
Navysah terbangun mengerjapkan matanya, entah sudah berapa lama dirinya terlelap tidur. Dirinya bergegas mandi dan shalat. Navysah melihat matanya yang kini membengkak karena menangis, dirinya membuka lemari baju suaminya dan mengambil sebuah kemeja. Dirinya menghirup aroma khas suaminya,menciumi kemejanya. "Aku sedang kesal!, tapi anakku mau mencium aroma tubuh ayahnya!" ucapnya. "Kamu kenapa sih Nak! selalu menginginkan aroma tubuh Ayah" gumamnya bermonolog dan mengelus perutnya.
Navysah masuk ke ruang kerja Davian, dirinya duduk di kursi milik suaminya. Memikirkan langkah selanjutnya, keputusan apa yang akan diambil. Dirinya akan menunggu Davian pulang dan meminta penjelasan apa yang sebenarnya terjadi. Pikiranya entah kemana-mana. Raffa masuk ke dalam ruangan tempat Navysah berada.
"Mama, kenapa nangis?" tanya Raffa. Navysah kaget anaknya datang. " Gak papa sayang" ucap Navysah sembari mengusap airmatanya dan memangku anaknya.
"Raffa, jika kita pergi dari sini hanya berdua dengan mama. Apa Raffa mau?!" tanya Navysah. Raffa bingung dengan pertanyaan ibunya "Ayah gak ikut mah?" tanyanya. " Apa Ayah jahat sama mama?".
Navysah menghembuskan nafas panjangnya "Ayah sibuk kerja sayang, kita saja yang pergi dari sini. Ayah Davi tidak pernah jahat sama mama. Mama hanya ingin kita berdua saja Nak tanpa Ayah!" ucap Navysah. Wajah Raffa langsung sendu, dirinya ingin selalu bersama Ayahnya. "Tapi Raffa sayang sama Ayah mah, Raffa ingin bersama Ayah. Kita bertiga bisa pergi bersama jika Ayah libur " ucapnya polos.
Navysah bingung untuk menjelaskan pada anaknya, anak sekecil Raffa belum mengerti persoalan orang dewasa. "Ya sudah, Raffa keluar dulu. Bobo ya sudah malam. Mama ngantuk" ucapnya.
Raffa menganggukan kepalanya dan bergegas pergi.
Navysah masih duduk di kursi suaminya,tanpa terasa dirinya tertidur kembali.
Davian masuk dengan terburu - buru, para asisten rumah tangga yang melihatnya pun merasa khawatir karena wajah Davian terlihat marah. Ingin rasanya budhe Salma mengadu pada tuannya tentang apa yang terjadi dengan Navysah namun dirinya mengurungkan, lebih baik masuk kamar dan tidur.
"Braakk!! Davian membuka pintu dengan kasar dan mendapati istrinya tertidur di kursi kerjanya. Navysah terkejut Davian datang dengan wajah tidak bersahabat. Davian melihat mata istrinya yang bengkak.
" Kenapa matamu bengkak seperti itu! " ucap Davian. Navysah terdiam tidak menjawab pertanyaan suaminya.
Davian menghampiri istrinya "Navysah, Apa ini?!" Davian menyodorkan handphonenya ke arah istrinya.Navysah melihat video dirinya bersama Shafiq tadi siang.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan selama aku pergi!?" bentak Davian. "Kenapa dia memelukmu erat seperti itu Navysah, Aku tidak suka!" teriaknya. "Sudah kukatakan jaga jarak dengannya, Aku tidak mau dia memelukkmu seperti ini, kamu istriku Navysah !" bentaknya kembali.
Navysah mencoba untuk bersabar, rasanya ingin sekali mencakar wajah suaminya saat ini. Berani-beraninya davian pulang dan membentaknya, sedangkan davian bersama wanita lain kemarin.
" Kamu tahu, saat ini dirimu dan dokter jelek itu menjadi trending topik hari ini"ucapnya." Coba kamu lihat berita online, banyak judul yang memojokkanmu bahwa kamu selingkuh dengannya, Apa yang sebenarnya terjadi Navysah,Jawab pertanyaanku jangan diam saja !! "bentak Davian.
" Kamu egois mas! "ucap Navysah." Kamu pulang marah - marah padaku, bentak Aku, sedangkan dirimu bersama Natasha di Solo. Kamu anggap Aku ini apa mas! " ucap Navysah.
Davian terdiam sesaat, dirinya tidak menyangka istrinya tahu dia bersama Natasha kemarin. "Kamu jawab dulu pertanyaanku!" ucapnya.
"Oke!, Aku dan Shafiq tidak ada apa-apa. Dia memelukku karena ketakutan, dia mengalami trauma tentang gempa dan berlari ke arahku. Dia melihat berita di televisi itu hingga dia mengingat kembali traumanya. Apa aku salah jika menerima pelukannya yang sedang ketakutan!" tutur Navysah.
" Salah!!, Aku tetap tidak suka! "tegas Davian.
