Cinta Navysah

Cinta Navysah
Pergi ke rumah Navysah


__ADS_3

" Jadi kamu mau ta'aruf dengannya?" tanya Navysah.


Rani terdiam, dirinya bingung mau berkata apa" Aku kenal dia sejak sekolah, dulu dia alumni SMA yang sama denganku. Tapi aku tidak yakin dia suka Aku" lirih Rani.


"Kalau kamu mau dengannya perbaiki dulu dirimu, kamunya aja masih begitu berani-beraninya mau dengannya . Dia mau ta'aruf ya mikir seribu kali lah, kalau loe modelnya begini" Navysah melihat penampilan Rani dari atas kebawah.


"Emang aku kenapa? Aku cantik, menarik, sexy,orangtuaku kaya.Kurang apa coba?" ujarnya dengan kepedean.


"Kurang waras!" ucap Navysah sembari berlalu meninggalkan Rani.


"Mbak Navy!!" teriak Rani


Rani bergegas menghampiri Navysah yang sedang memasak di dapur. "Masa aku dibilang kurang waras"


"Lah, terus maunya apa!, Seharusnya kamu tahu siapa yang mau kau dekati.Ubah dirimu.Pake jilbab, jadi orang yang santun, anggun, jangan keluar masuk club malam,belajar ngaji dan sholat yang bener baru tuh kamu dekati pria itu dan ta'aruf dengannya" ucapnya, " Lah ini mau dekati pria sholeh gak punya amunisi apa-apa. Ingat, pria baik untuk wanita baik. Pria buruk untuk wanita buruk, masa pria sholeh dapetnya cewe dugem yang semprul modelnya kayak gini" cibir Navysah.


"Jadi aku harus berubah dulu, jadi wanita sholeha" tanya Rani.


"Ya iyalah jadi wanita sholeha, masa jadi wanita bajak laut!"


"Lama-lama loe kayak Imelda, Si Judes dari Gua Walet!" ketus Rani berlalu pergi.


***


Pagi harinya, Davian dan Navysah pamit kedua orangtuanya, mereka akan pergi ke Semarang menggunakan kereta. Raffa sangat senang, dirinya pertama kali menggunakan kereta." Ayah, tut.. tut.. tut.. " ujar Raffa. Ayah dan anak itu menyanyi bersama. Navysah pun tersenyum melihatnya.


Setelah sampai di Semarang bu Yani menyambut mereka di depan rumah. " Maafkan ibu ya Nak, ibu gak jemput. Ayah kerja sedangkan ibu tidak bisa pakai mobil"


"Gak papa bu, kami mengerti" Davi mencium tangan mertuanya. Navysah dan Raffa pun ikut mencium tangan bu Yani.


"Nenek sehat?" tanya Raffa.


"Alhamdulillah sehat, pinter banget cucu nenek, sini gendong nenek" bu Yani menggendong Raffa. "Ya allah, berat amat cucu nenek. Pipinya tambah gembul" bu Yani mencubit pipi Raffa.

__ADS_1


Keluarga Naysila datang kerumah bu Yani yang jaraknya tidak terlalu jauh.


Assalamualaikum


Walaikumm salam


Mereka saling bersalaman, dan sudah dipastikan Nara akan bergelayut manja di lengan Navysah. "Mami, mau tinggal disini selamanya?, Gak papa mih, Nara senang dan ikhlas! " ucap Nara.


"Om yang gak ikhlas" ucap Davian melirik Nara. Navysah terkekeh melihat dua pria yang selalu memperebutkan dirinya.


"Mih, ntar jalan-jalan ke Celosia sama Semilir yuk mih. Sudah lama gak kesana" pinta Nara.


"Boleh, ntar kita liburan kesana ya, besok" ujarnya.


"Opal ikut ya mih" pinta Opal.


"Cium mami dulu baru ikut" perintah Navysah. Dan opal menuruti permintaan Navysah untuk menciumnya.


Davian hanya berwajah datar melihat istrinya begitu disayangi keponakanya. "Kalau disini, Aku harus sabar. Banyak mengalah pada duo krucil !" bisiknya. "Yang penting si Nara gak tidur denganmu"


Febri lagi bantuin Ayah di bengkel, setelah pulang dari Jakarta dia rajin Nak, mau bantuin Ayahnya dari pagi sampai bengkel tutup. Dulu boro-boro, yang ada siang aja udah pulang terus main sama temennya,Ada hikmahnya kejadian waktu itu. Febri jadi lebih berhati-hati dengan wanita, dia bilang takut digrebek lagi" bu Yani terkekeh mengingat anaknya yang bandel.


