Cinta Navysah

Cinta Navysah
Kesalnya Navysah


__ADS_3

Navysah membereskan pakaian Davian ke dalam koper,dan beberapa dokumen ke dalam tas kerjanya.


"Mas, di Batam berapa hari?" tanya Navysah sembari membereskan pakaian." Tiga hari Nav, kalau belum kelar urusannya paling empat hari disana. Kenapa?, kamu kangen sama aku?" Davian memeluk istrinya dari belakang.


"Apaan sih!, gak usah kepedean deh"ketus Navysah.


" Beneran kamu gak kangen sama aku? "Davian penasaran.


" Kayaknya sih nggak,malah aku seneng gak ada yang bikin aku kesel" ujar Navysah berbohong.


"Kamu itu!, bisa gak sih sayang dikit sama aku!" Davian merajuk.


Navysah tersenyum melihat Davian cemberut, "Nih, semuanya udah ada disini" Navysah mendorong koper kearah Davian.


"Oh Iya mas,aku pengen daftarin Raffa sekolah TK tapi sekolah masih tutup dimasa pandemi gini, Rani aja ntar wisuda online. Apa tahun depan aja Raffa sekolahnya?" ujar Navysah.


"Iya, tahun depan aja.Toh,Raffa masih lima tahun,Nanti aku panggil ustadzah aja kemari biar Raffa belajar ngaji." Besok,ada sopir baru yang akan mengantarkan kamu juga"ujar Davian sembari merapikan bajunya.

__ADS_1


" Gak usah pakai sopir, aku bisa sendiri!" pinta Navysah.


"Navysah, please nurut sama aku.Oke sayang" perintah Davian dengan mencubit pipi Istrinya." Kamu tahu, semenjak kita pulang dari Bali aku sibuk, beberapa endorse dan iklan mulai berdatangan. Dan aku bersyukur untuk itu. Navysah, kamu beneran gak mau jadi ambasador produk kecantikan dari brand terkenal itu? "tanya Davian pada istrinya.


Navysah menundukkan kepala " Aku tidak percaya diri, Aku takut bertemu banyak orang mas, gugup, bisa-bisa aku sesak nafas. Aku lebih suka bekerja sesuai passion ku,aku terbiasa menyendiri, kalaupun iklan itu hanya endorse di instagr*m saja" ucap Navysah.Davian menatap wajah istrinya dengan intens. "Terserah kamu saja, senyamanya kamu, aku tidak memaksa" Davian memeluk istrinya.


"Nav, aku mau pergi. Kamu nggak ngasih bekal untukku?" bisik Davian di telinga istrinya. " Kamu mau bekal apa nanti aku masakin?" ujar Navysah polos. "Yaelah, kamu beneran gak ngerti apa pura - pura bego sih!, Masa gitu aja gak tahu!" ketus Davian. Navysah tidak mengerti arah pembicaraan Davian, dia mengira bekal yang dimaksud itu makanan yang selalu dia siapkan untuk suaminya. "Aku beneran gak ngerti mas?" ucap Navysah.


Davian menghela nafas panjangnya,"Selama ini cuma aku yang selalu menciumu dan kamu tidak membalas ciumanku, kamu tidak ada inisiatif untuk menciumku terlebih dahulu Nav!" pinta Davian merajuk dan cemberut.


Sekarang Navysah tahu, kemana arah pembicaraan Davian. Navysah berjinjit " Cup, cup" Navysah mencium pipi suaminya. Davian merasa bahagia, baru kali ini istrinya berinisiatif mencium dirinya terlebih dahulu.


"Apaan, cari uang yang banyak. Uang di ATM yang aku berikan ke kamu aja masih utuh. Kamu gak butuh duit Nav?" tanya Davian. "Butuhlah, nanti akan kuambil, kalau saat ini belum waktunya" ujar Navysah.


Davian menghampiri Navysah dan memeluk dirinya dari belakang.Navysah berjalan kemanapun dia tetap memeluk istrinya dan menempel bagai ulat.


