Cinta Navysah

Cinta Navysah
Hamil kembar lagi


__ADS_3

Hari sudah mulai siang, Navysah masih betah di kamar tamunya, walaupun sejak tadi Davian selalu membujuknya untuk keluar, dirinya masih kekeh dikamarnya. Entah kenapa suasana hati Navysah sangat buruk hari ini setelah mengetahui dirinya hamil lagi.


Setelah puas bergelung di selimutnya, dirinya masuk kedalam dapur. Dirinya merasa sangat lapar.Davian yang sedang menggendong Fafa menghampiri istrinya yang sedang makan.


"Mah, mah, mah" ucap anaknya.


"Hmmm" dirinya menyendok dan memasukkan nasi ke mulutnya.


"Whaaaaa... Whaaaa.. Ma.. Ma.." Fafa meronta dan menangis karena tidak direspon ibunya,dia terbiasa digendong dan dipeluk ibunya.


Navysah menggendong Fafa di pangkuannya dan menepuk bokongnya agar tertidur. " Budhe Salma, tolong buatkan susu untuk Fafa" pinta Navysah.


"Iya bu"


" Kau lihat, setiap hari aku seperti ini. Waktu buat makan aja sulit, anakmu selalu menempel padaku, bagaimana bisa aku hamil lagi mas. Mereka masih membutuhkan diriku!" serunya sembari memberi susu anaknya. Sekarang dedek sudah tidak menyusu ASI karena usianya sudah dua tahun lebih.


Davian duduk disisi istrinya "Maafkan aku, semuanya sudah terjadi. Kita rawat dedek sama - sama ya. Kamu jangan stres kasihan dedek bayinya, habis makan kita ke dokter Ifa. Kita cek kehamilanmu"


Navysah diam membisu, dirinya hanya fokus menidurkan anaknya dan melanjutkan makan.


***


Di rumah sakit,


Davian mengantar istrinya untuk mengecek kehamilannya,mereka masuk ke ruangan dokter Ifa.


"Kamu hamil lagi Nav" ucapnya tanpa basa- basi "Juara nih Davian, gaspol terus!" ledeknya.


Navysah hanya mengangguk dan merebahkan dirinya di ranjang,sedangkan sang suami hanya cengar - cengir "Rejeki fa, pumpung masih muda hehehe. Kamu nggak bikin lagi?" tanya Davian


"Aduh! pusing aku ,Si bocil baru setahun lagi aktif - aktifnya. Nanti sajalah" ucapnya sembari menggerakan probe di perut Navysah yang sebelumnya sudah dioleskan gel oleh suster.

__ADS_1


Ifa melihat ke arah monitor dan melihat kondisi rahim Navysah, dirinya tertawa keras hingga terlihat airmata disudut matanya. "Davian, kamu beneran juaranya. Lihat ada dua titik disini, kemungkinan Navysah hamil kembar lagi, dan sekarang masuk enam minggu" ucapnya.


"Astagfirullah!" Navysah terkejut sembari bangkit dari tidurnya, dia langsung melihat layar monitor. "Ifa, pasti kamu salah. Coba di cek lagi, jangan bercanda denganku fa"


"Kamu pikir aku dokter amatiran dan monitorku rusak!" ketusnya "Ini alat paling akurat Navysah!, siapa juga yang bercanda, sudah terima saja nasibmu. Siapkan tenaga untuk calon bayi kembarmu lagi"


"Alhamdulillah, dapat kembar lagi. Yessss...!!" Ucap Davian tanpa rasa bersalah. Navysah melotot ke arahnya, dia berkaca-kaca melihat suaminya yang begitu antusias mendapatkan bayi kembar lagi.


Ifa melirik Navysah, ada rasa kasihan melihatnya. Sebagai wanita dia tahu betapa repotnya mengurus anak dan suami,apalagi anak lelaki yang sangat aktif. "Kamu sabar ya, jangan stress,jaga kesehatan.Ini vitamin nanti diminum" dirinya memberi vitamin dan foto USG. Navysah sedikit syok, dirinya sudah tidak peduli ucapan Ifa, dia bergegas pergi dari ruangan.


"Davian ingat!, jangan lupa rutin kontrol tiap bulan ya. Nanti delapan bulan Navysah sesar saja, jangan sampai kejadian seperti kemarin. Kalau bisa Navysah jangan terlalu capek" Ifa.


"Oke, makasih fa" Davian mengejar istrinya yang sudah pergi dari ruangan Ifa. Dirinya menggandeng tangan istrinya tapi ditolak Navysah, dia merangkul bahu istrinya juga dihempaskan istrinya.


