
Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam,Davian pulang lebih awal dari biasanya.
"Pak Davi sudah pulang?" tanya mbak Siti yang berpapasan di ruang tengah.
"Iya, mana Raffa mbak?!" tanyanya.
"Raffa sudah tidur sama ibu pak" ujar mbak Siti, "Dari pagi Raffa rewel minta gendong terus" sambung nya lagi.
Davi naik ke lantai dua rumah nya dan langsung menuju kamar Raffa untuk melihat keadaanya.
"Ceklek"
Davi melihat istri dan anak nya tertidur lelap, dia pun mengecup kening anak dan istri nya bergantian. "Cepet sembuh ya anak ayah!" sembari mengelus pipi Raffa.
Davian keluar dari kamar Raffa dan masuk ke dalam kamar sendiri untuk membersihkan badannya.Setelah mandi dan makan malam Davian masuk kembali ke kamar Raffa untuk tidur.
***
Pinggang Navy terasa berat, seperti ada benda yang menimpanya. Navy mencoba untuk meraba pinggang nya ternyata sebuah tangan kekar. Navy membalikkan badannya dan melihat wajah suaminya.
"Kenapa mas Davi ada disini?" lirih navy .Navy menatap wajah suami nya dengan intens. Jarak mereka hanya beberapa centi. "Davian sangat tampan walaupun sedang tidur sekalipun" batin Navy menyentuh rambut Davi yang berantakan.
"Jangan melihatku terus, nanti jatuh cinta" ucap Davian membuka matanya.
Navy kaget dan terdiam, bingung apa yang harus dikatakan. "Cup", "Morning kiss" Davian mengecup bibir Navysah.
"Aku belum gosok gigi" ujar navy menutup mulut nya.
"Manis kok" Davian tersenyum manis.
Navy beranjak dari ranjang nya. " Mau kemana?" ujar Davian menarik tangan Navy. "Aku mau sholat subuh keburu waktunya habis" navy bergegas keluar kamar.
__ADS_1
"Tunggu, aku juga mau sholat!" Davian mengejar Navy ke kamar.
Mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah, Davian menjadi imam dan Navysah makmum nya. Setelah selesai sholat Navysah mencium tangan davi sebagai rasa hormat. Davi menarik tangan Navysah agar mendekat padanya. Dan" Cup" davi mencium kening Navysah kembali.
"Kok kamu cium aku lagi? Navy cemberut.
" Suka-suka akulah! " balas Davian sembari bergegas keluar kamar.
" Dia itu kenapa? " tanya Navy " Habis cium aku tanpa dosa langsung pergi begitu saja" gerutu Navysah.
" Anak ayah sudah bangun" Davi melihat anaknya turun ke lantai satu dan mengendongnya.
"Sudah sembuh belum raff?" Davi menempelkan tangan di dahi Raffa.
Raffa menggelengkan kepala.
"Anak ayah kalo sakit diem banget, tapi kalo sehat ceriwis nya kayak burung beo" ujar Davi sembari mencium anaknya.
Raffa yang mendengar kata liburan langsung antusias, "Beneran yah!?" seru Raffa.
"Bener dong, Raffa mau liburan kemana?" selidik Davian.
"Kemana ya yah?" Jawab Raffa dengan polos nya.
Navy turun dari lantai dua " Raff, mandi air hangat yuk?! bujuk navy ", " Jangan gendong terus raff, kasian ayah capek! " sambung nya lagi.
" Mah, kata ayah nanti kita liburan "ucap Raffa. Navysah mengenyitkan dahi," liburan!, kemana? " ucap nya.
" Gimana kalo kita ke Ragunan, kan dekat dari sini" saran Davi. "Semenjak Raffa dan kamu kesini, kita belum pernah liburan" ujar nya lagi.
"Asyik, raffa mau jalan jalan" girangnya Raffa tertawa. Navysah tersenyum melihat anaknya bahagia.
__ADS_1
"Mama masak dulu ya raff," Navysah memasuki dapur nya.
Setengah jam kemudian Davian sudah rapi memakai baju kerja nya. Davi menuju dapur menghampiri Navysah.
"Nav, tolong bantuin aku?!" pinta Davian.
"Ya mas, bantuin apa?" Navysah menoleh ke arah Davian.
"Tolong pasangkan dasiku?" davi menyodorkan dasi nya.
"Hah!" pekik Navysah
Navysah menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia berdiri berhadapan dengan Davian. "Kok aku deg- degan ya?" ujar Navy dalam hati.
Navy mulai memasangkan dasi Davian dengan sedikit berjinjit.
Davi menatap intens Navysah. Dia tahu Navysah berjinjit, ada rasa ingin mengerjainya.
"Makanya makan yang banyak biar tumbuhnya ke atas,tinggi mu cuma sebahu aku" ledek Davian, "Udah pendek,kurus, dada rata, gak punya bokong, ini lidi atau TV LED !" ledeknya lagi.
"Kamu itu suka nya menghina fisik ku, biarpun aku kurus tapi aku cantik" ketus Navy sembari mencekik Davian dengan dasi.
Uhuk..! Uhuk..! Davian merasa tercekik karena dasi nya. "Kamu sengaja ya?!" seru Davi mengelitik pinggang Navysah.
Navysah merasa geli di gelitikin Davian,
"Udah mas, udah ampun geli banget!" pinta navy memelas.
"Yaudah sebagai ganti nya sini!" Davian menarik pinggang Navysah dan "Cup" Davian mencium pipi kanan nya.
Davian yang melihat pipi Navysah merona mulai menggoda nya lagi."" "Woww, ada tomat di wajahmu!" ledek Davian sambil terkekeh. Navy yang mendengar perkataanya bergegas naik ke lantai atas. " Lama-lama aku bisa luluh kalo sikapnya begitu padaku".lirih Navy memijit kening nya.
__ADS_1