
Di Jurug Solo Zoo
Navysah menggandeng anaknya masuk ke kawasan kebun binatang, Raffa sangat antusias melihatnya. Dirinya senang melihat begitu banyak binatang. ada gajah, zebra,harimau, jerapah.Sedangkan mata Feri berbinar melihat beberapa cewek cantik yang lalu lalang.
Navysah menggelengkan kepala, merasa enek dengan kelakuan Feri yang kegenitan. "Lihat cewek cantiknya biasa aja, gak usah overdosis gitu ntar gumoh!" ledeknya.
"Suka-suka guelah!, mubazir gak diliatin apalagi mereka pake rok mini. Bikin gue panas dingin" ucapnya terkekeh.
"Di lap dulu iler nya, Dasar Cu Pat Kai!" ucap Navysah lagi. Feri bingung dengan ucapan Navysah. "Siapa Cu Pat Kai, anak mana dia!" tanyanya.
Navysah tertawa keras, "Kamu tidak tahu Cu Pat Kai, dia pangeran tampan"
"Beneran!.Uwuww bangetlah diriku mirip Cu Pat Kai pangeran tampan dari kota S" ucapnya. Navysah tidak bisa menahan tawanya, melihat kebodohan Feri.
"Ya allah!, beneran deh mas kamu b*dohnya gak ketulungan," Cu Pat Kai itu siluman b*bi yang ada di serial Sun G*kong,dia itu mata keranjang kalau lihat cewek cantik langsung kayak kamu" Navysah tertawa keras.
"Kupret loe!, masa gue disamain sama siluman b*bi" protes Feri.
Imelda masih dengan muka datarnya tanpa ekspresi. Dirinya berusaha bergembira melihat Navysah bercanda receh dan Raffa berlari kesana kemari dengan Feri. " Papih, Raffa capek" nafasnya mulai tersengal-sengal.
"Yaudah papih cari minum dulu" Feri bergegas pergi namun tangannya ditarik Navysah. "Tunggu, biar Aku saja yang pergi. Ayo Nak!, kita cari minum" Navysah menggendong anaknya.Dirinya sengaja meninggalkan Feri dan Imelda untuk berbicara dari hati ke hati.
Feri dan Imelda mulai kikuk satu sama lain.Bingung dengan apa yang akan dilakukan.
"Apa kamu bahagia?" Imelda bertanya tanpa melihat Feri.
Feri pun tahu kemana arah pertanyaanya."Aku berusaha selalu bahagia, dan menerima dirinya"
"Apa kau masih mencintaiku? " Imelda menatap intens Feri, berusaha mencari jawaban jujur darinya.
__ADS_1
"Entahlah!. Aku lebih memilih yang pasti,daripada menunggu tanpa kejelasan. Dan memangnya kamu siapa! Bidadari yang turun dari Khayangan hingga Aku harus selalu menunggumu! " ketusnya. " Aku hanya brondong tengik yang sedang berusaha untuk menjadi pria baik dan menikah dengan gadis baik-baik"
"Jika kuminta kau membatalkan pernikahanmu, apa kau mau menurutiku? " lirih Imelda dengan berkaca-kaca.
Feri kaget dengan permintaan Imelda. "Kita tidak ada hubungan spesial, buat apa aku menuruti permintaanmu!" Feri membuang muka ke arah lain, dirinya tidak ingin melihat wajah Imelda yang memelas.
Imelda menolehkan wajah Feri ke arah dirinya, mengenggam tangannya. "Aku mencintaimu Feri, si pria br*ngsek, brondong tengik yang tidak punya tujuan hidup yang jelas, playboy dengan banyak wanita, yang selalu membuat diriku kesal" ucapnya.
Feri kaget dengan ucapan Imelda,dirinya bingung mana yang harus dipilihnya. "Kenapa kamu baru bilang sekarang, disaat Aku sudah mulai mantap ingin menikah dengan perempuan lain!, Kenapa tidak saat aku mengatakan cinta padamu Imelda. Saat itu aku sungguh mengharapkan jawaban darimu tapi apa, kamu tidak pernah menghubungiku. Dan sekarang kamu meminta Aku membatalkan pernikahanku, Kamu telat Imelda! " ucap Feri dengan tegas. " Dia perempuan yang baik, Aku tidak ingin menyakitinya"
Imelda menangis meratapi kesalahannya. "Maafkan Aku, karena aku tidak tahu bagaimana cara untuk mengungkapkanya" lirihnya.
