
Dokter Ifa sudah datang dirumah Navysah, dirinya bingung kenapa Navysah mengundangnya. " Dokter, besok shift berapa?" tanya Navysah.
"Aku pagi sampai sore dirumah sakit, malam Aku praktek di klinik kandungan daerah Kebon Jeruk "ucapnya." Memang kenapa, Aku kamu hamil? "
Navysah tersenyum dan meminta Ifa tidak bicara kencang " Iya Aku hamil. Please, jangan bilang siapa - siapa. Suamiku juga belum tahu, Aku ingin buat dia surprise tapi dia sibuk bekerja "
" Baiklah, nanti kalau kamu mau kontrol. Kamu bisa menghubungiku. Aku kasih kamu antrian spesial " Ifa tersenyum padanya.
" Bagus!, gini nih enaknya punya temen dokter. Jadi Aku gak kelamaan antri, pekerjaanku banyak fa. "gerutu Navysah.
" Kamu jangan terlalu capek, ingat kamu tidak sendiri, sekarang kamu berdua dengannya" Ifa mengelus perut Navysah.
"Iya, habis grand opening . Aku akan bicara pada Davian, kalau aku bicara sekarang pasti dia heboh. Apalagi mertuaku sangat menginginkan cucu, pasti Aku tidak boleh kerja sama Davian" ucap Navysah.
Di depan rumah, Kinan datang bersama neneknya. Mereka sangat antusias karena sudah lama tidak bertemu dengan Navysah dan Raffa. "Mama..!!" teriak Kinan memeluk Navysah. "Mama Aku kangen" ucap Kinan mencium Navysah. Raffa yang sedang bermain mobil-mobilan melirik Kinan. " Itu mama Aku, Kinan cengeng!, kamu tidak kangen sama Aku" ucap Raffa. Ifa yang mendengar Raffa ketus dengan Kinan langsung tertawa. "Mereka lucu ya Nav, berantem terus," ucap Ifa.
"Iya, memang mereka suka saling ledek tapi kalau gak ketemu mereka saling kangen"ucap Navysah.
Bu Erni menghampiri dan Navysah langsung mencium tangannya," Ibu sehat? "tanya Navysah." Alhamdulillah sehat Nak, kamu gimana keadaanya? "
" Alhamdulillah baik bu, Oiya kenalin ini dokter Ifa spesialis kandungan. Temen Navysah dan teman Shafiq juga bu, dia satu rumah sakit dengannya"
"Hai bu" Ifa mencium tangan bu Erni.
"Ini toh dokter Ifa, cantik ya orangnya. Shafiq masuk pagi Nak, jadi gak bisa kesini. Kalau ada dia kan bisa ngobrol bareng denganmu"
__ADS_1
"Bukan cuma ngobrol bareng bu, siapa tahu bisa jodoh bareng" ucap Navysah. Ifa tersipu malu, wajahnya merona mendengar ucapan Navysah. Bu Erni mengerti ke arah mana ucapan Navysah.
"Bu, Aku ingin ke mall cari tempat untuk butik. Makanya Aku mengajak ibu dan Ifa kesini biar sekalian anak - anak bisa bermain bersama.
"Ayo kita berangkat sekarang. Amel sudah menunggu di taman sejak tadi"
Dan mereka pergi ke mall bersama, mbak Siti pun ikut untuk menjaga Raffa.
***
Di Mall
Mereka semua masuk ke dalam area bermain. Raffa dan Kinan bermain bersama dijaga mbak Siti, Bu Erni dan Ifa. Sedangkan, Navysah dan Amel pergi mencari tempat showroom untuk butiknya. "Mel,tempat yang cocok sebelah mana ya, biar butik kita terlihat dan letaknya strategis?" Navysah mencari-cari tempat yang kosong.
"Disini bagus mbak" terlihat dari segala arah. Nanti ambil dua tempat biar terlihat luas,gimana mba"Navysah berfikir sembari melihat - lihat showroomnya. "Oke" ucapnya, "Ayo kita tanya ke marketing mall berapa harga sewanya " Navysah bergegas ke bagian marketing Mall dan menyetujui biaya sewanya. Navysah langsung membayar lunas uang sewanya dan menerima kunci. Dirinya menelepon Rico untuk mendekor ruangannya besok.
"Udah beres, besok Rico yang dekor sekalian masukin barangnya" ucap Navysah, " Gimana udah akrab belum sama ibu mertua" Navysah sengaja mengeraskan suaranya agar bu Erni mendengar. Ifa merasa malu, wajahnya benar - benar seperti tomat,ingin rasanya dia menghilang ke dasar bumi.
