Cinta Navysah

Cinta Navysah
Bertemu fans


__ADS_3

Hari ini Davian menghadiri acara pernikahan rekan kerjanya. Navysah terlihat rapi dan cantik. Navysah sengaja memakai baju couplean dengan warna silver.


Davian berjalan ke arah istrinya, dan memeluknya dari belakang. "Cantik banget istriku ini, Cup, cup" Davian mencium pipi istrinya.


"Cantiklah, masa jelek. Sudah sana jangan cium-cium aku nanti makeup nya luntur " ucap Navysah.


"Tumben kita semua pakai couplean, kamu biasanya gak mau" Davian mencium curuk leher istrinya.


Navysah merasa geli dengan ulah suaminya " Mas!, udah sana tunggu aja di mobil. Kalau kamu gangguin kapan kelarnya" protes Navysah.


"Aku gak tahu, Aku cuma ingin pakai baju ini aja jadi kita samaan bareng Raffa juga" sambungnya lagi.


Navysah memakai jilbabnya dan merapikan gaunnya. "Selesai, tinggal pakai parfum"


"Gak usah pakai parfum, kamu gak pake aja udah wangi. Nanti malah cowok nempel sama kamu!" Davian cemberut.


"Pokoknya nanti kamu jaga sikap, harus anggun. Ingat!, jangan pecicilan dan harus ramah.Jangan terlalu dekat dengan cowok lainnya, makan nya dikit aja jangan kayak dirumah, nanti kita makan di restoran kalau kamu masih lapar" titah Davian.


Navysah menggerutu "Yaelah, ribet banget loe mas!. Ini nih yang bikin aku gak demen pergi denganmu ke pesta,kamu kebanyakan aturan. Kalau lapar ya tinggal makan aja, Kok repot!. Kalau mereka bilang aku rakus biarin aja memang aku makan nya banyak.Pergi ke restoran?!, waktu itu aja kamu ninggalin aku di tengah jalan padahal aku sudah kelaparan" Navysah mengingat kejadian waktu itu.


Davian tersenyum mendengar ocehan istrinya. "Maaf, Aku tidak akan meninggalkan kamu di jalan lagi" ucap dengan sungguh - sungguh.


Mereka menuju mobil dan melajukan kendaraanya menuju tempat acara. Davian bertemu dengan rekan-rekannya. Saling menyapa satu sama lain. Kali ini Davian menolak banyak teman wanitanya untuk cium kanan kiri. Navysah yang berada di sisinya merasa sangat senang suaminya ada perubahan. Raffa yang sedari tadi cuma mengikuti orang tuanya mengobrol kini mulai jenuh.


"Mah, maem es cream itu mah" Raffa menunjuk both es cream disana.


Navysah meminta izin suaminya untuk mengantar Raffa ke both es cream.Dirinya memberikan satu es cream pada anaknya,dan satu untuk dirinya. Navysah melirik seorang wanita yang dia kenal.


"Dokter Ifa ya!" sapa Navysah. Dokter itu menoleh ke arah Navysah. "Hai, Navysah kamu disini?!" balasnya.


"Iya dok, Saya menemani suami kesini. Dokter kenal dengan salah satu pengantinnya? " tanya Navysah.


"Aku tidak kenal, Aku hanya menemani Adikku kesini. Dia kerja dengan pengantin cowok, satu perusahaan" Dokter Ifa menjelaskan.


"Diajak adik beneran apa pacar ini" ledek Navysah.


Dokter Ifa terkekeh mendengar ledekan Navysah, " Ya adik beneranlah, Aku belum punya pacar. Oiya jangan panggil Aku dokter,panggil saja Ifa" pintanya.


" Ifa hari ini gak kerja?, kasihan lho, nanti ibu-ibu hamil kangen sama kamu. Bisa juga dokter Shafiq juga kangen denganmu" ledek Navysah kembali.


Ifa langsung merona mendengar perkataan Shafiq kangen denganya "Kami cuma teman kerja. Saya dokter kandungan, Dia dokter anak" ucapnya.