Navysah tertawa dengan ucapan suaminya " Kamu itu lucu, Apa kamu tidak sadar diri siapa yang sebenarnya bersalah! " sindirnya" Kamu selalu bohongin Aku mas, selama ini Aku diam, aku disisimu tapi kenapa kamu masih mencintainya mas!!, Apa yang ada dipikiranmu, kamu pergi kan sama dia ke Solo! "teriak Navysah sembari menangis.
" Kamu bohong terus sama Aku mas!!, Kamu pergi dengannya kan ke Solo. Kalian ke hotel kan, Apa yang kalian lakukan dibelakangku, kamu selingkuh mas! "teriak Navysah frustrasi.
" Oke, Aku jujur. Aku memang ke Solo dengannya, Aku hanya mengantarkan dirinya bertemu Ayah dan Om Zaki. Davian menceritakan semuanya pada Navysah." Maaf jika aku berbohong padamu Navysah tapi sungguh Aku hanya mencintaimu bukan dirinya, Aku tidak selingkuh!" ucap Davian.
"Bohong kamu mas!, Aku mendengar semuanya, kamu masih mencintainya kan !. Aku benci kamu mas!" teriak Navysah.
"Navysah, Aku tidak berbohong. Sungguh! " ucap Davian lagi.
__ADS_1
Navysah merasa sedih, hatinya sudah sangat lelah dengan kebohongan suaminya. "Aku sengaja melarangmu bertemu dengannya tapi kamu membantunya, kamu lebih memilihnya daripada aku mas, Apa jangan - jangan Kanaya itu anak kandungmu hingga kamu rela membantunya?!" tanya Navysah. Davian terdiam, tangannya menggenggam erat menahan emosi.
"Sudahlah mas, Aku sangat lelah ingin tidur" Navysah membalikkan badannya berniat mengakhiri pertengkaran dengan suaminya.
Davian kesal, tidak terima Navysah mengatakan Kanaya anak kandungnya, dirinya tanpa sengaja mendorong Navysah kearah meja.
"Kamu pikir aku apa Navysah!, Kanaya bukan anakku! " bentaknya. " Dulu aku memang suka mabuk, tapi aku tidak akan menerjang anak orang sebelum adanya pernikahan! "bentaknya." Aku kecewa denganmu Navysah kenapa kamu bicara seperti itu! "
Navysah menahan rasa sakit diperutnya akibat dorongan dari suaminya, perutnya membentur siku meja. Dirinya meringis kesakitan.Namun Davian tidak tahu, karena posisi istrinya membelakanginya.
" Aku kecewa denganmu Navysah!" ucap Davian." Aku tidak mau melihat dirimu saat ini!" bentaknya.
Navysah menahan airmatanya agar tidak jatuh, dirinya memejamkan mata untuk menahan semua rasa sakitnya "Apa benar kau tidak ingin melihatku lagi! " ucapnya.
"Ya, Aku tidak mau melihatmu!" Davian membuka pintu dengan keras dan menutupnya.Dirinya pergi entah kemana, untuk menenangkan hatinya.
Navysah terkulai lemas mendengar ucapan suaminya.Navysah menangis keras. Dirinya menelepon Ifa, karena perutnya sakit terbentur siku meja. Ifa mengirimkan alamat klinik tempatnya bekerja karena ini sudah malam, dirinya tidak di rumah sakit.
Navysah bergegas membereskan sebagian bajunya ke dalam koper,dirinya membawa satu kemeja milik suaminya. Navysah pun membawa sebagian baju anaknya dan mainan kesukaanya. Saat ini dirinya benar - benar bertekad untuk keluar dari rumah. Navysah memakaikan anaknya jaket, walaupun Raffa selalu bertanya mau kemana. Navysah hanya menjawab pergi dari sini. Budhe Salma dan mbak Siti melihat wajah Navysah penuh dengan airmata, mereka bingung majikannya membawa anaknya pergi dari rumah.
"Ibu mau kemana,nanti bapak nyariin bu?" tanya budhe Salma sembari menangis.
"Aku akan pergi dari sini budhe, Aku sudah tidak kuat. Ingat!, jangan pernah ada yang memberi kabar pada bapak saat ini. Kalau tidak aku akan memecat kalian semua!" ancam Navysah.
__ADS_1
Dirinya naik taxi dan menuju klinik Ifa. Disana Navysah langsung diperiksa. Ifa memberikan beberapa obat." Suster, bawa dia ke ruangan atas. Beri dia infus dan dia harus bedrest total! " perintah Ifa. Raffa hanya menangis melihat ibunya kesakitan. Ifa menyuruh satu suster penjaga untuk menemani Raffa tidur. Ifa tidak habis pikir, ada apa sebenarnya dengan rumah tangga Navysah. Kenapa berkali-kali dirinya harus mendapat perawatan. "Aku harus melakukan sesuatu!" ucapnya dalam hati.
Navysah menelepon seseorang, istri dari pak Rizal. Navysah ingat bu Riyanti seorang pengacara. Dirinya meminta bu Riyanti untuk datang ke klinik dan diujung telepon mengiyakan permintaanya.