
Semua orang dilarang masuk ke lantai dua, walaupun ruang karaoke sudah kedap suara, Davian tidak ingin ada satu orang pun yang melihat dirinya menyanyi ataupun berjoget.
Dengan malu-malu dirinya mencoba untuk menyanyi dan berjoget di hadapan istrinya. Walaupun lirik kemana lagu kemana dirinya berusaha untuk menyenangkan hati istrinya.
"Hahaha, mas suaramu lebih ancur dari Maya.Tapi aku senang, ini lebih lucu dari kartun larva dan sinchan yang sering aku tonton. Lihat jogetnya kaku kayak manusia robot,mau joget atau senam Hahaha..." Navysah tergelak tawa melihat tingkah suaminya tanpa terasa airmatanya menetes saking geli nya.
Davian menghentikan aksinya, dirinya kesal disamakan dengan kartun larva kesukaan istrinya, hewan larva yang suka kentut, jorok dan usil." Sudah kubilang aku tidak bisa menyanyi, kau menertawakan aku seperti badut begitu"cebiknya.
Navysah memeluk suaminya, hari ini dia merasa sangat senang bisa mendengar secara langsung suaminya bernyanyi. Semenjak menikah Davian tidak pernah menyanyi sekalipun. " Suara ambyar kayak kodok,cempreng bikin telingaku sakit tapi aku suka, hehehe. Lihat, dedeknya bahagia mendengar kau bernyanyi" Navysah menuntun tangan suaminya ke arah perut.
"Nanti kapan-kapan nyanyi lagi ya untukku cup, cup" Navysah mencium suaminya.
"Aku tidak mau, ini pertama dan terakhir. Kamu minta yang lainnya saja"
"Oke.. Oke..., tapi aku mau dansa dulu ajarin aku"
Davian mengajak istrinya berdansa, dan Navysah masih terlihat kaku karena ini kedua kalinya, tapi dia sangat menikmatinya. Mereka mengingat kembali moment pertama kali berdansa saat pernikahan mereka. "Kau tahu mas, aku sangat bahagia sekarang punya anak-anak dan kamu"
"Aku tahu"
"Aku bahagia sekarang kamu nggak ketus lagi"
"Aku tahu"
"Makasih sudah jadi suami yang baik untukku dan anak-anak"
"Ya". Dirinya berlutut di depan istrinya. " Navysah, seharusnya aku yang berterima kasih padamu karena kamu mengubah hidupku lebih berwarna, sebelum aku mengenalmu hidupku monoton dan selalu berambisi, tidak pernah puas akan sesuatu. Tapi semenjak bersamamu aku selalu bahagia, kau membuat diriku selalu tertawa dengan tingkah absurd mu itu. Kau mengajarkan aku untuk selalu bersyukur atas nikmat Allah, semuanya terasa mudah bagiku. Kau selalu sabar walaupun aku suka marah dan ketus padamu,kau memberiku anak - anak yang lucu, aku sangat bahagia. Terima kasih untuk segalanya,Aku sangat mencintaimu" Davian menatap istrinya dengan penuh cinta.
"Bangunlah, kamu kayak mau ngelamar anak orang saja. Aku juga sangat mencintaimu, aku bahagia hidup denganmu " ucapnya.
__ADS_1
Mereka hendak berciuman, namun Navysah menerima panggilan dari asistennya kalau maya datang bersama keluarganya. " Mengganggu disaat yang tidak tepat " ucap Davian dengan kesal.
Maya dan Feri membawa banyak makanan." Alhamdulillah ya mpok hamil lagi dapat bonus kembar, produksi tiada henti, geber teros " sindir Maya.
"Kalau kamu mau, kau tinggal produksi biar tambah rame" cebik Davian sembari mengunyah tiramisu buatan maya. Entah kenapa dirinya tidak mau berbagi, cukup dia yang menghabiskan kue itu.
" Enak aja produksi lagi, sesuai anjuran pemerintah dua anak cukup. Richard dan Richi sudah membuatku stres jika mereka bertengkar" ucap Rico.
" Bos, loe nggak sekalian bikin anak untuk kesebelasan, nanti aku bikinin club bola namanya PE'A PE'A CLUB"
Davian melempar kacang kearah Rico, entah kenapa orang kedua yang selalu bikin dia kesal selain Feri adalah Rico." Anak gue ganteng - ganteng, nanti kalau cewek pasti cantik kayak Navysah"
"Yaudah ntar kalau ini beneran cewek yang lahir, berikan satu untukku untuk aku jadiin mantu. Aku DP in dulu nih banyak makanan untukmu, hehehe" ucapnya cengengesan.
"Ogaaaah... besanan ama loe!, masa anakku punya mertua sableng kayak gini. Cukup istriku saja yang satu frekuensi sama loe dirumah ini, lainnya jangan. Lagian, kalau anakku dewasa berarti anakmu TUA !" dirinya menekankan kata terakhir.
