
Di kantor,
"Jadi kalian honeymoon itu cuma sesi curhat dan tanya jawab?" tanya Rayyan penasaran." Gak ada acara celup-celup gitu!?" tanya nya lagi.
Davian menggelengkan kepala, Rayyan dan Feri tertawa keras hingga keluar airmata di sudut matanya.
" Ya ampun Davian, Apes banget sih loe! Udah capek - capek kesana bikin acara romantis ternyata zonk, padahal aku sudah kirim video Hot ke handphone mu" ucap Feri mengejek sahabat nya.
"Sudahlah, kalian jangan mengejekku. Walaupun gak ada gituan,setidaknya Navysah tahu perasaanku dan dia mau belajar mencintai ku?" ujar Davian.
" Mendingan aku, belum menikah tapi bebas visa keluar masuk wanita" Feri terkekeh dengan ucapanya sendiri.
"Dasar Maniak!" Rayyan menggeplak kepala Feri, "Loe, gak takut wanita yang kamu celupin itu hamil?" tanya Rayyan kembali.
"Enggaklah, kan aku pake pengaman. Sudah dipastikan kalau dia hamil berarti bukan anakku!" tegas Feri,
"Mending kamu nikah saja, jadi halal. Jadi Kamu gak perlu celup-celup anak orang lagi, kasihan mereka dibohongin loe terus?" tegas Rayyan.
"Asal loe tau ya yan,Gue gak pernah maksa mereka.Mereka yang mau, ya gue lelaki normal dikasih yang enak - enak ya mau jugalah" Feri cengengesan tanpa dosa.
Davian dan Rayyan menggelengkan kepala, melihat kejujuran Feri.
__ADS_1
"Terus kapan loe insyaf?" tanya Davian pada Feri.
"Kayak nya kagak mungkin deh Dav!" sindir Rayyan melirik Feri kembali.
"Kalau sudah dapat jodoh yang tepat, gue bakal insyaf. Kalau gue nyelup gak pake pengamanan berarti gue sayang sama dia" tegas nya lagi.
"Rayyan besok loe resign dari sini, loe dah siap untuk pembukaan restoran kita? "tanya Davian.
" Masih ada beberapa lagi yang belum selesai, aku mau resign dulu biar lebih fokus ngurusin restoran. Loe jadi undang temen Navy, katanya dia punya restoran juga?, gue butuh pendapat dia buat nyicipin masakan kita Dav" ucap Rayyan.
"Loe tenang aja, gue udah bilang Navy. Mungkin lusa kita datang ke restoran. Tapi ya gitu, temen Navy sambleng semua. Loe jangan sampe kaget melihat tingkah mereka yang absurd" ucap Davi terkekeh mengingat Bima dan Maya
"Temen dia ada yang kayak Navysah lagi gak? Kenalin gue satu ngapa!? Masa jomblo terus, sedih akutuh" wajah Feri memelas.
Feri menghela nafas panjangnya, " Ada gak yang lebih judes dari Imelda!, gue beli sepuluh sekalian" sindir Feri.
Davian tertawa keras, mengingat kejadian tadi pagi sebelum berangkat kerja. Rambut Feri yang acak - acakan dan cakaran Imelda di tangan Feri,Baju yang semrawut, baru kali ini dirinya melihat penampilan Feri amburadul.
***
Di kantor Navysah ex Apartemen Davian.
__ADS_1
Navysah mulai mendesain baju yang akan dijadikan sampel. Ada beberapa desain yang dia buat. Dia membuka laci meja dan mengambil beberapa kertas dan baju.
"Yang ini sampel untuk RS, Yang ini sampel baju bu Rita, Yang ini desain baju couplean dokter Shafiq" Navysah memisahkan beberapa baju dan desainya.
"Yun, gimana kamu udah telepon bu Ina, Gaun nya udah selesai dipayet belum?" tanya Navysah.
"Tadi aku telepon besok baru jadi bu, soalnya kemarin dia sakit jadi gak sempet ngerjain?" ujar Yuni.
"Oke,oh iya minggu depan ada pembukaan restoran milik Bapak, nanti kamu datang ya? pinta Navysah.
" Beneran bu, aku boleh datang "ucap nya dengan senang.
" Bolehlah, nanti aku share loc tempat nya, kamu datang dengan semua karyawan disini" perintah Navysah, "Kamu betah tinggal disini" tanya Navysah.
"Alhamdulillah bu, saya betah. Terima kasih, ibu sangat baik padaku" ucap Yuni.
"Syukurlah kalau kamu betah, kamu harus belajar lebih keras.Ingat, keluargamu mengandalkan dirimu,suatu saat Ibu yakin kamu akan menjadi orang yang sukses. Kamu boleh buka usaha sendiri jika sudah siap, pergunakan ilmu mu dengan baik" ujar Navysah.
"Makasih banget bu, sudah ngajarin aku dari nol dan selalu memberikan aku semangat untuk berjuang" Yuni berkaca-kaca.
"Sudahlah,Aku hanya memberikan jalan. Tinggal kamu yang bertindak.Kamu yang merubah hidupmu sendiri, bukan aku!" tegas Navysah. "Satu lagi, jangan pernah membawa pacarmu kesini dan tidak boleh ada yang masuk ke kamar Bapak selain kami.Dia tidak suka kamar pribadinya diacak - acak, Mengerti!?" tanya Navysah.
__ADS_1
"Baik bu" ujar Yuni.
*** Jangan lupa like, Vote and comment. Terima kasih banyak reader sudah mampir ke novel pertamaku.Matursuwun. Love u all...