Cinta Navysah

Cinta Navysah
Janji kita


__ADS_3

POV Davian


Aku tak pernah menyangka bertemu dengan seorang anak kecil yang menggemaskan di sebuah Cafe, dia menghampiriku disaat aku membalas chat dari mamaku yg selalu menerorku tiap hari, selalu bertanya kapan kapan dan kapan aku menikah. Pesan yang selalu sama di beberapa bulan terakhir, jika aku tak membalas pasti mama ku akan telpon, jika aku matikan handphone ku, entah seribu caranya dia menggangguku lewat kakak dan adikku disini.


Aku merasa frustrasi, tertekan, ingin rasanya teriak, marah dengan mama ku namun aku pun tahu bagaimana perasaannya.aku tahu dia ingin anak anaknya menikah dan punya anak.


Aku menoleh ketika seorang anak kecil memanggil diriku dengan kata "ayah", aku merasa bingung ku tengok kanan kiri benarkah aku yang dipanggil.ya, dia memanggil ku ayah. Begitu pun temen ku yang cowo juga di panggil ayah.


Senyuman polos anak lelaki,celoteh nya yang ceriwis.dia memakai baju koko dan tas gendong kecilnya sehingga terlihat menggemaskan.aku tertarik padanya, Kudengar tiap kata yang keluar dari mulut nya,kulirik dengan ekor mataku ada dua orang perempuan berjilbab dan salah satu ternyata ibunya.


Temanku yang perempuan pun merasa tertarik dengan anak kecil itu. Anak yang tampan, ramah, pintar, ceriwis, murah senyum.itulah kesan pertama untuk nya.


Dia mendekatiku, dan ku pangku dirinya. Awalnya si mbak menyuruhnya turun dari pangkuanku dan tidak mengganggu ku. Namun aku bilang, tidak apa apa.


Kutanya namanya ternyata Raffa, dengan suara cadelnya membuat aku gemas.dia membuka buku gambarnya, kulihat setiap gambar nya.dia mulai mewarnai.

__ADS_1


Aku bertanya setiap pertanyaan dia jawab dengan cepat, dia anak yang responsif dan cerdas menurut ku.temen perempuan ku selalu menggoda Raffa, mencium nya. Dan dia bilang "jangan cium cium raffa ya tante" celoteh nya, semua tertawa melihat tingkah polosnya.


Dia mengunyah makanan yang disuapi mbak nya,dengan mulutnya yang penuh makanan ingin rasanya ku cubit pipinya.


Dia membuka tas nya, mengeluarkan semua isi dalam tas nya. Dan ada yang terjatuh di lantai, kulihat sebuah foto keluarga. Aq berfikir pasti ini kedua orang tua nya,karena kulihat perempuan yang di foto itu sama dengan yang kulihat tadi bersama Raffa.


Kumasukan kembali foto tadi di tas nya, kulihat di tas nya ada sebuah kartu nama ibunya. Ku baca dan ku foto kartu namanya, aku berfikir siapa tau aku membutuhkanya karena ibunya punya usaha di bidang konveksi, siapa tahu bisa bekerja sama denganku yang masih merintis di bidang yang tak jauh beda.


Kulihat dia membuka buku kecil, ternyata buku iqro yang biasanya buat mengaji. Dia mulai membaca tiap huruf hijaiyah. Dan dia bertanya pada kami "ayah dan tante bisa ngaji?" tanya polosnya


Aq mencoba bertanya, siapa yang mengajarinya. Dia menjawab "mama dan pak ustad gurunya".aku merasa bangga pada orang tua nya yang sedari kecil mengajarkan agama.


Disaat dia mulai bosan, dan dia ingin buang air kecil. Si mbak akan mengantarnya namun aku menawarkan diri untuk mengantarkan raffa ke toilet. Si mbak nya tidak mau dengan alasan takut diculik.


Aku bernegosiasi bahwa aku tidak mungkin menculiknya dan si mbak ya tetep kekeh mengantar sampai depan toilet laki-laki. aku yang membawa raffa ke toilet. Sedangkan si mbak nya menunggu di depan toilet.

__ADS_1


Kucoba bertanya siapa nama ayah nya apa pekerjaanya, namun jawaban dia membuat diriku terenyuh.


Raihan nama ayahnya, dia berada di surga. Allah sayang sama ayah. Itu jawabanya sembari menunduk penuh kesedihan


Mataku berkaca-kaca mendengar ucapanya.anak sekecil ini bisa tegar menjawab pertanyaanku.


Dia mulai bertanya"apa ayah mau jadi ayahku"?


Aku bingung apa yang harus kujawab, aku bertanya pada nya "Raffa ingin punya ayah?"


Dia menganggukan kepala nya dengan cepat. Ada rada nyeri di dadaku, rasa kasihan di hati ku. Kupeluk dengan erat anak kecil ini. Dan kujawab dengan mantap "iya, ayah mau jadi ayah raffa tapi ini rahasia kita ya tidak boleh ada yang tahu ayah akan jadi ayah raffa, mama pun tidak boleh tahu ya" pintaku


Dia mengangguk dan tersenyum padaku.


"Janji ya yah" ucap raffa

__ADS_1


"iya, ayah janji" balasku


__ADS_2