Cinta Navysah

Cinta Navysah
Pulang ke rumah


__ADS_3

Keesokan harinya,


Keluarga besar Navysah sudah kembali ke Semarang,dengan penuh drama sebelumnya dari nara yang enggan berpisah dengan Navysah.kerabat navy si Bima grup pun sudah kembali ke kota B.kamil dan jasmine sudah pulang ke jakarta dan pastinya dengan beberapa titipan barang dari Navysah. Mereka sudah akur kembali dan akan bertunangan bulan depan.


"Aku tidak mengerti dengan sikap nara, dia selalu menempel padamu seperti ulat!" sindir davian yang masih membereskan barang.


"Ya memang seperti itu, tapi pada dasarnya dia anak yang mandiri, nurut dan menyayangi adiknya.dia seperti itu hanya padaku" balas navy.


Davi sedari pagi melihat sikap kekanak kanakan nara, kemanapun navy berjalan dia mengekori nya. Bahkan duduk pun dia selalu bergelandut dengan Navysah dan menciumi mami nya.Nara tidak membiarkan davian duduk di samping istri nya.Dan davi merasa cemburu.


"Nara lebih posesif dari Raffa,kalo Raffa dikasih mainan aja pasti girang dan lupa akan Navysah tapi kalo si nara, benar-benar aku merasa punya saingan versi berat, nempel terus sama Navysah,berarti dulu almarhum raihan sabar nya kayak apa yah menghadapi si nara itu". gumam davi dalam hati.


"kenapa kamu membawa semua barang seserahan dan kado pernikahan kita, kamu kan bisa ambil satu set perhiasanya saja sisanya biarkan " ujar davian yang mengingat kembali betapa repot nya Kamil mengepak barang Navysah.


"Itu kan punyaku dan juga mama fera menyuruh membawa semua,itu barang barang darimu bagus bagus lagi" balas navy sambil mengingat betapa banyak nya seserahan yang dia dapat dari davi.


" toh Kamil tidak protes kok aku minta bantuan padanya" bela navy.


"Kamil tidak akan protes lah, orang aku bos nya. Memang mau dia kupotong gajinya, lagian kamu kayak gak punya duit aja,beli di Jakarta juga banyak!" Balas davi sembari memakai sepatu nya.


Navysah tidak membalas perkataan davian, dia lebih baik mengepak barangnya dengan cepat.


Tok.. Tok.. Tok


Assalamualaikum


Walaikumm salam,


Navy membuka pintu dan terlihat ayah kandung nya bersama Raffa yang sedang digendong.


"Raffa turun nak, kasihan kakek dia capek gendong Raffa" navy menurunkan Raffa dari gendongan ayah nya.


"Gak papa nak, ayah masih kuat gendong cucu ayah" balas ayah nya pada navy.


Ayah navy mengeluarkan sebuah amplop dari saku nya,"Ini buat kalian kado dari ayah dan mama tiri mu" ujar nya menyodorkan amplop yang cukup tebal pada Navysah.


"Navysah mendorong amplop itu dan menolak nya" Gak usah yah,navy sudah punya uang banyak dari mas davi" ucap navy

__ADS_1


"Sudahlah terima saja, cuma ini yang bisa ayah kasih" ujar ayah navy memaksa.


"Makasih yah" ujar navy menerima amplop nya.


"Nak, boleh kah ayah memelukmu" pinta ayah nya berkaca kaca.


Navy mendekat dan memeluk ayahnya yang sudah tua, entah sudah berapa lamanya dia tidak bertemu ayah nya.


Navysah menangis sesenggukan menumpahkan semua kerinduan pada ayah nya.


Ayah menepuk nepuk punggung navy dengan lembut.


"Ayah meminta maaf padamu nak, ayah bukan seorang ayah yang baik. Ayah meninggal kan ibumu dan kalian disaat kalian kecil.ayah tahu kalian kurang kasih sayang ayah. Dan ayah tahu naysila masih belum bisa memaafkan ayah sampai detik ini. Tapi satu hal yang harus kalian tahu, sampai kapan pun ayah akan selalu menyayangi kalian" ujar ayah navy sembari berkaca-kaca mengelus rambut navy.