"Ya siapa tahu jodoh dok,kita kan tidak tahu dari temen jadi demen. Jodoh gak ada yang tahu. Aku aja tidak tahu jodohnya mas Davian, menolak sekeras apapun kalau udah jodoh mau bagaimana lagi"

__ADS_1


"Betul juga, Do'ain aja yang terbaik" Ifa tersenyum.


"Dokter Shafiq baik lho fa. Dia orangnya ramah,tampan, bertanggung jawab, sayang sama anaknya lagi" ucap Navysah berapi-api.


Ifa tertawa mendengar celotehan Navysah, "Kamu itu lagi promosiin dokter Shafiq padaku Nav!" ucapnya.


Navysah terkekeh "Habis aku bingung, dia tidak pernah menggandeng wanita. Ibunya ingin dia segera menikah dengan perempuan baik. Yang bisa menyayangi anaknya. Tapi Shafiq belum mau, baginya ibu dan anaknya segalanya" ucapnya lagi.


"Kamu deket banget ya sama Shafiq dan ibunya?" tanya Ifa penasaran.


"Kami cukup dekat, sudah seperti keluarga. Kinan, anak dia terkadang menginap dirumah aku. Dia memanggilku mama, Aku kasihan dengannya tidak punya orang tua" wajah Navysah berubah sendu.


Ifa mengenyitkan dahi nya. "Kok tidak punya orang tua, kan Shafiq ayahnya?. Dulu aku kira kamu pacar Shafiq, karena kulihat kalian selalu bersama ternyata bukan" ucap Ifa.


"Aku kira kamu sudah tahu, Kinan itu ponakan Shafiq, dia anak dari kakaknya. Tapi karena kedua orang tua Kinan meninggal, Shafiq lah yang merawatnya. Aku hanya teman dengannya tidak lebih" ucap Navysah.


Navysah membisikan di telinga Ifa" Gak usah malu, sekarang jamanya cewek nembak duluan "ucap Navysah terkekeh. " Aku cuma bercanda fa, syukur - syukur kalian berjodoh" Navysah berharap.


Ifa merasa malu, terlihat jelas rona wajah kebahagiaanya. Selama ini dirinya diam-diam menyukai Shafiq, tapi dokter pendiam itu tidak pernah merespon dirinya.


Adik Ifa dan rekannya menghampiri Navysah. "Ini Navysah yang selebgram itu ya?, Mba Ifa, loe kok gak bilang sih kalau kenal ama Navysah "protes adik Ifa.


" Navysah ternyata aslinya lebih cantik, Aku ngefans banget lho sama kamu. Boleh gak kita foto? " pinta adiknya Ifa.


" Boleh" ucap Navysah. Dan mereka pun berfoto ria. Entah kenapa salah satu temannya memegang pinggang Navysah. Navysah mencoba memberi pengertian agar tidak memegang pinggangnya dan mereka meminta maaf. Tapi tidak dengan sepasang mata yang menatapnya sejak tadi. Melihat istrinya dikerumuni banyak pria membuat dirinya panas dan gelisah. Dirinya menghampiri istrinya dan memegang erat pinggangnya." Sayang" ucapnya.


Navysah tahu suaminya pasti cemburu dengan banyak pria di depannya.Navysah mengenalkan Davian pada dokter Ifa, dirinya hanya bersalaman tanpa banyak bicara.


"Navysah boleh tidak Aku minta nomer handphonemu? Aku beneran seneng bisa ketemu kamu disini.Aku ngefans banget sama kamu" pinta adik Ifa. Davian menatap tajam kearahnya namun pria itu tidak peduli.


"Siapa namamu?, Kamu divisi mana?" tanya Davian.


"Aku Rizki Raditia dari divisi Marketing" ucapnya.


"Oh" Davian menggandeng istri dan anaknya menjauh dari kerumunan pria.


