
Keesokan harinya...
Sebuah mobil paje** warna hitam berhenti di sebuah rumah minimalis,dan turunlah seorang pria tampan dengan rambut rapi memakai kaos merah dan stelan jas hitam dipadukan celana hitam dan sepatu kets putih membuat setiap orang yang melihat terpesona akan aura ketampananya.
"Wuizzzz... Siapa tuh!? Ya allah ganteng pake banget ini cowo bikin diriku meleleh" ucap seorang karyawan navy
"Mana??" tanya karyawan cowo satunya, kayaknya aku pernah liat tapi dimana ya?? Sambungnya sambil mencoba berfikir menggaruk kepala yang tidak gatal
"OMG gaes dia ke rumah ini, mungkin tamunya bu Navysah kali, wah ibu punya tamu cowo ganteng yang kece badai?!" tanya nya tanpa berkedip melihat pesona davian
Davian berjalan menuju rumah dan mengetuk pintu
Tok.. Tok.. Tok..
"Assalamualaikum"
"Walaikumm salam"
"benarkah ini rumah Navysah, aku ingin bertemu dengannya" ucap davian
"iya bener pak disini rumah bu navy, tapi ibu sedang pergi bersama raffa ke sekolah bimba,sebentar lagi pulang kok.maaf anda siapa ya?!" kepo yuni karyawan Navy
Ada perasan ingin mengerjain di hatinya, sambil tersenyum davian berkata "memangnya kamu tidak tahu saya, saya itu calon suaminya. Kami akan menikah bulan depan"
Diluar dugaan,bukanya kaget yuni malah tertawa ngakak.
Hahahaha...,pak pak anda itu jangan halu. Aku sudah mendengar 5x pria seperti bapak. Ngaku ngaku calon suami bu navy padahal cuma fans berat yang berhalusinasi"seloroh yuni sambil menggelengkan kepalanya
Davian merasa kesal didalam hatinya dan menggerutu"sialan, aku dibilang berhalusinasi".
"Yaudah bapak silakan duduk,bapak mau minum apa?" Tawar yuni
"air putih saja" balas davi
"Baik tunggu sebentar " jawab yuni
Setelah lima belas menit davian menunggu, datanglah navy dan raffa menggunakan sepeda motor matik nya.
Navy merasa bingung kok ada mobil parkir di depan rumah nya.mobil siapa yah,masih menerka nerka.
"Assalamualaikum"
"Walaikumm salam"
Raffa melihat davian di ruang tamu, sontak langsung berteriak "ayah....!!, ayah dateng kesini?" Tanya nya polos
"iya, kan ayah kangen sama anak ayah yang pinter ini" ucap davi sambil memangku dan mencium raffa
"raffa juga kangen sama ayah" balas raffa
Melihat pria yang duduk didepannya membuat navy membuang muka, seolah malas melihat pria gila yang suka memaksa nya untuk menikah. Di sisi lain karyawan navy yang diam diam kepo dan menguping pembicaraanya.
__ADS_1
"Mau apa kamu kesini"? Tanyaku ketus
"jemput kalian lah, kan hari ini calon mertua mu ingin bertemu" balas davy dengan muka datar nya
"aku sibuk kerja tidak bisa!!" ketus navy
Tak kehilangan akal davian mulai merayu raffa
"Raffa, anak ayah. Raffa mau kan jalan jalan sama ayah, kita ke mall sama nenek dan kakek? " rayu davian pada raffa sambil mengelus rambut dan mencium pipinya.
"Mau yah, ayo jalan jalan. Nenek sama kakek siapa yah. Kan mereka di kampung?" tanya polos nya karena yang raffa tau nenek kakek dari mama Navysah di kampung .
"nenek fera dan kakek Ibrahim, mereka ibunya ayah, jadi mereka nenek dan kakek raffa sekarang" balas davian
"stop davian, please lebih baik sekarang kamu pergi dari sini. Aku sibuk, ayo raffa masuk kamar. Belajar sama mama yuk" bujuk navy sambil menarik Raffa dari pangkuan davy
Merasa diabaikan, davian tak kehilangan akal. Dia menghubungi seseorang dan ternyata ibunya yang dia video call.
"Assalamualaikum mah, ini ni cucu mama minta video call" ucap davian
"Walaikumm salam, wah cucu nenek ganteng banget. Siapa namamu nak?" tanya bu fera sambil melihat wajah Raffa dari handphone
"Raffa nek"
"Raffa kesini ya sama mama, nenek ingin bertemu Raffa" balas bu fera
"tapi Raffa gak boleh jalan jalan kata mama nek, Raffa suruh belajar" lirih nya namun masih bisa didengar oleh bu fera
"mana mama, berikan handphone nya ke mama. Nenek ingin ngomong nak?" ucap bu fera
Raffa menyodorkan handphone ke arah ku, mau tak mau aku terima sambil menghela nafas panjang. Disisi lain, pria di depan ku tersenyum licik, ingin rasanya ku cakar wajah tampan nya.
