Cinta Navysah

Cinta Navysah
Nyidam makanan


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu keluarga Navysah dan Davian sudah kembali ke rumah mereka masing-masing. Pagi hari Rico datang kerumah Navysah, dirinya membawa pesanan bumil. "Ini tiramisu cake pesananmu?" Rico menyodorkan kue sembari duduk di kursi makan.


"Makasih Rico" balas Navysah sembari mengunyah makanannya.


"Kamu nyidam makanan Nav, Davian harus siap bangun tengah malam dong" ucapnya terkekeh. Rico melihat banyak makanan yang tersaji di depannya,dirinya menelan saliva melihat makanan yang begitu menggoda. Sedangkan Davian meliriknya malas.


Navysah tersenyum "Kalau mau sarapan, ambil saja. Sana minta piring sama budhe Salma"


Rico bergegas ke dapur dan meminta piring, dirinya menyendok nasi dan lauknya.


"Kamu belum makan co?" tanya Navysah.


Rico mengunyah makanannya"Sudah, tapi aku lapar lagi. Aku akan membantumu makan Nav, biar kamu lebih bersemangat makannya"


"Alesan!, bilang aja mupeng lihat banyak makanan"ketus Davian." Dasar kentung!"


Rico tertawa mendengar ledekan Davian" Jadi balas dendam meledekku, kamu masih marah aku dan Bima memukulmu!? " tanyanya.


Davian memutar bola matanya malas.


" Jadi beneran kamu memukul suamiku! " Navysah melotot ke arah Rico dan menggebrak mejanya. Rico merasa takut, melihat Navysah marah padanya.sedangkan Davian merasa senang istrinya membelanya.


" Kenapa kamu tidak melawannya mas?, badan gede masa nggak bisa melawan mereka "ketus Navysah.


"Bukanya tidak berani, tapi mereka memukulku saat aku mabuk" ucapnya.


"Iya aku dan Bima memukulnya, aku kesal dia menyakitimu. Dia membuatmu kabur dari rumah dan kau tahu Maya selalu menangis mengingatmu, dia khawatir kamu tidak pulang dan tanpa kabar!"


"Baguslah kalau kalian memukul suamiku!" ucap Navysah tertawa.


Davian melirik istrinya dengan tajam. "Kenapa kau membelanya, bukannya membelaku" protesnya.


"Karena Rico benar dan kamu yang salah, walaupun aku istrimu kalau kamu salah ya pasti kubilang salah" Navysah berhigh five dengan Rico.


Davian kesal,dirinya beranjak dari tempat duduknya. "Aku mau ke kantor dulu, kelamaan disini aku bisa gila" ucapnya. Navysah ikut berdiri merapikan kemeja suaminya. Davian memeluk istrinya dan mencium perut istrinya " Ayah berangkat kerja dulu ya Nak!, cup cup"


Dan Davian mencium seluruh wajah dan bibir istrinya.


"Kalian kalau bermesraan jangan didepanku, bikin aku pengen aja. Mana Maya lagi dirumah!" protes Rico.

__ADS_1


"Bodoamat! suka - suka akulah " balas Davian.


"Mas, nanti aku dan Rico akan ke Mall.Aku mau finishing baju jasmine"ucapnya.


" Iya, tapi jangan lama-lama pulangnya. Ingat!, dedeknya tambah besar. Kamu jangan kecapean "balasnya.


" Iya"


"Kamu nggak perhatiin aku juga Dav, aku kan pengen diperhatiin kamu" ucap Rico dengan manja dan sedikit gemulai.


"Idihhh najis!, siapa loe. Masa terong - terongan" dirinya bergidik geli. Sedangkan Rico tertawa keras.


"Assalamualaikum"


"Walaikumm salam"


Navysah duduk kembali dan melanjutkan sarapannya. "Co, besok kamu kesini lagi kan bawa barang ke Yuni ,nanti bawakan Aku makanan yang pedes dan panas ya" pintanya.


Rico mengenyitkan dahinya, "Yang kayak apa, baso?" tanyanya.


"Terserah kamu, pokoknya aku mau yang pedes dan panas"


"Apa?" tanyanya penasaran.


"Mulut tetangga!" itu sudah pasti pedes dan panas. "Kamu mau level biasa atau level super judes nanti aku pesenin. Mau satu orang apa sepuluh orang, gue bakal kasih tapi loe siap-siap aja telinga loe keluar api !" sambungnya lagi.


Navysah tertawa keras mendengar perkataan Rico. "Yaelah, pengalaman banget loe. Emang tetangga loe sepedes itu co?"


"Beuh, pedes gila!, mulutnya melebihi si Bima cabe bikin telinga panas" gerutunya.


