
Jam sudah menunjukkan pukul dua pagi,navysah terbangun dan menjalankan shalat tahajjud.
Selesai sholat seperti biasanya dia selalu mengecek keadaan Raffa di kamarnya, sekedar mencium anaknya yang tertidur pulas.
Ceklek,
Navi mendekati ranjang Raffa, menyentuh badan nya. "Kok Raffa badannya demam?! " sembari menempelkan tangannya di dahi Raffa.
Navy mengambil termometer di nakas samping dan menghimpitkan nya di ketiak Raffa. " tiga puluh delapan" navy mulai panik melihat angka yang terlihat di termometer.
Dia turun ke lantai satu membawa handuk dan air hangat untuk mengkompres dahi raffa.
Raffa mulai mengigau, memanggil mamanya. "Iya nak, mama disini" ujar Navi sembari mengkompres anaknya.
Navi mematikan AC dan menyelimuti Raffa dengan selimut tebal.
"Besok kita ke dokter ya sayang" Navysah memeluk Raffa dengan erat, begadang semalaman. Navy pun tidak berani membangunkan davian. Navysah berpikir besok davian akan bekerja, takut davi mengantuk jika begadang.
Keesokan paginya, davian tidak mendapati navy di sofabed. Dia mengira navy masak di dapur.
Davian menghampiri kamar Raffa, berniat untuk mencium anaknya di pagi hari seperti biasanya yang dia lakukan.
Navy tertidur di samping Raffa, davi menyentuh pipi anaknya dan terkejut "Raffa kok panas badan nya?!" gumam davi.
Navysah terbangun dengar suara davi, "Mas! " ucap navy dengan suara serak nya.
"Raffa sakit ya Nav, kok kamu gak bangunin aku?!" seru davian.
Navysah duduk di ranjang "Aku takut ganggu kamu tidur mas" ujar nya.
__ADS_1
"Kamu itu gimana, anak sakit ya wajarlah orang tua nya begadang! ", decak davi sembari menempelkan tangannya di dahi anak nya.
Davi melihat lingkaran hitam di mata navy " lihat dirimu kurang tidur kan" ujar nya lagi.
"Aku akan antar kalian ke dokter, hari ini aku cuti lagi" pinta davian.
"Jangan!, aku bisa naik taxi ke rumah sakit, kamu kan kemarin udah cuti" ujar navy sembari mendorong suaminya keluar kamar.
"Sudah sana mandi dan kerja!" perintah navy.
Davian mengkhawatirkan keadaan anaknya, wajah nya cemas dan bingung karena ini pertama kalinya dia melihat Raffa sakit, dan pertama kali nya dia menjadi seorang ayah.
"Tapi Nav,?!" davi memelas
"Gak ada tapi-tapian, udah sana kerja!, Maaf aku hari ini enggak masak" sembari menutup pintunya.
"It's oke, no problem" davi berjalan masuk ke dalam kamar nya.
Rumah sakit Raya Medicals
Navy menunggu antrian,dan Raffa yang masih di gendongnya.Setelah beberapa lama nama Raffa dipanggil oleh suster.
"Silakan masuk bu"sapa susternya. "Terima kasih " ujar nya.
Terlihat seorang dokter yang memakai jas putih ciri khas nya duduk di kursi.
Dokter itu menoleh dan melihat seorang perempuan yang dikenal nya.
" Hai Nav, kamu disini?! " ujar dokter shafiq. Dokter menghampiri navysah dan menyuruh membaringkan raffa di brangkar.
__ADS_1
"Anakku demam semalam dok?!" sembari navy menyentuh dahi Raffa.
"Oke aku periksa dulu ya" dokter Shafiq memeriksa Raffa dengan stetoskop nya. "Raffa, apa raffa merasakan ada bagian tubuh yang sakit?!" tanya nya,
"Kepala raffa pusing dok dan panas" ucap raffa dengan polos nya.
Setelah selesai diperiksa, Raffa masih duduk di ranjang.
"Anakmu cuma demam Nav" dokter menuliskan resep obat dan vitamin untuk Raffa. "Ini resepnya" ujar nya lagi.
Dokter shafiq membaca beberapa tulisan "Anakmu ternyata seumuran dengan anakku ya?! ujarnya.
" Memangnya dokter sudah punya anak?! tanya navy penasaran,karena selama ini dia berteman dengan shafiq,dia tidak pernah menceritakan kehidupannya.
"Aku kira dokter belum menikah, soalnya lebih muda dariku!, navy tersenyum manis.
Dokter shafiq menatap intens Navysah, " Waktu pertama kali bertemu dirimu, aku kira kamu belum menikah juga" jawabnya menggaruk kepala yang tidak gatal.
" Kapan-kapan aku cerita deh! ujarnya lagi.
"anakku perempuan yang cantik, nanti bisa main ya sama Raffa!" sambung dokter
Dan Navy mengendong Raffa kembali, "Makasih dok", "Raffa, bilang apa sama om dokter?!" navy berujar pada anaknya, "Makasih om dokter" ujar Raffa.
"Iihh!, pinter banget anak ganteng satu ini, Cepet sembuh ya biar bisa main sama anak om dokter!" ujarnya mengelus rambut Raffa.
Raffa menganggukkan kepala.
"Yasudah, kami pulang dulu dok" ucap navy bergegas pergi dari ruangan.
__ADS_1
Assalamualaikum
Walaikumm salam