat di sosmed promosiin produk kecantikan, dan sekarang aku pengen banget kamu promosiin tentang kesehatan anak, kan kamu udah punya anak nih jadi menurutku kamu pantas jadi influencer nya"ujar dokter shafiq.
__ADS_1
" contoh nya gimana jadi influencer tentang kesehatan anak, aku belum paham" ujar navy bingung.
"Misalnya nih, sebelum makan dan setelah bermain harus cuci tangan, makan empat sehat lima sempurna, olahraga ringan untuk anak kecil di indoor maupun outdoor, makanan yang harus dikonsumsi dan tidak dikonsumsi untuk anak anak, nanti aku kasih buku paduan nya. Aku merasa kasihan dengan anak-anak yang masih kecil namun harus menanggung penyakit. Aku ingin semua anak di negeri ini sehat" ujar dokter shafiq.
"Memang sih gak ada fee untuk ini, tapi aku yakin denganmu, kamu pasti mau mengkampayekan kesehatan anak" imbuh nya.
"Kok dokter yakin banget aku mau jadi influencer ini" selidik navy menatap intens dokter shafiq.
"Karena kamu perempuan yang baik, aku melihatnya saat kamu menatap aulia dengan penuh kasih sayang dan kamu mau berkorban untuk donor darah untuk nya tanpa pamrih" ucap dokter shafiq.
Drtt.. Drtt.. Drtt
Suara handphone navysah berbunyi, tertulis jelas siapa yang meneleponya.
"Assalamualaikum, mah kok lama banget pulangnya" celoteh Raffa via video call.
"Iya bentar lagi mama pulang ! ujar navy," ini mama lagi maem dulu nak sama om dokter " imbuh navy.
Davian yang mendengar istrinya makan dengan seorang dokter langsung ikutan nimbrung di layar ponsel.
" Dokter siapa mah? ", tanya Raffa diujung telepon.
"Dokter shafiq ini, nih liat dia di depan mama" ucap navy mengarah kan handphone nya ke arah dokter.
"Hai,ini Raffa ya" sapa nya, "Kenalin nama saya dokter shafiq" ujar dokter sambil melambaikan tangan.
"Hallo um dokter" balas Raffa polos.
Davian merasa kesal, bisa bisanya navy makan dengan seorang dokter sedangkan dirinya menunggu dirumah bersama anaknya.
"Sini fa, ayah mau ngomong dulu sama mama!" pinta davi mengambil handphone nya dan berjalan menjauhi Raffa.
"Kok belum pulang, kok lama?!" ketus davian.
"Bentar lagi mas, aku lagi makan sambil membahas sesuatu hal!" ujar navy.
"Bahas apaan sih?!, jam segini belum pulang. Gak usah sok sibuk deh! Ketus davi merasa kesal.
" Aku juga lapar belum makan, cepetan pulang!" bohong davian pura pura lapar.
" Kamu itu seharusnya jam se..., " belum sempat davi menyelesaikan perkataan ya, handphone langsung ditutup Navysah.
Tut... Tut.. Tut...
"Shit!!" geram davi mengepalkan tangan nya.
"Kapan sih dia nurut dengan perkataan ku!" kesal davi.
Di sisi lain,
"Orang kok suka nya marah marah, gak boleh ini gak boleh itu.bikin aku kesel aja!" ujar navy keceplosan dan menutup mulut nya.
" Eh dok, sorry. Saya harus pulang dulu ya kapan kapan kita bahas lagi" navy segera bangkit dan membayar tagihanya.
"Gak usah Nav, biar aku saja yang bayar" ujar dokter membuka dompetnya.
"Oke, nanti kalo kita ketemu lagi gantian ya aku yang traktir" ujar navy.
Assalamualaikum
__ADS_1
Walaikumm salam