Cinta Navysah

Cinta Navysah
Seperti tidak dianggap


__ADS_3

Di sepanjang jalan Navysah terdiam dan hanya melihat kearah kaca jendela mobilnya, Davian merasa aneh dengan istrinya yang biasa cerewet kini diam membisu.


" Kita mau kemana sekarang?" tanya Davian.


"Restoran! Aku lapar ingin makan, kalau ada makan orang sekalian!" ucap Navysah.


"Kamu kenapa?" tanya Davian penasaran. "Apa aku punya salah denganmu"


"Tidak!" balas Navysah. "Aku hanya kesal dengan mereka"


"Siapa yang membuatmu kesal?, Coba ceritakan padaku"


Navysah menceritakan kejadian di toilet, dengan wajah sendu Navysah mencoba menahan air matanya. " Sudahlah jangan menangis, Aku pasti akan memberikan mereka pelajaran" ucap Davian. "Apa kau akan melaporkan mereka ke polisi?, kamu kan sudah merekam pembicaraanya"


"Siapa juga yang akan melaporkanya, buang-buang waktu saja!. Aku tidak merekam pembicaraan mereka, handphoneku tidak mau ternodai oleh mulut sampah mereka, itu cuma ancaman saja" ketus Navysah.


Davian hanya tersenyum melihat istrinya cemberut. " Tapi kayaknya beneran deh Nav, aku dipelet olehmu. Buktinya aku tidak bisa jauh darimu" goda Davian.


Navysah melotot kearah suaminya. "Sorry ye!, Kagak jaman pake pelet - peletan. Gak pake pelet aja, aku cantik dan banyak yang suka sama Aku" ucap Navysah dengan pedenya.


"Siapa bilang kamu cantik.Kamu itu jelek dan Seharusnya kamu bersyukur aku memilihmu jadi istriku " ledek Davian lagi.


"Oh jadi aku jelek!, terus kamu pangeran tampan gitu, jadi Aku harus bersyukur!"


"Iyalah, biasanya jelek dapat jodohnya jelek. Ini pangeran tampan dapet wanita jelek" ledek Davian lagi dan terkekeh.


"Jelek dapat jodohnya jelek. Oh, betul juga. Aku jelek dan Shafiq juga jelek. Kamu kan selalu bilang dia jelek. Seharusnya, aku jodohnya dia dong bukan kamu!" Navysah membalas ledekan suaminya.


Davian menatapnya tajam, "Jadi kamu mau berjodoh denganya!" ketus Davian.


"Awas aja!!, kalau kamu main belakang dengannya "


Navysah menggelengkan kepalanya, merasa lucu dengan tingkah suaminya. "Kamu itu, suka ngledekin aku. Tapi aku balas lagi kamu marah"


Davian diam membisu, dirinya kesal jika membahas soal Shafiq. Raffa duduk di bangku tengah mendengar Ayahnya bicara tentang Om Shafiq.


"Ayah, besok Kinan boleh main gak?, Raffa pengin main bareng Kinan" tanya Raffa.


"Gak boleh!" ucap Davian,


"Kenapa yah?"

__ADS_1


"Pokoknya gak boleh!, Raffa mengertikan"


Raffa cemberut mendengar ayahnya tidak mengizinkan Kinan main dengannya.


"Mas, dia anak kecil. Tidak tahu masalah orang dewasa, biarkan Mang Dirman yang jemput Kinan agar Shafiq atau Bu Erni gak kerumah. Kasihan Raffa mas, dia sudah jenuh gak ada temannya. Kalau ada Kinan dia bisa bermain bersama, bisa lari kesana kemari. Aku pun kangen sama Kinan sudah seminggu kamu tidak mengizinkan aku bertatap muka dengannya" pinta Navysah.


"Kamu kangen Kinan atau ayahnya!" Davian menatap istrinya dengan tajam.


Navysah kesal, Davian terlalu cemburuan. " Capek! ngomong sama kamu"


Dan mereka masuk ke restoran. Navysah memilih menu kesukaanya, sedangkan Davian masuk ke ruangan pribadinya di lantai atas.


Rayyan menyapa Navysah dan duduk disampingnya" Gimana kabarmu Nav? "


" Alhamdulillah baik"


Rayyan mengenyitkan dahi. " Busyeeettt!, makan loe banyak juga Nav. Loe lagi isi?"


"Nggak, memang makanku banyak mas" sembari mengunyah makanan.


"Beneran ya Davian harus ekstra keras kerjanya, makanmu udah kayak Vina aja yang lagi hamil. Si Perut Bagong" ucapnya terkekeh.


"Aku lapar tahu, Aku butuh tenaga untuk menghadapi kenyataan hidup" ucap Navysah.