" nduk,kamu kesini ya. Mama nungguin kamu dan raffa, kita jalan jalan pumpung mama masih disini."
Mau tak mau merasa tidak enak, aku mengiyakan untuk bertemu dengan calon mertua ku.setelah bertelepon ria aku menutup panggilan dengan salam.
"Aku tunggu 15menit,cepetan.aku tidak suka menunggu lama klo mau dandan di mobil aja biar cepet " ucap davian ketus
Aku beranjak bersama Raffa dan mempersiapkan semua kebutuhan Raffa.setengah jam berlalu, aku sengaja membuat dirinya kesal.
Setelah selesai semua, aku dan Raffa berjalan ke arah davian,kulihat wajah nya tampak cemberut dan dia berjalan ke arah mobil nya.
###
Di sebuah mall xxx
Tampak komplit personil keluarga dari davian di sebuah restoran mall, Kamipun mencium tangan orang tuanya,sebagai rasa hormat.
Oh, ini ya cucu nenek. Ya allah sopan banget ya, sini sini peluk nenek"ucap bu fera
Tanpa ragu Raffa memeluk calon nenek ya tanpa sungkan.
__ADS_1
"Cucu nenek mau makan apa?
nduk, kamu juga mau makan apa?
Davi kamu makan ya" Tanyanya secara beruntun
" ayam goreng nek" ucap raffa polos
"saya ayam geprek aja bu sama jus orange" jawab ku
"aku pasta dan orange jus saja bu"jawab davi
Setelah beberapa menit makanan tersaji dan ku lahap makanan itu karena lapar.
Setelah selesai makan, mulailah obrolan yang menurut ku membosankan.
" nduk,besok sebelum pulang ke kota S mama akan pergi ke kampung halamanmu untuk bertemu orang tua mu membahas pernikahan kalian" ucap bu fera
Uhuk.. Uhuk.. Aku tersedak dengan perkataan bu fera, kulirik pria gila disampingku, kulihat wajah nya tanpa ekspresi.
"gak kecepatan mah kan bisa kapan kapan" sangkal ku
"nggak dong nduk, pumpung mama masih cuti.klo mama sudah di kampung juga sibuk. Mama harus kembali ngajar mahasiswa.ayah ibra pun harus kembali ngurus usahanya.ucap bu fera
" mama sih pengennya akhir bulan ini kalian menikah,biar mama tenang.anak mama salah satu sudah berkeluarga dan nanti mama tinggal nungguin cucu mama lahir," ucap bu fera dengan gembira dan penuh harapan
Hatiku terasa nyeri dengan perkataan calon mertua ku.harapan besar yang diinginkan.aku tidak tahu harus berkata apa.
Disisi lain, imelda mulai dengan introgasiku.
" memang klo udah nikah kamu mau tinggal dimana nav, kan kamu di kota B dan davian di kota J. Perjalanan kira kira 2 jam. Yakin mau pulang pergi??
" aku yang akan pulang pergi mba, klo tidak memungkinkan dan aku sibuk ya sabtu minggu aku baru pulang ke kota B" jawab davi
"jangan jangan klo sabtu minggu gitu jarang ketemu dong, mendingan usaha navy yang pindah atau davian yang pindah rumah pokoknya harus ketemu tiap hari biar davian ada yang ngurus dan juga biar cepetan punya anak" celetuk bu fera beruntun
"Ya allah ini mama nya terobsesi banget punya cucu, matilah aku"gerutu navy dalam hati
" apaan si mah, nikah juga belum bahas cucu. Ntar lihat aja jalanin aja dulu"ketus davian
"navy, apa kamu yakin nikah dengan davian. Kamu kan tahu dia pria sejuta umat.banyak cewe cewe yang mengejar nya. Memang nya kamu tidak cemburu? Tanya imelda penuh selidik
" mba, apaan sih!!. Jangan bikin gara gara ya" ancam davi dengan mata tajamnya
Aku merasa terpojok dengan situasi ini, seperti nya sosok imelda tak suka dengan keberadaan ku. Dan kulihat hubungan davi dan kakaknya kurang baik.Berbeda jika davi dan adiknya rani.rani yang selalu manja bergelandut di lengan davian.
"aku sangat percaya dengan davian kak, dia pria yang baik. Dan aku percaya dengan hatinya hanya milikku"ucapku tersenyum kaku dengan melirik davian
" Ya allah rasanya pengen muntah aku menjawab pertanyaan ini dan pria gila yang sedang disamping ku ini tidak ada respon sama sekali bikin aku kesal" gumamku dalam hati
Setelah lulus interview dengan imelda kami berkeliling mall dan membeli beberapa baju dan cincin nikah.awalnya aku menolak namun davi memaksaku.
__ADS_1
Kami pulang dengan mobil berbeda setelah berpamitan dengan calon mertua...