
Di kampung halaman Navysah,
"Assalamualaikum"
"Walaikumm salam"
"Silakan masuk bu, pak" sapa bu yani dan pak sulaiman, orang tua navy
"matursuwun nggih bu" balas bu fera ramah sembari masuk bersama pak ibra disusul davian
"maaf ya bu, rumah kami kecil ya begini adanya" ucap bu yani merasa tidak enak
"Gak papa bu,santai saja, rumah nya nyaman kok. balas pak ibra
"iya, kemarin Navysah telepon kami bu. Katanya, orang tua nak davian mau datang berkunjung. Saya kaget bu, setahu saya navy tidak pernah bercerita tentang kedekatanya dengan nak davi" ungkap bu yani
"iya bu, davi yang melarang navy bercerita. Namanya pacaran kan putus nyambung belum tentu jadi dan takut navy tidak nyaman dengan gosip diluar. Sekarang mau nikah baru saya berani datang kesini" ucap davi dengan yakin
Datanglah dari dapur kakak Navysah membawa teh beserta cemilan.
"silakan diminum pak, bu, davian ini juga ada cemilan silakan di makan" ucap naysila kakak navy ramah
Belum sempat berbincang, dari luar rumah terdengar berisik dan tak asing dengan suara itu.
"Assalamualaikum"
"Walaikumm salam"
Ketiga anak lelaki menyalami keluarga davian secara bergantian.
"Ini siapa, ya allah sopan bgt ya anak anak ini"? Tanya bu fera kepo
__ADS_1
"yang besar ini, febri adik Navysah, yang ini anak pertama naysila namanya nara, yang kecil ini noval anak kedua naysila"jawab bu yani
" cowok semua ya bu cucu nya"balas bu fera
"nggih bu, alhamdulillah. Ya begitu bu, kadang bandel juga. Aktif nya gak ketulungan" keluh bu yani sambil tersenyum
"mbah,mami navy gak jadi pulang mbah?" tanya nara kepo
"mami ya gak pulang ra, nanti klo mami nikah baru pulang" jawab pak sulaiman
"jadi mami mau nikah mbah,! sama siapa?? Ntr mami gak sayang lagi sama nara, kalopun mami nikah harus dapet yang kayak ayah raihan,titik" jawab nara sambil menundukkan kepala, dan merasa tidak terima jika kasih sayang nya berkurang.
"sama um davian, ini orang nya" imbuh pak sulaiman
Ditataplah davian dengan tajam, serasa tidak terima jika mami nya mau menikah lagi. Ya, nara adalah anak naysila namun sejak bayi Navysah selalu memberikan kasih sayang pada nara seperti anak sendiri,naysila yang dulu masih bekerja harus menitipkan nara pada navy.sampai sekarang jika ada masalah di sekolah pun nara selalu telepon, berkeluh kesah dengan navysah.Nara selalu memanggil mami pada Navysah,baginya navysah nomer satu, ibunya sendiri nomer dua.
Nara berlalu begitu saja tanpa kata diikuti noval sang adik
"iya bu gak papa, oiya kami kesini untuk membahas pernikahan davian dan navy. Kemungkinan akhir bulan ini dilaksanakan di kota S karena saya baru pertama kali hajatan bu" seloroh bu fera
"apa tidak terlalu mendadak ya bu"? Balas bu yani kaget
"Tidak bu, lebih cepat lebih baik, nanti ibu tidak usah khawatir semua kami yang mempersiapkan. WO dan hotel nanti kami pesan, ibu tinggal berangkat saja ke kota S. Masalah surat surat nanti bisa dikirim kan" balas bu fera
"kami sekeluarga terserah ibu saja, yang penting anak kami bahagia" ucap bu yani
"nak davian,navy sudah menjalani banyak ujian hidup. Ibu cuma minta agar nak davi selalu bisa melindungi dan bisa membahagiakan navy. Biarpun dia terlihat jutek, ketus dan kuat jauh dari lubuk hatinya dia orang yang lembut, baik dan rapuh. Ibu tidak ingin melihat dia menangis lagi. Cuma itu harapan ibu nak"ungkap bu yani sembari menangis
"davian janji bu, akan selalu menjaga dan membuat navy dan raffa bahagia" janji davi dengan penuh keyakinan
"saya ijin sholat dulu bu, dimana ya tempat nya" tanya davy
__ADS_1
"oh ya silakan kesini nak, di lantai dua ada ruangan sholat. Samping kamar navysah. Mas febri anterin mas davi ini nak," ucap bu yani
"nggih bu" ucap febri
Febri mengantarkan davian ke lantai dua, sembari bertanya pada davi.
"beneran mas ini mau nikah sama mbak ku!" selidik febri
"benar", balas singkat davi
"aku memang adik tiri mba navy tp aku gak mau ada yang nyakitin dia.awas aja klo aku liat mba navy menangis karena mas, akan aku cari mas sampe Jakarta! "ketus febri lalu pergi
Setelah sholat davi beranjak pergi dan melihat kamar samping yang terbuka.davi melihat nara yang sedang terlentang di kasur sambil bermain handphone.
" bolehkah um masuk? " tanya davian
" masuk aja um", balas nara
Davi masuk sembari duduk di sisi ranjang. Mencoba untuk bicara dari hati ke hati dengan nara
"kamu sekolah kelas berapa ra"? Tanya davi
"kelas dua SMP" balas singkat nara
"nara sayang banget ya sama mami navy?" tanya davi
"mami navy punyaku, ntar klo mami nikah sama um ntar gak sayang lagi sama nara?" seloroh nya sambil berkaca-kaca mata nya
***
TBC
__ADS_1