
Sudah satu bulan setelah kepergian Navysah dari rumah, Davian pun sudah mengklarifikasi tentang apa yang terjadi dengan istrinya dan dokter Shafiq. Dia mengatakan saat ini istrinya sedang di Bali untuk liburan bersama anaknya. Dan benar saja bu Fera membaca berita online tentang anaknya, dirinya heboh luar biasa mengetahui Navysah hamil. Dia berkeinginan menemui menantunya saat ini.
"Dav, kok mama telepon Navysah tidak bisa? Alhamdulillah mama ikut senang dia hamil. Mama sudah nggak sabar bertemu dengan menantu mama. Mama pengen cepet - cepet lihat cucu mama lahir " ucapnya dengan girang.
Davian bingung. Jika dia mengatakan yang sebenarnya tentang Navysah, ibunya pasti syok dan masuk rumah sakit." Navysah lagi liburan mah sama Raffa, dia tidak mau diganggu. Mama jangan kesini, nggak ada Navysah dirumah. Davian juga sibuk kerja. Nanti aja kalau Navysah udah pulang dari Bali aja kesininya" ucapnya.
"Maafkan Davi mah, davi sudah bohong sama mama. Davi sedang berusaha mencari Navysah" ucapnya dalam hati.
"Yaudah nanti kalau Navysah sudah pulang kamu kabarin mama ya.Mama kangen dia. Yaudah mama mau kerja dulu,Assalamualaikum "
"Iya mah, walaikumm salam" balasnya.
"Ya allah, sejak kapan aku jadi pembohong.Sejak kepergianya Aku harus sering bohong untuk menutupi semua masalah ini" Davian menutup wajahnya dengan tangan.
Dirinya duduk di kursi kerja "Kamu dimana sayang, aku merindukanmu" Matanya berkaca-kaca.Davian mencoba untuk bekerja kembali seperti biasa, Setiap hari dirinya menyibukan diri dengan bekerja. Terkadang jika ada pekerjaan di Bogor dirinya mengajak Kamil untuk ikut dengannya mencari Navysah.
"Tok.. Tok.. Tok.." Kamil membuka pintu ruangan Davian "Dav, Mmm.. Ada tamu ingin bertemu denganmu" ucapnya dengan sedikit takut.
" Siapa?" tanya Davian.
"Itu, pengacara Navysah datang kesini" ucapnya. Davian terkejut mendengar penuturan Kamil. Untuk apa pengacara Navysah datang kesini. "Kok, perasaanku tidak enak!" ucapnya dalam hati. Davian sedikit gusar dengan kedatangan pengacara Navysah. Kamil tahu temannya saat ini sedang risau,perasaanya tidak karuan tapi mau tidak mau Davian harus menghadapinya.
__ADS_1
"Dav, Davi.." Tangan Kamil melambai di depan wajah temannya yang sedang melamun.Davian langsung tersadar dari lamunannya.
"Gimana, boleh masuk atau ditolak" ucap Kamil.
"Biarkan dia masuk"
Kamil mempersilahkan pengacara Navysah masuk kedalam kantor Davian.
"Selamat siang pak Davian, perkenalkan nama saya Riyanti. Saya pengacara ibu Navysah" dirinya berjabat tangan dengan Davian.
"Silahkan duduk bu" ucapnya. "Ada apa kiranya ibu Riyanti kemari"
"Jika semua berkas sudah lengkap, maka gugatan cerai bisa dilakukan, nanti bapak akan mendapat panggilan dari pengadilan agama. Ada tahapan bapak dan Ibu Navysah bermediasi untuk langkah selanjutnya"
Bagai disambar petir disiang bolong, Davian mendengar dirinya akan digugat cerai istrinya. Lemas sudah tubuhnya tidak berdaya. " Aku tidak mau cerai!!" teriaknya. "Sampai matipun aku tidak akan bercerai dengannya " Davian merobek semua kertas yang diberikan bu Riyanti. Tidak terasa air matanya menetes begitu saja. "Atas dasar apa Navysah ingin bercerai denganku" ucapnya.
"Pak Davi tidak bisa seperti ini, ibu Navysah sudah mengambil keputusan. Di surat itu tertulis jelas ibu Navysah ingin bercerai dengan bapak karena perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga"
Davian mengusap wajahnya secara kasar"Aku tidak pernah selingkuh, ini hanya salah paham. Dan untuk kekerasan dalam rumah tangga itu karena aku tidak sengaja mendorongnya saat itu. Sejak menikah, Aku tidak pernah main tangan dengannya. Perlu anda tahu, Aku sangat mencintainya! "
" Kalau anda mencintainya, kenapa anda selingkuh pak Davian "tanyanya dengan penuh selidik.