"Apa kau tidak bisa memilihku? Aku berjanji tidak akan ketus dan judes padamu, Aku akan berusaha mencintaimu lebih dalam lagi. Bisakah kita bersama?" pintanya.
"Aku.. Aku.. sepertinya Aku tidak bisa Imelda, kamu benar - benar terlambat. Karena aku akan menikahinya" ucap Feri.
Ingin rasanya Imelda tenggelam di dasar laut, hanya karena brondong tengik ini, dirinya harus menurunkan harga dirinya.
Sedangkan Feri, dirinya merasa terbang ke langit ketujuh. Akhirnya seorang Imelda yang ketus bisa bertekuk lutut padanya. Ingin rasanya, dia tertawa keras melihat seorang Imelda menangis karenanya, ingin merebut dirinya dari calon istrinya. "Kita lihat saja, sampai dimana kamu akan berjuang untukku Imelda, saatnya Aku berakting jual mahal" ujarnya dalam hati.
"Aku tidak tahu, mana yang harus Aku pilih, Aku bingung! " tegas Feri dengan pura-pura.
"Beri Aku kesempatan, Aku akan merebutmu darinya " Imelda memeluk lengan Feri dan memberinya kecupan di pipinya.Feri melotot tidak percaya, rasanya tidak mungkin seseorang Imelda mencium dirinya. "Aku seperti mimpi disiang bolong, seorang Imelda mencium ku. Yesss! " ujarnya dalam hati.
Di sisi lain,
Navysah membawa anaknya untuk membeli es cream, dirinya pun menelepon Davian untuk menjemputnya. Di saat berjalan menunggu suaminya, Navysah bertabrakan dengan seorang wanita.
"Mbak Navysah yang selebram itu kan?, ini Aku Amelia. Cewek lebam yang mbak tolong di Bali. Masih ingatkan?" ucapnya.
__ADS_1
Navysah mencoba mengingat - ingat. "Oh, iya aku ingat" jawabnya.
Amel mengenalkan Navysah pada kedua orangtuanya, bahwa Navysah yang menolong dirinya saat di Bali. "Makasih ya mbak, kalau anak saya tidak di tolong, saya tidak tahu seperti apa nasib anak saya" ucap ibunya Amel.
"Tidak apa-apa bu, Namanya juga manusia harus saling tolong menolong " balas Navysah. " Amel darimana kamu tahu aku selebram?" tanya Navysah.
"Saat di Bali, mbak Navysah membuka maskernya saat makan, saat itu Aku tidak asing dengan wajahmu. Aku pulang ke Solo dan mulai mencari-cari siapa mbak. Dan teman Aku memasang foto mba di kamarnya, saat itu aku tahu kalau mba selebram"
"Mbak, Aku ingin mengembalikan uangmu. Berikan nomor rekeningmu, Ayahku pasti akan mengembalikanya" ucap Amel.
"Aku memberikan uang itu ikhlas, kamu tidak perlu mengembalikan" ujarnya. Apa kau sudah bekerja?" tanya Navysah.
"Belum mbak, Aku masih mencari pekerjaan. Disaat seperti ini sangat sulit mencari kerja"
"Jika kamu ingin bekerja, datanglah ke Jakarta. Aku butuh karyawan yang membantuku. Itu jika kamu mau, Aku tidak memaksa. Aku butuh karyawan yang jujur dan bertanggung jawab, jika kamu memenuhi syarat itu kamu boleh datang padaku. Ini kartu namaku" Navysah menyodorkan kartu namanya.
"Aku mau mbak, Aku mau banget!. Aku pasti kesana"
"Dipikirkan dulu, jangan tergesa - gesa ambil keputusan.Minta izinlah pada orangtuamu, jangan kabur - kaburan lagi" ucap Navysah dengan tegas.
Amel hanya cengengesan, dirinya merasa tersindir dengan ucapan Navysah.
"Oke, saya permisi pulang dulu suami saya sudah menjemput"
Assalamualaikum
Walaikumm salam
Navysah dan Raffa menghampiri Davian, suaminya bertanya dimana Imelda. Navysah hanya bilang Imelda ada keperluan penting dan harus menyelesaikanya. Davian masih tidak mengerti perkataan dari istrinya. Navysah berjanji dia akan menceritakan hal sebenarnya dirumah.
__ADS_1