"Ya ampun, kamu ini gak jauh beda dari Nara ya mas!" seru Navysah.Davian terkekeh, " Habis kamu wangi" Davian mencium punggung istrinya,membalikkan tubuh istrinya,mencium semua area wajah istrinya, mencium bibir ranum Navysah. ******* dan saling bertukar saliva,mengg*git kecil bibir istrinya.Dan tanpa disuruh Navysah mulai membalas ciuman suaminya. Davian tersenyum bahagia. "Makasih sayang, Cup" dirinya mencium kening istrinya.

__ADS_1


"Aku akan ke restoran dulu,ada yang ingin aku sampaikan pada Rayyan"ujar Davian," Ya sudah, aku anterin kamu ke resto. Habis itu aku anterin ke bandara "ucap Navysah sembari membawa tas Davian.


" Tidak usah Nav, aku bisa sendiri kok" Davian mendorong kopernya menuju lantai satu. "Gak ada penolakan, aku dan Raffa akan mengantarmu sampai bandara" tegas Navysah.


***


Davi, Navysah dan Raffa memasuki restoran, bertemu dengan Rayyan dan Kamil membahas pembukaan restoran empat hari lagi.Ternyata tidak hanya mereka,lima belas menit kemudian datanglah dua orang wanita bule yang ternyata sahabat Davian sewaktu di Amerika. Mereka tanpa risih cium pipi kanan, dan cium pipi kiri Davian, Kamil dan Rayyan secara bergantian.Davian pun memperkenalkan Navysah pada teman bule nya itu. Raut muka Navysah sudah berubah, dirinya enggan bicara. Hanya sesekali menjawab pertanyaan dengan singkat. Davian pun menyadari apa kesalahanya.


Di dalam mobil menuju bandara, Navysah masih terdiam. Dirinya menatap luar jendela kaca mobil. "Kamu marah Nav, sama aku?" tanyanya sembari fokus menyetir.Tidak ada jawaban dari istrinya, Navysah masih tetap diam membisu. "Aku tahu, aku salah sudah cipika cipiki dengan wanita lain. Ku harap kamu mau mentolerir Nav, ak..!" ucap Davian yang belum selesai bicara, "Diamlah!" potong Navysah dengan cepat tanpa melihat wajah suaminya. " Tapi Nav, aku..!" Davian ingin menjelaskan sesuatu pada istrinya. " Please, diamlah! Ada Raffa dibelakang. Aku tidak ingin dia melihat kita bertengkar" Navysah menatap tajam kearah suaminya berharap Davian mengerti apa yang dia ucapkan.


Setelah satu jam lebih dirinya sampai di bandara. Davian mengangkat koper dan tas sendiri dari bagasi mobilnya. Navysah dan Raffa keluar dari mobil, "Ayah hati - hati ya yah" ucap Raffa sembari mencium tangan ayahnya.Davian menciumi wajah anaknya "Iya sayang" Ayah pasti kangen Raffa dan Mama" ucap Davian.


Navysah merasa muak dengan ucapan suaminya,dirinya mengandeng Raffa kedalam mobil serta memasangkan sabuk pengaman. Davian mengira istrinya akan mencium tanganya. Namun, Navysah berlalu begitu saja tanpa ada kata yang diucapkan. Dirinya langsung tancap gas, meninggalkan Davian. " Sepertinya mode ngambek ini" ujarnya sembari masuk ke dalam bandara.


Dengan perasan yang kesal Navysah membelokan mobilnya ke sebuah gerai ATM. "Raffa tunggu sebentar yah, mama ke ATM dulu" ujarnya dan diangguki oleh anaknya.


Navysah menekan beberapa nomor di keyboard mesin. "Syukurin, aku pindahin semua saldo ke rekening diriku, sekarang kartu ATM ini kosong" ucap Navysah dengan geram. "Besok - besok aku akan minta uang belanja lima kali lipat dan kartu kredit ini akan aku pake untuk foya-foya" ucapnya dengan berapi - api.

__ADS_1


Disisi lain, Davian yang sedang duduk di ruang tunggu mendapatkan notifikasi di handphone nya. Matanya terbelalak tidak percaya.Semua uang yang dia kasih untuk istrinya sekarang bersaldo nol." Marahnya dia lebih mengerikan, semua uang yang aku berikan di atm nya habis ditransfer ke rekeningnya, bisa - bisa kartu kredit nya dipake untuk hal tidak penting lagi" Davian menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


__ADS_2