Sepanjang perjalanan Navysah hanya diam dan hanya melihat pemandangan diluar kaca. Davian sesekali melihat istrinya, ada perasaan bersalah padanya. "Kamu mau makan apa? Tadi makanmu sedikit"


"Tidak usah, aku tidak lapar" ucapnya tanpa melihat wajah suaminya.


"Kita ke supermarket dulu ya beli susu hamil tiga rasa"


"Kamu mau beli perhiasan atau berlian. Ayo kita beli, sudah lama aku tidak membelikanmu" Davian ingin membuat istrinya senang dan tidak stres dengan kehamilannya, dia merayu istrinya dengan barang mewah lagi.


"Tidak perlu, perhiasan dan berlianku masih banyak"


Setelah dirumah Navysah langsung masuk ke dalam kamar tamu, dia bergelung kembali di ranjangnya dan menangis.


- Navysah POV -


Aku merasa tidak enak badan dan kuhitung masa menstruasiku di kalender ternyata aku belum mendapat tamu bulanan sejak bulan lalu,aku pun mengecek dengan tespek dan terlihat dua garis. Damn! aku hamil lagi, rasanya sangat syok, ingin rasanya kucekik suamiku saat itu juga. Disaat si kembar sedang aktif - aktifnya dan butuh perhatianku, aku hamil lagi.


Ifa bilang aku hamil anak kembar lagi, rasanya otakku mau pecah. Aku akan mengurus bayi kembar lagi. Rasa sesak di dada ini tidak bisa diungkapkan, perasan takut kembali menghinggapi diriku. Rasa trauma saat melahirkan masih teringat jelas di ingatanku,aku tidak bisa mengatakan betapa sakitnya saat itu berjuang untuk melahirkan mereka hingga nyawaku hampir tiada, dan yang lebih kesal kulihat wajah suamiku senyam - senyum tanpa rasa bersalah.

__ADS_1


Perasaanku kali ini tidak karuan,aku harus senang atau sedih atas kehamilanku kali ini. diriku sudah terbiasa mengasuh anakku sendiri walaupun ada baby sitter rasanya berbeda.Aku sering kelelahan, tapi bagiku dengan melihat tumbuh kembang mereka diriku sangat bahagia, aku ingin ada kedekatan emosional dengan anakku agar mereka merasakan kasih sayang seorang ibu Bermain bersama dengannya membuatku senang. Namun sekarang,ada perasaan yang mengganjal di hati, rasa bersalah, perasan takut gagal mendidik mereka.Mungkin jika usia si kembar sudah lima atau enam tahun aku tidak mempersalahkan jika aku hamil lagi, tapi tak kusangka secepat ini diriku hamil.


Kulihat dari kaca mobil, dirinya selalu menawariku makan, mengajak membeli susu dan perhiasan namun yang ada di pikiranku sekarang hanya ingin tidur, lelah rasanya tubuh dan pikiran ini, apalagi mencium bau parfum suamiku sejak tadi membuatku mual.


* **


Sore hari Navysah dan mbak Nita bermain dengan anak-anak, mereka menumpahkan semua mainannya di lantai.


" Ini, susu untukmu rasa vanila "dirinya menyodorkan segelas susu.


" Makasih ". Navysah meminum susu hingga habis.


" Nanti makan yang banyak ya biar dedeknya sehat" Davian. Navysah tidak menjawab perkataan suaminya, dirinya masih fokus bermain dengan anaknya.


"Ma, ma, ma" Alif merengek meminta gendong,tangannya terbuka lebar kearah ibunya.


"Sini sama ayah, sekarang Alif nggak boleh gendong mama ya. Di perut mama ada dedeknya" ucap Davian sembari menggendong anaknya. Sang anak hanya tersenyum tidak mengerti apa yang katakan ayahnya.


"Ibu hamil lagi bu?" tanya mbak Nita


"Iya" jawabnya datar.


Davian memanggil seluruh asistennya untuk berkumpul di ruang tengah. "Tolong budhe dan lainnya berbagi tugas ya, sekarang istri saya sedang hamil lagi. Kemungkinan hamil kembar lagi, jadi dia tidak boleh kelelahan. Kalau si bocil menangis tolong di bantu ya budhe, mbak"


"Ya pak" mereka serempak menjawab.


Navysah menggendong Fafa dan masuk ke dalam kamarnya.


"Untuk beberapa hari kedepan mungkin istri saya masih sensitif jadi tolong dimengerti, dirinya sedikit syok karena hamil kembar lagi. Jika dia marah pada kalian, saya mohon maaf"


"Ya pak" ucapnya bersamaan

__ADS_1


* **


Ciiieee... Hamil kembar lagi. Eaaa..eaaa...jangan lupa like, Vote and comment. 😘😘😘


__ADS_2