"Navy sudah memaafkan ayah dari dulu, apapun yang ayah lakukan pada kami itu hanya masa lalu" ucap navy sesenggukan.


Davi yang melihat pun merasa terharu dan sempat berkaca-kaca namun dia membuang muka seolah olah tidak melihat.


Ayah melepaskan pelukan dari navy, berjalan menuju davian dan memegang tangan davi."Nak davi, ayah nitip Navysah, Kumohon jagalah dia dengan baik dan bahagia kan dia. Aku berharap kamu sebagai pengganti raihan yang sayang pada anakku" pinta ayah.


"Aku bukan raihan yah, aku davian Ahmad yang masih banyak kekurangan.Tapi,aku akan selalu berusaha menjaga navy dan Raffa dengan baik. Itu janjiku pada ayah" tegas davi.


"Ayah pamit dulu, sudah saat nya ayah pergi" ucap nya.


"Ayah langsung pulang ke makassar atau mau mampir dulu" tanya ku pada ayah.


"Ayah langsung pulang ke makassar, paling ntar nyampe bandara Sultan Hasanuddin di jemput radit"jawab ayah.


" Kami antar ya ke bandara adi soemarmo " pinta navy.


" Gak usah nak, ayah bisa naik taxi. Kalian juga harus beberes mau pulang kan? " balas ayah navy.


Navysah menggangguk dan mencium pipi ayahnya. "hati - hati ya yah" ucap navy bersedih.


***


Di bandara adi soemarmo

__ADS_1


Bu fera memeluk navy, "Hati - hati ya nak, mama pasti merindukan kamu dan Raffa"


"Jadi aku gak dirindukan sama mama nya sendiri" rajuk davi pura pura cemberut.


"Ya mama pasti kangen kamu mas, tapi mama lebih kangen cucu dan menantu mama" seloroh bu fera sambil tertawa.


"Mama sudah menyiapkan hadiah untuk kalian, mama taruh di tas warna hitam" bisik bu fera di telinga navy.


Navy memicingkan mata dan merasa curiga dengan ucapan mertua nya "iya mah, makasih banyak"


"Davi, mama tunggu kabar baik dari kalian ya. Mama nungguin cucu mama launcing dengan segera" ujar bu fera tanpa malu.


"Mah, mama apa apaan sih. Ntar juga dikasih sama mereka, biarkan mereka produksi dulu!" ledek pak ibra sembari tersenyum.


Navy dan davian saling pandang, enggak ngerti lagi dengan apa membalas ucapan kedua orang tua nya yang selalu berbicara masalah cucu.


" Doain aja mah" ujar davian datar


"mama selalu doain kalian agar selalu bahagia" ujar bu fera. " Oiya, mama nitip davi ya nak, tolong urus anak mama dengan baik.Biar pun dia keras kepala,tapi davi anak yang baik" pinta bu fera.


"Mama apa apaan sih, anak sendiri di jelek jelekin. Di titipin kayak anak kecil aja" cebik davian.


"Iya mah" balas navy tersenyum.


Davi dan navy mencium tangan orang tua nya dan juga mencium pipi mama nya, Raffa pun mengikuti orang tua nya mencium tangan nenek dan kakek nya.


"Kami pergi dulu mah, pah "


"Nenek sama kakek hati-hati ya Raffa ntar main lagi ya nek?" ujar Raffa polos


Bu fera mengelus dan mencium pipi Raffa, "iya sayangnya nenek yang pintar, Raffa tinggal disini sama nenek pun nenek senang"


Hati Navysah rasanya ingin menangis mendapatkan mertua yang sangat sayang pada anak nya.


Raffa yang tidak pernah dekat dengan mama dari mas raihan, kini mendapatkan kasih sayang dari mertua nya sekarang, mama dari davian.


Assalamualaikum

__ADS_1


Walaikumm salam


__ADS_2