Cinta Navysah

Cinta Navysah
Tingkah si bocil


__ADS_3

Hari ini Navysah mengadakan pengajian, dia mengundang banyak anak yatim. Maya pun sudah menyiapkan hidangan dan nasi box. Semua kerabat Davian dan Navysah datang untuk menghadiri acara tersebut.


Terlihat Navysah menggunakan gaun warna pink, semakin menambah aura kecantikanya. Davian menggandeng dirinya turun ke bawah. Pak ustad memimpin jalannya pengajian, dirinya pun melantunkan ayat suci alquran,Setelah acara selesai Davian dan Navysah memberikan sedikit sambutan dan santunan untuk anak yatim.


Tinggalah kerabat dan keluarganya yang masih berada di ruang tengah.Kinan selalu menempel pada Navysah, dirinya menagih janji. "Mah, katanya kalau aku pintar makan sendiri nanti hadiahnya jalan-jalan ke mall?, kok gak kesana?" tanyanya.


"Oh iya. Mama lupa nanti ya, coba Kinan ngomong ke Ayah Davi kapan dia bisa anterin kita mall" perintahnya.Kinan merasa kagok, selama ini dia selalu memanggilnya Om Davi. "Sekarang Kinan harus panggilnya ayah Davi mah?" lirihnya di telinga Navysah.


"Iya dong, panggilnya ayah.Kinan panggil saya mama Navysah, jadi panggil Om sekarang Ayah Davi" ucapnya sembari mencium Kinan. "Mau kan?" dan Kinan menganggukan kepalanya. Kinan menghampiri Davian yang berada tak jauh darinya,dia sedang mengobrol bersama Rayyan tentang restoran. "Ayah, kapan kita ke mall. Aku ingin kesana?" ucap Kinan.


Davian menengok kekanan dan ke kiri, dia bingung siapa yang dipanggil ayah oleh Kinan. Dia mengira Shafiq ada di sebelahnya, "Saya!" ucap Davian. Kinan mengangguk. Davian berjongkok menyamakan tinggi badannya dengan Kinan." Tumben panggilnya ayah" tanyanya.


"Suruh mama Navysah sekarang manggilnya Ayah, apa boleh yah" ucapnya dengan takut. Davian tersenyum "Boleh dong sayang, anggap Raffa kakak Kinan juga" ucapnya. "Besok siang kita ke mall ya, pumpung ayah ada waktu" sambungnya lagi.


"Beneran yah!" ucapnya dengan girang. "Bener dong, masa Ayah bohong" balasnya.


"Asyik...!!" dirinya berjingkrak-jingkrak dan kembali menghampiri Navysah. "Besok siang mah, kata ayah kita ke mall" ucapnya. Kinan memeluk Navysah dari samping. "Oke" balasnya.


Nara yang ada disamping Navysah melirik Kinan. Dirinya yang sejak tadi memeluk Navysah merasa terganggu dengan Kinan. Dirinya melotot kearah Kinan.

__ADS_1


"Mah, aku dipelototin mas Nara" Kinan mengadu pada Navysah, dirinya merasa takut pada Nara yang selalu melirik tajam padanya. " Sudah jangan berantem,mama pusing!" balasnya.


Raffa dan Noval menghampiri Navysah. "Aku duduk dimana, itu kan mamaku" protes Raffa cemberut. Navysah berselonjor "Yaudah kaki kanan Raffa, kiri Nopal. Tangan kanan Nara, tangan kiri Kinan. Dah, adilkan!. Ayo pijitin, Mama capek" perintah Navysah. Mereka menuruti keinginan Navysah memijit semua tangan dan kakinya. Naysila melihat dan menghampiri adiknya, dirinya iri melihat anaknya sayang sama Navysah. "Enak banget loe Nav, aku kalau dirumah gak ada yang mijitin!" gerutunya. Nopal mendengar ibunya menggerutu "Soalnya mamah galak dan bawel jadi opal males pijitin mama" cebiknya.


Navysah tertawa keras mendengar penuturan Nopal. Sedangkan Naysila mengomel "Ini bocah kalau ngomong emang bener. Mama masukin lagi nih,kedalam perut! " ucapnya terkekeh. Naysila mengelus perut adiknya. "Nav, loe sekali hamil dapat double. Aku kalah produksi ini, hahaha!" dirinya tertawa keras.


"Kalau kamu mau mbak, program lagi pumpung masih muda, aku juga gak tahu ternyata dapat double"


"Aku takut melahirkan,sudahlah cukup dua saja. Mereka aja sering bikin aku darah tinggi, berantem mulu" Naysila melirik kedua anaknya. "Yaudah, biar nggak berantem biar Nara pindah sekolah. Dia disini saja ikut aku" pinta Navysah.


