Cinta Navysah

Cinta Navysah
Melahirkan


__ADS_3

Feri berganti kolornya kembali, dirinya duduk di kursi dan melirik duo kucing yang masih duduk santai sembari nonton tv.


Navysah lebih senang duduk di dapur, dia membuka kulkas dan memakan puding yang ada disana. Mulutnya penuh dengan makanan, dia tidak peduli kalau besok Imelda akan protes dengannya gara-gara menghabiskan makanannya.


"Eh cumi, loe kok gak pada balik sih!" Sono balik kan acaranya udah selesai " ketusnya.


" Oh, sekarang ngusir!, udah dinikahin baru lima belas menit yang lalu sekarang ngusir adik ipar yang baiknya minta ampun kayak gini. Dasar durhaka kamu! " ketusnya.


" Bukannya gitu!, gue mau cepetan malam pertama, si otong mau makan. Masa loe mau disini sih, yang ada loe pada gangguin gue lagi pada ngintip. Eh, ujung ujungnya iri deh pengen nyuntik bini masing - masing "ucapnya cengengesan.


Davian mengkode Rayyan untuk mengerjain Feri.Mereka mengikat Feri di sofa dan menutupnya dengan lakban." Tadi loe iket kakak gue kayak gini sama melakban mulut dia kan, rasakan enak kan dilakban " ucap Davian.


Feri meronta-ronta, dirinya mencoba untuk melepaskan ikatan namun tidak bisa. "Mmmmmpp" ucapnya


"Apa gue kagak denger, eeh eeh apa!" ledek Rayyan dengan songongnya. "Tadi ada yang ngledekin kita cumi dan ikan patin. Lah, kagak sadar dia kayak ikan lele!"


Davian dan Kamil tertawa, mereka merasa senang bisa mengerjai Feri.


Davian melepaskan pecinya dan memukul ringan ke arah adik kecil Feri. "Ini nih, yang selalu teriak minta makan!. Kamu mau makan kakakku sekarang, enak aja! nungguin gue main ludo dulu sama Rayyan" ucapnya.


"Mau malam pertama!" Davian memukul adik kecil sang cassanova lagi. " Loe, udah berapa kali malam pertama dan malam-malam lainnya sama banyak wanita, berani kamu jajan di luaran sana aku potek kamu, kujadikan sosis bakar!" ucapnya dengan menirukan gaya Navysah.


Navysah tergelak tawa mendengar ucapan suaminya "Habisin! , potongan! , sosisin! , bakarin! , lemparin! , hahahaha!" dirinya bertepuk tangan dengan riang, sengaja memprovokasi suaminya.


Rayyan tertawa "Lanjut, lanjut, lanjut" sambungnya lagi.


Feri masih meronta dan mencoba untuk bicara namun tidak bisa. "Ingat!, jangan membuat kakakku menangis karenamu,kalau nggak aku sunatin dua kali. Mau nggak, Pletak! Davian memukul kembali milik Feri.


" Ayo kita main ludo sepermainan. Kesel gue ama cabul satu ini!" Rayyan menaruh handphonenya di tengah dan mereka bermain ludo. Feri sangat kesal dengan tiga manusia yang tidak punya akhlak, bisa-bisanya dia dikerjain seperti ini.


Setelah beberapa saat permainan ludo berakhir." Ya, aku kalah! "ucap Davian.Dirinya melepaskan lakban yang menempel pada mulut Feri.


" Kampret loe!! , bangs**, anj*** kalian bener - bener temen jahiliyah bisa-bisanya ngerjain aku sampai kayak gini, sampe adik kesayangan gue di kepret pake peci segala dan itu si pinguin dasar kompor meleduk bukannya belain gue malah ngomporin!" ucapnya sembari melihat Navysah yang sedang mengunyah makanannya.


Davian, Rayyan dan Navysah tertawa keras." Udah nggak usah banyak bac*t, simpan tenagamu buat iya - iya " Rayyan.

__ADS_1


Davian melepaskan Feri dari kursi ya namun tangannya masih terikat tali, dia mendorong Feri untuk masuk ke kamar Imelda. "Sono, buka puasa sepuasnya. Gue udah puas ngerjain loe! Kita pulang dulu. Biar iketan loe yang bukain si Imel" Davian menendang bokong Feri dengan keras dari belakang agar masuk ke dalam kamarnya.


"Dasar adik ipar k*parat!!" teriak Feri.


Dan mereka pulang agar tidak mengganggu si tuan rumah yang ingin melakukan adegan panasnya.


Feri meminta tolong Imelda untuk membukakan simpul ikatannya. Begitupun Feri melepaskan ikatan Imelda yang sekarang sudah sah menjadi istrinya. Mereka melakukan hal yang selayaknya di malam pertama, sudah dipastikan Imelda yang menjadi pemimpin di hari ini, dengan segala gairah dan hasrat yang ada di dalam tubuhnya.


***


Di sepanjang perjalanan pulang Navysah selalu melihat wajah suaminya. Davian tahu, istrinya selalu melihatnya dan tersenyum. Setelah sampai di rumah Davian menggandeng istrinya masuk ke dalam kamarnya. "Kamu kenapa sejak di mobil selalu melihatku?, aku tahu aku tampan"


"Entahlah!, aku suka aja tadi melihatmu pakai peci. Ketampananmu sepuluh kali lipat bertambah" puji nya.


"Masa?!". Davian membuka pintu kamarnya.