__ADS_1
Davian mengambil laptopnya dan membuka file rekaman." Jika anda ingin bukti, akan ku buktikan bahwa ini salah paham" Davian memutar rekaman cctv saat dirinya bersama Natasha dan Navysah yang mengintip dibalik dinding. " Kau lihat, dia pergi sebelum aku selesai bicara". Davian menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada bu Riyanti. Dirinya sudah tidak bisa menutupi rasa sedih kehilangan istrinya. "Tolong katakan, dimana istriku saat ini. Aku sangat merindukannya" pinta Davian sembari menangis.
Bu Riyanti tidak tega dengan keadaan Davian saat ini namun dirinya harus tetap profesional dalam bekerja. "Saya tidak tahu saat ini bu Navysah ada dimana, aku bertemu denganya dua minggu yang lalu saat dia bersama anaknya, dia membawa koper besarnya. Dia hanya bilang ingin pergi sementara" ucapnya. "Kalau begitu saya permisi pak" bu Riyanti pamit dengan Davian.
"Tunggu! tolong saya bu, jika Navysah menghubungimu saya minta ibu bisa mengabariku, Aku sudah mencarinya kemana-mana. Aku sangat merindukanya" Davian memberi kartu namanya.
"Baik, saya permisi " Bu Riyanti meninggalkan kantor Davian dan menuju mobilnya.
"Ah!, ini semua permintaan dokter Ifa, aku pura-pura jadi pengacara bodoh seperti ini. Untung semuanya aku rekam disini" Bu Riyanti melepaskan mic yang ada di saku kemejanya. Semoga bu Navysah dan pak Davian bisa bersatu lagi" ucapnya.
Di kantor,
Davian terduduk lemas di lantai setelah kepergian bu Riyanti, dirinya menangis kencang dan menutup matanya. Kamil langsung masuk ke ruang Davian, dirinya melihat temannya sangat rapuh. Kamil mengelus punggung Davian dan memeluknya.
"Kamil, dia ingin menceraikan Aku mil. Aku tidak mau pisah dengannya. Aku sangat mencintainya, Aku merindukanya, bantu Aku bertemu dengannya mil " Davian merengek layaknya anak kecil pada Kamil. Hanya pada ibunya dan Kamil, Davian berani mengeluarkan sikap kekanak - kanakanya." Kamil, rasanya dadaku sakit sekali mendengar Navysah akan menceraikanku, pokoknya aku tidak mau mil. Aku ingin bersamanya dan anak - anakku" rengeknya sembari menangis keras.
Sudah berapa lama Davian menangis hingga matanya bengkak, dia menelepon Feri untuk minum di apartemen Feri. Dan suara diujung telepon mengiyakan. Mereka berdua minum hingga mabuk. Sedangkan Kamil menelepon Imelda untuk datang ke Apartemen Feri.
Kamil menceritakan apa yang sebenarnya terjadi tadi siang dan memberitahukan bahwa Navysah akan menggugat cerai dengan alasan perselingkuhan Davian dan KDRT, dan saat ini Navysah sedang hamil anak kembar. Imelda merasa syok dengan semua penuturan Kamil. Dirinya menjambak rambut adiknya yang sedang mabuk "Dasar kau tidak berguna!! Istrimu hamil sampai tidak tahu, dan kau berani-beraninya mendorongnya" ucapnya. " Rasanya ingin kucincang habis dirimu Davian bodoh !!" teriak Imelda. Namun yang dijambak tidak merespon, dirinya sudah mabuk berat bersama Feri. Yang ada Davian selalu meracau tidak jelas dan menangis. "Mbak!, bantu Aku menemukan Navysah. Aku tidak mau kehilanganya, aku mencintainya mbak. Bantu Aku!" ucapnya dengan setengah sadar.
Imelda merasa iba dengan kehidupan adiknya semenjak Navysah menghilang, dirinya tidak mau melihat Davian yang dulu, suka mabuk karena ditinggal nikah Natasha. " Aku belum mendapat kabar dari orangku, Navysah tidak sekalipun mengaktifkan handphonenya. Bahkan jejaknya tidak ada, belum ada info lagi darinya. Mbak janji akan membawa Navysah lagi padamu" ucapnya sembari mengelus rambut Davian. Tanpa terasa airmata Imelda menetes, melihat adiknya yang lusuh, tidak terawat,berantakan.
__ADS_1