Cinta Navysah

Cinta Navysah
Cerita Masa Lalu


__ADS_3

Di rumah sakit,


Setelah selesai dengan pengiriman barang di kantor rumah sakit,Navy bergegas ke ruangan dokter Shafiq. Sebelumnya dokter Shafiq meneleponya untuk mengingatkan donor darah rutin untuk pasien anak atas nama Aulia.


"Assalamualaikum, Dokter Shafiq!" panggil Navysah memasuki ruangan.


"Walaikumm salam, kamu sudah datang Nav" balas Shafiq.


"Ayo dok,donor darah langsung aja ya" pinta Navysah dengan menarik tangan dokter Shafiq


"Tunggu dulu Nav, buru - buru amat kayak dikejar setan!, ujar nya cengengesan, "Oiya panggil aku Shafiq aja ya, kamu lebih tua dariku" pinta Shafiq.


"Jangan bicara masalah umur, aku memang lebih tua dua tahun darimu!" seru Navysah cemberut.


Shafiq terkekeh melihat Navysah cemberut. "Kamu itu lucu kalo cemberut" ujarnya lagi.


Mereka berjalan bersama ke arah ruangan cek kesehatan sembari mengobrol dan bercanda.


"Nav, perlu kamu tahu syarat - syarat untuk jadi donor darah. Yang pertama usia 17-60tahun, yang kedua berat badan minimal 45kg. Coba kamu timbang dulu berat kamu, siapa tahu timbangan kamu turun dari empat bulan yang lalu"ujar Shafiq.


Navysah naik ke alat timbangan badan" Berat aku cukup kok Shaf, nih liat 49 kg" ujar Navysah.Dokter Shafiq melihat kearah timbangan. "Oke" balas nya.


"Yang ketiga tekanan darah baik yaitu sistole diantara 110-160mmHg, diastole 70-100mmHg.

__ADS_1


" Yang keempat temperatur suhu tubuh 36,6-37,5 derajat Celsius.Denyut nadi teratur sekitar 50-100kali/menit.


"Yang kelima hemoglobin perempuan 12 gram, laki-laki 12,5 gram.


" Maksimal lima kali dengan jarak penyumbangan minimal tiga bulan"ujar Dokter Shafiq.


Kemudian suster mulai mengecek semua kesehatan Navysah.


Adapun yang tidak boleh mendonorkan darahnya, yaitu pasien dengan riwayat Hepatitis B,HIV/AIDS,penyakit menular lainnya, wanita hamil pun tidak boleh donor darah " ujar Shafiq lagi.


" Dokter tenang saja, aku sehat wal'afiat dan tidak mungkin hamil" ucap Navysah santai.


Dokter Shafiq mengenyitkan dahinya mendengar perkataan Navysah, "Kok kamu yakin kalo kamu tidak mungkin hamil?" ujar nya penasaran.


Shafiq tersenyum mendengar jawaban Navysah. Oke berarti semuanya bagus, Mari kita mulai saja donor darah nya.


Navysah berbaring di tempat tidur dan dimulai lah donor darah,Navysah selalu menutup mata sedari awal donor darah.


"Navy, boleh kah aku bertanya?" tanya Shafiq.


"Tanya apa?" Navy yang memejamkan matanya dengan lengan tanpa melihat ke arah Shafiq.


"Kenapa kamu selalu memejamkan matamu dan seolah olah tertidur ketika kamu donor darah, apa kau takut dengan darah?!" selidik Shafiq.

__ADS_1


Navysah menghela nafas nya dengan kasar, " Aku tidak ingin melihat darah,karena itu mengingatkan aku dengan almarhum suamiku yang kecelakaan dan berlumuran darah pada saat itu.Kalo bisa buat aku pingsan aja dan ambil darahku seperlunya"ucap Navysah yang masih menutup mata dengan lenganya.


Shafiq merasa terkejut dengan ucapan Navysah,wajah nya berubah sendu"Maaf, aku tidak tahu" ucap nya.


"Santai saja Shaf,tidak perlu meminta maaf" balas Navysah.


"Bagaimana keadaan Raffa?" tanya Shafiq.


"Alhamdulillah sehat, bagaimana keadaan anakmu?, siapa ya namanya?" tanya Navysah.


"Alhamdulillah sehat, anakku bernama Kinanti Putria Syarif" wajah Shafiq mulai sendu.Navysah mulai bingung dan bertanya kembali.


"Kenapa Putria Syarif bukan Putria Shafiq" tanya nya penasaran.


"Karena Kinan bukan anakku, tapi dia anak dari kakakku" Shafiq mulai berkaca-kaca,dan Navysah melihat itu.


"Apa ada yang ingin kau katakan, berceritalah padaku agar beban mu sedikit berkurang, kita kan teman?" ujar Navy menepuk bahu Shafiq.


Shafiq mulai menceritakan keadaan keluarga nya.


"Kakakku dan Ayahku meninggal di saat gempa jogja, ketika itu aku masih sekolah. Alhamdulillah ibuku,aku dan kakak iparku yang sedang hamil dua bulan selamat dari gempa.Disaat itu keadaan kami sangat kacau kehilangan keluarga, diriku trauma dengan gempa itu, ibuku selalu bersedih. Kakak iparku yang seorang yatim piatu tidak punya keluarga, hingga akhirnya dia pun merasa depresi karena kehilangan suaminya. Tiap hari hanya menangis, dan itu mengganggu kehamilan nya. Disaat Kinanti dilahirkan, disaat itu pula kakak iparku menghembuskan nafas terakhir nya.Kinanti tidak pernah melihat ayah dan ibunya,keadaan semakin kacau akhirnya kami meninggalkan kota jogja yang penuh kenangan pahit bagi kami. Kami pergi ke Jakarta untuk menata hidup kembali, aku bangkit lagi dari ketepurukan, mulai dari awal.Dan hanya aku dan ibuku yang merawat Kinanti, dia selalu memanggilku ayah,bagiku dia sumber kekuatan bagiku. Makanya, waktu lihat anakmu aku rasa Kinanti bisa berteman dengannya. Kinan anak yang pendiam, agak sulit berteman"ujar Shafiq mengiba.


Navysah yang mendengar cerita Shafiq merasa terenyuh dan iba."Aku yakin kamu orang yang sabar dan kuat,jadilah ayah yang terbaik untuk Kinanti. Nanti bisa kan, aku ajak Kinan bermain dengan Raffa?? " ujar Navysah.

__ADS_1


"Tentu saja Bisa, nanti aku kenalkan. Aku yakin Kinan tidak akan murung lagi dan dia bisa seceria Raffa.Makasih banyak ya Nav" ujar Shafiq tersenyum.


__ADS_2