"Iya mah, aku ikut mami Navysah saja. Aku betah disini, aku mau sekolah disini" pinta Nara.


"Kagak!, enak aja Nara disini. Ntar mama kesepian, Nopal nggak ada temennya. Kamu kan anak mama, harus ikut mama bukan ikut mami Navysah. Kalau kamu disini yang ada mama nangis setiap hari kehilangan kamu. Biarpun mama galak tapi mama sayang kamu Nara! " ketusnya.


Nara membalas pelukan ibunya," Iya Nara tahu mah, Nara sayang mama kok, Cup cup"dirinya mencium ibunya. Nopal juga menghampiri ibunya."Nopal juga sayang sama mama Naysila" ucapnya sembari memeluk ibunya.Naysila merasa terharu, anaknya mau mengucapkan kata sayang padanya. Mereka semua tertawa dan bersenda gurau. Davian tersenyum melihat kehangatan keluarga Navysah.


* **


Siang hari mereka pergi ke mall, mereka membawa keempat bocah cilik. Navysah mengajak Amel dan Febri untuk menemaninya. Dia sengaja mengajaknya karena Navysah dan Amel akan mampir di butiknya. Sedangkan Davian dan Febri akan menunggu anak-anak bermain di tim*zone. Navysah masuk ke butiknya, dirinya merasa senang akhirnya bisa menengok butik yang sudah lama dia tinggalkan, Navysah pun tidak malu melayani pembeli yang berkunjung disana. Dia juga melihat desain yang Lita buat untuk pernikahan Shafiq, dirinya sudah berjanji jika Shafiq menikah, dia akan membuat gaun untuk dokter Ifa. "Bagus desainmu ta, aku suka. Kamu banyak perkembangan" ucapnya.

__ADS_1


"Iya, sejak mbak Navysah pergi. Aku mau nggak mau harus belajar lebih keras, memenuhi desain keinginan pelanggan mba" ujarnya.


"Alhamdulillah, ada hikmahnya aku pergi jadi kalian bisa lebih mandiri. Tenang saja, gaji kalian akan naik lagi sesuai dengan kemampuan kalian" ucapnya. "Bener mbak!" ucap Lita dengan antusias.


"Beneranlah, masa mbak bohong!"


"Asyik..!!, aku jadi tambah semangat kerjanya" ucapnya dengan girang. Setelah dua jam Navysah berada di butik. Davian, Febri beserta anak-anak menghampirinya. Davian cemberut dan memeluk tubuh istrinya "Kamu kenapa? Kok seperti kertas kusut wajahmu mas" tanyanya.


"Mereka tidak ada yang nurut denganku, semuanya berlari kesana kemari aku dan Febri bingung, yang satu kesana yang satu kesini. Aku mengejar mereka, lihat! Aku keringatan dan lusuh " Davian mengadu pada istrinya. "Ya ampun, mereka sangat hiperaktif membuat kepalaku pusing"


Navysah tertawa melihat dua pria yang terlihat berantakan dan cemberut " Sambil belajar mas jagain anak, jadi kalau sikembar sudah lahir mas sudah terbiasa" Navysah.


Febri cemberut melihat kakaknya berpelukan "Mas!, pelukannya jangan didepanku, bikin jomblo iri aja" protesnya.


Davian memutar bola matanya malas. "Febri, kalau kamu iri padaku sana cari pacar, tuh Amel nganggur". Amel merona mendengar ucapan pak Davian. Febri hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Ayo kita ke restoran pasti ayah dan mama sudah menunggu disana" pintanya.


"Ayo kita kesana mah, Kinan juga sudah lapar" Kinan bergelayut manja di lengan ibunya. Nara tidak mau kalah, dirinya menyenggol tubuh Davian dan bergelayut di sebelah kanannya. "Ayo mih!"

__ADS_1


Davian hanya bisa mengelus dadanya "Ya allah, sabar - sabar. Kenapa dia hanya nurut dengan Navysah, sedangkan denganku tidak. Dan sekarang aku tersisih lagi dari istriku".


Wajah Davian terlihat masam. Dirinya mengekori istrinya, sedangkan anak-anak berebut menggandeng tangan Navysah.Mereka melajukan mobilnya kearah restoran. Dan benar saja orang tua Davian dan semua keluarga Navysah sudah berada disana. Mereka menikmati makanan dan duduk lesehan sembari melihat indahnya sore hari.


__ADS_2