"Eitsss.. tunggu dulu, Kalau cinta biarpun tua bukan halangan. Cari pria yang baik jaman sekarang itu susah,yang tampan kayak barongan mah banyak"
"Memang ya, makan dari tanganmu sejak dulu paling enak " Navysah mengunyah dengan cepat. " Dulu saat kau sakit May, aku selalu menyuapimu dengan bubur pak Edi,bubur ayam tanpa tambahan kedelai, antrinya bejibun kagak kelar-kelar tapi memang enak buburnya. Kau ingat? "
"Iya aku ingat, dulu kita susah seneng bareng. Nggak punya duit, makan nasi sebungkus berdua. Kalau malem laper beli nasi goreng bang Jeje yang gantengnya minta ampun tapi rasa masakannya entah kemana,beli nasi goreng gara-gara pengen liatin dia doang, hahaha...Gak nyangka jodohnya manusia kampret si Rico PE'A, emang jodoh itu aneh. Kita mau nya apa dapetnya apa"
"Betul, terlepas dari semua itu alhamdulillah kita bahagia terus ya May"
"Iya"
* **
Waktu berjalan sangat cepat tidak terasa usia kandungan Navysah sudah delapan bulan lebih. Semua perlengkapan untuk kedua anaknya pun sudah dibeli. Davian sangat antusias kali ini dirinya akan mendapatkan dua anak perempuan. Satu kamar dia renovasi dengan warna pink.
__ADS_1
Navysah masih deg-degan menghadapi persalinan. Walaupun sesar dirinya masih cemas. Setelah pengecekan kesehatan selesai dan dinyatakan sehat, Navysah merasa sedikit lega. Davian mendampingi istrinya melahirkan, dia tidak ingin Navysah merasa sendirian.
Beberapa jam mereka berada di ruang persalinan, akhirnya Navysah melahirkan kedua anaknya dengan selamat. Rasa haru dan bahagia menyelimuti mereka. Dua bayi perempuan dengan wajah yang mirip dengan ibunya. mata, rambut dan bibirnya.
"Sayang, lihat mereka mirip denganmu sangat cantik. Hidungnya mirip aku, pipinya juga gembul mirip si bocil saat lahir"
"Iya" Navysah menyusui satu bayinya sedangkan Davian menggendong bayi lainnya. " Jadi kasih nama itu?" tanya Navysah.
"Jadilah, anak ayah. Kan sudah perjanjian kalau dedeknya cewek aku yang kasih nama kalau cowok kamu yang kasih nama"
"Jadi nama dealnya siapa?, sejak dua bulan lalu kau bingung mau kasih nama dedeknya"
"Kayak proyek aja deal - deal an, hehehe. Namanya Inka dan Inha" ucapnya.
"Tuh kan kasih namanya nggak serius kamu ah,Nama adalah do'a yang bener ngapa" Navysah memukul lengan suaminya.
"Aku benerlah, masa bo'ongan. Yaudah depannya kasih nama Nur yang artinya cahaya biar jadi cahaya penerang di keluarga kita jadi anak sholeha. Nur Inka Ahmad dan Nur Inha Ahmad"
" Cahaya penerang lampu bohlam atau petromax, hehehe. Oke aku suka nama itu"
Mereka kembali kerumah dengan bahagia membawa kedua putrinya. Rumah semakin ramai dengan bertambahnya dua orang bayi. Raffa pun senang kali ini mendapat adik perempuan yang cantik. "Semoga dedek nggak cengeng dan bawel kayak Kinan" ucapnya.
Si kembar Khalif dan Khaffa sudah berumur tiga tahun, mereka mulai mengucapkan beberapa kata walaupun cedal. Namun Navysah dan bibi asisten mengerti apa yang diucapkan mereka.
"Dedek,ma mas Papa aja. Dedek lucu, tantik agi" ucap Fafa sembari menciumi adiknya.
"Cama mas Aip ja, dedek tantik" Alif pun tak mau kalah. Dan mereka pun selalu memperebutkan adiknya,salah satu dari mereka tidak mau mengalah.
~THE END~
__ADS_1
Terimakasih all reader sudah membaca novel pertamaku sampai tamat. Mohon maaf banyak penulisan yang masih kurang bagus,saya masih harus banyak belajar. Menulis novel tidak semudah yang dibayangkan.Saya pun tidak menyangka sudah sampai di episode ini, padahal target cuma seratus episode doang, eh melar sampe sejauh ini.Takut kalian bosan karena kepanjangan episode jadi aku persingkat. Jangan lupa favoritkan novel ini, insyaallah akan ada novel selanjutnya.Terima kasih untuk saran dan kritiknya.
Jangan lupa like, Vote and comment ya. Love you πππ and Matursuwun πβΊοΈ