"Iya sayangkuh" ucapnya. Apa kau mau buka puasa denganku? " tanya Navysah.


Davian melirik istrinya," Apa aku tidak salah dengar, kau menawariku buka puasa! "tanyanya kembali.


" Mau lah, masa ditolak. Hanya aku heran aja tumben banget kau menawariku,biasanya juga nggak. Apa aku harus pakai peci terus agar kau selalu terpesona dan bergairah melihatku?"


" Tidak perlu "


" Oke aku kunci pintu dulu"


"Tunggu dulu!, Aku mau ayam goreng mentega buatanmu. Aku lapar lagi dan.."


"Dan jangan lupa dua porsi karena kamu bertiga" potong Davian cepat.


Navysah terkekeh mendengar ucapan suaminya. Davian bergegas membuatkan istrinya makanan, dia sangat senang Navysah memberinya lampu hijau untuk malam ini.


* **


Navysah sejak semalam tidak bisa tidur, setelah memberi suaminya lampu hijau untuk iya-iya, beberapa saat kemudian perutnya seperti kontraksi palsu, dia kira seperti malam sebelumnya yang sebentar sakit sebentar tidak. Namun pagi ini dia sudah tidak bisa menahannya.

__ADS_1


"Mas!," ucapnya menggoncangkan tubuh Davian yang masih polos tanpa sehelai kain pun. " Perutku sakit mas, seperti mau melahirkan!" sambungnya lagi.


Davian langsung membelalakan matanya, dia melihat istrinya penuh dengan keringat. "Sebentar aku pakai baju dulu" Dirinya sudah tidak peduli dengan keadaan tubuhnya yang polos. Dia mencuci mukanya dan menarik baju di lipatan tumpukan. Baju yang berceceran akibat tarikannya tidak dia pedulikan.


Dia memapah istrinya untuk turun dari ranjang, namun tidak disangka dari arah kaki istrinya keluar cairan seperti air.


"Apa ini?!" dirinya bingung kenapa Navysah mengompol namun diciumnya cairan itu tidak berbau. Dia menelepon budhe Salma untuk segera ke kamarnya. Dengan tergopoh - gopoh budhe Salma datang ke kamarnya.


"Ayo pak!, ibu mau melahirkan. Air ketubannya sudah pecah, kalau tidak cepat bisa bahaya. Saya akan membawakan tas perlengkapan bayinya dan ikut bapak kesana"


Mereka melajukan ke arah rumah sakit, Davian menelepon Ifa untuk standby disana. Untung saja jalanan masih sedikit sepi hingga Davian bisa menaikkan kecepatannya, walaupun ada beberapa orang yang mengumpatnya namun dia tidak peduli, baginya keselamatan istri dan anaknya nomer satu. Dia pun menelepon Imelda dan Feri namun semua handphonenya tidak aktif. Dia menelepon Kamil untuk pergi ke rumah sakit, dia ingin ada sahabat yang bisa memberinya kekuatan disaat seperti ini.


Setelah sampai di rumah sakit Ifa bergegas memasukkan Navysah ke ruangan bersalin. Setelah pengecekan selesai dan dia menyuntikan obat di cairan infus, dia menyuruh Davian mendampingi istrinya melahirkan. Ada perasaan nyeri dihatinya melihat istrinya berjuang untuk melahirkan anak - anaknya. Dan kali ini mau tidak mau Navysah harus melahirkan secara normal karena posisi bayi memang sudah di ujung pembukaan.


"Kamu itu bagaimana sih Davian! kenapa kemarin kamu tidak kesini, kalau kamu kemarin kesini mungkin Navysah masih bisa sesar" ketus Ifa.


"Aku ada kepentingan mendadak, maafkan aku"


Ifa kesal dengan Davian, entah kenapa Davian selalu lalai menjaga istrinya. "Ikuti aba-abaku ya Nav! "ucap Ifa.


Navysah mencengkram kuat lengan suaminya." Mas, sakit mas! "ucapnya.


" Iya, aku tahu sabar ya sayang. Sebentar lagi kita melihat anak - anak kita"


"Mengejan Navysah!" perintah Ifa, dan Navysah menuruti perintahnya.Davian tidak peduli dengan lengan yang sudah sakit akibat cengkraman istrinya, rasa sakit Navysah lebih dari apapun untuk melahirkan anaknya. Dengan waktu yang sedikit lama, dan beberapa kali mengejan Navysah melahirkan satu baby boy namun tenaganya sudah tidak kuat lagi.


"Mas, aku lelah. Aku tidak kuat" lirihnya.


"Sayang, jangan menyerah, Ayo sekali lagi. Ada baby boy yang masih di dalam. Ayo sayang, kita akan berkumpul dan bahagia bersama setelah ini" ucapnya.


Ifa menyuruh Navysah mengejan, namun Navysah masih belum kuat untuk melahirkan satu baby boy nya. "Ifa, aku lelah fa. Aku ingin tidur, aku tidak kuat lagi" ucapnya.


"Ayo Navysah, sekali lagi. Mengejan yang kuat. Lihat, anakmu hampir keluar" Ucap Ifa. Dengan beberapa kali Mengejan akhirnya baby boy kedua lahir. Navysah masih terengah - engah, nafasnya mulai tidak beraturan dan dia sesak nafas setelah persalinan dirinya pingsan.


* **

__ADS_1


Yeeeeyyy.. pada penasaran Navysah kenapa? Dia lagi test drive sama babang Izroil. Jngn lp like, Vote and comment ya gaes.


__ADS_2