Davian tertawa mendengar cerita dari mertuanya, " Apa si Feri harus di grebek juga biar dia insyaf gak gonta ganti cewek terus, tapi bagaimana caranya" Davian berpikir keras.


Navysah masuk ke dalam kamarnya, kamar penuh kenangan apalagi ada foto almarhum suaminya. Navysah mengambil semua foto Raihan dan mengemas dalam plastik. "Maafkan Aku mas, bukan Aku tidak cinta. Tapi sekarang ada mas Davian, aku harus menjaga perasaannya" lirih Navysah.


Davian masuk ke kamar Navysah, dirinya melihat istrinya berwajah sendu dan sedang mengemas foto milik almarhum Raihan. Davian mengecup pipi istrinya "Terima kasih sudah mencintaiku dan menjaga perasaanku"


"Sekarang cuma kamu di hatiku. Makanya kamu jangan selingkuh, kalau gak mau aku tinggalkan" tegas Navysah. "Mas, bolehkah aku mengunjungi makam mas Raihan" tanya Navysah.


"Boleh, nanti Aku antar kamu kesana"


"Makasih sayang, cup" Navysah mencium pipi suaminya. Namun tanpa diduga Nara membuka pintu tanpa mengetuknya, dirinya melihat maminya mencium Davian.

__ADS_1


"Nara, gak lihat lho" ucapnya sembari menutup pintu lagi. "Mami, aku mau tidur sama mami" teriak Nara di depan pintu. Davian yang mendengar, langsung mengunci pintu kamarnya. " Enak aja!, udah gede tidur sendiri" lirihnya. "Sayang, pokoknya kalau Aku pulang kamu jangan tidur sama Nara ya. Dia sudah besar, masa mau tidur denganmu terus. Emangnya dia bocah!"


"Lah, emang dia bocah!. Emangnya kamu, sudah tua pake bangka alias tua bangka!" ledek Navysah.


"Kok kamu belain Nara, kenapa kamu gak belain suamimu" Davian merajuk.


"Yaelah, kayak anak kecil aja. Kemarin aja kamu belain Arum yang udah dewasa, masa aku belain Nara bocah kecil gak boleh. Jangan terlalu cemburu sama dia, anggap dia anak kamu"


"Aku maunya anak sendiri, disini!" Davian mengelus perut istrinya.


"Terserah" Navysah berbaring di ranjangnya, hari ini dirinya merasa lelah. Davian pun tidur dengan memeluk istrinya.


Pagi hari,


Mereka bersiap pergi liburan. Kali ini ke Celosia, mereka melajukan mobilnya dengan pelan karena hari sedikit mendung dan berkabut. Udara disana cukup sejuk. Terlihat hamparan bunga indah yang menghiasi taman disana. Beberapa spot foto pun tak lupa mereka ambil. "Keren juga tempatnya" ucap Davian.


"Iya dong, disini udaranya sejuk. Masih asri,kalau di Jakarta siang dikit udah macet.banyak asap motor lagi"ucap Navysah.


Mereka menaiki mobil wisata untuk berkeliling taman dan bermain beberapa arena. " Mih, main trampolin yuk? " ajak Nara.


" Gak ah, kamu aja sama opal dan Raffa. Mami udah gak kuat jingkrak - jingkrak" ucap Navysah. Akhirnya cuma anak-anak yang bermain sedangkan orang dewasa mereka lebih duduk dan makan tahu goreng.


"Padahal cuma tahu goreng dicocol kecap rawit tapi kok nikmat banget ya Nav" ucap Davian terkekeh.


"Karena suasana nya juga adem, sejuk apalagi tahu nya anget ya pasti enaklah" ucap Navysah.


"Ini kalau jatah preman disini enak ini, dingin-dingin empuk, anget" bisiknya pada Navysah.


Naysila mendengar apa yang diucapkan adik ipar nya. "Udah sono pulang dari sini sewa villa, jangan kelamaan" ucapnya terkekeh.


"Idihhh!!, ngledekin mba Navysah padahal mbak Nay juga kepengen kan" ledek Febri"


"Eh!, si kupret nyamber aja kayak bensin,loe mau yang anget-anget juga. Tenang ntar gue kasih kompor biar sekalian meledak Syukurin loe"

__ADS_1


Febri memutar bola matanya malas, "Untung kakakku!, kalau adikku pasti aku udah bilang sama mama suruh masukin lagi ke dalam perutnya. Tidak diterima di dunia, balikin aja ke alam baka" ucap Febri.


Naysila melotot ke arah Febri "Emang ini bocah kudu disunat dua kali, sini loe!" mereka saling berkejar - kejaran layaknya anak kecil.


__ADS_2