"Bukan kopi lagi tapi buah pare, tahukan Pare yang pahitnya ngalahin jamu" ucap Navysah lagi. "Tapi alhamdulillah sekarang manis, semanis Aku" ucapnya cengengesan.


"PE'A loe!!" seru Rayyan.


"Ya manislah, apalagi Davian mau bisnis properti bareng si kampret Feri. Kalau berjalan lancar pasti uang dia mengalir deras, loe kagak usah kerja lagi mending dirumah aja!" ucap Rayyan.


Navysah terdiam mendengarkan omongan Rayyan. Bisnis properti?!, seriusan, yang bener mas?" tanya Navysah.


Rayyan bingung menjawab pertanyaan Navysah. "Emang dia belum ngomong sama loe!, Masa sih kamu istrinya gak tau. Emang Davian gak cerita,kalian satu rumah suami istri masa gak ada komunikasi masalah bisnis ini" ucapnya.


Navysah merasa malu dengan ucapan Rayyan, dirinya sudah tidak berselera untuk makan kembali. Rayyan mengerti wajah Navysah berubah sendu.


"Maaf Nav, Aku.." belum sempat Rayyan menjelaskan sudah dipotong Navysah.


"Sudahlah" ucap Navysah.


Davian turun menghampiri istrinya, namun dari jauh terdengar suara wanita memanggilnya. "Davian!!" teriak wanita itu. Wanita itu menghampiri Davian dan mencium pipi kanan kiri serta memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Aku kangen kamu" ucapnya dengan tetap memeluk Davian.


Davian tidak menjawab pertanyaan wanita itu, dirinya lebih melihat muka istrinya yang sudah mulai berubah.


"Na, nana lepasin!" ucap Davian.


"Kenapa?, Memang kamu tidak kangen sama Aku. Oiya, sebentar lagi Natasha pulang ke Indo. Nanti kita kumpul bareng ya, aku juga kangen dengannya " ucapnya lagi.


Navysah mulai muak melihat pemandangan di depannya, dirinya mengendong Raffa keluar dari restoran.


" Nana lepasin! " ucap Davian memberontak.


" Kamu kenapa tidak mau aku peluk. Kita kan kawan lama, aku hanya kangen ingin memelukmu"ucap Nana.


"Bukanya begitu, tapi aku sudah punya istri. Aku harus menjaga perasaannya juga"


"Mana istri kamu, aku ingin mengenalnya juga"


"Kamu telat, dia sudah pergi. Yaudah aku pulang dulu" ucap Davian.


"Lah, kok pergi sih!, Aku masih ingin ngobrol denganmu, Ya sudah beri aku nomer handphonemu" pinta Nana.


Davian memberikan kartu namanya dan bergegas mengejar istrinya.


"Pasti mereka berantem dirumah, Davian juga sih,Udah tahu mau bisnis properti masa istrinya tidak tahu sama sekali. Apalagi dirinya dipeluk wanita lain di depan istrinya, udah kelar. Kalau Vina liat aku kayak gini,alamat gue tidur diluar "gumam Rayyan dalam hati.


***


Navysah sampai dirumah, dirinya merebahkan Raffa yang tertidur dan Navysah ikut berbaring disisi anaknya. Hari ini dirinya sangat kesal, bagaimana tidak. Dirinya sebagai istri tidak tahu sama sekali rencana Davian dengan bisnis properti barunya, sedangkan temannya tahu. Apalagi, melihat suaminya dipeluk dan dicium wanita lain.Navysah mengunci kamar Raffa berharap Davian tidak menemuinya.


"Sakit hati banget aku mas!, Kamu keterlaluan, Aku seperti tidak dianggap!" ucap Navysah menitihkan airmata.


Dua puluh menit kemudian Davian berlari menuju kamarnya namun kamarnya kosong tidak ada siapapun. Dirinya menuju kamar Raffa namun kamarnya dikunci dari dalam.


" Nav, dengerin penjelasan Aku dulu Nav. Dia hanya temanku. Bukan siapa - siapa Nav" ucapnya. "Nav, buka dong" Davian mengetuk pintu kamar anaknya.


"Jangan salah paham sayang!, Please dengerin aku dulu" pinta Davian namun Navysah tetap membisu.


Davian berjalan kearah kamarnya, handphone nya berbunyi telepon dari Rayyan.


Rayyan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di restoran, "Sorry Dav, gue kira Navysah tahu masalah bisnis baru loe ternyata tidak"

__ADS_1


Davian menutup panggilan teleponnya, mengacak rambutnya dengan kasar dan menghadap ke langit - langit ruangannya.


__ADS_2