Davian mengajak istri dan anaknya makan. Dengan wajah cemberutnya dia mengunyah makanan.


"Kamu kenapa?, dari tadi cemberut terus" Navysah melirik suaminya.


"Ngeselin!, kenapa Aku yang terkenal tapi kamu yang dikejar mereka!" cebik Davian.


"Sekarang aku terkenal, sama sepertimu. Sekarang kamu tahukan rasanya orang yang kamu sayangi dikerumuni banyak fans, begitulah dengan perasaan diriku. Masih mending Aku, Mereka tidak cium pipi kanan kiri, Lah! kamu malah melakukanya. Udah tahu kan rasanya cemburu karena fans" ucap Navysah.

__ADS_1


"Mulai sekarang, Aku janji gak cium pipi kanan kiri mereka" janji Davian.


"Gak usah berjanji, buktikan saja ucapanmu itu!"


Raffa merasa gelisah, " Mah, Raffa kebelet pipis" ucapnya.


"Ayo Mama antar" Navysah bangkit dan mencari toilet wanita.


Dirinya masuk ke toilet dan membantu anaknya buang air kencing. Dari wastafel samping terdengar beberapa orang menghibah dirinya.


"Eh, loe dah liat istrinya pak Davian. Cantik juga ya" ucap seorang wanita.


"Biasa aja, dia kan janda satu anak. Kok mau ya pak Davian nikah denganya, yang perawan juga banyak " ucap wanita lainnya.


"Di pelet kali, pake jampi- jampi" ucap mereka lagi.


Navysah menutup telinga anaknya dan menyuruhnya diam. Dirinya tidak ingin anaknya yang cerdas mendengar perkataan buruk tentang dirinya. Navysah mencoba untuk bersabar,mendengar semua perkataan mereka.


"Jangan ngomong yang gak bener gitu, siapa tahu memang pak Davian yang cinta dengannya " ucap mereka lagi.


"Ah, gak mungkin! Pak Davian tampan, mapan, banyak uang. Gak mungkin dia suka kalau gak pake pelet" ucap nya lagi.


Navysah merasa kesal,ingin rasanya meremas mulut mereka.Baginya sudah cukup mendengar ghibahan mereka dibalik pintu. Navysah keluar dari toilet dan mereka terkejut. Orang yang mereka bicarakan sudah pasti mendengarnya. "Raffa keluar toilet dulu ya, Mama mau pipis" ucap Navysah pada anaknya dan menutup pintu. Dan Raffa mengangguk.


Navysah menuju wastafel mencuci tangannya, mereka terlihat ketakutan. "Mbak Navysah, tadi enggak seperti yang didengar mbak Navy, saya minta maaf" ucap wanita itu.


Navysah melirik mereka dari kaca toilet "Kalau tidak salah kenapa minta maaf" ucapnya santai, Apa anda memang melakukan kesalahan hingga meminta maaf padaku"


"Aku tidak ikut-ikutan mbak Navysah, ini nih dia yang tadi bilang mba Navy pelet pak Davian" dengan menunjuk satu rekannya.


"Kamu juga ikutan ngeghibahin dia, kenapa cuma Aku! " protes mereka.


Navysah menatap tajam ketiga wanita itu. "Percuma kalian berbalut gaun cantik dan mahal, jika mulut kalian sebau sampah!, Perlu kalian tahu, Aku sudah merekam pembicaraan kalian bersiaplah mendapat panggilan dari polisi " ancam Navysah sembari keluar toilet.


"Jangan mbak Navysah, tolong maafkan kami" teriak mereka.Navysah tidak menghiraukan teriakan mereka, dirinya mengendong Raffa kearah suaminya.


"Ayo, kita pulang. Aku sudah bosan disini! " ketus Navysah.


"Kamu kenapa, habis dari toilet kok cemberut"


"Pokoknya pulang sekarang!" Navysah merajuk.


"Baiklah" Davian menggandeng Raffa dan anaknya.

__ADS_1


__ADS_2