
Davian merasa lapar, dia menyudahi pekerjaanya. Dia membuka kulkas namun hanya buah apel yang masih tersisa, lalu membuka magic com berencana membuat nasi goreng.
Dia mendapati sebungkus sop iga, dan tersenyum melihat nya. buru buru dia makan dengan lahap.Davian mengingat ada beberapa paperbag yang belum dibuka. Dia penasaran dan membuka isinya.
Terlihat sebuah kemeja batik dewasa lengan panjang, satu kemeja anak anak, dan dua batik perempuan.
Davian tersenyum melihat nya.
"Ternyata dia membuat kemeja untukku juga" lirih nya.
Setelah itu dia kembali ke kamar nya untuk beristirahat.
"Ceklek"
Davian membuka kamarnya dan melihat istri nya tertidur di lantai karpet nya, ada perasaan tidak tega dengan navysah yang tidur meringkuk.
"Coba tadi kamu merayu aku Nav,memohon kepadaku, pasti aku ijinkan kamu berbagi ranjang dengan ku"ujar nya dalam hati." Apa aku tadi bicara terlalu kasar padanya ya" gumam davi dalam hati.
Davi memberikan bantal dan menyelimuti tubuh navysah. Dia berbaring di ranjang sembari melihat navysah dari atas ranjang nya.
"Kapan kau bisa menurut padaku, bersikap manis denganku, tertawa lepas padaku dan hanya aku pria yang ada dipikiranmu bukan almarhum raihan suamimu, aku tidak mau orang lain ataupun dirimu membanding bandingkanku dengan raihan, apa masih ada ruang di hatimu untukku??, aku bingung dengan perasaan ku sendiri" gumam davian dalam hati.
***
Keesokan harinya,
Semua sudah berkumpul di kediaman Kamil, ada beberapa mobil yang akan mengantarkan Kamil meminang wanita pujaanya.
"Kok aku deg-degan" ucap kamil
"Yaelah baru juga tunangan deg degan, belum kawinan" seloroh navy
__ADS_1
"Kalau mau deg deg an itu kalo malam pertama dan iya iya" bisik navy ke Kamil.
Kamil cekikikan mendengar ocehan teman sekaligus istri bos nya, "Emang dasar ya loe kutu kupret, mulut mu gak pake filter" ledek Kamil. " Tapi ya Nav, gue masih bingung, kok loe kalo sama davian gak bisa tertawa lepas, gak bisa bercanda gitu kayak punya beban di hatimu?!" tanya Kamil penasaran.
"Gimana gue mau bercanda sama dia, atau tertawa lepas. Belum apa-apa dia udah ngomong. Jaga imej, kamu istri seorang davian Ahmad, jangan bikin rusuh, jangan deket sama lelaki lain, jangan ini, jangan itu, bikin aku kesal,".curhat navy.
Davian yang melihat istri nya berisik dan tertawa dengan Kamil merasa penasaran." Ngobrolin apa sama Kamil?" tanya davi.
" Oh, itu dia deg deg an doang kok jadi aku semangatin" ujar navy berbohong.
Terlihat dari kejauhan feri dan mba imelda datang ke acara pertunangan Kamil.
"Mbak imel gimana kabarnya?" tanyaku sembari mencium tangan nya sebagai rasa hormat.
"Alhamdulillah baik, kamu gimana kabarnya" tanya imelda datar.
Alhamdulillah baik mba" ujar navy
"Tante imel baik?" tanya polos Raffa sambil memeluk pinggang imelda.
Imelda mensejajarkan posisi tubuh nya dengan Raffa.
"alhamdulillah baik raffa, raffa sudah maem belum? Tanya imelda mengeluh rambut Raffa.
" Raffa sudah maem sama mbak siti" balas Raffa jujur.
"Raffa sekarang panggilnya jangan tante imel ya, panggilnya sekarang mami imel?!" perintah navy.
Imelda merasa bingung dengan ucapan navy, kenapa menyuruh anaknya memanggil dirinya mami imel.
"Kenapa mah, kok panggil nya mami imel?" tanya Raffa polos.
__ADS_1
"Kan mami imel sayang sama Raffa, sama kayak sayangnya mama ke Raffa juga, jadi panggil nya mami imel ya nak? " pinta navy.
Raffa mengangguk tanda setuju.
Feri, imelda, davian sekeluarga memakai satu mobil. Feri yang menyetir, di kursi samping ada imelda.
Davian, Raffa dan navysah di kursi tengah. Mbak siti di kursi belakang.
" Kok muka mu lesu gitu Nav tidak bersemangat?! " tanya imelda.
"Badanku sakit semua mba, aku tid," navysah tidak melanjutkan perkataan. Navy takut keceplosan bahwa dia tidur di lantai.
"Oh aku tau ini, pasti davian tidak mengijinkanmu tidur nyenyak ya" seloroh feri. "pasti dia minta iya iya", ujar nya tanpa tedeng aling aling.
Imelda melotot ke arah feri, dia terkejut dengan perkataan feri yang vulgar.
"Loe fokus aja ke depan daripada ntar ketinggalan, kita tidak tahu rumah nya" ketus davian.
"Santai aja bro, baru semalam dikasih yang enak juga masih ngegas aja ngomong nya, kayak gak dikasih jatah sebulan" ledek Kamil.
Davian mengeplak kepala feri, "loe tuh ya kalo ngomong gak jauh jauh dari ************" balas davi.
"Makanya nikah sono biar halal, jadi si Junior bisa tersalurkan" ejek davian sinis.
"Target nya belum mau" ucap feri melirik ke arah imelda.
Imelda yang melihat ke arah luar jendela tidak mengerti siapa yang dimaksud feri.
"Kok aku rasa mas feri ini ada feeling sama mbak imel ya" batin navy.
"Emang target nya siapa mas?!" tanya navy kepo.
__ADS_1
Feri hanya tersenyum dan menggaruk kepala nya yang tidak gatal. "Ada deh" ujar nya melirik navysah dari balik spion.