Bu Erni mendengar ucapan Navysah, "Kalau Nak Ifa mencintai anak ibu dan bisa menerima Kinan dan sayang sama mereka, ibu setuju Nak Ifa jadi menantu ibu" ucapnya.
"Beneran bu!" Ifa terkejut tidak percaya, dirinya merasa mendapat lampu hijau,dan tidak menyangka secepat ini mendapat restu ibunya Shafiq. Dirinya sangat malu karena terlalu antusias mendengar calon mertuanya merestui.
Navysah terkekeh mendengar antusias dari Ifa," Sekarang tinggal tugasmu, menaklukkan hati dokter Shafiq itu" bisiknya.
"Aku akan berusaha semaksimal mungkin, Aku sudah tua secepatnya Aku harus menikah" bisik Ifa.
__ADS_1
Kinan dan Raffa menghampiri mereka. Navysah menggandeng Raffa sedangkan Ifa menggandeng Kinan. Mereka masuk restoran karena memang sudah masuk jam makan siang. Kinan selalu menempel pada Navysah hingga membuat Raffa cemburu. Raffa pun tidak mau kalah dirinya selalu bergelayut di lengan ibunya.
"Kamu kenapa sih Raffa, tumben manja?" tanya Navysah. Raffa cemberut, "Itu mah, Kinan cengeng nempel mama terus. Ini kan mama Aku!" ucap Raffa.
Kinan selalu berkaca-kaca jika Raffa selalu bilang Navysah mamanya. "Yaudah Kinan sama mama Ifa, duduk disampingnya. Ayo jangan berebut ya!" pinta Navysah. Kinan mengenyitkan dahi "Aku gak mau manggil mama Ifa, panggilnya tante Ifa aja. Mamaku cuma mama Navysah "ketus Kinan dan tetap menempel pada Navysah.
Ifa langsung berwajah sendu mendengar ucapan Kinan, dan Navysah tahu itu." Kamu tenang saja, lambat laun jika kamu sudah bisa dekat dengannya pasti dia bisa memanggilmu mama"ucap Navysah. Ifa merasa terhibur dengan ucapan Navysah, dirinya pun sadar diri Kinan baru sekali bertemu dengannya." Iya, Aku akan berusaha Nav "
Bu Erni pun mengelus punggung Ifa, "Sabar ya Nak, Kinan memang begitu dengan orang yang baru dikenalnya"
"Iya bu", ucap Ifa.
Mereka makan sembari mengobrol hingga sore tidak terasa. Mang Dirman mengantarkan Kinan dan bu Erni terlebih dahulu. Namun Kinan tidak ingin berpisah dengan Raffa, dirinya menangis keras. "Besok main lagi sama Raffa dan mama Ifa ya " ucap Navysah.
" Beneran ya mah, main lagi" ucap Kinan. "Iya sayang" Navysah mencium pipi Kinan. Dengan bujukan dan rayuan akhirnya Kinan mengizinkan Raffa pulang ke Rumahnya. Ifa merasa tersentuh, Navysah menyayangi Kinan seperti anaknya sendiri. Sepanjang perjalanan, Ifa selalu bertanya tentang Kinan hingga dia punya cara jika suatu saat Kinan rewel padanya.
"Navysah, terimakasih kamu sudah mendukungku untuk dekat dengan Shafiq dan keluarganya" ucap Ifa.
"Santai saja, Aku memang belum terlalu lama kenal dengan keluarganya, tapi percayalah mereka orang yang baik. Dan Aku tahu kamu mulai sayang pada Kinan, kamu jangan cemburu padaku. Kinan memang selalu menempel seperti itu hingga Raffa pun cemburu padanya" ucap Navysah terkekeh.
"Jodoh harus di dekati dan dikejar,kalau kamu pasif bagaimana Shafiq akan jatuh cinta padamu. Akupun ingin kalian segera menikah, agar suamiku tidak cemburu padanya!" ucap Navysah.
"Memang seorang Davian cemburu pada Shafiq?"
"Iya, dia selalu cemburu jika aku berdekatan dengan pria lain, ponakanku yang masih kecil aja dia cemburu.Dia tidak suka Aku terlalu dekat dengan Shafiq, apalagi sejak Kinan memanggilku mama. Dia selalu menyebut Shafiq dengan dokter jelek" Navysah tertawa mengingat kelakuan suaminya. " Besok Aku ke rumah sakit menemuimu"
__ADS_1
"Siap"