Setelah mereka sarapan, mereka menuju Mall. Navysah mengerjakan gaun jasmine sedangkan Rico pergi untuk berbelanja di Tanah Abang. Sore hari Navysah sudah pulang ke rumah. Dan gaun pun sudah dikirim Yuni ke rumah Jasmine.


Malam hari Davian sudah pulang ke rumahnya,dia melihat istrinya sedang menelepon seseorang dan tertawa ria. Davian menghampiri dan ikut menguping pembicaraan istrinya. " Siapa?" lirihnya


"Jasmine" balasnya dengan lirih.


"Oh.. " Davian menciumi perut istrinya hingga membuat Navysah geli.


"Oke jasmine, nanti kita sambung lagi" Navysah menutup teleponnya. Namun Davian tertidur di samping perut istrinya, suara dengkuran halus terdengar darinya. "Apa dia kelelahan? cepat sekali dia tertidur" Navysah mengelus kepala suaminya dan dirinya ikut tidur bersama.

__ADS_1


Tengah malam Navysah merasa lapar,dirinya ingin makan martabak. Dia mengguncangkan tubuh suaminya. "Mas!" ucapnya, namun Davian tidak bangun. "Masku yang paling tampan ayahnya dedek kembar bangunlah" Navysah mencium pipi suaminya. Davian mengerjabkan matanya "Apa!" ucapnya dengan suara serak.


"Mas, dedeknya minta martabak manis yang adonannya hijau pandan dan martabak telor. Belikan untukku" pintanya.


"Mmm" Davian mengambil handphonenya dan menelepon seseorang. "Kamu telepon siapa mas?" tanya Navysah.


"Kamil" jawabnya. Navysah merebut handphonenya dan mematikan panggilan hingga Davian bingung dengan sikap istrinya.


Navysah cemberut dengan suaminya. "Aku hamil anak siapa?" tanyanya.


"Anakkulah" balasnya cepat.


"Ya kamu yang cari makanan, masa Kamil!. Emang dia yang naruh saham diperutku!, Emang kamu mau anakmu lebih nurut ke Kamil daripada dirimu mas!. Ini yang mau dedeknya lho " ketus Navysah.


"Oke!" Davian bergegas ke kamar mandi mencuci mukanya dan bergegas pergi. Dirinya melihat jam di dinding. " Sudah jam satu lebih memang masih ada yang jualan" gumamnya dalam hati. Dirinya membuka aplikasi food online. "Tuh kan beneran, pada tutup semua" dirinya menutup handphone dan melajukan mobilnya, berkeliling mencari martabak keinginan istrinya. "Aku harus mencari kemana lagi!" ucapnya frustrasi. Dirinya masih berkeliling Jakarta. Dirinya menemukan satu kedai martabak yang masih buka. "Pak, martabak manis yang adonan pandan satu dan telor spesial satu" pintanya.


"Adanya martabak manis yang adonan biasa pak,pandan habis. Ini sisa terakhir!" ucapnya. Davian bingung mau mencari kemana lagi di jam segini. "Yaudah nggak papa" ujarnya.


Setelah mendapatkan martabak, dirinya bergegas pulang kerumah. Navysah tertidur karena terlalu lama menunggu suaminya.


"Sayang bangunlah!, ini martabak keinginanmu"ucap Davian.


Navysah terbangun, dirinya bersandar di kepala ranjang dan membuka kotak martabak." Kok warna biasa? Aku maunya hijau " ucapnya.


Davian mengelus perut Navysah " Maafin Ayah ya Nak!, hijau pandannya habis adanya biasa. Tadi adonan terakhir,besok pasti Ayah beli yang hijau, ayah janji "ucapnya.


" Terima kasih Ayah, sudah berusaha mencari makanan untuk kami, kami suka"ucap Navysah dengan suara anak kecil. Dirinya memakan martabaknya dan menyuapi suaminya.


Setelah semuanya habis, Navysah merebahkan tubuhnya kembali. Davian pun bergelung di dalam selimut. "Kamu kenapa mas?" tanya Navysah.


"Diluar dingin, tadi aku nggak pakai jaket" ucapnya. Dirinya meluk istrinya dengan erat. "Nav, udah buka toko belum? kan udah nggak libur Nasional. Aku ingin!" ucapnya memelas. Navysah pura-pura tertidur dan tidak menjawab.


Davian kesal karena tidak ada jawaban dari istrinya, dirinya membuka kancing baju tidurnya. "Nggak usah pura-pura tidur, aku sudah lama berpuasa. Pokoknya aku mau, titik"


Dan mereka melakukan malam panjangnya, setelah beberapa bulan suaminya berpuasa.


* **


Jangan lupa like, Vote and comment. Thanks you all reader πŸ˜˜β˜ΊοΈπŸ™

__ADS_1


__ADS_2